KJI Kecam Oknum Pendemo Tolak Omnibus Law yang Ancam Jurnalis

Foto : Oknum Mahasiwa yang saat mengancam terhadap Jurnalis ketika meliput aksi unjuk rassa. (Istimewa).

JEMBER – Demonstrasi gelombang kedua menolak pemberlakuan Omnibus Law UU Cipta Kerja yang dipelopori ratusan mahasiswa, yang tergabung dalam Aliansi Jember Menggugat (AJM) pada Kamis 22 Oktober 2020 kemarin. di depan Gedung DPRD Kabupaten Jember, berujung ricuh.

Sejumlah pendemo melakukan pelemparan batu maupun petasan ke arah Gedung DPRD Kabupaten Jember. Hal tersebut menyebabkan kerusakan fisik di sejumlah titik di gedung dewan.

Tidak hanya itu, sejumlah jurnalis yang meliput di lokasi demonstrasi juga menerima ancaman dari sejumlah pendemo.

Hal tersebut diketahui berdasarkan kesaksian sejumlah jurnalis sekaligus bukti rekaman video yang menunjukkan adanya ancaman dari pendemo kepada jurnalis yang melakukan peliputan di lapangan.

Di dalam video tersebut, tampak jelas seorang pria dan rekan-rekannya mengancam jurnalis agar tidak meneruskan mengambil gambar atau video. Tidak hanya itu, oknum tersebut juga mengacung-acungkan martil kepada jurnalis serta melempar bambu, sehingga mengenai salah satu jurnalis.

Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 16.00 WIB, saat kericuhan meletus.

Padahal, posisi jurnalis yang menerima ancaman tersebut saat itu berada di posisi yang seharusnya. Yakni di belakang pembatas kawat.

Terdapat sekitar 10 jurnalis baik dari berbagai media yang saat itu menerima ancaman. Di antaranya jurnalis JTV, Kompas TV, Antara, dan lain-lain.

Terkait peristiwa yang sangat disayangkan tersebut, Komunitas Jurnalis Independen (KJI) menyatakan sejumlah sikap:

  1. Mengutuk keras tindak ancaman yang dilakukan sejumlah oknum pendemo kepada para jurnalis yang meliput. Apalagi mengingat posisi jurnalis saat itu berada pada tempat yang seharusnya, yakni di sisi dalam pembatas kawat.
  2. Meminta kepolisian untuk mengusut pelaku pengancaman atau persekusi di tengah demonstrasi kepada jurnalis yang meliput.
  3. Mengimbau koordinator aksi untuk membantu aparat dalam mengungkap pelaku pengancaman kepada jurnalis yang meliput aksi demonstrasi.
  4. KJI sangat menghormati proses penyampaian aspirasi warga negara melalui aksi turun ke jalan atau demonstrasi. Namun hendaknya tetap menjaga ketertiban dan tidak memperkusi pekerja media atau jurnalis yang bertugas untuk menginformasikan peristiwa kepada masyarakat. (*).