Beranda Berita Bupati Faida Berikan Solusi Jenazah Amintyas Segera Dipulangkan ke Jember

Bupati Faida Berikan Solusi Jenazah Amintyas Segera Dipulangkan ke Jember

Bupati Jember, dr Faida MMR bertindak cepat memberikan solusi atas tragedi yang menimpa warganya yang merantau bekerja sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia.

Musibah menimpa Amintyas Wahyudi (30), warga Dusun Sumuran, Desa Klompangan, Kecamatan Ajung jenazahnya harus tertahan selama dua minggu setelah sebelumnya mendapat perawatan dan meninggal di salah satu rumah sakit di Kuala Lumpur, Malaysia.

“Sekarang ini kita sedang membahas mekanisme transfer uang pembiayaan pengobatan selama berada di rumah sakit Kuala Lumpur tempat pasien berobat hingga pemulangan jenazahnya,” kata Bupati Jember, dr Faida MMR, Minggu (10/6).

Bupati menjelaskan, biaya awal diketahui sebesar 15.000 Ringgit Malaysia (RMY) atau sekitar Rp 50 juta, lalu turun menjadi 7.000 RMY. Dari biaya 7.000 ada donatur dari Kementrian Tenaga Kerja membantu sebesar 1.500 RMY dan sisanya sebesar 5.500 RMY dicover oleh Pemkab Jember yang saat ini sedang diusahakan dan dibahas mekanisme transfer sisa keuangannya pada rumah sakit yang merawat sebelum Amintyas meninggal.

Kejadian terlantarnya jenazah Amintyas ramai menjadi perbincangan warganet beberapa hari ini, jenazah sempat terlantar di rumah sakit selama 14 hari. Bupati Faida mengaku, baru tiga hari yang lalu mendapatkan informasi terkait keluhan warga karena ketiadaan pembayaran biaya pengobatan dan pemulangan jenazahnya.

Belakangan diketahui, setelah dilakukan pengecekan oleh pihak terkait ternyata Amintyas merupakan TKI ilegal. Namun, Bupati Faida tetap membantu memberikan solusi terbaik pada warganya dengan memanfaatkan program warga miskin yang tidak tercover BPJS, PBID, dan KIS dengan menggunakan Surat Pernyataan Miskin (SPM) yang anggarannya dicover Pemkab Jember.

Bupati mengimbau kepada semua warga Jember yang akan atau yang sudah menjadi TKI untuk segera mendaftarkan diri ke Disnakertrans agar supaya bisa tercatat dan terurus segala kelengkapannya dan legal.

“Jika sewaktu-waktu terkena musibah yang tidak kita inginkan bersama maka dengan mudah segala kepengurusannya. Dan, saat ini ambulan Dinkes Pemkab Jember sudah siap menjemput jenazahnya di Bandara Juanda Surabaya untuk diantarkan ke rumah duka di Kecamatan Ajung Jember,” tuturnya.

Bukan hanya kali ini saja Bupati Faida turun tangan mengatasi masalah warganya yang tertimpa musibah di luar sana. Sebelumnya Bupati Faida telah memberikan solusi penyelesaian dengan cara memanfaatkan penggunaan program Surat Pernyataan Miskin (SPM) untuk membantu keluhan pasangan suami-istri M Ma’ruf dan Susilowati, warga Dusun Curah Kalong, Desa Curah Kalong, Kecamatan Bangsalsari yang merantau di Bali.

Pasutri ini ramai jadi perbincangan di media sosial facebook karena ketertiadaan biaya saat melahirkan bayi dalam kondisi prematur. Yang dimana bayi tersebut sempat tertahan di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah, Denpasar, Bali, karena ketertiadaan biaya pengobatan.