Kontes Ternak Bondowoso 2019. Potensial Jadi Kabupaten Lumbung Ternak

4

Bondowoso – Upaya Pemkab bondowoso, Jawa Timur rupanya tak main-main dalam menggalakkan program inseminasi buatan ternak. Ini di buktikan oleh diadakannya pagelaran kontes Ternak hasil inseminasi buatan oleh Pemkab Bondowoso dalam hal ini Dinas Pertanian dan Peternakan yang dilaksanakan di Alun Alun kecamatan Tamanan pada tanggal 4-5 September 2019.

Kontes ternak tersebut di ikuti oleh 113 kontestan dari 23 kecamatan Bondowoso yang telah tercatat di pihak panitia penyelenggara dan telah lolos seleksi panitia. Hal ini membuktikan animo peternak sapi hasil inseminasi buatan di Pemkab Bondowoso sangat tinggi.

Panitia penyelenggara dalam hal ini Dinas Pertanian Bondowoso membagi beberapa kelas kontes ternak sapi hasil inseminasi buatan . Antara lain, Kelas pedet jantan, Kelas pedet betina, Kelas calon induk, Kelas induk, Kelas calon kereman
Kelas kereman.

Nantinya ada setiap kelas akan dipilih 3 sapi sebagai sapi juara. panitia juga menyediakan hadiah berupa uang pembinaan kepada para peternak.

Acara ini di buka langsung oleh Bupati Bondowoso K.H. SALWA ARIFIN yang mana beliau juga sangat mendorong program IB yang di lakukan oleh Dinas Pertanian sebagai harapan mewujudkan Bondowoso sebagai lumbung ternak di Jawa Timur.

Kontes ternak Bondowoso 2019 juga di sambut hangat oleh masyarakat Kecamatan Tamanan . Bahkan tidak sedikit pula masyarakat yang berasal dari berbagai daerah kabupaten di seluruh indonesia yang hadir pada acara Kontes Ternak Bondowoso 2019.

Bupati Bondowoso KH Salwa Arifin menjelaskan, kontes ternak kali ini bertujuan untuk mengembangkan subsektor peternakan. “Walaupun Peternakan tidak masuk dinas. Tapi hanya bagian dari Dinas Pertanian, saya berharap peternakan dapat ditingkatkan,” kata Bupati Salwa.

Ada pun tujuan berikutnya kata dia, untuk menggugah minat masyarakat, dan memotivasi peternak dalam memproduksi ternak berkualitas. Juga untuk meningkatkan ekonomi dan sumber daya manusia.

Animo acara ini cukup besar, terbukti berbagai anggota komunitas ternak seperti KPSPI (Komunitas Peternak Sapi pemula Indonesia), Komunitas peternak sapi Jawa Timur, komunitas peternak plat P, komunitas pecinta sapi situbondo (Koppes) dan lainnya turut hadir.

Seperti yang disampaikan oleh perwakilan KPSPI Handy Tegar Prabowo yang kebetulan mengikuti acara tersebut. “Kami KPSPI sangat senang dengan acara ini , tetapi besar harapan kami agar acara kontes berikutnya juga menampilkan sisi edukatif. Dengan peningkatan kualitas acara seperti penyelenggaraan short class untuk pembiaran pakan fermentasi dan lainnya,” kata Tegar. Sehingga harapannya bahwa kontes Ternak di Bondowoso juga menjadi barometer bagi daerah lainnya bahkan level regional dan nasional.

Handy Firman Prabowo yang juga jebolan Fakultas Hukum Universitas Jember ini juga menambahkan, bahwa kedepan soal anggaran untuk peternakan bisa ditingkatkan agar bisa mewujudkan impian agar Indonesia bisa Swasembada daging dalam kurun waktu yang tidak terlalu lama.

Hal ini juga menunjukan antusiasme mansyarakat terhadap dunia peternakan khususnya Peternakan Sapi sangat tingggi dan sangat diminati oleh masyakat di era generasi milenila ini.

Acara kontes tersebut juga di meriahkan pagelelaran hiburan untuk masyarakat yang hadir pada kontes ternak sapi Bondowoso 2019 dengan musik tradisional diantaranya musik patrol dan musik glundengan yang asli tamanan. Ini juga merupakan upaya Pemkab bBndowoso untuk mengangkat dan melestarikan kesenian yang ada dengan cara mempopulerkan dan menampilkan kesenian tradisional yang ada di setiap event termasuk kontes sapi ini. (Pjm)