Beranda blog

Pemkab Usulkan 5 Raperda ke DPRD Jember

Rapat Paripurna antara Ekskutif dan Legislatif di DPRD Jember berupa penyampaian nota pengantar 5 Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) yang digelar pada Selasa (12/11/2019) sempat diskors selama 1 jam, skors dilakukan karena pihak DPRD Jember belum menerima salinan pengantar dari 5 Raperda yang dibahas.

“Interupsi, kami tidak menerima nota pengantar lima raperda ini, terus apa yang akan kami bahas, tolong sebelum rapat paripurna selesai, pihak ekskutif harus bisa menyediakan nota pengantar, saya usul rapat ini di skors dulu sampai selesai penggandaan nota pengantar,” ujar beberapa anggota dewan usai mendengar pidato pengantar yang dibacakan Wakil Bupati Jember Drs. KH. Abdul Muqit Arief.

Usai mendapat interupsi dari beberapa anggota dewan, Wakil Bupati Jember meminta maaf atas tidak adanya nota pengantar, dan akan segera disiapkan.

“Hari ini kita mewakili bupati untuk menyampaikan nota pengantar 5 Raperda Kabupaten Jember. Salah satu Raperda yang kita sampaikan terkait penyertaan modal pada Perusahaan Daerah Perkebunan (PDP) Khayangan Jember,” ungkap Wabup kepada awak media seusai rapat paripurna.

Wabup juga mengatakan, dalam 5 Raperda tersebut juga ada pembahasan terkait pendirian Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PERUMDAM) Tirta Pandalungan Jember, Raperda perubahan Peraturan daerah (Perda) retribusi jasa umum, jasa usaha dan Raperda perubahan Perda retribusi perijinan tertentu. “Saya harap Raperda penyertaan modal PDP segera rampung, sebab ini menyangkut nasib banyak orang,” terangnya.

“Ribuan saudara kita menjadi buruh di PDP Khayangan Jember, itu perlu kita pikirkan. Saya yakin anggota dewan segera menyikapi Raperda penyertaan modal PDP Khayangan Jember,” jelasnya.

Berdasar data terhimpun, PDP Khayangan Jember sudah beroperasi sejak tahun 1969. Pemkab Jember memiliki kewenangan menyertakan modal ke PDP Khayangan berdasarkan UU 23 tahun 2014 Pasal 333 ayat 2, Pasal 298 ayat 4 dan 5 serta Pasal 332 ayat 1. (Min)

Rofidatul Akhirnya Bisa Ikut Ujian Semester Karena Beasiawa

JEMBER- Kisah menyedihkan dialami oleh seorang mahasiswi tidak mampu asal Desa Baletbaru Kecamatan Sukowono bernama Rofidtul Ummah.
Rofidatul Ummah memiliki keinginan dan tekad yang kuat untuk bisa menempuh kuliah di Diploma III Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Jember. Bahkan Rofidatul yang berasal dari kalanagan kelurga tidak mampu ini masih memiliki tanggungan angsuran biaya pendidikan sekitr 10 juta lebih. Jika tidak dibayar maka dia tidak boleh ikut ujian yang digelar besok hari. Jika tidak boleh ikut ujian, maka Rofi juga terancam bisa berpotensi putus kuliah ditengah jalan. Orang tua Rofidtul memang sempat berusaha mencari uang sampai simpan pinjam sertifikat tanah milik saudaranya untuk digadaikan, namun sampai saat ini masih belum juga mendapatkan uang untuk angsuran tersebut.

Keluhan Rofidtul akhirnya sampai ke telinga Bupati Jember Faida. Dia memastikan agar Rofidatul mendapatkan besiswa mahasisw dari kategori kelurga tidak mampu dari Pemkab Jember. Berbagai langkah dilakukan oleh Bupati Faida, termasuk Rofidatul harus mendapatkan besiswa. “Kita berusaha agar Rofi bisa ikut ujian tengah semester di Unmuh, alhmdulillah akhirnya bisa ikut dan dia harus dapat besiswa dari Pemkab Jember,” kata Bupti Faida.

Rofidtul akhirya bisa ikut ujian tengah semester dan mendapat jaminan beasiswa dari Bupati Jember. Melalui surat yg ditujukn oleh Dekan Fakulats Ilmu Kesehatan Ns Awatiful, akhirnya Rofi bis tersenyum lega untuk meneruskan bangku kuliah. Kebijakan Bupati Faida tersebut diapresiasi oleh Rektor Unmuh Jember yang tengah berada di negara Jepang. Rofi adalah salah satu dari ribuan mahasiswa tidak mampu yang harus mendapatkan pertolongan kebijakan negara untuk menempuh bangku pendidikan. Seperti diketahui Bupati Jember Faida melalui kebijakan pemberian beasiswa bagi mahsiswa untuk kalangan kelurga tidak mampu sudah ada sekitar 5 ribu mahasiswa lebih yang tertangani diberbagi perguruan tinggi. Itu berarti juga meyelamatkan generasi bangsa dari keterpurukan pendidikan dan menekan kemiskinan untuk melahirkan generasi yang memiliki masa depan terbaik. (pjm)

Wabup Resmi Tutup Acara Festival Hadrah Sejatim

Festival Seni Hadrah Kebangsan Se-Jawa Timur dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional V tahun 2019 resmi ditutup, Minggu, 10 November 2019.

Prosesi penutupan dilakukan oleh Wakil Bupati Jember, Drs. KH. Abdul Muqit Arief dipadati pengunjung dan peserta dari berbagai wilayah di Jawa Timur. Tampak pengunjung antusias mengikuti semarak kemeriahan penutupan festival yang berlangsung di Taman Pohon Kelapa di Alun-alun Jember.

Dalam pidato penutupannya, Wabup menyampaikan, dari sekian banyak jenis kesenian, seni hadrah adalah seni yang dekat dengan kehidupan santri dan pesantren. “Bahkan bisa dikatakan seni hadrah adalah seni yang sangat akrab dengan kehidupan sebagai seorang muslim,” ujarnya. Kesenian ini pun akrab di dunia santri yang berada di Provinsi Jawa Timur.

Wabup berharap seni yang kental dengan syiar keagamaan ini dapat bertahan dan terus berkembang seiring berkembangnya kesenian yang ada di Indonesia. Festival hadrah kebangsaan ini merupakan keinginan Pemerintah Kabupaten Jember untuk melestarikan seni budaya yang sangat kental dengan kehidupan keagamaan ini. “Banyak kreasi para peserta dalam perlombaan yang dapat bermanfaat bagi para pelaku seni hadrah yang ada di Kabupaten Jember,”

Bagi pemenang maupun yang belum beruntung dalam lomba ini, Wabup berpesan agar menjadikan festival ini bagian dari bermunajat kepada Rasulullah. “Penampilan-penampilan ini tidak hanya untuk prestasi, tetapi juga bersenandung memuji Rasulullah yang kita yakini membawa keberkahan,” jelasnya. Peserta lomba hadrah kebangsaan ini berasal dari Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso, Lamongan, Malang, Gresik, Probolinggo, Lumajang, serta Jember sendiri. Untuk lomba ini, panitia mengundang juri yang berasal dari luar Jember. Hal ini untuk mendapatkan penilaian yang objektif.

Hari Pahlawan. Para Veteran Jadi Teladan Bangsa

Komandan Kodim 0824 Jember Letkol. Inf. Laode M. Nurdin menyebut para veteran yang masih ada sebagai teladan bangsa untuk mengisi kemerdekaan Indonesia.
“Harus mengisi dengan memberikan prestasi untuk bangsa ini,” katanya usai upacara peringatan Hari Pahlawan di Alun-alun Jember, yang mengangkat tema Aku Pahlawan Masa Kini.
“Karena dengan prestasi yang membanggakan kita bisa memberikan warna bagi bangsa kita,” katanya kepada wartawan, Minggu, 10 November 2019.
Dandim menyatakan, rangkaian peringatan Hari Pahlawan dimulai dengan melakukan ziarah di TMP Patrang, anjangsana di perwakilan veteran yang ada di Kecamatan Patrang, dan silaturahmi ke panti asuhan di Patrang.
Kegiatan berkunjung ke veteran, terangnya, bertujuan menghormati sesepuh yang masih ada. “Kami sebagai generasi penerusnya mencoba memberikan warna sebagai pahlawan masa kini, dengan meningkatkan kepedulian kepada veteran dan warakawuri yang ada,” ungkapnya.
Kepedulian itu telah ditunjukkan oleh Pemerintah Kabupaten Jember, dengan memberikan tali asih kepada para veteran dan warakawuri yang ada di Kabupaten Jember.
“Bagaimana kita bisa memiliki rasa peduli kepada para veteran yang ada, karena merekalah yang memberikan bukti nyata kepada bangsa,” lanjutnya.
Sebagai generasi muda, tegas Dandim, harus bisa melanjutkan cita-cita mereka yaitu menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Dandim menjelaskan, untuk menjaga keutuhan negara itu, khususnya Kabupaten Jember, dengan cara bersinergi.
“Artinya, kita jangan mudah terpecah belah dan terprovokasi. Kita adalah bangsa yang besar, cinta damai. Dengan kebersamaan, kita bisa menyelesaikan permasalahan yang ada untuk kemajuan bangsa dan Kabupaten Jember sendiri,” tandasnya.
Sementara itu, Prayitno yang merupakan salah satu veteran tahun 1975, berharap kepada generasi muda untuk melanjutkan perjuangan. “Untuk kelanjutannya, pancasila itu harus dijalankan dan diamalkan,” tegasnya.
Sedangkan Ketua Veteran Cabang Jember, Sunyato, berpesan agar generasi muda meneladani para pahlawan dan tidak melupakan sejarah.
Tentang tali asih dari Pemerintah Kabupaten Jember, Sunyato menyampaikan bahwa ini sebagai penghargaan “Dukungan semangat dari bupati dan ini bentuk perhatian pemerintah,” jelasnya.

Pemkab Gelar Khitan Massal

Sebanyak 192 anak dari seluruh pelosok Kabupaten Jember ikut dalam khitanan massal yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Jember, Sabtu, 09 November 2019.
Khitanan ini digelar untuk memperingati Hari Santri Nasional dan Maulid Nabi Muhammad SAW 2019. Pelaksanaanya berlangsung di Aula PB Soedirman Pemkab Jember.
Bupati Jember dr. Faida, MMR dalam kesempatan itu menjelaskan, khitanan massa ini melibatkan 40 tenaga medis yang berasal dari berbagai Puskesmas di Jember.
Pada kegiatan khitanan massal ini, semua elemen masyarakat mulai dari camat hingga mahasiswa juga berperan. Mereka ikut mengawal pelaksanaan khitanan massal ini.
“Ini artinya pemerintah juga hadir di tengah-tengah masyarakat, dan ikut langsung melayani masyarakat,” kata bupati.
Diantara ratusan peserta khitan, ada satu peserta seorang difabel. Anak ini pun dikhitan di rumahnya, di Kecamatan Jenggawah.
“Ini sebagai suatu perhatian dan kasih sayang dari Pemerintah Kabupaten Jember,” kata bupati.
“Karena kebutuhan masyarakat yang berbeda-beda, jadi pemerintah harus membuat kebijakan yang detail dan menyeluruh,” imbuhnya.
Ada pula anak yang berusia satu tahun yang berani ikut khitan. “Khitan sekarang sudah tidak sakit dan sembuhnya cepat,” ujar bupati.
Bupati juga mengungkapkan adanya keterlibtan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Jember.
Dinas ini muncul melayani anak-anak yang ikut khitanan massal dengan memberikan permainan.
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil juga aktif dengan layanan pembuatan akte kelahiran sekaligus Kartu Identitas Anak (KIA).
Juga ada mahasiswa kedokteran gigi, dengan hiburan Panggung Boneka yang memberikan edukasi untuk anak. Sajian ini dapat sambutan antusias dari anak-anak hingga menghilangkan rasa takut akan khitan.
Kepada semua elemen masyarakat, bupati mengungkapkan masih ada kuota bagi sekitar 200 anak untuk ikut khitanan massal.
“Akan ada pengumuman dan pendataan kembali untuk anak yang mau dikhitan gratis. Masih ada kesempatan sampai akhir Desember,” pungkas bupati.

Jelang Akhir Tahun, Tim Pengaspalan Jalan dan Tutup Jalan Berlubang Tugas Tiap Hari

JEMBER- Menjelang akhir tahun ini, Pemkb Jember melalui Dinas Pekerjaaan Umum dan Bina Marga melakukan perbaikan pada jalan-jalan yang rusak mupun jalan berlubang. Seperti disampaikan Bupati Jember Faida, pengaspalan jalan dan penutupan jalan berlubang sejak Tim Jalan Berlubang digerakkan hingga kini terus menjalankan tugas tiap hari. “Berbagai keluhan masyarakat akan ditindaklanjuti. Karena keterbatasan personil, perbaikan jalan dilakukan secara bertahap. Terkait keluhan layanan,masyarakat Jember bisa menyampikan di E- Lapor Pemkab Jember,” ujar Bupati Faida.

Dia menambahkan, pengaspalan jalan dan penutupan jalan berlubang dibentuk 4 tim. Sejak tim Jalan Berlubang dibentuk hingga kini terus menjalankan tugas tiap hari. Berbagai keluhan masyarakat akan ditindaklanjuti secara bertahap. Tim 2 melakukan penambalan jalan berlubang dan pengaspalan di wilayah Desa Jatian Kecamatan Pakusari. Tim 3 melakukan penambalan jalan berlubang dan pengaspalan di wilayah Mumbulsari – Karang Anyar, Kecamatan Mumbulsari. Tim 4 melakukan penambalan jalan berlubang dan pengaspalan di wilayah Tim 4 di jaln Desa Karangsemanding – Balung Kulon Kecamatan Balung.

Jalan Rusak, Lapor Kesini !

Terkait keluhan layanan masyarakat Jember bisa menyampaikan di E- Lapor Pemkab Jember melalui website https://www.lapor.go.id/instansi/pemerintah-kabupaten-jember.

Seperti diketahui, perbaikan jalan, sarana lingkungan, dan sarana kesehatan menjadi titik tekan dalam Nota Pengantar Raperda Perubahan APBD Kabupaten Jember tahun anggaran 2019. “Jadi dianggarkan jumlah yang signifikan untuk jalan raya, jalan lingkungan, jalan kabupaten, jalan kecamatan, dan sebagian jalan penghubung antar-desa. Sisa lebih penggunaan anggaran atau Silpa pada anggaran sebelumnya mayoritas sudah ada plot anggaran untuk dieksekusi, sementara sisanya masih cukup untuk mengakomodir hal yang paling diinginkan masyarakat diantaranya, untuk jalan yang disiapkan 100 km, untuk perbaikan sarana lingkungan, dan sarana kesehatan,” terangnya.

Kades Baru Dibekali Ilmu HAM Dalam Kelola Pemerintahan Desa

Pendidikan dan pelatihan (Diklat) tentang hak asasi manusia bagi kepala desa untuk pertama kalinya di Indonesia digelar di Kabupaten Jember.

Ini diungkapkan Bupati Jember dr. Faida, MMR kepada wartawan usai pembukaan diklat yang digelar di Balai Diklat BKPSDM Kabupaten Jember, Selasa, 05 November 2019.

Diklat hak azasi manusia ini dalam kerangka tata kelola penyelenggaraan pemerintahan desa di Kabupaten Jember.

Peserta diklat ini adalah 161 kepala desa yang baru saja dilantik dan terpilih pada Pilkades serentak pada September lalu.

“Ini pertama kali diselenggarakan bersama Komnas HAM. Menurut Komnas HAM, ini juga pertama kali diselenggarakan di Indonesia,” terang bupati.

Bupati menyatakan, diklat bersama Komnas HAM ini didasari oleh kesadaran bahwa pemimpin yang memahami bahwa pembangunan sejatinya adalah bagian dari pemenuhan hak manusia akan melahirkan keputusan yang lebih baik.

Untuk pembangunan di desa, pemahaman tentang HAM, sustainable development goals(SDG’s), dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJM Des) sangat perlu dikuatkan.

Penguatan ini untuk mengejar kesempatan yang dimiliki kepala desa baru dalam menggapai kualitas pembangunan lebih baik dan lebih sesuai dengan kebutuhan dan sesuai hak asasi manusia.

Bupati pun menyampaikan ucapan terima kasih kepada Komnas HAM karena telah bersedia bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Jember dalam membangun pemahaman tentang hak asasi manusia.

Lebih jauh bupati menjelaskan, 161 kepala desa orang yang telah selesai ikut diklat ini akan diwisuda saat festival HAM pada tanggal 19 November.

Menjawab pertanyaan wartawan, bupati menyebut banyak orang tidak tahu telah melakukan tindakan pemenuhan terhadap hak asasi manusia.

“Dan, banyak orang tidak melakukannya karena tidak tahu itu bagian dari hak asasi manusia,” ungkap perempuan pertama Bupati Jember ini.

Kondisi itu, lanjutnya, menjadi pendorong pemerintah Kabupaten Jember untuk membuat lebih banyak lagi orang berlatih pemahaman hak asasi tersebut.

Dengan diklat ini bupati berharap para kepala desa bisa lebih membantu pemerintah daerah menjadikan Jember sebagai kota yang layak HAM dan menjadikan masyarakat yang sadar tentang HAM.

Angkutan Gratis Bagi Pelajar Selama 39 hari di Jember

Penyediaan angkutan pelajar gratis ini dilaksanakan mulai tanggal 5 November hingga 21 Desember 2019 atau selama 39 hari di seluruh wilayah Kabupaten Jember. Merujuk pada Peraturan Bupati Jember no 43 th 2019 tanggal 4 Maret tentang penyediaan angkutan kota, angkutan desa dan ojek pangkalan gratis bagi pelajar tertentu di Kabupaten Jember, Peraturan Bupati No 44 th 2019 tentang tarif angkutan kota, angkutan desa dan ojek pangkalan bagi sasaran kelompok pelajar tertentu, dan Keputusan Bupati no 188.45/160/1.12/2019 tentang penetapan kelompok sasaran penerima program penyediaan angkutan kota, angkutan desa dan ojek pangkalan gratis bagi pelajar tertentu.

Program ini dilaunching pada 5 November 2019 di Aula PB Sudirman Pemkab Jember pukul 09.30 WIB oleh Bupati Jember, dr. Hj. Faida, MMR yang melibatkan 1.085 pelajar yang terdiri dari pelajar yatim 820 orang, pelajar piatu 190 orang, pelajar yatim piatu 68 orang pelajar hafidz 7 orang, dari kalangan pengemudi ojek pangkalan 567 orang, pengemudi angkot 229 orang, pengemudi angkudes 91 orang, pemilik angkot 145 orang dan pemilik angkudes 74 orang. Nantinya angkutan gratis bagi pelajar ini akan beroperasi mulai pukul 06.00 sd 08.00 WIB dan waktu pulang sekolah yakni 14.00 hingga 16.00 WIB. Pelajar akan diberikan karcis khusus agar mereka mendapat fasilitas angkutan gratis yang disediakan oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Jember. Sedangkan penukaran karcis bagi jasa angkutan akan dilayani hari kerja, yakni untuk angkot dan angkudes untuk shift 1 yakni pukul 09.00 sd 10.00 WIB dan shift 2 yakni pukul 12.00 sd 13.00 WIB. Untuk ojek pangkalan shift 1 pukul 08.00 sd 09.00 WIB dan shift 2 yakni pukul 11.00 sd 12.00 WIB. Dishub Jember akan menyediakan tempat penukaran karcis di Terminal Tawang Alun dan 8 sub terminal di Kabupaten Jember, yakni Pakusari, AJung, Balung, Puger, Tanggul, Kalisat, Sempolan dan Sukowono. Program ini akan melibatkan ojek pangkalan sebanyak 567 orang, angkutan desa 91 orang dan angkutan kotan sebanyak 229 orang.
Pemkab Jember bakal menyediakan karcis 400 lembar senilai Rp. 800 ribu.

Bupati Jember, dr. Hj. Faida, MMR berharap dengan dilaunchingnya kegiatan ini akan mengurangi beban orang tua pelajar dan memudahkan pelajar untuk bersekolah. Selain itu, program ini juga merupakan pemberdayaan ekonomi masyarakat, karena akan membantu pengemudi dan pemilik jasa angkutan umum di Kabupaten Jember. Bupati Faida berpesan, agar pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan ini dapat melaksanakannya dengan sebaik-baiknya.

Tahun 2019, Perbaikan Rumah Tak Layak Huni Jadi Rumah Sehat ada 4.426 Unit

Pemerintah Kabupaten Jember pada tahun 2019 menyelenggarakan perbaikan rumah tidak layak huni menjadi rumah sehat sebanyak 4.426 unit. Perbaikan ini disosialisasikan Bupati Jember dr. Faida, MMR pada Senin, 04 November 2019, di Pendapa Wahyawibawagraha kepada keluarga penerima manfaat. “Hal ini perlu disosialisasi supaya masyarakat yakin bahwa program ini memang untuk masyarakat,” terangnya.

Anggaran perbaikan berasal dari DAK, Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), dan APBD Pemerintah Kabupaten Jember. Rinciannya, rehabilitasi RTLH TMMD sebanyak 20 unit telah selesai. Rumah yang sedang dalam pembangunan yaitu BSPS strategis T-1 sebanyak 710 unit, BSPS strategis T-0 sebanyak 660 unit, BSPS NAHP sebanyak 500 unit, RLTH DAK sebanyak 170 unit, dan RLTH APBD Kabupaten Jember sebanyak 2.366 unit.

Menurut bupati, program ini adalah program stimulan agar memicu penerima manfaat memperbaiki rumahnya. Apabila ada pihak yang membantu menambah material supaya kualitasnya tambah baik, itu diperkenankan. Tenaga perbaikan RTLH ini dilakukan secara gotong royong. Sedangkan anggarannya, masing-masing rumah tangga mendapatkan Rp. 17,5 juta. Sosialisasi program ini juga untuk memastikan agar tidak sampai terjadi pungutan liar. “Saya berharap, untuk tahun ini benar-benar tidak ada pungli untuk rumah-rumah tidak layak huni,” katanya.

Bupati juga meminta pendampingan Forkopimda termasuk dari Kajari, Dandim, dan Kapolres untuk bersama-sama mengawal pelaksanaan program ini. “Ini dipersembahkan untuk masyarakat duafa yang perlu pendampingan lebih serius,” imbuhnya. Ada tiga hal yang perlu diperhatikan dalam pembangunan rumah tidak layak huni: aman, memenuhi syarat kesehatan, luas sesuai ketentuan yaitu sembilan meter persegi per penghuni.

Penerima bantuan ini berpenghasilan Rp. 600 ribu setiap bulan. Penerima juga memiliki tanah sendiri atau tanah keluarga yang diperbolehkan untuk dibangun dan ditinggali penerima. Sementara itu, Dandim 0824 Jember, Letkol Inf. Laode M. Nurdin, menyampaikan, program RTLH adalah bentuk perhatian nyata dari pemerintah untuk masyarakat Jember. “Kepedulian ini tidak tumbuh dengan sendirinya, pasti ada keikhlasan, karena dari rakyat untuk rakyat,” ujarnya. Dandim juga menyatakan siap membantu Bupati Jember dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Sinergitas peran kita dengan pemerintah selalu berjalan seirama, dengan tujuan untuk meningkatkan tempat huni yang layak untuk masyarakat,” ulasnya.

Kejurnas Paralayang. Perpaduan Olahraga Dirgantara dan Wisata Bukit Mandigu

Kejuaraan Paralayang se-Indonesia di Bukit Mandigu di Desa Suco, Kecamatan Mumbulsari, bukan sekedar olahraga dirgantara.

Olahraga ini terkait dengan pengembangan pariwisata, ekonomi, dan pendidikan. “Ini harus dijalankan bersama-sama,” kata Bupati Jember dr. Faida, MMR.

Bupati bersama unsur Forkopimda Kabupaten Jember membuka kejuaraan tersebut Sabtu, 02 November 2019.

“Ini bukan hanya untuk sekelompok orang, tetapi kepentingan kita bersama,” lanjut bupati.

Di arena kejuaraan tersebut juga dijual produk-produk UMKM Kecamatan Umbulsari sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi lokal.

Kegiatan ini bisa diselenggarakan karena ada tempat yang sangat bagus di Jember. ”Kita beruntung ada tempat bagus seperti ini,” ungkapnya.

Bukit Mandigu bukan hanya indah untuk pariwisata dan bermanfaat dari kehutanannya. Tempat ini juga bagus untuk olahraga kedirgantaraan.

Kejuaraan Paralayang pertama ini diselenggarakan atas kerja sama dengan Lanud Abdurrahman Saleh, yang telah dibicarakan sejak setahun lalu.

Sinergi ini diharapkan bisa berjalan dengan baik dari tahun ke tahun, sebagai upaya untuk mengungkit pariwisata dan prestasi olahraga di Jember. “Dari Jember untuk Indonesia. Selamat bertanding,” seru bupati.

Komandan Wing 2 Abdurrahman Saleh, Kolonel Pnb. Eko Sudjatmiko, menyampaikan, kejurnas ini bukan sekedar olahraga, tetapi juga bisa mengembangkan potensi wisata daerah.

“Kami sangat mengapresiasi Pemkab Jember, yang sudah berinovasi dan kreatif. Ini ide yang sangat cemerlang dari bupati,” katanya.

Ide kreatif itu untuk mencapai tiga aspek tujuan, yaitu untuk membina para atlit, mengedukasi masyarakat, dan mengembangkan pariwisata.

”Ini memang sangat berkesinambungan. Kalau ini maju, nanti venue-nya bagus, bisa dijadikan pariwisata, dengan safety harus dipegang teguh. Safety (keamanan, red) harus menjadi prioritas utama,” jelasnya.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Ni Ketut Ardani S. Psi M. Kes, menyampaikan, kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan dan memasarkan cabang olahraga tanah air.

Paralayang ini sebagai salah satu cabang olahraga resmi pekan olahraga nasional yang perlu dinekalkan kepada masyarakat. “Serta mengedukasi, utamanya pelajar dan mahasiswa tentang olahraga dirgantara,” terangnya.

Kegiatan ini juga untuk memperkenalkan potensi wisata olahraga dan budaya yang dimiliki Kabupaten Jember kepada masyarakat luas. Utamanya kepada peserta kejuaraan paralayang yang sebagian besar berasal dari luar Kabupaten Jember.

Kejurnas ini juga untuk memberikan hiburan kepada masyarakat secara gratis, sekaligus memberdayakan usaha kecil dan menengah di Kabupaten Jember.

Acara ini dilaksanakan dari tanggal 1-3 November 2019, dengan mempertandingkan ketepatan mendarat senior putra dan putri, ketepatan mendarat junior putra dan putri, ketepatan mendarat untuk siswa putra san putri, ketepatan mendarat untuk militer putra dan putrid.

“Kejuaraan Piala Bupati Jember ini diikuti oleh peserta dari Kabupaten Jember dan luar Kabupaten Jember, dengan jumlah 85 orang peserta. Para peserta mendapatkan asuransi gratis dari Pemerintah Kabupaten Jember,” pungkasnya.

0FansSuka
388PengikutMengikuti
14,000PelangganBerlangganan

Recent Posts

Block title