Bupati Faida Apresiasi Peran Aktif Relawan di Desa Randu Agung

2

ZONA JATIM, JEMBER – Bupati Jember, dr. Hj. Faida,MMR melakukan kunjungan ke rumah – rumah warga yang kurang mampu di Desa Randu Agung, Kecamatan Sumberjambe, Kabupaten Jember, Sabtu (13/7/2019) pagi.

Kunjungan itu dilakukan Bupati Faida untuk melihat secara langsung kondisi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik warga yang telah selesai di perbaiki oleh relawan setempat yang peduli pada kaum dhuafa.

“Memang di jember ini jumlah penduduknya besar, yaitu 2,6 juta jiwa. Dan kita punya data 95 ribu rumah tidak layak huni yang sudah dari dahulu,”kata Bupati Faida saat berada dilokasi kunjungan, Sabtu (13/7/2019) siang.

Kata Bupati Faida, secara bertahap tahun demi tahun untuk diperbaiki, baik dengan swadaya masyarakat, dari CSA maupun dari badan amil zakat serta program dari pusat. Kali ini APBD Kabupaten Jember juga menganggarkan dari setiap tahunnya, tahun ini menargetkan paling sedikit 2 ribu RTLH bisa di selesaikan. Dan ini salah satu desa yang sangat aktif melakukan kegiatan perbaikan program RTLH, tahun lalu (2018) sebanyak 91 RTLH di Desa Randu Agung ini sudah diperbaiki.

“Kenapa di desa ini bisa banyak rumah yang tidak layak huni diperbaiki? Karena disini banyak relawan yang membantu mendata dan survey sehingga data yang masuk di pemkab jember itu ketika di survey ke lapangan benar – benar mereka berhak mendapat bantuan perbaikan rumah tidak layak huni,” terang Bupati Faida.

Diantaranya sekaligus survey untuk menemukan masalah – masalah dan melihat kondisi langsung di lapangan. Dan disini, masih kata Bupati Faida, perlu untuk sanitasi lingkungan karena warga masih banyak yang mandi di sungai. Selain itu, di desa randu agung ini juga sebagian warga memerlukan listrik desa dan di temukan juga sejumlah janda serta lansia yang belum mendapatkan bantuan PKH.

“Sekaligus mendata kondisi mereka dilapangan. Beberapa lagi tadi juga ada anaknya warga yang kuliah sudah mendapatkan bantuan bea siswa dari Pemkab Jember,”tuturnya.

Adapun kreteria rumah yang berhak mendapatkan bantuan perbaikan ialah, benar – benar rumah yang tidak layak huni, lantainya masih tanah, dinding terbuat dari anyaman bambu dan penghasilan mereka tidak lebih dari Rp600 ribu per bulan. Yang penting, kata bupati, kondisinya sesuai, jika ada kekurangan – kekurangan administrasi lainnya seperti adminduk itu mudah karena relawan juga sudah siap membantu supaya mereka mendapatkan aksesnya.

“Sedangkan target perbaikan rumah di desa randu agung pada tahun 2019 ini sebanyak 150 titik RTLH. Hebat relawan disini, dengan anggaran Rp17.500 ribu masih bisa gotong royong melukis warna – warni RTLH yang sudah selesai diperbaiki sehingga terlihat indah,”pungkasnya.