Ada 1.828 Guru Diniyah Dapat Bantuan dari Bupati Faida

Silaturrahim Bupati Jember dr Hj Faida MMR, digelar di aula PB Sudirman, Pemkab Jember, dengan penerima bantuan BPPDGS, Sabtu (30/12).  Program Bantuan Penyenggaraan Pendidikan Diniyah dan Guru Swasta (BPPDGS) berjumlah 1.828 orang yang diberikan langsung oleh Bupati. Selain itu juga diberikannya bantuan komputer jenjang SMP kepada 40 lembaga, Alat Peraga Edukasi (APE) kepada 75 lembaga, rehab gedung SD berjumlah 45 lembaga.

Faida menegaskan bahwa bantuan disebut jelas karena penerimanya jelas, lembaganya jelas serta tidak fiktif.
Bupati Faida menegaskan bahwa dirinya sedang berjuang melawan pungli, dan memerangi korupsi. Faida berharap semua pihak saling menjaga agar tidak ada pemotongan sepeserpun di bantuan ini.
“Jika ada yang minta dana administrasi laporkan dan tolak jika ada pungutan pungutan,” ujarnya.
Bupati Faida juga menjamin tidak ada biaya administrasi, dan tidak akan mengurangi hak – hak masyarakat dalam mendapat bantuan di tahun 2018 asalkan persyaratannya lengkap.
“Ini termasuk realisasi 22 janji kerja poin ketiga. Agar tidak ada pungli maka dana dikirim ke rekening penerima,” ujarnya.

Bupati Faida juga menyampaikan, pemberian bantuan tersebut tidak dipungut biaya. Tidak ada biaya administrasi atau biaya lainnya.

“Saya berharap semua pihak bisa memastikan dan menjaga tidak ada potongan serupiah pun untuk bantuan – bantuan yang diberikan hari ini,” ujarnya.

Apabila ada oknum yang mengatakan bahwa hak para guru akan hilang bila tidak membayar untuk bantuan itu, Bupati menegaskan jaminan terhadap pemenuhan hak tersebut.

“Sampeyan harus berani bilang tidak kepada semua urusan pungli – pungli, yang tidak ada dasar hukumnya,” tegas Bupati Faida. Dia juga menegaskan bahwa pemberian bantuan untuk guru diniyah diberikan melalui rekening. Ini untuk menghindari peluang terjadinya pungutan.

Terlebih bantuan untuk tahun ini paling lengkap 12 bulan. Sebelumnya, para guru hanya menerima enam bulan. Urunan Pakdhe Karwo urunan sama Bupati. “Separo dibayari Pakdhe Karwo, separo dibayari Bupati,” ujar Bupati Faida seraya tersenyum.

Terkait bantuan tersebut, Bupati berpesan agar pada tahun 2018, para guru sudah bisa melengkapi berkas persyaratan lebih awal. Januari atau Pebruari sudah tuntas. Melebihi jadwal ini, menurut Bupati, akan ditinggal. Tentang pertemuan di Aula PB Soedirman Pemkab Jember, bupati juya menyampaikan tujuan yang ingin dicapai.

“Mengapa perlu kita selenggarakan kegiatan (silaturahmi) ini ? Ini sebagai upaya layanan kepada bapak dan ibu semuanya, sebagai upaya transparansi laporan, supaya jelas siapa menerima apa,” ungkap perempuan pertama Bupati Jember ini.

“Jangan sampai di belakang ada laporan penerima fiktif, karena ini bukan bantuan fiktif. Ini bantuan yang jelas: penerimanya jelas, jumlahnya pun jelas,” kata Bupati yang disambut tepuk tangan para guru.

Silaturahmi juga sebagai upaya koordinasi dengan guru diniyah penerima bantuan. “Karena ini tahun pertama bantuan untuk diniyah di Jember yang lengkap bisa 12 bulan untuk tahun pertama ini,” terangnya.