Beranda blog

Bupati Jember Pastikan, Tiga Pasar Baru Direhab Segera Ditempati

ZONA JATIM, JEMBER – Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR melakukan kunjungan kerja ke tiga pasar yang telah direhap, yakni Pasar Kreongan, Pasar Gebang, dan Pasar Mangli, Minggu (14/4/2019) pagi.

Hal itu dilakukan Bupati Faida untuk memastikan bahwa ke 3 pasar yang baru direhab tersebut sudah bisa segera di tempati oleh para pedagang.

“Kita pastikan datanya, supaya nanti waktu pindahan agar tidak terjadi huru hara,” kata Bupati Faida kepada sejumlah wartawan usai melakukan kunjungan kerjanya bersama sejumlah pejabat, Minggu (14/4/2019) siang.

Selain itu, Bupati mengatakan, dalam kunjungan kerjanya ini juga untuk memastikan nantinya tidak ada pedagang saling berebut kios baru dan tidak ada jual beli kios kepada pedagang. Bahkan Ia tidak menolerir jika ada oknum yang melakukan praktek jual beli kios baru. Setelah melihat tiga pasar itu, bupati menilai perlu skenario agar perpindahan tersebut juga menjadi momen untuk menata pasar tradisional lebih rapi.

“Supaya pindahnya tidak sekedar pindah, tetapi ditata lebih rapi,” jelasnya.

Penataan kios-kios dibagi khusus sesuai dengan jenis dagangannya, sehingga masyarakat mudah mencari kebutuhannya. Jika mau mencari onderdil di sebelah mana, dan sayur sebelah mana.

“Jadi ada plot khusus. Penataan ini dilakukan sesuai dengan jenis. Contoh seperti tadi (di Pasar Gebang, red) ada toko onderdil, itu kan tidak cocok bersebelahan sama sayur,” tuturnya.

Selain bangunan baru dan penataan pedagang, langkah selanjutnya adalah perbaikan manajemen pasar yang diantaranya meliputi kebersihan, pengelolaan, maupun retribusi. Jaman sudah modern, pakai e-retribusi. Nanti ini semua pedagangnya punya kartu pedagang supaya hari itu bayar hari itu terdata. Dengan e-retribusi diharapkan tidak ada keterlambatan setor.

Diketahui pula data pedagang yang belum bayar. Saat ini masih uji coba retribusi di tiga pasar.
Pengelolaan sampah harus juga diperbaiki, supaya bangunan yang baru tidak kembali menjadi kumuh.  Nanti kita bina lebih lanjut,” imbuhnya.

Dari 12 pasar tradisional yang direhab pada tahun 2018, ada sekitar sembilan pasar yang dinilai sudah siap untuk dilakukan perpindahan. Pada tahun 2019 akan melanjutkan rehab untuk 15 pasar tradisional lainnya.
Perpindahan pedagang dari tempat penampungan sementara ke kios baru akan dilakukan setelah pemungutan suara atau Pemilu 2019.

Dalam kunjungannya, bupati mengajak berbincang para pedagang. Salah seorang pedang emas di Pasar Mangli mengaku sejak pembangunan pasar baru banyak pembeli yang datang.
Tidak hanya dengan pedagang. Di Pasar Gebang bupati mengajak ngobrol seorang tukang becak. (min)

Bupati Faida Dapat Penghargaan Sebagai Bupati Peduli Pendidikan Santri

ZONA JATIM, JEMBER – Bupati Jember, dr HJ Faida,MMR mendapat penghargaan sebagai Bupati Peduli Pendidikan Santri dari Institut Agama Islam Al Falah As Sunniyyah (Inaifas) Kencong, Kabupaten Jember. Penghargaan itu diserahkan langsung oleh Rektor Inaifas Rizal Mumazziq kepada Bupati Jember dalam kegiatan kuliah umum yang bertempat di Aula Inaifas setempat, Jum’at (12/4/2019) siang.

Rektor Inaifas Kencong, Rizal Mumazziq menyatakan, Bupati Jember, dr. Hj. Faida, MMR merupakan bupati yang peduli pendidikan santri.

Pernyataan rektor itu dilatarbelakangi fakta bahwa mahasiswa Inaifas yang menerima beasiswa Pemerintah Kabupaten Jember adalah santri.

“Seratus persen penerima beasiswa di Inaifas, dalam kurun waktu dua tahun terakhir, mayoritas santri,” terangnya.

Maka dengan kenyataan tersebut membuat Inaifas memberikan penghargaan kepada bupati. “Tidak salah apabila Ibu Bupati menerima penghargaan sebagai bupati peduli pendidikan santri,” tegasnya.

Ia menambahkan, kegiatan kuliah umum yang digelar untuk lebih bisa mendekatkan mahasiswa yang mendapatkan beasiswa dengan bupati yang selama ini memberi peluang menempuh pendidikan tinggi.

“Apabila beasiswa ini dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh adik-adik mahasiswa, setelah mereka lulus dari Inaifas mereka bisa mengamalkan ilmunya dengan lebih baik,” harapnya.

Dan ini, kata Rizal, sebagaimana pesan yang telah diutarakan bupati, yaitu tidak hanya menjadi mahasiswa yang cerdas tetapi memiliki visi yang jelas.

Sementara itu, Bupati Jember Faida menjelaskan, terdapat 128 mahasiswa Inaifas yang menerima beasiswa dari Pemerintah Kabupaten Jember.

Pemberian beasiswa itu diharapkan tidak membuat mereka putus kuliah. “Mayoritas dari mereka adalah pengajar agama Islam, jurusan PAI untuk pendidikan agama Islam yang masih sangat diperlukan di Kabupaten Jember,” jelasnya.

Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Faida saat menjadi pembicara dalam kuliah yang diikuti ratusan mahasiswa dan dosen Inaifas Kencong. (min)

HUT Ke 21 Kementerian BUMN, KAI Gratiskan Tiket KA Lokal

ZONA JATIM, JEMBER – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-21 Kementerian BUMN sekaligus meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap kereta api serta , mendorong masyarakat untuk beralih menggunakan moda transportasi umum ketika bepergian ataupun berkativitas sehari – hari. PT Kereta Api Indonesia (Persero) memberlakukan tiket dengan tarif Rp0,- alias gratis untuk KA Lokal pada hari Sabtu, tanggal 23 April 2019.

Direktur Utama PT KAI, Edi Sukmoro mengatakan, masyarakat bisa mendapatkan tiket KA-KA tersebut secara cuma-cuma di loket stasiun keberangkatan secara go-show (hari H). Setiap calon penumpang dapat membeli maksimal 1 tiket kecuali membawa anak usia dibawah sepuluh tahun dan lansia. Adapun kuota tiket gratis ini sesuai dengan toleransi kapasitas maksimum masing-masing kereta api.

“Untuk masyarakat yang telah membeli tiket jauh-jauh hari dengan tarif normal, mereka bisa mengambil bea tiket tersebut di stasiun kedatangan penumpang maksimal 3 (tiga) hari sejak kedatangan KA,”katanya, Jumat (12/4/2019) siang.

Sedangkan untuk KA lokal di Daop 9 jember yaitu KA Pandanwangi yang dalam sehari berjumlah 4 kali perjalanan, terdiri dari 2 kali berangkat dari Stasiun Jember pada pukul 05.15 dan 15.30 WIB dan berangkat dari Stasiun Banyuwangi baru pada pukul 10.00 dan 20.30 WIB. Rangkaian KA Pandanwangi terdiri dari 6 kereta kelas ekonomi dengan Total berjumlah 636 tempat duduk. Dan sesuai dengan peraturan yang berlaku, untuk KA lokal kapasitas angkut adalah 150% dari jumlah tempat duduk.

Khusus kepada penumpang KA Pandanwangi keberangkatan Stasiun Jember pada pukul 15.30, disamping tiket gratis, penumpang juga akan diberikan makanan khas jember berupa suwar-suwir dan prol tape sebanyak 600 paket secara gratis dan akan dibagikan di Stasiun Jember setelah penumpang tersebut melaksanakan proses boarding.

“Menyambut momentum HUT ke-21 Kementrian BUMN, promo tiket KA lokal tarif Rp0,- tersebut merupakan kontribusi KAI dalam mewujudkan BUMN Hadir untuk Negeri. Semoga masyarakat dapat memanfaatkan promo ini semaksimal mungkin,” pungkasnya. (min)

Bupati Faida Kembali Lakukan Penyegaran di Lingkungan Pemkab Jember

ZONA JATIM, JEMBER – Bupati Jember, dr HJ Faida,MMR kembali melakukan penyegaran di lingkungan Pemkab Jember. Kali ini sebanyak 90 Pejabat yaitu Jabatan Fungsional di lantik langsung oleh Bupati Jember di Pendopo Wahya Wibawagraha pemkab setempat, Jumat (12/04/2019) pagi.

Adapun sejumlah tenaga fungsional yang dilantik ini terbagi dari kesehatan 73 orang, pendidikan 2 orang, penyuluh pertanian 2 orang dan penguji kendaraan bermotor 7 orang, pendidik kriteriner 3 serta penerah 3 orang.

Dalam sambutannya, Bupati Faida menyampaikan bahwa, dirinya mengucapkan selamat atas para pejabat fungsional yang baru saja di lantik olehnya.

“Pertama kami ucapkan selamat kepada bapak/ibu yang dilantik menjabat fungsional pada pagi hari ini,” ujarnya.

Bupati Faida menjelaskan bahwa, kebanyakan orang sering mengabaikan pelantikan jabatan fungsional, dimana hanya ribut dengan berita pelantikan jabatan struktural, dimana pada sejatinya jabatan fungsional tidak kalah penting dan tidak kalah terhormat daripada jabatan struktural.

“Berbanggalah karenanya Allah Swt, sudah berikan ijin dan kesempatan kepada bapak dan ibu semua yang menduduki jabatan fungsional, karena hanya atas ijin Allah Swt saja bapak dan ibu hari ini berdiri diruangan ini.” Jelasnya.

Mengapa perlu dilantik serta disumpah, kata Bupati, karena sejatinya para pejabat fungsional ini garda terdepan dalam pelayanan kepada masyarakat.

“Perlu disumpah karena punya ilmu serta punya kewenangan dan punya kompetensi yang tidak boleh disalahgunakan, dimana harus sepenuh hati dijalankan sesuai dengan kode etik tugasnya masing – masing,” Tuturnya.

Oleh karenanya, Bupati Faida mengatakan bahwa masyarakat menaruh harapan besar kepada bapak dan ibu sebagai pejabat fungsional karena bapak dan ibu adalah pejabat pelayana masyarakat, yang mana masyarakat tahunya bapak dan ibu adalah pejabat pelayan masyarakat.

“Sekali lagi selamat kepada bapak/ibu semuanya karena disini begitu banyak dari jabatan kesehatan yaitu banyak bidan,perawat dan dokter yang mana saya titipkan karena kita mempunyai PR penurunan angka kematian ibu dan bayi yang sebagian adalah dipundak bapak dan ibu semuanya dengan jalankan tugas dengan sebaik – baiknya,” pungkasnya.

Tak Bisa Ditolelir, Bupati Faida Copot Jabatan Kadinkes Jember

ZONA JATIM, JEMBER – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jember, dr Siti Nurul Qomariyah resmi dibebas tugaskan dari jabatannya sebagai Kepala Dinkes Kabupaten Jember.

“SK pembebas tugasan Kadinkes Jember ini sudah ditanda tangani bupati terhitung sejak kemarin (10 April 2019),”ujar Sekda Pemkab Jember Ir. Mirfano kepada sejumlah awak media di ruang kerjanya, Kamis (11/4/2019) pagi.

Mirfano menjelaskan, hal ini terjadi karena kurang cakapnya dan mis managemen yang sudah dilakukan Kadinkes yang dimana ada beberapa proyek di dinas kesehatan yang tidak terbayarkan sehingga memiliki hutang belanja sebesar Rp 60 miliar dari 200 lebih item belanja.

Tidak hanya persoalan pada hutang belanja saja, lanjut Mirfano, kasus lain yang mengakibatkan perempuan yang pernah menjabat sebagai sekretaris Dinas Kesehatan di Probolinggo sebelum menjadi Kadinkes Jember ini juga melakukan pungutan perjalanan dinas (perdin) di Dinkes.

“Ada dua kasus lainnya, yaitu melakukan potongan perdin, dan menerbitkan SK sekolah untuk 2 dokter yang seharusnya diterbitkan oleh bupati. Ini yang tidak bisa di tolerir oleh Bupati Jember,”tegasnya.

Dan pembebas tugasan ini sudah sesuai prosedur. Saat ini, lanjut Mirfano, pihak BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) juga sedang melakukan pemeriksaan bersama dengan Inspektorat. Namun meski demikian, Mirfano menegaskan bahwa, tidak ada kerugian negara dalam hal ini.

“Kalau kerugian negara tidak ada, hanya pemkab punya hutang kepada rekanan, karena anggaran yang tidak terbayarkan pada APBD 2018 kemarin kembali ke kas daerah. Selain itu, potongan perjalanan dinas yang dilakukan oleh bu Nurul juga sudah dikembalikan, karena nilainya hanya belasan juta rupiah saja,” terangnya.

Sementara usai dibebas tugaskan dari jabatannya sebagai kepala Dinas Kesehatan dan untuk memberikan sanksi displin, dr. Siti Nurul Qomariyah menempati posisi jabatan barunya, yakni sebagai staf di Staf Ahli Ekonomi Pembangunan Pemkab Jember. (min)

Bupati Faida Turun Gunung, Pastikan Infrastruktur Segera Dibangun

ZONA JATIM, JEMBER – Sedikitnya 18 titik sasaran infrastruktur yang ada di pelosok – pelosok wilayah utara Kabupaten Jember segera dilaksanakan pembangunannya.

Hal itu dikatakan Bupati Jember, dr HJ Faida,MMR saat melakukan kegiatan kunjungan kerja bersama sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jember di beberapa daerah pelosok wilayah utara kabupaten setempat, Rabu (10/4/2019) siang.

Kunjungan ini untuk memastikan rencana pengerjaan infrastruktur di daerah pelosok – pelosok tersebut bisa segera dilaksanakan, salah satunya infrastruktur yang akan dibangun adalah jalan aspal.

Untuk mencapai daerah pelosok ini, rombongan harus melewati akses jalan yang terbatas. Namun demikian, rombongan berhasil melewati jalan yang berliku, menanjak, dan menurun. Sesekali, mobil rombongan pun harus melewati jalan yang berlumpur lantaran hujan. Tak jarang mobil yang ditumpangi tersangkut dalam lumpur.

Begitu sampai di tempat tujuan, bupati dan rombongan disambut antusias oleh warga. Mereka berebut jabatan tangan. Tak lupa, foto bersama.
Kesempatan bertemu warganya itu dimanfaatkan bupati untuk bercengkrama. Utamanya terkait dengan kebutuhan masyarakat.

“Katanya ibu-ibu minta diaspal. Jadi saya mau memastikan, kalau benar, jadi mau diaspal,” tutur bupati kepada ibu-ibu Dusun Perbal, Dusun Gluduk, Kelurahan Bintoro, Kecamatan Patrang.

Kebutuhan masyarakat lainnya akan dipenuhi secara bertahap. Seperti kebutuhan akses jalan aspal dan penerangan jalan umum.
Bupati juga menyampaikan kepada warga bahwa, jalan menuju masjid, sekolah, atau pesantren akan mendapatkan prioritas pembangunan. Baik akses jalan aspal maupun penerangan jalan.

Sementara itu, kepada pejabat yang mendampinginya, bupati meminta untuk mencatat kebutuhan masyarakat yang telah disampaikan melalui perbincangan. Tim survei jalan juga diperintah bupati untuk mencatat dan segera merencanakan untuk pembangunan.

“Pembangunan jalan ini memang keinginan masyarakat,” terangnya.

Selain itu, Bupati juga memerintahkan untuk memberi tanda tempat-tempat yang akan dilakukan pembangunan jalan.

Dalam kunjungan kerja itu, bupati juga tidak segan mendatangi rumah-rumah warga dan mengajak bincang-bincang penghuninya.

Selain itu, orang pertama di Jember ini menemui Ketua RT maupun RW setempat untuk menggali kebutuhan masyarakat. Di kesempatan lainnya, bupati mendatangi kerumunan warga dan langsung mengajak mereka bicara. Membicarakan kebutuhan mereka dan menyarankan agar kebutuhan tersebut disampaikan ke RT atau RW agar dituangkan dalam proposal untuk disampaikan ke bupati.

“Mari kita bersama – sama berdoa agar pembangunan yang direncanakan ini segera terealisasi dan berjalan lancar,”pungkasnya. (min)

Bupati Faida Berharap, Sertifikat Perizinan Yang Dibagikan Kurangi Angka Pengangguran

ZONA JATIM, JEMBER – Sudah kesekian kalinya Bupati Jember, dr. Hj. Faida, MMR membagikan puluhan sertifikat perizinan secara langsung kepada pemohonnya. Sebelumnya, puluhan perizinan ini telah diurus secara prosedural melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Pemkab Jember.

“Penyerahan langsung sertifikat perizinan ini karena untuk memastikan bahwa sertifikat perizinan sampai langsung kepada penerima,” kata Bupati Faida usai menyerahkan sertifikat perizinan di Pendapa Wahyawibawagraha, Selasa (09/4/2019) pagi.

Bupati mengatakan, puluhan sertifikat yang diserahkan pada hari ini yakni 9 izin lokasi, 6 izin penggunaan pemanfaatan tanah, 7 izin pendirian PAUD, 4 izin pendirian TK, dan 1 izin pendirian PKBM. Selanjutnya 53 izin mendirikan bangunan, 4 izin operasional klinik pratama rawat jalan, 2 izin operasional klinik kecantikan.
Jumlah total izin yang diserahkan langsung sebanyak 86 izin dari sekitar 80 pemohon perizinan.

“Namun kami membacanya bukan karena jumlah perizinan, tetapi yang kami baca adalah berapa banyak jumlah orang yang bisa bekerja disana, berapa banyak ekonomi yang bisa berputar disana,” terangnya.

Untuk itu dia berpesan, agar bangunan yang didirikan memiliki aksesbilitas kepada difabel. Kedua, usaha- usaha yang dibangun di Jember diharapkan mampu menumbuhkan usaha bersama orang-orang Jember.

“Maka, apa yang dikonsumsi atau dijual dalam usaha tersebut agar menggunakan produk lokal asli Kabupaten Jember. Paling sederhana menggunakan air mineral produk lokal,” ujarnya.

Ketiga, untuk perumahan. Tahun ini ditargetkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah didorong untuk punya rumah. Target sebanyak 3.003 rumah bersubsidi. “Ini kesempatan buat kita. Kita ingin yang atas sampai bawah semuanya bisa mendapatkan manfaat. Kehadiran pendiri usaha dapat dirasakan manfaatnya,” kata bupati menuturkan

Karena menurutnya, manusia dihargai karena kepeduliannya dan keinginannya berguna bagi masyarakat. Sedangkan untuk perizinan operasional sekolah, lanjut bupati, dirinya berharap mampu meningkatkan angka partisipasi sekolah di Kabupaten Jember. Sekolah tersebut juga dapat bergabung dalam program pendidikan gratis.

“Sehingga tidak ada anak tertolak untuk bisa sekolah,” tegas Bupati Faida.

Terakhir, terkait CSR (Corporate Social Responsibility) atau tanggung jawab sosial perusahaan. Bupati berharap perusahaan dapat berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Jember. Untuk CSR itu, tugas bupati adalah membagikan data yang diperlukan untuk menyalurkannya.

“Supaya CSR tidak hanya menjadi kepedulian, tetapi juga menjadi solusi buat masyarakat Jember,”pungkasnya. (min)

Berhasil Ekspor 6.000 Domba, 3 Peternak Asal Jember Akan Dapat Penghargaan Dari Kementan

ZONA JATIM, JEMBER – Tiga warga peternak asal Gumukmas, Kabupaten Jember, akan menerima penghargaan dari Kementerian Peternakan (Kementan) di Makasar, Sulawesi Selatan pada 10 April 2019 mendatang. Ketiga peternak asal Jember itu adalah Agus Solichul Huda, Shafiya Rifki, dan  Edi Susilo yang telah berhasil mengekspor 6000 domba pada tahun 2017.

“Selama ini belum pernah ada ekspor ternak, dan apa yang sudah mereka lakukan merupakan pertama kalinya dilakukan oleh pemerintah Indonesia dengan mengekspor ternak dengan tujuan negara Malaysia, dan ternyata berhasil, inilah alasan mereka mendapat penghargaan dari Kementan,” ujar Plt. Kepala Dinas Peternakan, Indah Dwi Budi Artini usai mendampingi 3 petani betemu Bupati Jember di Pendopo Wahya Wibawagraha Pemkab setempat, Senin 8 April 2019 pagi.

Ia mengatakan, sebenarnya ada 10 peternak yang diseleksi untuk mendapatkan penghargaan, namun yang diambil 3 peternak asal Jember.

“Kemarin ada 10 peternak yang diseleksi, namun hanya tiga yang dipilih oleh Kementan dan semuanya dari Jember,” terangnya.

Sementara menurut salah satu peternak yang mendapat penghargaan, Agus Solichul Huda kepada sejumlah wartawan mengatakan bahwa, penghargaan ini merupakan sebuah kebetulan, karena dirinya sama sekali tidak menduga, jika apa yang sudah dilakukan bersama anggotanya yang tergabung dalam Kelompok Usaha Bersama (KUB) yang bergerak di bidang peternakan merupakan yang pertama kalinya dilakukan di Indonesia.

“Kami sendiri tidak menyangka jika ekspor yang kami lakukan merupakan yang pertama di Indonesia, karena awalnya kami hanya resah dengan harga ternak yang setiap hari terus menurun, dulu pada tahun 2016, harga domba di Jember sangat murah, 1 juta dapat 3 ekor, sehingga saya bersama teman-teman mencoba mencari di Internet dan difasilitasi oleh presiden IPSI yaitu Ikatan Peternak Seluruh Indonesia untuk dipertemukan dengan pihak Importir asal Malaysia,” tuturnya.

Dari permulaan itulah, akhirnya domba miliknya bisa dihargai per ekornya 1 Juta. “Sekarang harga domba bisa naik menjadi 1 juta per ekor, bahkan pada tahun 2019 ini, kami sudah bingung memenuhi permintaan ekspor, sebab harga di dalam negeri sudah stabil, makanya kami masih nego harga dulu dengan pihak Malaysia, intinya kami ingin harga domba ini bisa mensejahterakan peternak,” jelasnya.

Sementara Bupati Jember dr. Hj. Faida,MMR usai menemui 3 peternak asal Gumukmas mengatakan, bahwa apa yang sudah dilakukan oleh 3 peternak ini patut dibanggakan dan bisa ditularkan kepada peternak yang lain, apalagi keinginan ekspor domba saat ini permintaanya cenderung naik.

Kata bupati, apa yang sudah dilakukan oleh 3 peternak ini patut diapresiasi dan bisa ditularkan kepada peternak lainnya di Jember, dan ini menginspirasi, apalagi permintaan ekspor ternak juga cenderung naik, jika pada tahun 2016 lalu bisa mengekspor 6000 domba.

“Harapan kami pada tahun ini bisa meningkat, dan tidak hanya di Malaysia saja, tapi kami dari pemerintah kabupaten akan mencoba merambah negara lain. Dan kami bangga akhirnya sinergisitas dan kolaborasi membuahkan hasil,” pungkasnya. (min)

Wabup Jember, Kukuhkan Puluhan Pengurus Gerakan Kwartir Ranting Patrang

ZONA JATIM, JEMBER – Wakil Bupati Jember Drs. KH. A. Muqit Arief mengukuhkan puluhan Majelis Pembimbing Ranting, Lembaga Pemeriksa Keuangan (LPK), dan Pengurus Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Patrang periode 2018-2023 di pendopo Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, Sabtu (06/4/2019) pagi.

“Kami sangat berharap, pengukuhan ini nanti dilanjutkan dengan kegiatan yang sesuai dengan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga di kepramukaan,” kata Wabup Muqit usai mepakukan pengukuhkan, Sabtu (6/4/2019) siang.

Ia mengatakan, gerakan yang akrab dengan dunia kepemudaan ini akan mendampingi para pemuda di Kabupaten Jember melalui pramuka, salah satunya meneguhkan rasa nasionalisme dan rasa cinta tanah air.

“Kami juga akan melaksanakan kegiatan-kegiatan dalam rangka penyiapan generasi muda sebagai calon pemimpin yang akan datang,”tuturnya.

Menurutnya, kepemimpinan pengurus Pramuka di Kecamatan Patrang yang baru dikukuhkan ini akan bisa melaksanakan kegiatan-kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan generasi muda. Karena lingkungan pemuda saat ini juga perlu mendapat perhatian. Zaman sekarang terjadi pergeseran nilai, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Karena itu, Pramuka harus tampil menarik bagi pemuda zaman sekarang. “Kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan harus disesuaikan dengan perkembangan yang ada, jangan sampai perkembangan yang sudah sedemikian cepat tapi ternyata kegiatannya yang dulu-dulu saja,” ujarnya.

Kepada pengurus yang baru, Wabup berpesan, supaya menjalankan organisasi denan akuntabel dan transparan, sehingga tidak menjadi fitnah di kemudian hari.

“Peran kakak-kakak pengurus akan menjadi panutan bagi generasi muda, sehingga transparansi dan akuntabel yang benar dapat menular kepada generasi muda,”pungkasnya. (min)

Wisata Religi Menjadikan Pendopo Pemkab Jember Ramai Didatangi Masyarakat

ZONA JATIM, JEMBER – Sebagian besar warga masyarakat Jember belum menginjakan kakinya di Pendopo Wahyawibawagraha Pemkab Jember yang merupakan rumah dinas jabatan bupati setempat.

Semenjak dilaksanakannya kegiatan wisata religi yang di gagas oleh Pemkab Jember, pendopo tidak lagi sepi dari masyarakat untuk bersholawat yang merupakan rangkaian dalam kegiatan wisata religi tersebut.

Tentu Bupati Jember, dr HJ Faida,MMR merasa senang dan hatinya digerakkan oleh Allah SWT dengan hadirnya masyarakat atau ibu-ibu muslimat untuk bersholawat ini.

“Sehingga bisa menjadi keluarga besar Kabupaten Jember,” kata Bupati Faida usai bersholawat bersama ibu – ibu muslimat, Jumat (5/4/2019) malam.

Ia mengatakan bahwa, ibu-ibu yang datang di pendopo dan ikut dalam Jember Bersholawat berasal dari Kecamatan Silo dan Sumberjambe. Para muslimat yang jumlahnya sekitar 1.600 orang ini merupakan peserta wisata religi yang digagas oleh Pemerintah Kabupaten Jember.

lebih lanjut Ia menjelaskan, wisata religi ini merupakan salah satu realisasi 22 Janji Kerja, yakni Jember Wisata Berbudaya. Wisata religi dilatar belakangi oleh kondisi Jember yang banyak pesantren dan masjid yang menarik.
Selain menikmati masjid yang menjadi ikon wisata, para muslimat mendapatkan penjelasan langsung dari bupati terkait dengan rencana pembangunan.
Seperti pada kesempatan kali ini, dengan berbalut dress merah motif batik Jember bupati menjelaskan 22 Janji Kerja yang dikelompokkan dalam lima program besar. Yakni, Jember Maju Iptek dan Imtaq, Jember Mandiri, Jember Sehat, Jember Kuat, bersih dan terkait Jember Wisata Berbudaya.

“Agar masyarakat yang rumahnya di pelosok mendapatkan informasi tentang program pemerintah dan dapat memanfaatkan program yang disediakan Pemerintah Kabupaten Jember,” jelasnya.

Di penghujung acara, bupati juga memberikan kuis kepada anak-anak yang mengikuti wisata religi. Mereka yang bisa menjawab pertanyaan mendapatkan hadiah. Selain kepada anak – anak bupati juga memberikan hadiah untuk para lansia yang hadir.

“Kami memastikan bahwa, para lansia yang hadir dalam wisata religi ini terdata untuk bisa mendapatkan program dari pemerintah,”tegasnya.(min)

0FansSuka
388PengikutMengikuti
10,849PelangganBerlangganan

Recent Posts

Block title