FPII Setwil Jatim, Kutuk Keras Pengusiran Insan Pers

ZONAJATIM.ID-SURABAYA – Insiden pengusiran oleh Polres Pelabuhan Tanjung Perak terhadap beberapa jurnalis saat meliput acara HUT Polwan ke 72, Selasa (1/9/2020) memicu Bayu Pangarso Ketua Setwil FPII Setwil Jatim teriak.

Kata Bayu tindakan itu sangat disayangkan mengingat hubungan baik selama ini dengan Polisi terjalin.

Tapi tidak tahu pasti kenapa mendadak wartawan dihalau, tidak boleh meliput acara HUT Polwan ke-72 itu.

Padahal, jika protokol kesehatan jadi alasan kenapa menghadirkan banyak orang. Seharusnya secara daring.

Yang disesalkan adalah kenapa Polres Tanjung Perak membatasi wartawan, melarang wartawan meliput, dan mengesankan diskriminasi.

“Petugas jaga Polres juga menghalang halangi tugas wartawan memperoleh informasi,” ujarnya.

Kata Bayu, insiden tersebut telah menceredai UU Pers No.40 Tahun 1999 tentang pers pasal 18 ayat 1 bunyinya sudah jelas tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan hak pers untuk mencari, memperoleh dan menyebarluaskan gagasan informasi.

“Termasuk pasal 4 ayat 3 adalah sikap melawan hukum,” jelasnya.

Sejumlah wartawan menyesalkan karena terpaksa berada di luar halaman Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Bahkan terkesan martabat wartawan direndahkan. Kata dia ada apa di acara itu dilakukan pembatasan wartawan. Sementara undangan disebar via WhatsApp.

Ia menambahkan bahwa Polwan sebenarnya menjadi kunci utama perbaikan citra Polri yang cenderung menurun.

Tapi apa daya, Kapolres Tanjung Perak yang juga seorang Polwan ini malah melarang wartawan meliput.

Sesuai kejadian laporan sejumlah wartawan FPII sangat menyesalkan dan meminta kejadian itu tidak terulang lagi.(isa/min)