Beranda Berita Nganjuk Perkenalkan Batiknya Lewat Fanthasion Show di Jember

Nganjuk Perkenalkan Batiknya Lewat Fanthasion Show di Jember

9

ZONA JATIM, JEMBER – Puluhan designer dan model dari atau luar Kabupaten Jember, ikut dalam Jember Fashion Society “Fanthasion Show” (Fantasy Meets Fashion) yang diselenggarakan oleh DIG Photoworks dan Jatim Winner bertempat di Atrium Lippo Plaza Jember. Salah satunya adalah peserta dari Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.

“Bahwasanya Jember Fashion Show Society ini kita merangkul semua designer. Kami berharap dari desaigner di jember dan sekitarnya bisa berkembang dan menggerakkan ekonomi kerakyatan,”kata Ketua Panitia, Amir Siddiq Anshori kepada sejumlah awak media, Sabtu (7/9/2019) sore.

Ia menjelaskan, hampir dari 100 persen idalam kegiatan ini 60 persen designer dari Jember dan sisanya 40 persen dari luar kota Jember. Dan mendatangkan bintang tamu yang rata – rata desiggner player Jember, seperti yang tadi Monalisa Lambang yang sudah terkenal nasional yang untuk diminta show di jember. “Dan akhamdulillah mereka bersedia,”jelasnya.

Sedangkan malam ini adalah Sigit Purnomo designernya Jember. Yang dimana Sigit Purnomo ini tidak dikenal desaigner asli Jember tetapi lebih dikenal asli Surabaya. Melalu show ini dia (Sigit Purnomo) ingin membuktikan bahwa dirinya asli Jember dengan tujuan untuk membesarkan Jember.

“Adapun untuk malam ini ada 40 designer dan 80 model,”ujarnya.

Kebetulan pihaknya juga membuka slot bagi siapapun yang ingin join di acara tersebut. Dengan antusiasme tinggi, ada salah peserta dari Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Yang dimana, istri Bapak Bupati Nganjuk yang merupakan Ketua Dekranasda setempat turun langsung ke Jember untuk ikut show dalam kegiatan ini yang sekaligus untuk memperkenalkan batik dari kotanya.

Ketua Dekranasda Kabupaten Nganjuk, Yuni Sophia mengatakan, sebelumnya dirinya juga telah mengikuti event – event di Surabaya, jadi ini adalah salah satu jalannya untuk bisa menuju ke Jakarta fashion week atau Indonesia fashion week.

Menurutnya, ikut dalam acara ini sebagai upaya untuk mengenalkan Kabupaten Nganjuk dengan batiknya. Selain itu juga untuk mengangkat para tim batik sesuai arahan Tri Cipta Bhakti Bapak Bupati Nganjuk. Yang pertama adalah Pembangunan Insfatruktur, kedua SDM Berkualitas dan yang ke Tiga adalah Ekonomi Kerakyatan Yang Mandiri.

Jadi kita berperan di Tri Cipta Bhakti yang kedua dan ke tiga. Salah satunya melalui para pembatik, jadi kita angkat para pembatik untuk lebih bisa berkreatif lagi di dalam dunia fashion. Agar lebih cepat masyakarat diluar kabupaten Nganjuk maupun yang di Nganjuk untuk bisa mengenal batik dan ciri khas batik Nganjuk. Sebetulnya di Nganjuk itu ada sekitar puluhan nama batik. Tetapi hingga saat ini baru ada 10 yang sudah di akui. Karena setiap daerah itu memiliki ciri khas masing – masing.

“Jadi selain ada Jaya Stanba kita ambil dari sejarah, juga ada Sedudo, Roro Kuning, ada berambang ada nasi becek dan masih banyak lagi yang dituangkan dalam batik tersebut,”ujarnya.

Dia menegaskan, selaku ketua Dekranasda dan juga sebagai istri Bupati untuk berkeinginan bisa mengangkat membantu dari program Bupati Nganjuk. Salah satunya ialah dengan menciptakan sumberdaya manusia pembatik yang handal, bagus siap bersaing. Dan nantinya Nganjuk itu akan lebih di kenal lewat batiknya.