Beranda blog

Soal Rekom Cabup, Faida Yakin DPP PDIP Ambil Keputusan Terbaik

Dr Hj Faida MMR akhirnya mendaftarkan diri turut serta dalam penjaringan bakal calon bupati dan bakal calon wakil bupati Jember pada partai PDI Perjuangan Jember. Pendaftaran Faida selaku bacabup inkamben ini memasukkan berkas jelang detik-detik terakhir penutupan masa penjaringan.

“Iya, baru hari ini ada waktu yang saya bisa gunakan meninggalkan tugas – tugas harian dan hari ini memang kesempatan terakhir. Alhamdulillah tugas pagi ini selesai, kebetulan hari libur jadi memang saya ingin mendaftar pada hari libur,” kata Faida.

Kenapa memilih PDI Perjuangan ?
Faida menuturkan, karena PDIP ini dulu yang mengusung dirinya dan berhasil menjadi Bupati Jember di periode pertama. “Sehingga ini sebagai suatu ikhtiar untuk mencari jawaban yang terbaik yang dilakukan kedepan dan tentu saja karena mekanismenya mendaftar, iya kita ikuti dengan mekanisme yang ada,” kata pemilik Rumah Sakit Bina Sehat Jember ini.

Faida juga menyampaikan, dirinya sama dengan pendaftar lain yang mengikuti prosedur dan mekanisme tahapan – tahapan yang dibuat oleh berbagai partai politik termasuk PDIp.

“Iya, saya kira partai PDIP ini memang partai yang terbuka, terbukti sebelumnya juga banyak memberi kesempatan kepada kombinasi kader dan kader karena dulu pasangan kita pak kyai (Wabup KH Muqit) merupakan kader PDIP dan saya yakin dalam mekanisme itu nanti DPP Akan memutuskan yang terbaik buat semuanya,” ujarnya.

Soal jika ada parpol lain yang akan pula membuka pendaftaran bacabup, menurutnya nanti semua ada pendaftaran di partai – partai yang manapun, maka dia akan mendaftar semua partai sebagai suatu ikhtiar. “Karena saya yakin sekenario Allah yang paling baik. Maka mendaftar kesemua partai itu adalah cara ikhtiar saya untuk mendapatkan langkah terbaik untuk kedepan. Saya taat kepada mekanisme dan prosedur. Jadi, setiap ada kesempatan saya akan pergunakan dengan sebaik – baiknya sebagai suatu upaya komunikasi politik dan ikhtiar untuk mendapatkan keputusan yang terbaik atas ridho Allah Swt,” ujarnya.

Sejauh ini Faida juga mengatakan, masih belum ada komunikasi dengan partai yang manapun dan baru PDIP yang ada pembukaan serta baru ini mendaftar diri sebagai bacabup menjelang Pilkada Jember tahun 2020.

Seperti diketahui, hingga masa akhir pendaftaran bacabup di PDIP Jember ada sejumlah nama yang telah melengkapi berkas yakni inkamben Faida, Kepala BPBD Rasyid Zakaria, pengusaha properti Abdussalam, pengusaha H Hendy Siswanto, Sekretaris DPC PDIP Bambang Wahyu, mantan Ketua KPU Achmad Anis, Habib Ali Assegaf, Zulkifli Ketua AKD, Haidar Sekretaris BMI Jember, kalangan difabel Kusbandono dan Abdul Kholiq akademisi.

Selanjutnya, tanggal 15 dan 16 September akan verifikasi dan validasi berkas dokumen yang sudah diserahkan oleh seluruh pasangan calon atau calon bupati atau calon wakil bupati yang sudah mengikuti proses Penjaringan. Kemudian tanggal 16 malam berkas dikirim ke DPD PDIP Jawa Timur untuk proses verifikasi validasi ulang. Pada tanggal 23 September berkas harus sudah diserahkan ke DPP PDIP di Jakarta dan menunggu hasil penetapan dari apapun keputusan yang harus dijalankan.

Ini Penjelasan Bupati Terkait Rekrutmen Satgas

Pemerintah Kabupaten Jember membuka lowongan Satuan Tugas (Satgas) dengan berbagai satuan, diantaranya Satgas Duafa, Satgas Rumah Sehat, Satgas IKM, Satgas Sanitasi dan Satgas PKL, lowongan ini dibuka sejak 2 September lalu, dan untuk seleksi administrasi akan dilakukan pada Senin 16 September mendatang.

“Kami melakukan rekrutmen Satgas, karena untuk menjalankan program-program pemerintah sangat dibutuhkan, dan tidak cukup kalau hanya mengandalkan aparatur ASN, dan ini sudah menjadi kesepakatan bupati dan wakil bupati,” ujar Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR saat bertemu dengan sejumlah jamaah malam Jumat manis di Pendopo Wahyawibawa Graha Pemkab Jember Kamis (12/9/2019) malam.

Tugas dari satgas-satgas nanti adalah untuk membantu pendataan masalah-masalah yang ada ditengah masyarakat, dimana setiap desa akan diambil satu orang dengan berijazah minimal SMP. “Terpenting hatinya senang membantu orang, jujur, tidak pungli,” terangnya.

Bupati menjelaskan tentang tugas dari beberapa Satgas, misal Satgas Rumah Sehat, disini mereka akan bertugas menyurvei rumah-rumah tidak layak huni. Petugas yang berjumlah satu tiap desa/kelurahan ini akan diajari cara melaporkan kondisi rumah tidak layak huni.

Begitu juga dengan Satgas IKM (Industri Kecil Menengah) tugasnya akan melakkan survei kebutuhan industri kecil dan menengah yang ada di masyarakat. Melalui data tersebut pemerintah dapat membantunya.

Untuk Satgas Kader Sanitasi tugasnya mendata penggunaan air bersih yang terdapat di masyarakat, pendataan kebutuhan jamban, urusan pembuangan sampah dan lainnya. “Pemkab Jember akan membenahi masalah sanitasi di tengah masyarakat,” jelasnya.

Sedangkan Satgas PKL bertugas mendata PKL. Satgas menjadi pendamping pedagang untuk agar barang yang dijual laris, rombong menarik, dagangan bersih. Tugas Satgas PKL disinkronkan dengan program penataan pasar dan pembangunan alun-alun atau RTH (Ruang Terbuka Hijau).

“Yang direkrut bukan pegawai Pemerintah Kabupaten Jember, tetapi satgas yang menunjang program-program 22 Janji Kerja Bupati Faida dan Wabup Kiai Muqit untuk percepatan penyelesaian program-program untuk masyarakat,” terang Bupati.

Selain itu lima satgas itu, Bupati berencana membuat Satgas Stunting. Ini karena di Jember banyak bayi stunting. “Perlu pendampingan satgas ini, agar jumlah bayi stunting di Kabupaten Jember menurun,” pungkasnya. (*)

Pantau Pilkades Serentak Tahap II Hari Ini

Hari ini Bupati Jember, dr. Hj. Faida, MMR bersama rombongan dari Tim I Monitoring Pilkades Serentak Tahap II wilayah Selatan Kabupaten Jember bakal hadir di sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Tergabung dalam Tim I Montoring Pilkades, diantaranya Kapolres Jember, Dandim 0824, Ketua Pengadilan Negeri, Kajari, Ketua DPRD, Sekda, Kepala Kemenag Jember dan sejumlah pejabat di lingkup Pemkab Jember. Sejumlah tempat yang dijadwalkan untuk dihadiri Bupati Faida bersama tim I adalah Pilkades di Kecamatan Rambipuji, yaitu Alun-alun Rambipuji (Pilkades Rambipuji), Kecamatan Balung yakni di Balai Desa Curahmalang (Pilkades Curahmalang), Desa Gumelar serta Kecamatan Gumukmas yakni di Balai Desa Bagorejo (Pilkades Bagorejo).

Sedangkan Tim II Monitoring Pilkades Serentak Tahap II, akan dipimpin oleh Wakil Bupati Jember, Drs. KH. Muqit Arief bersama Kabag Ops. Polres Jember, Kabag Intelkan, Pasi Ops Kodim 0824 dan sejulah OPD. Tim II akan hadir di 3 kecamatan, yakni Ambulu (Desa Karanganyar), Kecamatan Wuluhan (Desa Tanjungrejo dan Dukuhdempok), serta Kecamatan Puger (Desa Jambearum dan Kasiyan Timur.

Tim Monitoring baik Tim I dan Tim II akan berangkat pada pukul 08.00 WIB dari Pendopo Wahyawibhawagraha, Kamis 12 September 2019.
Untuk Pilkades serentak tahap II wiayah selatan Kabupaten Jember ini meliputi 6 kecamatan, yakni Rambipuji (6 desa), Balung (7 desa), Puger (11 desa), Gumukmas (5 desa), Wuluhan (5 desa) dan Ambulu (3 desa), sehingga total terdapat 37 desa yang melaksanakan pilkades serentak tahap II ini.

Jumlah calon kepala desa yang akan mengikuti pilkades tahap II ada 117 orang yang terdiri dari 101 laki-laki dan 16 perempuan, dengan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) 319.096. Rinciannya adalah DPT Rambipuji 50.904, Balung 47.804, Puger 82.476, Gumukmas 36.521, Wuluhan 65.312 dan Ambulu 36.079.

Seperti pada Pilkades Serentak Tahap I, Bupati Faida berharap pelaksanaannya dapat berjalan lancer, aman dan tetap mengedepankan persatuan dan kesatuan.

Batik Notonegoro Jember Tampilkan Designer Muda di JFS Fanthasion Show

ZONA JATIM, JEMBER – Batik Notonegoro Jember menampilkan designer termuda dalam Grand Final Event Jember Fashion Society (JFS) Fanthasion Show yang digelar di Atrium Lippo Plaza Jember, Sabtu (7/9/2019) malam.

Designer muda tersebut ialah Hellua Mukzy Maria Gasperz (16) asal Jember. Selain Hellua ada 40 designer tingkat Nasional dan 80 model yang lainnya yang ikut dalam kegiatan ini. Dan dari batik Notonegoro mengangkat tema Alam atau Back To Nature

Hellua mengatakan, dirinya ikut pada event JSF ini, selain tampil membawakan karyanya sendiri, ia juga ingin menambah ilmu dan pengalaman dalam dunia designer. “Saya sudah sejak kecil menjadi model, dan saat ini, saya belajar merambah ke dunia designer, memang pada malam hari ini saya selain designer, juga tampil sebagai modelnya, mungkin suatu saat nanti, kalau ada event lagi, saya harus duduk untuk menonton, sehingga bisa melihat dimana letak kekurangan rancangan saya,” ujarnya.

Pada JFS kali ini, Hellua menampilkan busana dengan motif batik, menurut Putri dari pemilik Griya Batik Notohadinegoro Indi Naidha Wulandari, busana batik ia tampilkan pada event kali ini, karena dirinya ingin menunjukkan kepada masyarakat, kalau batik tidak hanya untuk acara kondangan saja.

“Saya di JFS ini menampilkan busana batik, hal ini untuk menunjukkan kepada masyarakat, kalau batik itu bisa dipakai sehari-hari, tidak hanya saat kondangan saja, terlebih motif untuk batik sangat beragam, sehingga kita tidak kekurangan ide,” terangnya.

Terlebih tinggal di kota Jember, bagi perempuan berparas manis ini, ide untuk membuat motif batik sangat banyak, karena di Jember baginya banyak memberi inspirasi. “Saya melihat didaerah lain, untuk motif batiknya tidak sebanyak di Jember, kalau di Jember, kita bisa membuat batik dengan berbagai motif, seperti motif daun tembakau, pantai maupun dengan budaya lainnya, karena Jember adalah kota Pandhalungan,” jelasnya.

Sementara Amir Siddiq Anshari Event Directur Lippo Plaza selaku penyelenggara JSF menyatakan, bahwa kegiatan JSF ini memang digelar untuk membantu designer-designer daerah bisa tampil, terutama designer dari Jember.

“Awalnya kami juga membuka untuk tingkat pelajar SMK, ternyata peminat dari siswi SMK jurusan Designer masih belum banyak yang mendaftar, hanya ada beberapa saja yang mendaftar, itupun bukan dari Jember, tapi dari kabupaten disekitarnya, sehingga untuk kelompok pelajar kami close, dan kami batalkan, namun dengan event ini, saya berharap kedepannya ada siswa dari Jember yang ikut tampil,” ujarnya.

Maka kata Amir, dengan diadakanya show di Jember ini antusiasme peserta cukup tinggi. Karena rata – rata desaigner itu belum pernah show di Jember. Karena mereka mengetahui bahwa, Jember itu kota kecil. Jadi ketika kita tawarkan, apa ada yang akan menyelenggarakan show seperti ini? Apa run way -nya standart nasional selaku penyelenggara semaksimal mungkin agar show ini diterima dan kedepannya event tahunan yang mendatangkan kunjungan dari seluruh kota di Indonesia.

“Kami berharap bahwasannya, ketika jember dikenal sebagai kota karnaval dan kedepan bisa dikenal juga sebagai kota fashion dunia. Jadi jember punya event tahunan yang berkelanjutan selama satu tahun kedepan,”pungkasnya.

Nganjuk Perkenalkan Batiknya Lewat Fanthasion Show di Jember

ZONA JATIM, JEMBER – Puluhan designer dan model dari atau luar Kabupaten Jember, ikut dalam Jember Fashion Society “Fanthasion Show” (Fantasy Meets Fashion) yang diselenggarakan oleh DIG Photoworks dan Jatim Winner bertempat di Atrium Lippo Plaza Jember. Salah satunya adalah peserta dari Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.

“Bahwasanya Jember Fashion Show Society ini kita merangkul semua designer. Kami berharap dari desaigner di jember dan sekitarnya bisa berkembang dan menggerakkan ekonomi kerakyatan,”kata Ketua Panitia, Amir Siddiq Anshori kepada sejumlah awak media, Sabtu (7/9/2019) sore.

Ia menjelaskan, hampir dari 100 persen idalam kegiatan ini 60 persen designer dari Jember dan sisanya 40 persen dari luar kota Jember. Dan mendatangkan bintang tamu yang rata – rata desiggner player Jember, seperti yang tadi Monalisa Lambang yang sudah terkenal nasional yang untuk diminta show di jember. “Dan akhamdulillah mereka bersedia,”jelasnya.

Sedangkan malam ini adalah Sigit Purnomo designernya Jember. Yang dimana Sigit Purnomo ini tidak dikenal desaigner asli Jember tetapi lebih dikenal asli Surabaya. Melalu show ini dia (Sigit Purnomo) ingin membuktikan bahwa dirinya asli Jember dengan tujuan untuk membesarkan Jember.

“Adapun untuk malam ini ada 40 designer dan 80 model,”ujarnya.

Kebetulan pihaknya juga membuka slot bagi siapapun yang ingin join di acara tersebut. Dengan antusiasme tinggi, ada salah peserta dari Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Yang dimana, istri Bapak Bupati Nganjuk yang merupakan Ketua Dekranasda setempat turun langsung ke Jember untuk ikut show dalam kegiatan ini yang sekaligus untuk memperkenalkan batik dari kotanya.

Ketua Dekranasda Kabupaten Nganjuk, Yuni Sophia mengatakan, sebelumnya dirinya juga telah mengikuti event – event di Surabaya, jadi ini adalah salah satu jalannya untuk bisa menuju ke Jakarta fashion week atau Indonesia fashion week.

Menurutnya, ikut dalam acara ini sebagai upaya untuk mengenalkan Kabupaten Nganjuk dengan batiknya. Selain itu juga untuk mengangkat para tim batik sesuai arahan Tri Cipta Bhakti Bapak Bupati Nganjuk. Yang pertama adalah Pembangunan Insfatruktur, kedua SDM Berkualitas dan yang ke Tiga adalah Ekonomi Kerakyatan Yang Mandiri.

Jadi kita berperan di Tri Cipta Bhakti yang kedua dan ke tiga. Salah satunya melalui para pembatik, jadi kita angkat para pembatik untuk lebih bisa berkreatif lagi di dalam dunia fashion. Agar lebih cepat masyakarat diluar kabupaten Nganjuk maupun yang di Nganjuk untuk bisa mengenal batik dan ciri khas batik Nganjuk. Sebetulnya di Nganjuk itu ada sekitar puluhan nama batik. Tetapi hingga saat ini baru ada 10 yang sudah di akui. Karena setiap daerah itu memiliki ciri khas masing – masing.

“Jadi selain ada Jaya Stanba kita ambil dari sejarah, juga ada Sedudo, Roro Kuning, ada berambang ada nasi becek dan masih banyak lagi yang dituangkan dalam batik tersebut,”ujarnya.

Dia menegaskan, selaku ketua Dekranasda dan juga sebagai istri Bupati untuk berkeinginan bisa mengangkat membantu dari program Bupati Nganjuk. Salah satunya ialah dengan menciptakan sumberdaya manusia pembatik yang handal, bagus siap bersaing. Dan nantinya Nganjuk itu akan lebih di kenal lewat batiknya.

Daftar Cabup Lewat PDIP. Cak Salam : Visi Kita Sama, Peduli Wong Cilik

Pilkada Jember nampaknya mulai menghangat. Terbukti, penjaringan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Jember (Bacabup-Bacawabup) yang dilakukan oleh DPC PDI Perjuangan Jember menarik minat banyak orang. Setidaknya memasuki hari kedua sejak dibukanya penjaringan, 4 tokoh di Jember sudah mengambil formulir.

Mereka adalah Rasyid Zakaria Kepala BPBD, Muhammad Anis mantan Ketua KPUD Jember, utusan dari Ir. Eko Heru Sunarso kepala Dinas Perpustakaan dan H. Abdus Salam Pengusaha property asal Balung Jember.

“Sampai hari ini sudah ada 4 orang yang mendaftar, kemarin 1 orang dan hari ini 3 orang, ada 1 orang yang mengambil formulir menggunakan kuasa utusan atas nama Ir. Eko Heru Sunarso, sedangkan lainnya diambil sendiri,” ujar Widarto ketua Tim 7 (Tim Penjaringangan Cabup Cawabup PDI P) Jumat (6/9/2019).

Widarto mengatakan, bahwa untuk pengambilan formulir, Bacabup diperbolehkan diambilkan oleh orang lain, namun untuk pengembalian formulir, yang bersangkutan sendiri yang mengembalikan.

“Memang untuk mengambil formulir, bacabup boleh diwakilkan asal ada surat kuasa, tapi untuk pengembalian formulir, harus yang bersangkutan sendiri, karena nanti akan kita minta komitmen dan beberapa persyaratan lainya,” ujar Widarto.

Sementara pendaftar ke empat, H. Abdus Salam ketika ditanya mengenai pengambilan formulir Bacabup di kantor DPC PDI Perjuangan Jember, pengusaha properti muda ini mengatakan, bahwa dirinya ikut mendaftar dan berkompetisi dalam Pilkada 2020, karena dirinya merasa terpanggil untuk memajukan Jember.

“Saya ikut bursa Pilkada 2020, karena saya merasa terpanggil untuk memajukan tanah kelahiran saya, saya melihat potensi Jember baik SDA maupun SDM nya sangat mumpuni untuk bisa maju, saya yakin, dengan modal seperti itu, saya bisa membawa perubahan kabupaten Jember lebih maju dari saat ini,” ujar Cak Salam panggilan akrabnya.

Ketika ditanya soal dirinya mendaftar sebagai Bacabup lewat PDI Perjuangan, Cak Salam yang diantar lengkap oleh tim suksesnya ini mengatakan, visi dan misi PDI Perjuangan menurutnya seperti visi misi yang sejalan dengan dirinya, yang menurutnya sama-sama peduli wong cilik.

“Saya mendaftar lewat PDI P, karena satu visi dan misi dengan saya, sama-sama peduli dengan wong cilik, karena saya dulu juga orang yang tidak mampu, makanya saya tertarik untuk daftar lewat PDI P, sedangkan dengan partai lain, saya juga sudah menjalin komunikasi, yang jelas semua pihak sudah kami ajak untuk komunikasi,” pungkas Cak Salam.

Cak Salam Daftar Bacabup Jember Lewat Penjaringan PDI Perjuangan

ZONA JATIM, JEMBER – Dua hari berjalan pasca dibukanya pendaftaran dalam penjaringan Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Jember (Bacabup-Bacawabup) yang dilakukan oleh DPC PDI Perjuangan Jember, kandidat – kandidat sudah mulai bermunculan. Salah satunya ialah pengusaha muda property, H. Abdussalam, SE.

Ketua Tim 7 Pelaksana Teknis Penjaringangan Cabup Cawabup PDI P, Widarto mengatakan, sebelum H. Abdussalam, sudah ada 3 orang atau kandidat lainnya yang telah mendaftar sebagai Bacabup – Bacawabup Jember. Yakni Rasyid Zakaria (Kepala BPBD Jember), Muhammad Anis (mantan Ketua KPUD Jember), dan utusan dari Ir. Eko Heru Sunarso (Kepala Dinas Perpustakaan Jember).

“Jadi sampai hari ini sudah ada 4 orang yang mendaftar, kemarin 1 orang dan hari ini 3 orang. Salah satu pendaftar ada yang mengambil formulir dengan menggunakan surat kuasa atas utusan nama Ir. Eko Heru Sunarso, sedangkan yang lainnya diambil sendiri – sendiri,” kata Widarto pada sejumlah awak media, Jumat (6/9/2019) siang.

Widarto menjelaskan bahwa, untuk pengambilan formulir Bacabup diperbolehkan diambilkan oleh orang lain, namun untuk pengembalian formulirnya tidak bisa dikuasakan ke orang lain dang harus yang bersangkutan sendiri.

“Memang untuk mengambil formulir, bacabup boleh diwakilkan asal ada surat kuasa, tapi untuk pengembalian formulir, harus yang bersangkutan sendiri. Karena nanti akan kita minta komitmen dan beberapa persyaratan lainnya,” jelas Widarto.

Sementara pendaftar ke empat, H. Abdus Salam ketika ditanya mengenai pengambilan formulir Bacabup di kantor DPC PDI Perjuangan Jember, pengusaha muda ini mengatakan, bahwa dirinya ikut mendaftar dan berkompetisi dalam Pilkada 2020, karena dirinya merasa terpanggil untuk memajukan Jember.

“Kami ikut bursa Pilkada 2020 ini karena merasa terpanggil untuk lebih memajukan tanah kelahirannya. Melihat potensi Jember, baik SDA maupun SDM nya sangat mumpuni untuk bisa maju, saya yakin dengan modal seperti itu bisa membawa perubahan di kabupaten jember lebih maju dari yang saat ini,” terangnya.

Ketika ditanya soal dirinya mendaftar sebagai Bacabup lewat PDI Perjuangan, Cak Salam sapaan akrabnya ini mengatakan, bahwa visi dan misi PDI Perjuangan menurutnya seperti visi misi yang sejalan dengan dirinya, yang menurutnya sama-sama peduli wong cilik.

“Saya mendaftar lewat PDI P, karena satu visi dan misi dengan saya, sama-sama peduli dengan wong cilik, karena saya dulu juga orang yang tidak mampu, makanya saya tertarik untuk daftar lewat PDI P, sedangkan dengan partai lain, saya juga sudah menjalin komunikasi, yang jelas semua pihak sudah kami ajak untuk komunikasi,” pungkasnya.

Kontes Ternak Bondowoso 2019. Potensial Jadi Kabupaten Lumbung Ternak

Bondowoso – Upaya Pemkab bondowoso, Jawa Timur rupanya tak main-main dalam menggalakkan program inseminasi buatan ternak. Ini di buktikan oleh diadakannya pagelaran kontes Ternak hasil inseminasi buatan oleh Pemkab Bondowoso dalam hal ini Dinas Pertanian dan Peternakan yang dilaksanakan di Alun Alun kecamatan Tamanan pada tanggal 4-5 September 2019.

Kontes ternak tersebut di ikuti oleh 113 kontestan dari 23 kecamatan Bondowoso yang telah tercatat di pihak panitia penyelenggara dan telah lolos seleksi panitia. Hal ini membuktikan animo peternak sapi hasil inseminasi buatan di Pemkab Bondowoso sangat tinggi.

Panitia penyelenggara dalam hal ini Dinas Pertanian Bondowoso membagi beberapa kelas kontes ternak sapi hasil inseminasi buatan . Antara lain, Kelas pedet jantan, Kelas pedet betina, Kelas calon induk, Kelas induk, Kelas calon kereman
Kelas kereman.

Nantinya ada setiap kelas akan dipilih 3 sapi sebagai sapi juara. panitia juga menyediakan hadiah berupa uang pembinaan kepada para peternak.

Acara ini di buka langsung oleh Bupati Bondowoso K.H. SALWA ARIFIN yang mana beliau juga sangat mendorong program IB yang di lakukan oleh Dinas Pertanian sebagai harapan mewujudkan Bondowoso sebagai lumbung ternak di Jawa Timur.

Kontes ternak Bondowoso 2019 juga di sambut hangat oleh masyarakat Kecamatan Tamanan . Bahkan tidak sedikit pula masyarakat yang berasal dari berbagai daerah kabupaten di seluruh indonesia yang hadir pada acara Kontes Ternak Bondowoso 2019.

Bupati Bondowoso KH Salwa Arifin menjelaskan, kontes ternak kali ini bertujuan untuk mengembangkan subsektor peternakan. “Walaupun Peternakan tidak masuk dinas. Tapi hanya bagian dari Dinas Pertanian, saya berharap peternakan dapat ditingkatkan,” kata Bupati Salwa.

Ada pun tujuan berikutnya kata dia, untuk menggugah minat masyarakat, dan memotivasi peternak dalam memproduksi ternak berkualitas. Juga untuk meningkatkan ekonomi dan sumber daya manusia.

Animo acara ini cukup besar, terbukti berbagai anggota komunitas ternak seperti KPSPI (Komunitas Peternak Sapi pemula Indonesia), Komunitas peternak sapi Jawa Timur, komunitas peternak plat P, komunitas pecinta sapi situbondo (Koppes) dan lainnya turut hadir.

Seperti yang disampaikan oleh perwakilan KPSPI Handy Tegar Prabowo yang kebetulan mengikuti acara tersebut. “Kami KPSPI sangat senang dengan acara ini , tetapi besar harapan kami agar acara kontes berikutnya juga menampilkan sisi edukatif. Dengan peningkatan kualitas acara seperti penyelenggaraan short class untuk pembiaran pakan fermentasi dan lainnya,” kata Tegar. Sehingga harapannya bahwa kontes Ternak di Bondowoso juga menjadi barometer bagi daerah lainnya bahkan level regional dan nasional.

Handy Firman Prabowo yang juga jebolan Fakultas Hukum Universitas Jember ini juga menambahkan, bahwa kedepan soal anggaran untuk peternakan bisa ditingkatkan agar bisa mewujudkan impian agar Indonesia bisa Swasembada daging dalam kurun waktu yang tidak terlalu lama.

Hal ini juga menunjukan antusiasme mansyarakat terhadap dunia peternakan khususnya Peternakan Sapi sangat tingggi dan sangat diminati oleh masyakat di era generasi milenila ini.

Acara kontes tersebut juga di meriahkan pagelelaran hiburan untuk masyarakat yang hadir pada kontes ternak sapi Bondowoso 2019 dengan musik tradisional diantaranya musik patrol dan musik glundengan yang asli tamanan. Ini juga merupakan upaya Pemkab bBndowoso untuk mengangkat dan melestarikan kesenian yang ada dengan cara mempopulerkan dan menampilkan kesenian tradisional yang ada di setiap event termasuk kontes sapi ini. (Pjm)

PDIP Jember Rekrutmen Bacabup – Bacawabup Tanpa Mahar

ZONA JATIM, JEMBER – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Jember, melakukan penjaringan Bakal Calon Bupati (Bacabup) dan Wakil Bupati (Wabup) Jember dalam Pilkada tahun 2020.

“Menindaklanjuti instruksi DPP PDI Perjuangan nomor 356/IN/DPP/VII/2019 tentang pemetaan daerah dan penjaringan Bacalon kepala daerah pilkada serentak 2020, serta berpedoman pada peraturan partai nomor 24 tahun 2017 tentang rekrutmen dan seleksi calon kepala daerah dan wakil kepala daerah PDI Perjuangan,”kata Juru Bicara Tim 7 Pelaksana Teknis Rekrutmen Pilkada 2020, Lukman Winarno saat dikonfirmasi sejumlah wartawan di kantor DPC setempat, Jalan Supriyadi, Patrang Jember, hari Kamis (5/9/2019) siang.

Lukman menjelaskan, di Jawa Timur ada 19 kabupaten/ kota yang akan melaksanakan Pilkada Tahun 2020, dan ini dilakukan serentak pembukaannya yang dimulai 5 – 14 September 2019. Telah disepakati, karena DPC PDI Perjuangan Kabupaten Jember mebentuk tim 7 pelaksana teknis untuk melakukan penjaringan putra – putri terbaik bangsa untuk menjadi Bacabup dan Bacawabup yang diusung PDI Perjuangan.

Hal yang perlu ditegaskan, ada beberapa arahan partai yang memang harus kita jalankan secara konsisten. Ketika tidak konsisten itu bagian dari indisipliner partai dan itu sanksi yang akan datang dari partai. Salah satunya adalah dalam proses penjaringan ini memang tidak diperbolehkan dengan alasan apapun menerima uang ataupun bentuk barang dalam proses penjaringan ini.

“Itu tegas dalam peraturan partai nomor 24 tahun 2017 bahwa, no mahar ini yang harus menjadi komitmen kita bersama. Terutama tim 7. Termasuk bakal calon yang mau mendaftar jangan coba coba untuk melakukan hal hal diluar ketentuan partai yang sudah kita tetapkan,”tegas Lukman.

Adapun untuk pendaftaran dalam penjaringan ini, masih kata Lukman, Bacabup dan Bacawabup bisa melakukan pendaftaran lewat semua tingkat. Yaitu di DPC, DPD atau DPP PDIP. Silahkan memilih, bisa daftar ke kita (DPC Jember), DPD maupun DPP. Karena rekrutmen ini terbuka,”pungkasnya.

Pilrek Unej. Ini Nomor Urut Para Calon Rektor

Penjaringan Bakal Calon Rektor (Bacarek) Universitas Jember periode 2020-2024, memasuki tahap selanjutnya, yakni pengundian nomor urut Bacarek. Kegiatan yang digelar di aula lantai 3 Gedung Rektorat dr. R. Achmad (5/8) diikuti delapan orang dosen yang sudah mendaftarkan diri ke Panitia Penjaringan dan Penyaringan Bakal Calon Rektor Universitas Jember Periode 2020-2024.

Dua Bacarek, yakni Nurul Ghufron dan Kahar Muzakhar ijin tidak hadir dikarenakan ada tugas lain yang tidak dapat ditinggalkan, dan mengutus perwakilannya untuk mengambil undian penetapan nomor urut Bacarek.

Menurut Moh. Ali, Ketua Panitia Penjaringan dan Penyaringan Bakal Calon Rektor Universitas Jember Periode 2020-2024, agenda pengundian nomor urut Bacarek dimaksudkan untuk memudahkan sosialisasi sekaligus menetapkan urutan penyampaian visi, misi dan program kerja para Bacarek pada saat tahapan pemaparan visi dan misi. Pengundian nomor urut dilakukan dengan cara para Bacarek mengambil bola dalam aquarium yang di dalamnya ada nomor tertentu. Nomor tersebut sekaligus sebagai urutan pada saat pemaparan visi dan misi nanti, yang kami rencanakan diadakan pada awal Oktober 2019 nanti, tutur Moh. Ali.

Dari hasil pengundian, maka Prof. Bambang Kuswandi, PhD dari Fakultas Farmasi mendapatkan nomor urut Bacarek kesatu. Diikuti oleh Prof. Dafik, PhD (FKIP), Dr. Djoko Poernomo (FISIP), Dr. Nurul Ghufron, Dr. Agus Luthfi (FEB), Dr. Kahar Muzakhar (FMIPA), Zulfikar, PhD (FMIPA), Dr. Iwan Taruna (FTP), Prof. Dr. Bambang Sujanarko (FT) dan Dr. I Dewa Ayu Susilowati (FKG). Absennya Bacarek Nurul Ghufron dan Kahar Muzakhar dalam pengundian kali ini tidak membawa konsekuensi apapun, mengingat tahapan ini hanya untuk menetapkan nomor urut Bacarek saja, tegas Moh. Ali kepada jurnalis yang bertanya kepadanya seusai acara.

Dalam kesempatan ini Moh. Ali juga menyampaikan harapan agar semua Bacarek menjaga kondusivitas Kampus Tegalboto sebab dirinya meyakini semua Bacarek berkompetisi untuk membangun dan memajukan Universitas Jember tercinta. Sebelumnya dalam sambutannya, pria yang sehari-harinya mengajar di Fakultas Hukum ini mengusulkan agar semua Bacarek menggelar deklarasi Pilrek damai dan Pilrek tanpa pelanggaran yang disambut hangat semua Bacarek. Seperti yang sudah diketahui, Universitas Jember sudah mendeklarasikan diri sebagai Wilayah Bebas Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani, bahkan dalam kunjungannya ke Kampus Tegalboto akhir bulan Agustus lalu, Wakil Ketua KPK sudah menyampaikan akan mengawasi proses Pilrek di perguruan tinggi negeri, imbuh Moh. Ali.

Berikut nomor urut Bacarek Universitas Jember perioode 2020-2024 ;
  1. . DProfrs. Bambang Kuswandi, MSc., PhD. (Fakultas Farmasi)
  2. Prof. Drs. Dafik, MSc., PhD. (FKIP)
  3. Dr. Drs. Djoko Poernomo, MSi. (FISIP)
  4. Dr. Nurul Ghufron, SH., MH (Fakultas Hukum)
  5. Dr. Drs. Agus Luthfi, MSi (FEB)
  6. Dr. Kahar Muzakhar, SSi. (FMIPA)
  7. Drs. Zulfikar, PhD (FMIPA)
  8. Dr. Ir. Iwan Taruna, M.Eng. (FTP)
  9. Prof. Dr. Ir. Bambang Sujanarko, M.M. (Fakultas Teknik)
  10. Dr. drg. I Dewa Ayu Susilowati, M.Kes (FKG)
0FansSuka
388PengikutMengikuti
13,720PelangganBerlangganan

Recent Posts

Block title