Karangpring Jadi Desa Inovatif di Jatim Berkat Teh Bunga Mawar

Penghargaan dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Provinsi Jawa Timur terkait Desa Prakarsa dan Inovatif terbaik di Provinsi Jawa Timur, Desa Karangpring, Kecamatan Sukorambi, adalah salah satu Desa di Kabupaten Jember mendapatkan penghargaan tersebut, Kamis (17/10).

Dalam Lomba Desa Terbaik Jawa Timur Tahun 2018, diikuti oleh 18 Kabupaten termasuk dari Kabupaten Jember. Desa Karangpring mendapatkan penghargaan ke tiga dari 18 Kabupaten lainnya.

Kepala Desa Karangpring Rita Tri Widiarti menyampaikan, dalam proses pemaparan disana saya tidak bisa membayangkan, bahkan dari DPMD (Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa) Jember tidak mengira kalau begitu sulitnya.

Juri dalam Lomba Desa Terbaik merupakan juri yang profesional, apa yang mau ditanyakan kepada peserta sudah siap, sedangkan Kepala Desa Karangpring tidak siap, namun dirinya bisa menjawab karena dirinya turun sendiri kemasyarakat.

“Jadi saat ditanya saya tau, mulai masalah penanaman mawar sampai menjadi bahan olahan kuliner yaitu sirup sama nungget, dan teh bunga mawar,” kata Kades Rita.

Rita mengatakan, hasil presentasi yang sangat ketat, pada akhirnya Desa Karangpring berhasil membanggakan Kabupaten Jember dengan menyabet penghargaan juara ke tiga dalam katagori Desa Prakarsa dan Inovatif terbaik se Provinsi Jawa Timur tentang bunga mawar.

“Alhamdulillah kerja keras dalam prestasi membuahkan hasil dengan menjadi juara tiga terbaik se Jawa Timur,” tuturnya.

Rita berharap, bahwa ingin melanjutkan ke tingkat nasional karena Desa Karangpring kalah karena masih enam bulan yang merintis di bidang bunga mawar sedangkan dari desa yang lain sudah mulai tahun 2009 untuk produk unggulan di desanya yang dipaparkan dalam Lomba Desa Terbaik tahun 2018.

“Kita tidak kalah dalam presentasi tetapi, kalah kerena masih baru memulain merintis produk unggulan desa,” ungkapnya.

Desa Karangpring akan meningkatkan lagi produk unggulan desanya mulai dari pengemasan sesuai dengan anjuran provinsi, karena anjuran dari provinsi untuk pengemasan teh mawar harus atas nama Badan usaha milik desa (atau diakronimkan menjadi Bumdes). “Jadi itu nanti yang mengelola adalah Bumdes,” ujar Rita.

Rita juga berharap, ingin membuat bunga mawar menjadi terkenal, kalau orang mendengar bunga mawar maka orang akan ingat bahwa bunga mawar dari Desa Karangpring, serta akan di buat Icon bunga mawar di Kabupaten Jember.

“Kita akan buat wisata diatas bunga mawar dibuat jembatan sebagai tempat selfie wisatawan, kuliner mawar, serta bikin batik mawar dan bambu,” harapannya.

Kades Rita menambahkan bahwa di Desa Karangpring akan ada outlet oleh-oleh serta kerajinan desa untuk wisatawan yang berkunjung ke Desa Karangpring.

“Jadi orang datang kesini tidak hanya rekreasi tetapi juga bisa bawa oleh-oleh khas Desa Karangpring,” imbuhnya