Beranda blog

Program Kota Welas Asih Jember Perlu Sinergi dan Kolaborasi

Upaya Kabupaten Jember untuk menjadi kota Compossionate Action (Kota Welas Asih) terus dipersiapkan dengan matang, jika sehari sebelumnya dibahas melalui Focused Discussion Group (FGD), memasuki hari kedua, Jumat (11/10/2019) sudah memasuki tahapan training di kalangan pendidik, masa training dan sosialisasi ini akan dilakukan selama 3 bulan kedepan.

“Kita tengah mengupayakan Kabupaten Jember menjadi kota yang welas asih, sebenarnya saat ini, beberapa hal yang dibutuhkan untuk menuju kota welas asih, sudah ada di Kabupaten Jember, seperti adanya layanan untuk lansia, difabel dan juga Ruang terbuka Hijau atau taman kota,” ujar Wakil Bupati Jember Drs. KH. Abdul Muqit Arief.

Dengan adanya beberapa fasilitas yang sudah tersedia di kabupaten Jember, Wabup menilai, bahwa untuk mewujudkan Jember sebagai kota ‘Welas Asih’ tinggal bagaimana melakukan sosialisasi dan menerapkan di kehidupan sehari-hari.

“Semua tinggal sosialisasi dan menggugah kesadaran masyarakat untuk memiliki rasa empati dan memiliki kepedulian, bisa diawali dari lingkungan keluarga dan lingkungan rumah maupun lingkungan sekolah,” beber Wabup.

Sementara dr. Haidar Baqir dari Compassionate Action Indonesia, kepada wartawan mengatakan, bahwa saat ini di Indonesia baru ada 6 kabupaten dan kota yang sudah menjadi kota welas asih, dan Jember akan menjadi kota ke 7 bersamaan dengan propinsi Jawa Barat sebagai Propinsi pertama yang menjadi Propinsi Welas Asih.

“Saat ini sudah ada 6 kota dan kabupaten yang sudah menjadi kota Welas Asih, salah satunya Banyuwangi, dan Jember nanti akan menjadi kota ke 7, dan untuk menjadi kota welas asih, tidak perlu merubah program Bupati yang sudah berjalan, dan saya melihat di Jember sudah siap, tinggal bagaiman mengintregasikan saja,” pungkas Haidar. (*)

Bupati Kembali Serahkan Surat Perijinan Langsung ke Pemohon

Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR Rabu (9/10/2019) memberikan 64 perijinan kepada 59 pemohon secara langsung di Pendopo Wahya Wibawagraha Pemkab Jember, 64 perijinan tersebut terbagi menjadi beberap perijinan yang meliputi, Ijin Klinik Pratama, Ijin Klinik Kecantiakn, Ijin Usaha toko Swalayan, dan IMB.

“Ada puluhan perijinan yang diberika hari ini kepada para pelaku usaha, baik medis maupun waralaba, dan saya berharap, adanya beberapa pelaku usaha yang mendapatkan surat ijinnya hari ini, bisa mengurangi angka pengangguran di Jember, sekali lagi saya ingatkan agar merekrut pekerja lokal yang disertai kartu pencari kerja,” ujar Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR.

Seperti Ijin klinik Pratama rawat inap, agar dalam merekrut tenaga medis, tidak mengambil dari klinik lain, tapi merekrut karyawan baru yang sesuai dengan bidangnya dan dibekali kartu pencari kerja. “Percuma kalau ada banyak klinik maupun usaha dibidang lain kalau tidak bisa mengurangi angka pengangguran,” beber Bupati.

Selain memberikan peringatan kepada investor, Bupati juga memberikan keleluasaan kepada investor untuk mengembangkan potensi yang ada di Jember. “Mereka tidak hanya dipersilahkan berinvestasi dan mengembangkan potensi yang ada di Jember, melainkan disambut dengan baik serta bisa mentaati peraturan dengan baik,” pungkasnya.

Pertemuan KPU dan Bupati. Anggaran Pilkada Jember Rp 82 M

Pelaksanaan pemilihan bupati tahun 2020 sudah mulai bergulir. Untuk itu, KPU Jember bersama Pemerintah Kabupaten Jember melakukan koordinasi, utamanya soal anggaran.

Koordinasi untuk itu dilakukan Rabu, 09 Oktober 2019, di Pendapa Wahyawibawagraha. Komisioner KPU Jember bertemu dengan Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR.

“Saya tugaskan tim anggaran bersama KPU Jember untuk konsultasi ke pusat, untuk membicarakan anggaran Pilkada 2020,” kata Bupati kepada wartawan usai pertemuan.

Konsultasi dengan pemerintah pusat itu, terangnya, karena problem yang dihadapi perlu jawaban pemerintah pusat. “Jawabannya ada di sana (pusat, red),” terang Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR.

Problem yang dihadapi KPU Jember tersebut adalah perlu anggaran yang akan dipakai pada tahun 2019. Sementara, perubahan APBD 2019 sudah disahkan bersama DPRD Kabupaten Jember.

“Hasil konsultasi, diizinkan untuk menggunakan anggaran tidak terduga, meskipun tidak untuk bencana maupun kerawanan sosial,” terang Bupati.

Terkait jumlah anggaran yang diajukan KPU Jember, Bupati menjelaskan adanya pemangkasan saat konsultasi dengan pemerintah pusat. “Ada hal-hal yang belum turun petunjuk teknisnya,” ungkapnya.

Dari anggaran yang diajukan sebesar Rp 123 miliar, setelah konsultasi menjadi Rp. 82 miliar.

Sementara itu, Ketua KPU Jember M Sai’in menjelaskan, pertemuan dengan Bupati Jember sebagai tindak lanjut pertemuan tanggal 1 Oktober lalu dan konsultasi di pemerintah pusat.

Pertemuan ini terkait dengan anggaran pelaksanaan Pilkada 2020. Pihaknya mengajukan anggaran sebesar Rp. 123 miliar dan dianggarakan sebesar Rp 82 Miliar.

“Akan kami sesuaikan. Kami nanti akan melihat pos-pos yang sekiranya bisa dialihkan, senyampang kegiatan ataupun tahapan sudah terpenuhi,” jlentrehnya.

Ia menjelaskan, anggaran terbesar pada Pilkada terdapat pada badan adhoc, yaitu panitia penyelenggara tingkat kecamatan hingga TPS.

Terkait dengan honor panitia adhoc, M Sai’in mengungkapkan bahwa pihaknya sedang menunggu keputusan dari Menteri Keuangan RI.

Hal itu terkait dengan besaran honor panitia tersebut, yang menurutnya semestinya mengalami penyesuaian.

Namun demikian, pihaknya tidak sekedar menunggu keputusan tersebut. Sebab, tahapan Pilkada 2020 sudah harus berjalan. KPU Jember akan terus melakukan penyesuaian.

Pengusaha Toko Souvenir Haji Diciduk Polisi Saat “Ngeflay” Bersama Rekannya

ZONA JATIM, JEMBER – Kepolisian Resor (Polres) Jember, mengamankan dua pelaku yang tanpa hak dan melawan hukum dengan memiliki, menyimpan serta menguasai Narkoba. Salah satu pelaku bernama Siras Husen yang merupakan pengusaha toko oleh-oleh souvenir haji ternama di Jember. Pria berusia 47 tahun warga Jalan Mojopahit, Kelurahan Sempusari, Kecamatan Kaliwates, Jember ini bersama rekannya saat diciduk oleh jajaran Polres Jember, Kamis 3 Oktober 2019 sekitar pukul 15.30 WIB.

Pelaku ini tidak sendirian saat diciduk oleh jajaran Polres Jember. Ia bersama temannya, yaitu Wibianto (48) warga Jalan Bondoyudo, Kelurahan Jember Lor, Kecamatan Patrang saat ngeflay dan pesta sabu.

“Pelaku kami amankan saat menggelar pesta miras, dan juga mengkonsumsi sabu seberat seperempat gram serta 7,5 pil ekstasi warna hijau dirumahnya, keduanya merupakan rekan bisnis, dari pengakuan sementara, Wibianto sudah mengkonsumsi barang haram tersebut sekitar 1,5 tahun, sedangkan Siras sudah 2 tahun, keduanya baru kenal 3 bulan yang lalu,” kata Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal kepada wartawan saat menggelar rilis di halaman Mapolres setempat, Senin (7/10/2019) siang.

Kapolres menjelaskan, untuk tersangka Wibianto, selain sebagai pemakai, juga diduga sebagai pengedar. Hal ini dilihat dari barang bukti berupa timbangan digital yang diamankan dari lokasi tempat kedua tersangka pesta sabu dan ekstasi.

“Dugaan sementara Wibianto, selain sebagai pemakai juga pengedar. Karena kami juga menemukan timbangan digital, saat ini kami masih terus melakukan pengembangan dan penyidikan terhadap keduanya, untuk ekstasinya, Wibianto mengaku tidak menggunakan saat di Jember, tapi ketika di Surabaya,”jelas Kapolres.

Dari tangan pelaku, polisi berhasil menyita beberapa barang bukti, diantaranya kotak plastik berisikan 7 setengah butir ekstasi, 1 Pipet ada sisa bekas sabu, 2 buah bong, 1 timbangan digital, serta korek api.

“Kaduanya kami jerat dengan pasal 114 UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara,” pungkasnya.

Bupati Berikan Dana Keterampilan Bagi Warga Disabilitas

“Setelah pelatihan selesai, supaya ilmunya bisa bermanfaat maka diberikan stimulant. Ini supaya ilmunya bermanfaat dan berguna bagi masyarakat,” kata Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR.

Hal ini dinyatakan oleh Bupati yang didampingi Wakil Bupati Jember Drs. KH. Muqit Arief saat penyerahan bantuan stimulan kepada peserta pelatihan keterampilan.

Acara yang berlangsung di Pendopo Wahyawibawagraha, Senin, 07 Oktober 2019 ini, merupakan salah satu realisasi janji nomor 22 janji dari 22 Janji Kerja Bupati – Wakil Bupati, yaitu melindungi seluruh kelompok minoritas.

Bupati menyampaikan, bantuan stimulan dari Pemkab Jember diberikan kepada masyarakat disabilitas yang sudah mengikuti pelatihan.

Keterampilan itu diharapkan menjadi bekal mencari nafkah dan mandiri serta berguna di tengah masyarakat, mengerjakan sesuai dengan kemampuannya, meningkatkan sesuai hobinya, serta mandiri secara ekonomi.

“Bantuan ini baru bantuan stimulant. Apabila mereka nanti tumbuh menjadi lebih profesional maka mereka masih punya kesempatan untuk mendapat bantuan yang lebih advance,” terang Bupati kepada wartawan.

Acara ini dihadiri oleh 48 peserta difabel dan 24 orang dari kelompok minoritas yang mendapatkan bantuan. “Saya senang, karena banyak difabel yang sebelumnya tidak tergabung dalam komunitas dengan adanya informasi pelatihan ini menjadi terakses,” ungkapnya.

Stimulan yang diberikan berupa alat bantu dengar, kaki tangan palsu, alat bantu jalan, pelatihan tata rias, pelatihan tata boga, bengkel, dan menjahit. Kekuarga mereka mendapatkan BPJS Kesehatan gratis dari Pemkab Jember. “Sebagian dari mereka mengajukan beasiswa susulan dari Pemkab Jember,” imbuhnya.

Wabup menambahkan, upaya dilakukan Pemkab Jember hanya sebagian kecil untuk mengantarkan kesuksesan masyarakat difabel.

“Inilah yang bisa diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Jember. Semoga menjadi stimulan dalam pengertian yang sebenarnya dan bisa memacu semangat panjengan semua,” tutur Wabup di hadapan para penerima manfaat.

Pelatihan telah selesai dan peserta mendapat sertifikat. Wabup berpesan, dalam bidang apapun janganlah pernah berhenti belajar, teruslah belajar.

“Karena semua itu dinamis perkembagannya. Terus berjuang, terus pupuk rasa percaya diri, karena tidak ada orang yang sempurna di dunia ini,” pesannya.

Arsih, salah satu penerima manfaat, mengaku mendapat pelatihan jahit dan mendapatkan mesin jahit. “Alhamdulillah, bisa membantu kita mengembangkan karya seorang difabel untuk mandiri,” ujarnya.

“Terimakasih atas semua ini, para difabel yang lain semoga bisa terjangkau supaya bisa mendapat pelatihan seperti kita,” tutur perempuan yang baru gabung di Perpenca, asal Jombang Kencong Jember

Pembangunan Asrama Haji Dimulai, Selesai Tahun 2010

Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR melakukan peletakan batu pertama pembangunan Asrama Haji Jember. Sekitar 300 tukang terlibat dalam pekerjaan yang menjadi realisasi 22 Janji Kerja Bupati – Wakil Bupati.

“Hari ini baru peletakan batu pertama, serta slametan, supaya diberi ridho dan kemudahan oleh Allah, maka undangannya mayoritas adalah tukang, karena merekalah yang akan bekerja,” ujar Bupati, Senin, 07 Oktober 2019.

Bupati menjelaskan, pembangunan ini merupakan tahap pertama yang akan dilakukan selama tiga bulan, dengan anggaran APBD Kabupaten Jember sebesar Rp. 17,5 M. Tahap ini akan membangun pondasi sampai struktur. Pada tahap ini akan membangun 440 tempat tidur dari 135 kamar yang sudah cukup untuk satu kloter jamaah haji.

Pada Januari 2020, lanjut Bupati, pembangunan akan dilanjutkan ke tahap dua dengan anggaran sebesar Rp. 132 M untuk bangunan sampai lantai ke tujuh.

“Pada tahapan ketiga, nanti di perubahan anggaran kurang lebih Rp. 70 M, kita selesaikan untuk interior supaya asrama haji kita bisa berfungsi sebagai hotel transito juga bisa wisma atlit, wisma diklat dan wisma daerah. Lima fungsi ini menjadikan gedung ini manfaat maksimal,” ungkap Bupati.

Asrama ini juga akan menjadi destinasi wisata religi. Sebab, juga akan dibangun miniatur Ka’bah yang ukurannya setengah dari aslinya. Ada juga jalur Shofa – Marwah yang hampir seperti aslinya.

Pembangunan Asrama Haji Jember ini bertahap. Karena itu, Bupati meminta dukungan dari masyarakat Jember. Fasilitas ini bukan hanya akan digunakan oleh masyarakat Jember, tetapi juga untuk lima kabupaten di sekitarnya.

Tentang embarkasi antara, Bupati menjelaskan bahwa asrama haji sebagai karantina calon jamaah haji cukup hanya di Jember. “Imigrasi juga selesai di Jember. Kemudian koper dan perbekalan serta manasiknya selesai di Jember,” jlentreh Bupati.

“Terbang internasionalnya, yaitu terbang dari Jember ke Surabaya, kemudian dari Surabaya ke Jeddah atau Madinah,”

Untuk itu, Bupati meminta masyarakat untuk bersiap, karena banyak kebutuhan untuk mendukung jamaah haji. Mulai katering bagi jamaah haji sampai UMKM untuk mempersiapkan kebutuhan jamaah seperti alat perlengkapan ibadan dan souvenir.

“Saya berharap ini bisa menjadi pendongkrak ekonomi ummat,”. Lebih jauh Bupati menjelaskan, asrama haji menjadi tanggungjawab pemerintah daerah. Sedang untuk perpanjangan runway di Bandara Notohadinegoro menjadi tanggungjawab pemerintah pusat.

Sedang  untuk akses jalan, telah dibuat akses langsung ke asrama haji. “Sekaligus kita lengkapkan dengan Polsek yang masih mejadi sub sektor dan juga koramil yang masih menjadi posramil,” terangnya.

“Kami lengkapkan karena nantinya disini akan menjadi pusat keramaian
yang luar biasa, selain dari asrama haji juga ada kegiatan-kegiatan olahraga akan terpusat di sini,” kata Bupati.

Bupati berharap pada tahun 2020 nanti bisa beroperasi dengan baik, oleh karenanya masyarakat perlu menyiapkan diri untuk kebutuhan jamaah haji ini.

“Kita hari ini slametan, semua berdoa bersama agar para tukang diberikan kelancaran oleh Allah, serta kita mengingatkan bekerja ini adalag untuk ibadah,” pungkasnya.

Hari ini Peletakan Batu Pertama Asrama Haji. Bupati Faida : Perlu Dukungan Semua Pihak

Peletakan batu pertama atau ground breaking pembangunan asrama haji Kabupaten Jember dilakukan pada Senin, 7 Oktober 2019, di area Jember Sport Garden (JSG) Ajung. Dihadiri oleh Bupati Jember, dr. Hj. Faida, MMR beserta jajaran OPD di lingkup Pemkab Jember pukul 09.00 WIB.

Menariknya, setelah seremonial peletakan batu pertama, Bupati Faida bersama rombongan menggelar tasyakuran yang cukup unik, yakni makan gembulan (bersama) tukang garap asrama haji sebanyak 300 orang. Hal ini sekaligus menandai dimulainya pembangunan asrama haji Kabupaten Jember yang bakal memiliki multifungsi dan manfaat yang cukup besar bagi masyarakat Jember maupun daerah atau kabupaten di sekitarnya.

Memiliki fasilitas setingkat hotel berbintang tiga, dengan 7 lantai dan luas kurang lebih 1,54 ha dengan jumlah kamar sebanyak 184 ruangan dan 440 tempat tidur. Asrama haji direncanakan bukan hanya untuk penginapan sementara bagi calon jamaah haji sebelum berangkat menunaikan ibadah haji, melainkan dapat dimanfaatkan untuk wisma atlet, pendidikan, latihan manasik, pelatihan dan juga area training center. Selain itu, fasilitas yang dibangun akan menyerupai asrama haji yang mirip dengan yang ada di tanah suci, sehingga akan memudahkan bagi pelatihan manasik haji.

Dengan perencanaan pembangunan 3 tahap, yakni tahap pertama adalah konstruksi bangunan bawah (pondasi) hingga sebagian konstruksi bangunan atas yang usai pada 2019 ini.
Tahap kedua adalah tahap penyelesaian konstruksi bangunan atas dan arsitektural asrama haji yang bakal diselesaikan pada tahun 2020.
Untuk tahap tiga atau yang terakhir adalah pembangunan interior, gardening, dan finishing yang akan didukung dengan anggaran tahun 2020, yang diharapkan pada 2021 pembangunan secara keseluruhan bakal selesai dikerjakan dan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk masyarakat.

Data dari Kementerian Agama Kabupaten Jember mencatat Jemaah haji pada tahun 2018 sebanyak 1.981 orang dan pada 2019 meningkat menjadi 2.004 orang. Dengan adanya asrama haji di Kabupaten Jember ini, calon jamaah haji tidak perlu lagi berangkat ke Surabaya lagi.
Selain sebagai sarana penunjang bandara Notohadinegoro sebagai bandara keberangkatan haji, realisasi asrama haji ini juga sebagai perwujudan dari 22 janji Bupati dan Wakil Bupati. Asrama haji diketahui dibiayai APBD Jember senilai Rp 17,7 miliar dan dikerjakan oleh PT Permata Anugerah Yalapersada, perusahaan konstruksi asal Surabaya.

Dengan mengharap Ridho Allah SWT, Bupati Faida mewakili seluruh masyarakat Kabupaten Jember meminta dukungan semua kalangan masyarakat untuk sukses dan lancarnya pembangunan asrama haji ini.

HUT TNI. Gembiranya Rakyat Bisa Naik Tank dan Panser

Tentara Nasional Indonesia (TNI) sudah terbukti menjadi kebanggaan masyarakat. Namun, masih banyak yang belum dekat dengan institusi kebanggaannya itu.

Ini disadari oleh Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR., hingga menggandeng militer yang ada di Jember untuk menggelar festival, yang dikemas dalam Jember Army Festival (JAF).

“Ini penting, karena TNI harus ada di tengah-tengah masyarakat, dan masyarakat tidak boleh asing dengan kekuatan TNI kita,” tegas perempuan pertama yang menjadi Bupati Jember ini.

JAF kedua ini berlangsung selama seminggu, mulai 05 – 13 Oktober 2019. Festival ini salah satu kegiatan untuk memperingati HUT ke-74 TNI.

Rangkaian peringatan diawali dengan upacara di Alun-alun Jember, Sabtu, 05 Oktober 2019. Bupati yang menjadi inspektur upacara menyampaikan amanat Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, SIP.

Panglima berpesan kepada semua prajurit TNI agar dalam menjalankan tugas untuk mempedomani beberapa hal, diantaranya memperkokoh iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, meningkatkan soliditas TNI, memegang teguh nilai-nilai keprajuritan serta kemanunggalan TNI dengan rakyat.

“Meningkatkan kewaspadaan dan profesionalitas serta kualitas sumber daya manusia dalam menghadapi berbagai macam tantangan tugas yang kian kompleks,” ucap Bupati.

Selesai upacara, puluhan pelajar SMP dan SMA menggelar drama kolosal dengan judul Welut Putih, yang menceritakan perjuangan Letnan Suyitman mengusir penjajah Belanda.

Pertunjukan berikutnya diperagakan oleh Raider 9 Kostrad, yang menampilkan bela diri militer serta atraksi tenaga dalam dan mematahkan puluhan balok batu.

Bupati mengungkapkan, HUT TNI bukan hanya milik TNI. Tapi milik masyarakat. Ini karena TNI sudah menjadi kebanggaan masyarakat.

JAF pun digelar sebagai tanda Jember adalah kota prajurit. Juga agar masyarakat, mahasiswa, dan santri bisa mengetahui lebih dekat kekuatan TNI yang menjadi kebanggaan Bangsa Indonesia.

Bupati berharap TNI semakin profesional dan dekat di rakyat, serta bersama-sama membangun Indonesia bersama masyarakat. “Saya harap sinergi yang telah terajut bertahun-tahun ini ke depan semakin meningkat,” ujarnya.

Keberadaan TNI di Jember, diakui Bupati sangat membantu Pemerintah Kabupaten Jember. “TNI menjadi bagian dari sinergi yang tidak terpisahkan dalam pembangunan,” ungkap Bupati.

Banyak kesulitan terselesaikan, termasuk membangun infrastruktur yang pelosok Jember. “Untuk hal yang paling sulit di medan yang terberat, TNI selalu terdepan,” terangnya.

Komandan Brigade Raider 9 Darakayuda Jember, Letkol Inf. Andreas Nanang Dwi Prastowo, S.I.P, menyampaikan, salah satu pertanggungjawaban TNI adalah menampilkan kemampuan di masyarakat.

“TNI saat ini sudah memiliki berbagai macam senjata modern dan berkelas dunia. Ini yang perlu kami sosialisasi kan kepada masyarakat Jember, supaya masyarakat Jember percaya kepada TNI,” ungkapnya.

Tentang sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Jember, Danbrig menegaskan bahwa TNI berasal dari rakyat serta bekerja untuk rakyat dan negara.

“Tentunya apa saja yang menjadi program pemerintah kami sangat mendukung,” pungkasnya.

Gandrung Kentrung Djos Jember Sabet Juara Pertama Penyaji Terbaik JKF 2019

ZONA JATIM, MAGETAN – Penampilan kesenian Gandrung Kentrung Djos di ajang Festival Pertunjukan Rakyat Provinsi Jatim di Kabupaten Magetan membuahkan hasil gemilang.

Grup seni pertunjukan rakyat ini menyabet juara pertama untuk kategori Penyaji Terbaik pada ajang yang dikemas dalam Jatim Kominfo Festival (JKF) 2019 itu.

Tidak hanya itu. Sang sutradara, Ilham Zoebazary, juga berhasil memenangkan kompetisi itu dengan keluar sebagai sutradara terbaik. Penyerahan penghargaan berlangsung di Gor Ki’ Mageti – Magetan, Jumat (04 /10 /2019).

Kepala Bidang pada Dinas Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Jember, Dhebora Krisnowati mengungkapkan rasa bahagianya atas raihan tersebut. Ini pun memuji kerja keras personel Kentrung Djos.

“Bahagia dan salut terhadap grup Kentrung Djos, yang berkomitmen untuk bekerja keras menampilkan yang terbaik,” kata Dhebora.

Menurut Dhebora, komitmen itu sejalan dengan semangat Bupati Jember, dr. Hj. Faida, MMR yang terus berupaya mengangkat budaya Pandhalungan Jember.

Hingga akhirnya bisa membuahkan prestasi untuk Jember,” ujarnya.

Prestasi ini akan diteruskan dengan mengangkat dan mengembangkan kesenian Kentrung Djos. Disparbud juga akan terus menumbuhkan budaya-budaya lainnya pada masyarakat.

“Kesenian yang akan dikembangkan nanti akan menjadi daya tarik pariwisata Jember, dengan keunikannya sendiri untuk dinikmati, dipelajari, dan dikembangkan tanpa meninggalkan roh tradisionalnya,” terang Dhebora.

Disparbud Jember, lanjut Dhebora, akan terus berupaya menumbuhkan rasa cinta terhadap seni dan budaya. Terus menggali potensinya, baik seni tradisional maupun milenial.

Serta akan terus merawat dan melestarikan seni budaya lainnya, dengan memberi kesempatan kepada sanggar seni dan insan seni tampil di publik dan berbagai event untuk menjadi tontonan yang mendidik dan menghibur serta digemari masyarakat.

Sementara itu, Kepala Seksi Data dan Statistik Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Pemkab Jember Rudi Budi Prakoso Jaka Putra, S. Kom. mengatakan, seni budaya tradisional Kentrung Djos yang dikemas menarik diharapkan bisa diterima seluruh masyarakat, utamanya di Jember.

“Juga dapat dikenal masyarakat luas di Jawa Timur, nasional, maupun internasional. Budaya tradisional seperti ini harus terus diolah menjadi sajian kekinian, supaya tetap bertahan di era modern dengan tetap memberikan informasi yang kekinian pula,” pungkasnya.

Bupati Jember Siapkan Penjemputan Pengungsi Wamena Asal Jember

Bupati Jember Faida menyampaikan, pihaknya telah menyiapkan fasilitas proses penjemputan bagi pengungsi Wamena Jayapura asal Kabupaten Jember. “Hari ini kita sudah dapatkan info ada 135 pemulangan pengungsi, 7 diantaranya asal Jember. Kita kordinasi dengan Dinsosprov Jatim untuk mensiagakan pelopor relawan Dinsos untuk penjemputan,” kata Bupati Faida kepada media saat dirinya masih berada di Korea, Kamis (3/12).

Dia menambahkan, relawan dari Jember ada 2 orang di Bakorwil Jatim untuk siaga bila masih ada warga Jember berada dalam rombongan pengungsi Wamena Jayapura.

“Pengungsi sudah dievakuasi oleh pemerintah dengan pesawat hercules, dan sudah mendarat. Yang sudah teridentifikasi warga Jember ada 7 terdiri 1 warga dari Kaliwining Rambipuji dan 6 warga dari Gumukmas,” ujarnya.

Pihak Pemkab Jember juga segera melakukan penjemputan pengungsi dan akan melakukan cek pendataan apa mereka ada yang sekolah atau kuliah, termasuk mendata adminduk, serta keluarga maupun kepesertaan BPJS. Para pengungsi tersebut akan menjadi tanggungjawab Pemkab Jember sebagai bentuk komitmen penanganan sosial masyarakat.

Sebelumnya, kerusuhan yang mendera wilayah Wamena, Papua, memaksa warga Jawa Timur (Jatim) yang telah tinggal di wilayah tersebut, mengungsi pulang ke kampung halamannya.

Gelombang pertama pengungsian tiba di Lanud Abdulrachman Saleh Malang, pada Rabu (2/10/2019), sekitar pukul 14.50 WIB. Mereka diangkut menggunakan pesawat C 130 hercules dari Skadron Udara 32 Lanud Abdulrachman Saleh Malang.

Kedatangan sebanyak 120 pengungsi dari berbagai daerah di Jatim termasuk Jember tersebut, disambut langsung oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bersama Komandan Lanud Abdulrachman Saleh Malang, Marsma TNI Helsy Paat. (min)

0FansSuka
388PengikutMengikuti
13,800PelangganBerlangganan

Recent Posts

Block title