Ini Komposisi Anggaran Belanja Jember Tahun 2018

Dalam Penyampaian Nota Pengantar Keuangan RAPBD Jember Tahun 2018, Bupati Faida juga menerangkan, APBD Tahun Anggaran 2018 diarahkan untuk dapat menjamin arah kebijakan belanja daerah di Kabupaten Jember yang meliputi :
Keberlanjutan program pembangunan yang telah dilaksanakan pada tahun sebelumnya yang sejalan dengan program prioritas pemerintah;
Mendukung program pembangunan yang menjadi kebijakan Pemerintah Pusat dan Provinsi yang wajib dilaksanakan di daerah;
Melaksanakan program prioritas pembangunan daerah dan penunjang prioritas pembangunan daerah sebagai upaya peningkatan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat;

“Ada Prioritas dan Plafon Anggaran Belanja Daerah. Berdasarkan kondisi umum dan permasalahan dalam belanja daerah di atas maka estimasi untuk Rancangan APBD Tahun Anggaran 2018,” ujar Bupati Faida.

Tabel 2 : Komposisi Anggaran Belanja Daerah Kabupaten Jember
Tahun Anggaran 2018

Belanja Daerah pada APBD Tahun Anggaran 2018 dibandingkan Tahun Anggaran 2017 direncanakan mengalami penurunan sebesar Rp.49.643.966.007,23 atau 1,38% yaitu dari Rp.3.603.241.990.271,00 menjadi Rp.3.553.598.024.263,77 dengan rincian sebagai berikut:
Belanja Tidak Langsung mengalami penurunan sebesar Rp.223.249.138.543,25 atau 11,35% yaitu dari Rp.1.966.306.590.270,25 menjadi Rp.1.743.057.451.727,00 yang terdiri dari:
Belanja Pegawai mengalami penurunan sebesar Rp.155.070.343.431,25 atau 10,70% yaitu dari Rp.1.449.835.330.777,25 menjadi Rp.1.294.764.987.346,00.

Belanja Hibah mengalami penurunan sebesar Rp.76.054.740.000,00 atau 100% yaitu dari Rp.76.054.740.000,00 menjadi Rp.0,00.
Belanja Bantuan Sosial mengalami penurunan sebesar Rp.4.666.999.460,00 atau 16,17% yaitu dari Rp.28.869.789.460,00 menjadi Rp.24.202.790.000,00.
Belanja Bagi Hasil kepada Pemerintahan Desa mengalami kenaikan sebesar Rp.8.056.804.209,00 atau 57,80% yaitu dari Rp.13.938.049.043,00 menjadi Rp.21.994.853.252,00.
Belanja Bantuan Keuangan kepada Pemerintahan Desa mengalami kenaikan sebesar Rp.4.486.140.139,00 atau 1,14% yaitu dari Rp.392.608.680.990,00 menjadi Rp.397.094.821.129,00.
Belanja Tidak Terduga tidak mengalami perubahan, yaitu tetap sebesar Rp.5.000.000.000,00.

Rencana alokasi Belanja Langsung mengalami kenaikan sebesar Rp.173.605.172.536,02 atau 10,61% yaitu dari Rp.1.636.935.400.000,75 menjadi Rp.1.810.540.572.536,77 yang terdiri dari:
Belanja Pegawai yang mengalami kenaikan sebesar Rp.45.975.726.320,00 atau 21,65% yaitu dari semula Rp.212.352.503.800,00 menjadi Rp.258.328.230.120,00.
Belanja Barang dan Jasa mengalami penurunan sebesar Rp.16.953.396.997,42 atau 1,91% yaitu dari semula Rp.889.572.408.916,19 menjadi Rp.872.619.011.918,77.
Belanja Modal mengalami kenaikan sebesar Rp.144.582.843.213,44 atau 27,02% yaitu dari semula Rp.535.010.487.284,56 menjadi Rp.679.593.330.498,00.