Beranda blog

Sistem Zonasi Tak Pengaruhi Lembaga Pendidikan IBU Jember

ZONA JATIM, JEMBER – Lembaga pendidikan Islam Bustanul Ulum (IBU) Kecamatan Pakusari, Kabupaten Jember, tidak berpengaruh adanya sistem zonasi.

Hal tersebut disampaikan Bupati Jember, dr. Hj. Faida,MMR dalam kegiatan bersama wali murid dan wali santri untuk mengawali ajaran baru bertempat di lapangan kompleks Yayasan Pendidikan Islam Bustanul Ulum Pakusari, Rabu (17/7/2019) siang.

Bahkan, kata Bupati Faida, setiap tahun rombelnya pun bertambah. Dan kebanyakan siswanya dari kalangan tidak mampu. Karena itu bupati menyampaikan program pemerintah tentang beasiswa dan bantuan bagi masyarakat.

“Jadi kita sampaikan, bahwa Pemkab Jember berkomitmen, dengan adanya Perbup, yaitu memberikan beasiswa untuk anak tidak mampu, maka dari Jember akan mengirim petugas ke lembaga ini untuk memverifikasi anak-anak disini,” jelasnya.

Baik hafidz hafidzoh, dhuafa, yatim piatu, lanjut bupati, berhak mengikuti seleksi beasiswa hingga perguruan tinggi dimana pun. Dan, bagi seluruh keluarga yang memiliki hafidz hafidzoh, mereka akan mendapatkan BPJS Kesehatan gratis atas anggaran Pemkab Jember.
“Ini adalah salah satu upaya untuk mendukung aset-aset bangsa, agar kedepan menjadi insan yang berguna bagi bangsa dan negara,” tegasnya.

Untuk bupati berpesan kepada para santri, bahwa mereka harus bangga menjadi santri. Santri bersama yayasan harus menjadi teladan dan kebanggaan tersendiri.

Mewakili kepala sekolah di lembaga pendidikan IBU, Nur Ani Jubaidi mengatakan, lembaganya tidak terpengaruh oleh sistem zonasi. “Dan, di setiap tahunnya rombel terus bertambah,”katanya.

Sementara Qurrata ‘Ayun yang mewakili pengasuh Yayasan Bustanul Ulum menyampaikan bahwa tahun ajaran baru ini telah menerima 1.000 lebih murid ajaran baru.

“Terus bertambahnya murid ajaran baru membuat kita kekurangan kelas, maka kita terus membangun kelas dan prasarana sekolah untuk mengatasi hal tersebut,” ungkapnya.

Bupati Faida Dukung Upaya Sekolah Komitmen Cegah Pernikahan Dini

ZONA JATIM, JEMBER – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember mendukung komitmen pengasuh Yayasan Pendidikan Islam Bustanul Ulum dan lembaga pendidikan IBU bersama wali murid dan wali santri dalam menekan angka pernikahan dini.

Hal tersebut disampaikan Bupati Jember, dr. Hj. Faida,MMR dalam kegiatan bersama wali murid dan wali santri untuk mengawali ajaran baru bertempat di lapangan kompleks Yayasan Pendidikan Islam Bustanul Ulum Pakusari, Rabu (17/7/2019) siang.

Kata Bupati Faida, komitmen itu tertuang dalam kontrak perjanjian antara pihak sekolah dengan wali murid dan wali santri untuk tidak menikahkan anak sebelum lulus sekolah.

“Kami datang khusus kesini untuk menguati komitmen bersama wali murid serta lembaga pendidikan juga Pemkab Jember. Bahwa anak-anak harus mendapatkan pendidikan minimal 12 tahun,” tuturnya.

Karena menurut bupati, masih banyaknya anak putus sekolah sebelum lulus. Dan komitmen ini sendiri mendapatkan acungan tangan dari para wali serta murid. “Bahwa tidak akan menikah dan dinikahkan sebelum lulus sekolah,”jelasnya.

Komitmen ini penting, karena masa depan anak, khususnya perempuan, juga ditentukan oleh kualitas pendidikannya. “Saya jelas mendukung komitmen lembaga ini. Dan, apabila melanggar, mereka akan dipulangkan langsung kepada orangtuanya,” tegasnya.

Selain itu, bupati juga mengungkapkan, saat ini sedang mencoba untuk membuat suatu formula dalam mencegah pernikahan dini. “Kita harus menjamin kesempatan untuk menempuh pendidikan bagi anak-anak, khususnya anak perempuan di Kabupaten Jember,” tandas bupati.

Bupati dan Wabup Jember Lakukan Pelepasan Ribuan Jamaah Calon Haji

ZONA JATIM, JEMBER – Tidak hanya pada ASN di lingkungan Pemkab Jember saja yang dilakukan Bupati Jember, dr. Hj. Faida,MMR dan Wakil Bupati Jember, Drs. KH. A. Muqit Arief hadir dalam kegiatan pelepasan dan doa bersama calon haji Kabupaten Jember.

Tetapi, Bupati dan Wakil Bupati juga hadir dalam kegiatan pelepasan dan doa bersama ribuan jamaah calon haji kabupaten setempat yang berlangsung di Gedung Balai Serbaguna Kaliwates Jember, Selasa (16/7/2019) pagi.

Dalam kesempatan ini, Bupati berpesan kepada calon jamaah haji di Jember untuk menjaga kesehatan, fokus pada persiapan. “Dan, saat di Tanah Suci dapat menjaga kekompakan, tolong menolong, menjaga nama baik Jember dan Indonesia,” pesan bupati.

Bupati juga meminta jamaah mendoakan Kabupaten Jember agar lancar sebagai Embarkasi Umrah Haji seperti keputusan Presiden RI Jokowi Dodo.
Sesuai evaluasi yang dilakukan tahun ke tahun, lanjutnya, pemerintah memberi bantuan alat komunikasi untuk ketua kloter supaya dapat mengkoordinir anggotanya dengan mudah. Juga panduan tambahan berupa buku-buku doa sebelum berangkat dan sesudah haji.

Termasuk tambahan tenaga TPHD dari Kabupaten Jember, tenaga medis, dan bantuan umum. Juga panduan keagamaan untuk melengkapi TPHI (Tim Pemandu Haji Indonesia) dan TKHI (Tim Kesehatan Haji Indonesia), sehingga jamaah bisa terlayani penuh.

Bupati berharap tidak ada jamaah yang membawa barang dagangan atau lainnya yang melanggar. “Diharapkan hal-hal tersebut ditindak dengan tegas, supaya tidak mengganggu jalannya ibadah haji,” ucapnya.

Tentang menghadapi cuaca ekstrem di Arab Saudi, menurut bupati, kuncinya adalah badan yang sehat. Jamaah perlu menjaga kesehatan, makan yang cukup, menggunakan waktu sebaik mungkin. “Termasuk main sosial media dihentikan terlebih dahulu untuk istirahat,” pesannya.

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Jember H. Muhammad melaporkan, jumlah jamaah haji tahun ini sebanyak 1.984 jamaah, termasuk TPHD (Tim Pemandu Haji Daerah) 10 orang. Berdasarkan jenis kelamin, ada 1003 laki-laki dan 981 perempuan.

“Diantara calon jama’ah haji itu terdapat calon haji tertua bernama Armo yang berusia 98 tahun. Sedang yang termuda adalah Muhammad Kafin berusia 18 tahun,”jelasnya.

Tidak seperti pada tahun – tahun sebelumnya dalam kegiatan pelepasan dan doa bersama jamaan haji Kabupaten Jember 2019 ini. Bedanya, pada tahun sebelumnya hanya satu tahap, tetapi untuk tahun ini di bagi dua tahap pelepasan jamaah calon haji Kabupaten Jember. Tahap pertama pada Senin 15 Juli 2019 khusus untuk ASN dilingkungan Pemkab setempat, dan pada tahap kedua (hari ini) untuk semua jamaah calon haji Kabupaten Jember.

Bupati Faida, Beri Penghormatan ASN Yang Tunaikan Ibadah Haji

ZONA JATIM, JEMBER – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember menyelengarakan pelepasan dan doa bersama Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkungan Pemkab setempat beserta keluarga yang akan berangkat menunaikan ibadah haji 2019.

Hal itu dilakukan Bupati dan Wakil Bupati Jember sebagai upaya untuk memberi rasa penghormatan khusus keoada ASN yang menunaikan ibadah haji.

“Biasanya setiap tahun pemberangkatan jamaah haji dari kabupaten jember itu dilaksanakan serentak satu tahap,”kata Bupati Jember, dr Hj Faida,MMR usai melakukan pelepasan dan doa bersama ASN ibadah haji bertempat di Pendopo Wahya Wibawagraha Pemkab setempat, Senin (15/7/2019) siang.

Tetapi kali ini, Bupati Faida menginginkan untuk ASN ada forum khusus karena cuti resmi untuk menjalankan ibadah sebagian dari mereka (ASN) sebagai TPHI (Tim Pemandu Haji Indonesia) dan sebagian TPHD (Tim Pemandu Haji Daerah) petugas dari Pemkab Jember. Oleh karena itu, terang bupati, dirinya perlu memberi rasa penghormatan dan berdoa khusus untuk para ASN yang jumlahnya sebanyak 148 dan ditambah lagi beserta keluarganya dengan jumlah total menjadi 200 orang lebih yang diberangkatkan resmi dari Pendopo Wahya wibawagraha Pemkab Jember.

Sebagai satu penghargaan yang biasanya ASN ini selalu menjadi panitia menyelenggarakan melayani masyarakat. Kali ini mereka juga bagian dari jamaah haji Kabupaten Jember maka layak untuk mendapatkan penghormatan. “Sekaligus menitipkan agar selalu ASN mendoakan Pemkab Jember dapat melaksanakan program – programnya demi kemakmuran masyarakat,” harapnya.

Dan Bupati Faida juga sudah berpesan kepada kepada ASN yang menunaikan ibadah haji untuk melupakan terlebih dahulu urusan tugas – tugas karena sudah mendapatkan cuti resmi untuk ibadah haji. Karena menurut bupati, tugas – tugasnya sudah dialihkan kepada pejabat yang ada di Pemkab Jember.

“Oleh karenanya kami berharap mereka bisa berkonsentrasi sepenuhnya untuk menjalankan ibadah haji. Dan teriring doa agar semoga semua selamat mulai dari berangkat hingga pulang untuk mendapatkan haji mabrur,”pungkasnya.

Bupati Faida Apresiasi Peran Aktif Relawan di Desa Randu Agung

ZONA JATIM, JEMBER – Bupati Jember, dr. Hj. Faida,MMR melakukan kunjungan ke rumah – rumah warga yang kurang mampu di Desa Randu Agung, Kecamatan Sumberjambe, Kabupaten Jember, Sabtu (13/7/2019) pagi.

Kunjungan itu dilakukan Bupati Faida untuk melihat secara langsung kondisi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik warga yang telah selesai di perbaiki oleh relawan setempat yang peduli pada kaum dhuafa.

“Memang di jember ini jumlah penduduknya besar, yaitu 2,6 juta jiwa. Dan kita punya data 95 ribu rumah tidak layak huni yang sudah dari dahulu,”kata Bupati Faida saat berada dilokasi kunjungan, Sabtu (13/7/2019) siang.

Kata Bupati Faida, secara bertahap tahun demi tahun untuk diperbaiki, baik dengan swadaya masyarakat, dari CSA maupun dari badan amil zakat serta program dari pusat. Kali ini APBD Kabupaten Jember juga menganggarkan dari setiap tahunnya, tahun ini menargetkan paling sedikit 2 ribu RTLH bisa di selesaikan. Dan ini salah satu desa yang sangat aktif melakukan kegiatan perbaikan program RTLH, tahun lalu (2018) sebanyak 91 RTLH di Desa Randu Agung ini sudah diperbaiki.

“Kenapa di desa ini bisa banyak rumah yang tidak layak huni diperbaiki? Karena disini banyak relawan yang membantu mendata dan survey sehingga data yang masuk di pemkab jember itu ketika di survey ke lapangan benar – benar mereka berhak mendapat bantuan perbaikan rumah tidak layak huni,” terang Bupati Faida.

Diantaranya sekaligus survey untuk menemukan masalah – masalah dan melihat kondisi langsung di lapangan. Dan disini, masih kata Bupati Faida, perlu untuk sanitasi lingkungan karena warga masih banyak yang mandi di sungai. Selain itu, di desa randu agung ini juga sebagian warga memerlukan listrik desa dan di temukan juga sejumlah janda serta lansia yang belum mendapatkan bantuan PKH.

“Sekaligus mendata kondisi mereka dilapangan. Beberapa lagi tadi juga ada anaknya warga yang kuliah sudah mendapatkan bantuan bea siswa dari Pemkab Jember,”tuturnya.

Adapun kreteria rumah yang berhak mendapatkan bantuan perbaikan ialah, benar – benar rumah yang tidak layak huni, lantainya masih tanah, dinding terbuat dari anyaman bambu dan penghasilan mereka tidak lebih dari Rp600 ribu per bulan. Yang penting, kata bupati, kondisinya sesuai, jika ada kekurangan – kekurangan administrasi lainnya seperti adminduk itu mudah karena relawan juga sudah siap membantu supaya mereka mendapatkan aksesnya.

“Sedangkan target perbaikan rumah di desa randu agung pada tahun 2019 ini sebanyak 150 titik RTLH. Hebat relawan disini, dengan anggaran Rp17.500 ribu masih bisa gotong royong melukis warna – warni RTLH yang sudah selesai diperbaiki sehingga terlihat indah,”pungkasnya.

Ini Kisah Memilukan TKI Matjuri di Negeri Rantau

Keluarga Mat Juri, salah satu TKI yang meninggal di Malaysia menyampaikan terimakasihnya kepada Bupati Jember, dr. Hj. Faida, karena upayanya yang telah sangat cepat memulangkan jenazah Mat Juri. Hasan, ayah Mat Juri yang turut serta menjemput jenazah di Bandara Juanda Surabaya mengaku terharu dan tidak henti-hentinya mengucapkan terimakasih kepada Bupati Faida dan pihak jajaran Peerintah Kecamatan Sumber Baru. “Tanpa bantuan Ibu Bupati dan Bapak Camt, kami tidak tahu lagi bagaimana nasibnya jenazah anak saya. Terimakasih yang banyak,” ucapnya.

Hasan mengaku hanya bisa pasrah saat mendapat kabar bahwa anaknya yang bekerja di perkebunan sayur di Malaysia, sakit parah, sekitar 3 bulan yang lalu.
Waktu itu, Mat Juri, TKI asal Dusun Krajan Desa Jamintoro RT 2 RW 1 sempat divons mederita TBC. Beberapa kali ia sempat diperiksakan oleh majikannya dan untuk kesehariannya, ia dirawat oleh teman-teman kerjanya. Ia juga tidak bisa makan nasi, dan hanya memakan bubur saja. Mendapat informasi seperti ini, pihak keluarga melaporkan kondisi ini kepada pihak desa dan akhirnya diteruskan ke pihak kecamatan. “Kami langsung diperintah oleh Ibu Bupati Faida untuk segera menindaklanjuti masalah ini,” ungkap Dedi Winarno, SPd, Camat SUmber Baru.

Setelah melakukan koordinasi dengan beberapa pihak, ternyata Mat Juri bisa dibawa pulang ke Indonesia setelah kondisinya memungkinkan dan mendapat persetujuan dari [ihak rumah sakit di Malaysia. Sayangnya takdir berkehendak lain Pada 9 Juli lalu, Mat Juri meninggal dalam perawatan medis Hospital Kuala Kubu Bharu Kuala Lumpur Malaysia. “Menurut informasi yang kami terima, dugaan sakit TBC ternyata salah, jadi Mat Juri ini terkena kanker usus, yang tidak memungkinkan ia makan secara normal sehingga badannya menjadi kurus,” lanjut Dedi. Mendengar informasi bahwa Mat Juri telah meninggal, sejumlah upaya dilakukan, termasuk pengurusan kepulangan jenazah, pembayaran biaya rumah sakit dan pembayaran denda karena Mat Juri diketahui overstay selama beberapa bulan.

Dari pengakuan keluarga Mat Juri, ia terpaksa overstay karena kondisi kesehatannya, sehingga tidak bisa mengurusi perpanjangan ijin kerjanya. “Semua biaya dan pengurusan dari Pemkab Jember dan ini semua berkat kerja keras kepedulian Ibu Bupati Faida,” tambahnya.

Mat Juri bukanlah buruh migran illegal. Hanya saja ini terlambat mengurusi perpanjangan ijin kerjanya di Rumah Kongsi Ladang Sayur Selangor karena kondisi kesehatannya.

Migran Care : Jember Perlu Perda Perlindungan bagi TKI

Jenazah Matjuri (35), buruh migran asal Indonesia di Malaysia dijadwalkan tiba di Bandara Juanda, Surabaya untuk dipulangkan ke kampung halamannya di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Pemulangan jenazah Matjuri ke Indonesia dibiayai oleh Pemerintah Kabupaten Jember. Matjuri merupakan warga Dusun Krajan, RT 002/RW 001, Desa Jamintoro, Kecamatan Sumber Baru, Kabupaten Jember yang mulai bekerja di sektor konstruksi di Malaysia sejak Maret 2015.

Matjuri diberangkatkan oleh calo ke Malaysia dan masuk sebagai turis, tanpa visa kerja. Migrant CARE Kuala Lumpur menerima informasi tentang Matjuri melalui Perwakilan Indonesia yang dihubungi Pemerintah Kabupaten Jember. Sebelumnya, kabar Matjuri yang menderita sakit sempat diunggah dan tersebar di laman Facebook, hingga akhirnya mendapatkan perhatian dari Pemerintah Kabupaten Jember. Selama Matjuri dalam kondisi sakit dan tidak lagi bekerja, teman-temannya membantu menyediakan tempat tinggal di sebuah kongsi (gubuk) di perkebunan sayur di daerah Hulu Yam Lama, Selangor, Malaysia. 

Setelah melakukan komunikasi dengan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Jember dan Migrant CARE Jember, Migrant CARE Kuala Lumpur mengunjungi Matjuri pada 4 Juli 2019. Berdasarkan informasi yang diterima, Matjuri sempat dibawa ke klinik di daerah Batang Kali, Malaysia sebanyak dua kali, setelah selama kurang lebih empat bulan menderita sakit. Karena belum mengetahui kepastian diagnosa penyakit yang diderita Matjuri, Migrant CARE Kuala Lumpur mencoba menelusuri hasil pemeriksaan kesehatan di klinik yang pernah didatangi Matjuri. Namun, ternyata data diri Matjuri tidak ditemukan. Hal ini disebabkan karena Matjuri meminjam paspor orang lain saat melakukan proses pendaftaran pasien. Paspor Matjuri berada di tangan agen untuk proses pengurusan pemulangannya ke Indonesia. 

Atas situasi tersebut, Migrant CARE Kuala Lumpur membawa Matjuri ke klinik untuk melakukan pemeriksaan kesehatan ulang secara menyeluruh. Hasil pemeriksaan kesehatan yang diterima pada 9 Juli 2019 menyatakan bahwa Matjuri menderita active Tuberculosis / Tuberkulosis (Tbc). Namun nahas, Matjuri meninggal dunia sebelum ambulans dan tenaga medis tiba di kongsi tempat ia tinggal. Jenazahnya kemudian dibawa ke Hospital Kuala Kubu Bharu setelah Migrant CARE Kuala Lumpur membuat laporan polisi mengenai kematian warganegara Indonesia atas nama Matjuri. 

Jenazah Matjuri dijemput setelah melalui proses administrasi di Hospital Kuala Kubu Bharu, Malayisa pada 11 Juli 2019. Hasil pemeriksaan forensik menyatakan Matjuri meninggal dunia akibat kanker usus. 
Meninggalnya Matjuri menjadi wujud kerentanan pekerja migran pada permasalahan dokumen dan minimnya layanan jaminan kesehatan yang menghadapkan pada penyakit-penyakit beresiko tinggi. Migrant CARE turut menyampaikan belasungkawa dan dukacita yang mendalam atas meninggalnya Matjuri, serta mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses pemulangan jenazah Matjuri ke kampung halamannya di Jember, Jawa Timur. 

Atas kasus meninggalnya Matjuri, Migrant CARE mendesak para pihak dalam tata kelola migrasi tenaga kerja di berbagai level untuk:

  1. Bersinergi memaksimalkan perlindungan dan kepentingan pekerja migran di luar negeri;
  2. Memperkuat fungsi pengawasan, perlindungan, mekanisme jaminan sosial dan kesehatan bagi seluruh pekerja migran Indonesia di luar negeri, khususnya pekerja migran yang tidak berdokumen dan overstay yang beresiko tidak dapat mengakses layanan-layanan kesehatan;
  3. Mewujudkan perumusan dan pengimplementasian regulasi turunan Undang-Undang No. 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (UU PPMI) di semua level kebijakan (Desa, Kabupaten, Provinsi dan Nasional);
    Secara khusus dalam kaitan kasus meninggalnya Matjuri, Migrant CARE mendorong:
  4. Pemerintah Daerah dan DPRD Jember untuk segera membuat dan menuntaskan perumusan regulasi tingkat Kabupaten untuk perlindungan pekerja migran asal Kabupaten Jember;
  5. Perwakilan KBRI bekerjasama dengan klinik-klinik di Malaysia untuk memfasilitasi pemeriksaan kesehatan secara berkala untuk seluruh pekerja migran Indonesia.
  6. Seluruh pekerja migran Indonesia di Malaysia untuk memperhatikan kondisi kesehatan diri dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara mandiri dan berkala minimal satu tahun sekali.

Jakarta, 12 Juli 2019
Narahubung : 
Alex Ong – Country Representative Migrant CARE Kuala Lumpur (019-6001728)
Zana Amir –Program Officer Migrant CARE Kuala Lumpur (010-7632161)
Bambang Teguh Karyanto– Coordinator Migrant CARE Jember (0877-1295-5126)
Setya Samodra Rahmat– Community Organizer Migrant CARE Jember (0856-4831-5397)

Wabup Turun Langsung Bantu Pemulangan Jenazah TKI asal Sumberbaru

Pemerintah Kabupaten Jember memulangkan jenazah seorang tenaga kerja dari Malaysia asal Kecamatan Sumberbaru.

Data dari Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Jember menyebutkan tenaga kerja itu bernama Matjuri.

Saat ini jenazah sedang dalam perjalanan menuju Jember menggunakan ambulans yang difasilitasi oleh Pemerintah Kabupaten Jember.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Bambang menjelaskan, pria berusia 35 tahun tersebut meninggal akibat sakit.

“Sebab meninggal sakit kanker usus,” terangnya, Jum’at 12 Juli 2019.

Lebih jauh Bambang menjelaskan, pihak keluarga yang diwakili Camat Sumberbaru Dedi Winarno telah menjemput jenazah di Bandara Juanda.

Penyerahan peti jenazah berlangsung di terminal kargo Bandara Juanda oleh staf Loka Penempatan Pelayanan Perlindungan TKI (LP3TKI) kepada Dedi Winarno.

Jenazah warga Dusun Krajan RT 02 RW 01 Desa Jamintoro, Sumberbaru ini tiba di bandara pukul 09.10 WIB dengan menggunakan maskapai Malaysia Airlines MH 871.

Bela sungkawa Pemerintah Kabupaten Jember untuk almarhum ditunjukkan melalui kedatangan Wakil Bupati Jember Drs. KH. Abdul Muqit Arief ke rumah duka.

Peristiwa ini juga menjadi perhatian Pemkab Jember. Bahkan, Wakil Bupati Abdul Muqit Arief mendatangi rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa. Di sisi lain, pemerintah daerah juga telah menghubungi perwakilan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Jawa Timur. 

Ternyata, tak ada anggaran yang disiapkan pemerintah untuk pemulangan jenazah buruh migran dari luar negeri ke Indonesia. Anggaran hanya tersedia untuk pemulangan jenazah dari provinsi ke daerah asal. “Kami juga telah menghubungi Pak Himawan, Kadisnaker Jatim, rupanya juga tidak ada anggaran pemulangan,” kata Faida, Bupati Jember.

Oleh karenanya, pemerintah daerah bakal menanggung seluruh biaya pemulangan jenazah tersebut. Menurutnya, sesuai perhitungan KBRI Kuala Lumpur yang telah menunjuk casket yang akan memulangkan jenazah Matjuri biaya yang dibutuhkan sebesar RM 3.600 atau sekitar Rp 12.600.000. “Sudah kami selesaikan pembayarannya sehingga dapat diproses pemulangan jenazahnya,” jelasnya.

Bupati Faida Ajak Komunitas Lansia dan IIDI Cabang Jember Untuk Bantu Lansia

ZONA JATIM, JEMBER – Komunitas keluarga besar lansia Jember dan Ikatan Isteri Dokter Indonesia (IIDI) cabang Jember menggelar halal bihalal bersama Bupati Jember, dr Hj Faida,MMR di kediaman Widad Mustahar atau ibunda Bupati Jember, jl. Panjaitan Kecamatan Sumbersari, Jember, Kamis (11/7/2019) siang.

Dalam kesempatan ini Bupati Faida mengajak komunitas Lansia dan IIDI Cabang Jember menjadi kepanjangan tangan bupati dalam membantu lansia di setempat.

“Ibu-ibu di komunitas ini kan banyak temannya. Kami mengajak ibu-ibu untuk menjadi kepanjangan tangan bupati dalam membantu sesama lansia yang perlu mendapat perhatian,”katanya.

Bupati Faida menjelaskan, perhatian itu tidak selalu membagi harta atau uang, tetapi perhatian juga berupa akses informasi serta kepedulian terhadap sesama. Komunitas hanya perlu menginformasikan program pemerintah kepada lansia. Dan bupati juga akan menugaskan resmi lansia di komunitas ini untuk meninjau fasilitas umum bagi lansia, supaya layak bagi lansia.

Diantara program Pemkab Jember untuk lansia ialah katering gratis bagi lansia di atas 60 tahun yang hidup sendiri atau kurang mampu. Juga BPJS Kesehatan melalui APBD Pemerintah Kabupaten Jember kepada lansia di atas 60 tahun. “Saya buat dalam peraturan bupati, seluruh lansia yang perlu dibantu iuran BPJS-nya dibiayai oleh APBD Pemerintah Kabupaten Jember tanpa terkecuali,” imbuhnya.

Bupati meyakini, bahwa komunitas ini terbentuk dengan maksud dan tujuan yang besar, maka bupati ingin komunitas ini lebih bermanfaat untuk semuanya. “Kebahagiaan yang haqiqi itu kalau bisa berguna buat orang lain dan bisa membahagiakan orang lain,” ujarnya.

Di Jember, lanjutnya, terdapat 10 persen penduduk lansia. Dari sepuluh persen itu sekitar 40 persennya adalah lansia produktif dan masih aktif. Bahkan ada yang menjadi atlit lansia berprestasi.

Kata bupati, lansia yang mandiri bukan soal uang ataupun fisik. Tetapi, mandiri adalah tentang sikap dan mental. “Dengan arti, jika bisa dilakukan sendiri maka dilakukan, jika tidak bisa maka perlu bantuan orang lain,”tegasnya.

Sementara itu, Ibunda Bupati Jember, Widad Mustahar menyampaikan, halal bihalal lansia digelar untuk bersilaturrahim. Di usia yang memasuki 77 tahun, katanya, adalah usia yang membutuhkan banyak teman.

“Saya merasa, usia 77 tahun adalah usia yang istimewa. Jika jauh dengan teman-teman, nanti saya akan seorang diri,” tuturnya.

Kata Umi Widad sapaan akrabnya, untuk menjaga diri agar tetap sehat juga harus menjaga hubungan dengan teman. “Seseorang yang diandalkan menjadi teman itu saling membahagiakan, bukan saling merusak,” pesannya.

Umi Widad juga mengaku bersyukur atas kedatangan Bupati Jember, serta meminta kepada tamu yang hadir untuk membantu bupati untuk mencapai tujuannya sebagai pemimpin. “Saya jarang bertemu dengan anak saya. Saya menyampaikan terima kasih dan terharu, karena sudah datang sebagai anak dan Bupati Jember. Dan bantulah anak saya supaya bisa mencapai tujuannya sebagai pemimpin,” pungkasnya.

Bupati Jember dan IPNU/ IPPNU Cabang Jember Sinergi Bangun Generasi Bangsa

ZONA JATIM, JEMBER – Pemerintah Kabupaten Jember bersepakat dengan Ikatan Pelajar Nahdatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdatul Ulama (IPPNU) Cabang Jember untuk membangun generasi bangsa.

“Mereka ingin ada sinergitas bersama, dan itu senada dengan keinginan bupati untuk bersinergi,” kata Bupati Jember, dr. Hj. Faida, MMR usai mengelar pertemuan dengan IPNU – IPPNU di Pendapa Wahyawibawagraha, Selasa (9/7/2019) pagi.

Pertemuan itu menyepakati untuk berperan dalam urusan kegiatan-kegiatan kepemudaan. Bupati pun memberikan tantangan kepada IPNU dan IPPNU. Untuk itu Bupati Faida meminta, IPNU untuk menggelar Hadrah Kebangsaan. Sedang IPPNU diminta untuk menggelar pelatihan gender yang didalamnya ada materi fiqih wanita. Dan kegiatan tersebut diharapkan sudah bisa terselenggara dalam waktu dekat.

“Mereka sanggup untuk menyelesaikan proposal dalam satu minggu. Kita tunggu saja realisasinya,” terangnya.

Ketua PC IPNU Jember, M. Ardi Wiranata mengungkapkan, kesanggupannya untuk menyelesaikan tugas dari bupati dalam waktu seminggu, yakni membuat proposal kegiatan.

“Saya kira seminggu bisalah,” tegasnya.

Sementara Ketua PC IPPNU Jember, Aini Viki Mardiyani menjelaskan, kegiatan yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat adalah pelatihan gender.

“Kegiatan akan diselenggarakan dua minggu yang kedepan dan telah melakukan konsolidasi dengan pemateri. Kegiatan ini akan difungsikan kepada para pelajar tingkat SMP dan SMA di daerah se-Jember,” terangnya

Sebab, pelatihan yang didalamnya ada fiqih wanita tersebut sangat penting untuk para wanita saat ini.

Dan Bupati Faida berpesan, keteladanan dan kemanfaatan yang maksimal dapat dilakukan dengan pembentukan organisasi baru di beberapa wilayah.

“Sehingga sinergi bisa menjangkau seluruh wilayah,”pungkas Bupati Jember

0FansSuka
388PengikutMengikuti
13,035PelangganBerlangganan

Recent Posts

Block title