Kartu Tani Bisa Perbaiki Distribusi Pupuk Bersubsidi

Jember– Wakil Bupati Jember, Drs. KH. A. Muqit Arief, berharap pendistribusian pupuk bersubsidi di Kabupaten Jember semakin baik dengan hadirnya Kartu Tani. “Melalui pengadaan puluhan ribu kartu tani, Pemerintah Kabupaten Jember berharap ada perubahan yang lebih baik terkait pendistribusian pupuk bersubsidi,” kata Wabup Muqit Arief. Harapan itu disampaikan wabup Rabu, 02 September 2020, saat kembali membagikan kartu tani, di Kecamatan Puger.

Lebih lanjut wabup menjelaskan, banyak oknum yang melakukan tindak kejahatan terhadap pendistribusian pupuk bersubsidi. Orang nomor dua di Kabupaten Jember ini mengungkap adanya praktek oknum yang membuat petani kehilangan pupuk di pasaran.

“Para oknum itu membeli pupuk sekian ratus ton, lalu mengambil keuntungan dengan menjual pupuk itu kepada orang lain. Alhasil, petani tidak mendapatkan jatah pupuk,” ungkapnya. Karena itu, wabup mengimbau para petani memanfaatkan kartu tani dengan sebaik-baiknya. Selain untuk membeli pupuk bersubsidi, petani bisa memanfaatkan untuk mengakses kredit usaha rakyat (KUR).

Uang dari hasil peminjaman itu, harap wabup, benar-benar untuk memfasilitasi hal-hal yang berkaitan dengan pertanian. “Selain itu, jika sudah membeli pupuk bersubsidi, gunakan pupuk itu dengan bijak. Jangan sampai diperjualbelikan,” pesan wabup. Wabup juga berpesan, para petani yang belum mendapat kartu tani, supaya mendaftarkan diri. Melalui ketua kelompok tani (poktan), gabungan kelompok tani (gapoktan), atau ke kecamatan setempat.

“Dengan begitu, semua petani bisa memiliki kartu tani dan menikmati manfaatnya bersama-sama,” tuturnya. Saat mendaftar, wabup meminta petani untuk jujur. Seperti soal luas lahan garapannya. Petani hanya bisa mendaftarkan tanah yang memiliki surat pemberitahuan pajak terhutang atau SPPT. Lahan yang tidak memiliki SPPT, seperti lahan Perhutani yang digarap oleh petani, tidak bisa didaftarkan.