Ketemuan di Stasiun, Faida dan Mahfud MD Sepakat Hoax Harus Dilawan

ZONA JATIM, JEMBER – Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR menyambut kedatangan tim Jelajah Kebangsaan yang diketuai Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Prof Mahfud MD di Stasiun Kereta Api Jember, Kamis (21/2) sore.

Dikunjungi oleh Mahfud MD dan rombongan, Bupati Faida merasa tersanjung lantaran tidak ada dalam daftar nama kota pandhalungan menjadi tempat labuhan. Namun, dengan jadwal yang begitu padat tim Jelajah Kebangsaan masih sempat transit di Jember.

“Acara jelajah kebangsaan ini luar biasa, dan kami juga sangat terharu dengan jadwal yang padat (tim) menyempatkan mampir di Jember,” kata Bupati Faida usai mengikuti kegiatan Jelajah Kebangsaan di ruang VIP stasiun.

Bupati menyebut, keputusan mendadak tim merupakan hal yang sangat berarti bagi semua karena sekarang adalah masa yang krusial yaitu terganggunya rasa kebangsaan oleh berita palsu (hoax). Menurut dia, banyak orang yang menganggap hoax – hoax itu adalah hal biasa padahal, sejatinya hoax itu memecah belah bangsa dan merusak etika berbudaya dan berbangsa yang sangat terpengaruh. Oleh karena itu Bupati Faida sangat mengapresiasi dengan kegiatan jelajah kebangsaan ini yang sangat bermanfaat buat menjaga rasa kebangsaan dan persatuan negara Republik Indonesia.

Bupati Faida menyatakan, hoax itu adalah kata-kata yang tidak bertanggung jawab, tidak bisa dibiarkan, dan tidak boleh dianggap remeh. “Jadi hoax ini harus dilawan, harus diluruskan, harus dijawab, karena orang harus cerdas membedakan mana hoax mana yang fakta,” tegasnya.

Sementara Ketua Jelajah Kebangsaan, Mahfud MD mengatakan, ia semula merasa risau karena Pemilu yang biasa disebut pesta itu justru bagi sebagian orang dirasakan sebagai teror, bukan pesta rakyat.

Karena menurut Mahfud MD, ada orang saling membenci, saling melempar isu entah itu dari kelompok manapun (semua). Sehingga dapat menimbulkan keresahan-keresahan bagi kelangsungan ikatan kebersatuan sebagai orang Indonesia.

“Jadi kita melakukan kegiatan jelajah kebangsaan ini untuk memberitahukan kepada masyarakat agar Pemilu ini dimanfaatkan untuk mencari pemimpin dan wakil rakyat yang nanti akan diterima bersama siapapun yang terpilih,” terangnya.

Mahfud MD pun mengajak semua masyarakat agar menghentikan permusuhan – permusuhan sampai 17 April 2019. “Jadi kalau sudah pencoblosan tinggal menunggu siapa yang menang harus ditaati, jika ada kecurangan sudah ada pengadilannya, ada Mahkamah Konstitusi sehingga kita ber Pemilu ini berdemokrasi dengan tertib. Jangan sampai melempar hoax,” tuturnya.

“Pilihlah pilihanmu sesuai seleranya masing-masing. Untuk itu mari kita bersatu memilih pemimpin dan wakil rakyat, itu hanya 5 tahun. Sedangkan ikatan persaudaraan kita adalah untuk selamanya, selama Indonesia masih ada kita bersaudara sebagai sesama anak bangsa,” katanya menandaskan. (min)