Bea Cukai Tanjung Perak Gagalkan 12,8 Kg Penyelundupan Narkotika

ZONAJATIM.COM- SURABAYA – Bea Cukai Tanjung Perak, berhasil menggagalkan 4 kasus penyelundupan narkotika, psikotropika dan prekusor (NPP) melalui Pelabuhan Tanjung Perak.

Empat kasus itu diungkap Bea Cukai Tanjung Perak, dalam kurun waktu dua bulan terakhir, Juli dan Agustus 2020.

Dalam pengungkapan kasus penyelundupan itu, dari empat kasus penyelundupan narkotika jenis sabu (metamphetamine) berhasil disita dengan total barang mencapai 12,8 kilogram (Kg).

Kasus pertama, tanggal 20 Juli 2020. Bea Cukai Tanjung Perak berhasil mengungkap upaya penyelundupan narkotika jenis sabu (metamphetamine) dengan berat bruto 1,893 Kg.

Selanjutnya pada tanggal 14 Agustus 2020, kembali upaya penyelundupan narkotika jenis sabu (metamphetamine) digagalkan dengan berat bruto 1,562 Kg.

Berselang empat hari kemudian, pada tanggal 18 Agustus 2020, Bea Cukai Tanjung Perak kembali menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis sabu (metamphetamine) dengan berat bruto 6,874 Kg dan 2,545 Kg.

Dari empat kasus tersebut diamankan 5 tersangka penyelundupan narkotika.

Bea Cukai Tanjung Perak dalam penanganan kasus ini berkoordinasi dengan Polres Pelabuhan Tanjung Perak untuk penyerahan barang bukti dan tersangka.

Aris Sudarminto, kepada Zonajatim, mengatakan bahwa Bea Cukai Tanjung Perak sebagai salah satu instansi yang berwenang terkait lalu lintas barang yang keluar dan masuk Indonesia, senantiasa melakukan pengawasan.

“Bahkan penindakan terhadap barang berbahaya dan barang ilegal meskipun di masa pandemi COVID-19,” ujarnya, dalam rilisnya.

Kata dia atas tindakannya, tersangka yang diduga melanggar Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, ditangani secara hukum oleh Kepolisian.

Dalam kaitan ini, penindakan dan pengawasan secara kontinyu dan masif terus dilakukan oleh Bea Cukai Tanjung Perak.

“Ini merupakan bukti keseriusan dalam melindungi dan menjaga masyarakat Indonesia dari ancaman narkotika,” pungkasnya.(isa/min)