Nahdliyin dan Marhaenis Perwujudan Bersatunya Kembali Dua Kekuatan Bangsa

Dalam Mewujudkan Jatim Sejahtera

9

Agenda politik akan segera dimulai, pesta demokrasi akan segera dilaksanakan, ruang demokrasi untuk menentukan pilihan seorang pemimpin yang layak dan terbaik untuk Jatim kedepan sudah dibuka. Masyarakat Jatim sangat diharapkan untuk bisa, mampu memberikan konstribusinya dalam mewujudkan sebuah kesejahteraan dan kedaulatan pangan di Jatim sangat diharapkan.

Pesta Demokrasi dalam Pemilihan Gubernur atau Pilgub kali ini sangat spesial dan istimewa sekali bagi saya. Kenapa harus istimewa dan spesial karena dalam pilgub kali ini adalah sebuah moment yang sakral telah telah terjadi, dimana telah terjadi dimana bersatunya 2 kekuatan bangsa, bersatunya Kaum Nahdliyin dan Nasionalis yg masing-masing diwakili oleh sosok terbaiknya. Dimana Gus Ipul yang merupakan Cicit dari seorang Kiai Kharismatik pendiri NU yg juga merupakan Rais Aam NU Alm. KH. Bisri Samsuri bertemu utk bersatu dgn Mbak Puti Guntur Soekarno yg merupakan seorang cucu Proklamator bangsa yg juga Pendiri Republik ini, Ir. Soekarno.

Bersama Gus Ipul dan Mbak Puti, tidak dapat dipungkiri bahwa kekuatan religius dan nasionalis ada dalam biologis mereka masing-masing. Mau tidak mau mereka adalah manifesto dari 2 pilar yang menjelma menjadi sebuah kekuatan bangsa dalam menjaga keutuhan, persatuan dan kesatuan di Jatim. Sudah jelas dan pasti bahwa ini adalah moment emas, moment istimewa bagi kaum Nadhliyin dan Kaum Nasionalis untuk bangkit dan bangun dari tidurnya utk bersama-sama bergandeng tangan, merapatkan barisan satu komando untuk berjuang demi menghantarkan dan menjadikan Gus Ipul-Mbak Puti sebagai Gubernur dan wakil Gubernur Jatim.

I Nyoman B Dharma S, SH. Ketua Komunitas MSP Kabupaten Situbondo.

Tentu kita tidak boleh melupakan sejarah, bahwa Jatim merupakan tempat lahirnya NU dan juga tempat lahirnya Sang Proklamator Bangsa. Di Jatim pula awal dimulainya pergerakan politi yg dilakukan oleh sang proklamator dalam perjuangannya, bersatunya Gus Ipul dan Mbak Puti merupakan Nostalgia sejarah yang kembali mencul untuk menampar dan mencambuk Kaum Nahdliyin dan Kaum Nasionalis untuk kembali bersama berjuang menjadikan dan mewujudkan Jatim yang sejahtera.

Kita jangan pernah berpikir untuk bisa mewujudkan atau menjadikan Jati yang sejahtera bila kita tanpa memiliki seorang pemimpin yang peduli terhadap nasib petani. Rekam jejak yang baik bersama petani sangatlah dibutuhkan, sosok Mbak Puti merupakan sosok yg tepat utk bisa mewujudkan Jatim yg lbh sejahtera. Saya sebagai Alumni Gerakan Mahasiswa Indonesia (GMNI) dan juga sebagai Ketua Komunitas Mari Sejahterakan Petani (MSP) Kabupaten Situbondo mengajak para kaum Nasionalis, Kaum Petani dan juga Kaum Nahdliyin untuk bersama melakukan “MachtVorming” yang selanjutnya melakukan “ MachtAaweding” memenangkan Gus Ipul dan Mbak Puti.

Tidak ada kata lain, karena sebuah takdir telah membuka jalan bagi Mbak Puti Guntur Soekarno untuk kembali membuka Nostalgia sejarah bangsa yang wajib untuk kita perjuangkan dengan tulus dan ikhlas.

Sekali lagi saya tekankan bahwa ideologi tanpa kekuasaan adalah hal yg sia-sia, hanya sebuah utopi belaka. Sikap saya dan kawan-kawan MSP Situbondo sudah jelas memilih dan memenangkan Mbak Puti bersama Gus Ipul sbg pemimpin untuk Jatim yang sejahtera dan Makmur petaninya. Kerja, kerja, kerja untuk sebuah perubahan yang lebih baik dan berkelanjutan itulah yang kita inginkan.
Kami Komunitas Mari Sejahterakan Petani Kabupaten Situbondo menghimbau dan mengajak seluruh petani di Situbondo maupun di Jatim untuk bersama-sama bergandeng tangan, merapatkan barisan bersatu dalam tekad dan tujuan memenangkan Gus Ipul-Mbak Puti Guntur Soekarno menjadi Pemimpin Jatim yang lbh sejahtera dan menajdikan Petani lebih makmur dalam berdaulat pangan.
Memenangkan Gus Ipul dan Mbak Putih Guntur Soekarno sdh menjadi sebuah kewajiban, keharusan yng merupakan bagian dari emosi jiwa, “Dedication Of Life” saya dan kawan-kawan sebagai seorang petani yg harus di wujudkan.

Merdeka !!!

Oleh : I Nyoman B Dharma S, SH. Ketua Komunitas MSP Kabupaten Situbondo.