Beranda blog Halaman 121

Hadirkan Ustadz Arifin, Polres Jember Ajak Masyarakat Deklarasi Lawan Hoax

Kapolres Jember Kapolres Jember AKBP  Kusworo Wibowo bersama tokoh masyarakat Jember memprakarsai Deklarasi Melawan Hoax, Hate Speech, Intoleransi serta Politisasi Agama.

Acara tersebut digelar di Aula IAIN Jember dan dihadiri antara lain, Wabup Jember KH Abdul Muqiet Arif, Dandim Jember, sejumlah Kepala OPD Pemkab Jember, Pengurus PCNU Jember, Ansor, Rektor dan Dosen IAIN Jember, Muhammadiyah, Ketua MUI, Al Irsyad, netizen, organisasi kepemudaan dan sejumlah pimpinan perguruan tinggi di Jember.

Hadir juga organisasi mahasiswa (BEM ), jajaran Forkam, Tim Sukses Cagub dan Cawagup Pilgub Jatim, pimpinan Parpol, KPU, Panwaslu, dan  Takmir 450 masjid besar di Jember. Yang istimewa dalam acara ini uga mendatangkan ustad KH. Arifin Ilham dari Jakarta.

AKBP  Kusworo Wibowo mengatakan, di era digital ini banyak tersebar, bahkan detik per detik berita tanpa melakukan cek dan ricek, dan belum tahu kebenarannya ini “hoax” beredar.  “Dalam kurun waktu 2 detik sudah bisa dilihat berapa jumlah berita bohong yang diterima oleh masyarakat. Berita hoax  ini meresahkan masyarakat, seperti isu kebangkitan PKI, penyerangan ulama dan pengasuh pesantren oleh orang gila,” terang Kapolres AKBP Kusworo. Berdasarkan data dari Mabes Polri, ada sekitar 46 kasus info yang masuk, namun hanya 4 berita  yang bisa dipertanggung jawabkan. “Sedangkan 42 adalah berita bohong,” ujarnya.

Kapolres Jember AKBP Kusworo bersama Ustadz Arifin dan Ketua MUI.

Sementara menurut Ustad Arifin Ilham, berita hoax itu sama dengan fitnah dan batil. “Siapapun yang membuat dan menyebarkan, itu sama saja dengan menyebar fitnah dan merupakan perbuatan batil, untuk itu berita hoax,”l ini harus dilawan,” ujar Ustad Arifin Ilham dalam ceramahnya.

Begitu juga mengenai intoleransi dalam beragama, Ustad Arifin Ilham mengajak warga Jember pada umumnya untuk saling menghormati dan menghargai. Sebab dengan adanya rasa saling menghormati dan menghargai satu sama lain, maka akan tercipta keanekaragaman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Saya mencontohkan dalam keluarga saya, saya punya istri dari Aceh, Yaman dan Sunda, menantu saya Islam keturunan Cina, besan saya juga masuk islam, tapi oma menantu saya masih Nasrani. Tapi saat lebaran semua berkumpul, disitulah ada rasa kebahagiaan dan warna dalam perbedaan,” ujar Ustadz Arifin.

Dalam acara itu, Polres Jember juga menghimbau para Tim Sukses Cagun dalam Pilgub, KPU, Panwas untuk menghormati tempat ibadah dan keyakinan dengan tidak mempolitisasi agama, seperti kampanye saat khutbah Jumat, Kuliah Subuh maupun kegiatan lainnya. Kedepan, jika ditemukan hal semacam itu, maka Polres menyerahkan sepenuhnya di Panwaslu untuk diproses lebih lanjut. 

Wabup KH Muqiet Dukung Perjuangan Petani Untuk Reforma Agraria

Sebanyak 10 kelompok tani yang tergabung dalam Serikat Tani Independen menyelenggarakan Tahlil Qubro sebagai ajang temu tani dan langkah konsolidasi antar tani, yang bertempat di Desa Pace, Kec. Silo, Sabtu (17/3).

Kegiatan tersebut untuk menyukseskan reformasi agraria yang selama ini diperjuangkan oleh petani serta menegaskan bahwa Kepemilikan Usaha Tanah di Indonesia atas Hak Guna Usaha itu tidak jelas bahkan sudah mati.

Reformasi Agraria merupakan salah satu Program Nawacita Presiden Joko Widodo, terutama cita ke 5 yang berdasarkan sila kelima Pancasila dan UUD 45 pasal 33 ayat 3.

“Bahwa kekayaan alam seluas-luasnya untuk kesejahteraan rakyat. Pemerintah harus melakukan penataan ulang terhadap kepemilikan tanah serta menyelesaikan konflik yang terjadi pada masyarakat tani,” tegas M. Jumain, Dewan Pengawas SEKTI Jember.

Jumain lantas berharap kepada Pemerintah Daerah untuk segera membentuk Gugus Tugas Reformasi Agraria agar kebebasan lahan masyarakat petani terhadap konflik kepemilikan, penguasaan dan pemanfaatan tanah segera terselesaikan.

Komisi A. DRPD Jember, David yang juga turut hadir dalam acara tersebut, mengatakan bahwa dirinya siap mengawal persoalan reforma agraria sampai ke tingkat Kementerian.

“Kami di Komisi A. DPRD Jember bersama Pemkab berupaya, Insya Allah dan mudah-mudahan tidak lama lagi akan memdapatkan hasil yang baik dari perjuangan penjenengan semua, sebab Pemkab juga sudah proses suratnya kepada Kementerian,” jelas David, Anggota DPRD Jember Komisi A.

Selain itu, Wakil Bupati Jember KH. Muqit. menyampaikan dukungannya terhadap perjuangan SEKTI Jember dan selanjutnya akan menyampaikan persoalan ini kepada Bupati agar keinginan masyarakat dalam pembebasan lahan menjadi hak milik segera terwujudkan.

“Namun jangan sampai kemudian dalam perjuangan ini, di tunggangi oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab, yang pada akhirnya akan menghambat proses tersebut,” pesan Wabup KH Muqiet kepada Pengurus SEKTI Jember.

Disela Ramai Pawai Ogoh-ogoh, Dispenduk Kuat Layani 1.477 Adminduk

Masyarakat di Desa Sukoreno, Kecamatan Umbulsari, Jember, berbondong – bondong datang ke desa setempat untuk menghadiri acara ogoh ogoh dalam rangka menyambut perayaan hari raya Nyepi. Dengan antusiasnya masyarakat yang hadir didalam acara tersebut, Dispendukcapil Pemkab Jember tidak menyia – nyiakan kesempatan itu dengan melakukan kegiatan Ngantor di Desa pelayanan Admistrasi Kependudukan dan pencatatan Sipil (Admindukcapil) yang merupakan salah satu program kerja Bupati dan Wakil Bupati Jember.

“Setiap harinya kami selalu melakukan kegiatan ngantor didesa berupa pelayanan Admindukcapil di desa – desa yang ada di Kabupaten Jember,” kata Kepala Dispendukcapil, Sri Wahyuniati.

“Kegiatan tersebut dirinya lakukan sebagai upaya untuk mendekatkan pelayanan Admindukcapil pada masyarakat, mengantisipasi terjadinya pungli, serta meminimilisasi efesiensi biaya transport,” ujarnya.

Seperti yang dilakukan di Desa Sukoreno kali ini, berkaitan dengan adanya acara mengiringi ogoh-ogoh menyambut Hari Raya Nyepi yang bisa menghadirkan ribuan massa tersebut lantas dirinya tidak menyia – nyiakan kegiatan tersebut dengan menggelar pelayanan Admindukcapil.

Sebanyak 1.477 pengajuan dokumen kependudukan berhasil dijaring pada kegiatan pelayanan Adminduk di Desa Sukoreno, yaitu berupa perekaman KTP el 356, cetak Surat Keterangan (Suket) pengganti Ktp el 349, pengajuan Kartu Identitas Anak (KIA) 405, revisi Kartu Keluarga 197, revisi KTP el 10, dan akta kelahiran 160 pengajuan.

“Kita kembali menegaskan pada masyarakat, tidak ada biaya dalam kepengurusan Admindukcapil yang pihaknya lakukan. Gratis serta tegak lurus,” pungkasnya.

Hasil Kegiatan Pelayanan Dispendukcapil Ngantor di Desa Sukoreno Kec. Umbulsari, pd hari Jumat tgl 16 Maret 2018 dalam rangka Perayaan Nyepi tahun 2018 yakni ;
Perekaman KTP el = 356
Cetak Suket. = 349
Pengajuan KIA. = 405
Revisi KK. = 197
Revisi KTP el = 10
Akta Kelahiran = 160
Total Pelayanan = 1.477.

Pawai Ogoh-ogoh di Sukoreno Sambut Perayaan Nyepi

Masyarakat Hindu di Desa Sukoreno Kecamatan Umbulsari menggelar pawai Ogoh-ogoh sebagai rangkaian perayaan Hari Raya Nyepi. Hadir dalam kesempatan itu yakni Bupati Jember, dr. Hj. Faida MMR dan Wabup KH Muqiet Arif, Dandim 0824 Jember Letkol Inf Arif Munawar serta sejumlah kepala OPD. Pemkab Jember menilai pawai ogoh-ogoh merupakan bagian agenda wisata religi di Kabupaten Jember.

Hal itu disampaikan saat Bupati Faida melepas perayaan arak Ogoh-ogoh di Desa Sukoreno, Kecamatan Umbulsari. “Pawai ogoh-ogoh ini bisa dijadikan sebagai sebuah agenda wisata religi di Kabupaten Jember. Apalagi, di Desa Sukoreno ini sendiri tidak hanya hidup masyarakat Hindu saja, namun juga berdampingan secara rukun dengan masyarakat Muslim,” kata Bupati Faida.

“Ini yang hebat, perayaan Nyepi disini tidak hanya dirayakan oleh masyarakat Hindu saja, tapi masyarakat muslim juga terlibat. Inilah bentuk dari pengamalan Pancasila,” imbuhnya.

Bahkan saat akan melepas arak ogoh-ogoh tersebut, Bupati Faida juga meminta agat kepada media agar menyiarkan di Jember perayaan Arak Ogoh-ogoh untuk menyambut Hari raya Nyepi tidak hanya dirayakan oleh Umat Hindu saja, tapi juga memberikan hiburan bagi masyarakat muslim. “Inilah kekayaan Jember. Antar umat beragama mampu berdampingan. Untuk kepada semua pers yang hadir saat ini, beritahukan kepada Indonesia, Beritahukan kepada Dunia bahwa di Jember Umat Islam dan Umat Hindu hidup berdampingan dan rukun,” ujar Bupati Faida.

Sementara Ketua Persatuan Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Jember, I Wayan Wesa Atmaja menuturkan, perayaan ini adalah rangkaian dari Nyepi yang sebelumnya telah dilakukan Larung Laut, Arak Ogoh-ogoh, dan Puncaknya adalah Catur Tapa Brata.

“Rangkaian ini merupakan bagian dari ritual Nyepi yang dimaknai sebagai langkah untuk mengembalikan energi negatif pada tempatnya, dan yang tinggal diatas bumi ini hanyalah energi positif. Kita bangga setelah sekian lama penyelenggaraan arak ogoh-ogoh ini, baru pertama kali dihadiri oleh Bupati dan Wakil Bupati Jember secara bersamaan,” tutur I Wayan.

Hal itu juga merupakan bentuk kepedulian beliau berdua sebagai pemimpin untuk merayakan hari raya Nyepi bersama masyarkat Hindu di Jember khususnya di Desa Sukoreno.

Berikut adalah suasana Pawai Ogoh-ogoh di Desa Sukoreno Kecamatan Umbulsari ;

Longsor Gumitir, Jalur Jember-Banyuwangi Macet Total

Bencana tanah longsor di daerah Gumitir Kecamatan Silo menyebabkan arus lalulintas jalan raya yang menghubungkan Jember-Banyuwangi, terhambat karena mengalami kemacetan parah.

Petugas BPBD Jember Heru Widagdo menuturkan, tanah atau tebing longsor dan menimpa jalan raya itu terjadi pada Jumat (16/3) sore sekitar pukul 17.00 WIB tepatnya di Koordinat: S 008°15’41″E 113°56’7″.

“Pada pukul 15.00 WIB turun hujan, menyebabkan sebuah tanah longsor dengan ketinggian 12 M dan lebar 7 M Kearah jalan sehingga menutupi jalan dan merobohkan sebuah kayu berdiameter 60 cm,” terang Heru Widagdo.

Longsoran tanah menyebabkan jalan penghubung Kabupaten jember dan Kabupaten Banyuwangi macet total, sepanjang 2 hingga 3 Km. Sebuah pohon berdiameter 60 cm roboh, namun korban jiwa nihil.

“Pada Pukul 16.30 WIB Pusdalop BPBD terima laporan, lalu mengirimkan Tim TRC PB ke lokasi dan kemudian melakukan assessment,” ujarnya. BPBD bersama-sama , Polsek, TNI dan warga melakukan pembersihan material longsor, pemotongan kayu, dan pengaturan lalu lintas. TRC juga membutuhkan tambahan personil dan alat berat untuk mempercepat evakuasi tanah longsor dan pohon tumbang.

Tingkatkan Kualitas Layanan, Bupati Mutasi Tenaga Pendidik dan Kesehatan Dekat Rumah Tinggal

Bupati Jember dr Hj Faida MMR, memberikan Surat Keputusan (SK) mutasi kepada ratusan tenaga guru dan tenaga kesehatan se – Jember, di aula Pendopo Wahya Wibawagraha Jember, Jumat (16/3).

Pemberian SK mutasi itu dalam rangka meningkatkan mutu layanan pendidikan dan bidang kesehatan, dengan cara memetakan tenaga guru dan kesehatan itu untuk lebih dekat kepada tempat kerja.

Tenaga guru dan tenaga kesehatan yang tugasnya dekat dengan tempat kerja selain itu juga akan meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan dan layanan kesehatan.

Dengan dekat dari rumah tinggal dan tempat kerja maka akan terjadi pula peningkatan kesejahteraan para pegawai karena tidak terbebani biaya transportasi, selain mendekatkan diri pada keluarga.

“Ada hadistnya loh, bahwa salah satu unsur seseorang meraih kebahagiaan itu karena rezekinya didapat tidak jauh dari tempat tinggal,” papar Bupati Jember dr Hj Faida.

Bupati Faida menegaskan bahwa di era pemerintahannya banyak yang mencibir tentang kebijakan mutasi kali ini, tetapi pihaknya tak bergeming untuk melaksanakan pemetaan dan distribusi pegawai berdasarkan azas keadilan dan pemerataan.

Di era era lalu Bupati Faida juga menyadari bahwa pemberian SK Mutasi seperti itu akan memunculkan banyak peluang pungli dan pelicin, tapi di eranya ditegaskan perang melawan pungli dan korupsi.

Pungli itu haram, maka semua wajib memerangi dan menghindarinya. Bagi yang tahu tapi membiarkan dan mendiamkan sama dengan menanggung dosanya. Maka di hadapan ribuan guru dan tenaga kesehatan Faida meminta agar mereka berani melawan pungli dan menolak korupsi.

“Berani apa tidak melawan pungli? Haram apa tidak pungli itu? Dijawab serentak haraaam…, kalau begitu jangan takut perang melawan pungli dan korupsi,” ujarnya.

Di Jember di era kepemimpinannya diharapkan tidak ada lagi pungli dan korupsi terjadi dan seluruh elemen harus terlibat perang melawannya sampai tuntas.

Faida tidak mau ada lagi pensiunan PNS masuk data Dapodik dan jadi GTT, sedang ada yang bertahun – tahun mengabdi tidak masuk dapodik.

Semua peta guru , tenaga pendidik baik K2, GTT dan PTT serta tenaga kesehatan semuanya di tangan Bupati. Pihaknya juga tidak akan membiarkan ketidakadilan terus terjadi dalam sistem kepegawaian di Jember.

“Masak, ada guru masih nerima honor di dua tempat, ada yang masih nerima honor tapi aslinya sudah berhenti dan pindah ke luar kota. Ada masa kerja belum dua tahun masuk dapodik, ada yang lebih dua tahun tidak masa kerja di atas 15 tahun tidak masuk dapodik, ” ujar Faida.

Di acara itu, sebelum dilakukan penyerahan SK langsung dari Bupati Faida ke masing – masing pegawai, Bupati Faida sempat meminta 4 pegawai asal dari luar kota ingin tugas ke Jember untuk menjelaskan latar belakang memohon mutasi ke Jember.

Baik Nurmala, semula dari Puskesmas di Lumajang, pindah ke Jember karena mengikuti suami, sedang Nurul Aini, dari Puskesmas Tekung, asal Wuluhan, ingin kembali ke Jember mengabdi ke Jember.

Sedangkan Kastam dari Kaltim, ingin mengabdi ke Jawa karena sudah lama mengabdi di rantau, dan drg Wenny, asal Jember dari Tegal Jateng memohon mutasi ke Jember karena sebagai anak satu – satunya dari orangtuanya yang janda.”Orangtua tidak mau diajak, maka saya mengikuti ibu saja. Memohon mutasi ke Jember,” ujarnya.

Bupati Faida mengingatkan bahwa semua yang dimutasi tidak usah galau karena sudah sesuai keinginan dan harapan, sementara di tempat baru masih ada tenaga dobel dan kekurangan diharapkan sabar.

“Nanti ada 31 Puskesmas yang bakal dirolling jika ada yang numpuk tidak usah galau. Pemetaan dan data sudah kita selesaikan, ” pungkas Faida.

Go Book, Layanan Digital Ini Tengah Dikembangkan Perpustakaan Unej

Kemajuan ilmu pengetahuan khususnya di bidang teknologi informasi membuka berbagai inovasi baru, termasuk di dunia perpustakaan. Bukan tidak mungkin nanti tidak ada lagi antrean mengembalikan buku atau kesulitan mencari buku yang diincar, yang ada tinggal klik lantas data buku yang dicari akan muncul.

“Bahkan kami berangan-angan, nantinya Perpustakaan Universitas Jember memiliki layanan Go Book atau apalah namanya. Layanan dimana pemustaka tinggal klik pilih buku dan kemudian buku akan diantar,” ujar Ida Widiastuti, Kepala Unit Pelayanan Teknis (UPT) Perpustakaan Universitas Jember memulai perbincangan di tengah kegiatan bazaar buku murah dalam rangka Pesta Literasi 2018 di Gedung UPT Perpustakaan Universitas Jember, Jumat (16/3).

Ide yang dilontarkan oleh Ida bukan tanpa alasan, sebab dari data yang ada, pengujung UPT Perpustakaan secara online kian hari makin besar, mengalahkan pengunjung yang datang langsung ke gedung Perpustakaan. “Setiap harinya ada 800 hingga 1.000 pengunjung di perpustakaan kita, sementara pengunjung secara online melonjak menjadi 67 ribuan pengunjung perharinya. Data bulan Februari lalu saja tercatat sudah ada 65.171 pengunjung secara online,” jelas Ida.

Makin banyaknya pengunjung Perpustakaan Universitas Jember secara online ini tidak lepas karena makin banyaknya koleksi digital yang dimiliki. “Selain menyediakan repository skripsi, tesis dan hasil penelitian, saat ini kami berlangganan 3.200 e-journal dengan jutaan artikel, ada juga 10 ribu buku digital. Kami juga terus menambah koleksi buku, rencananya tahun ini ada tambahan tujuh ribu buku lagi untuk menambah koleksi 331.448 buku yang sudah ada,” imbuh pustakawan asal Garut ini.

UPT Perpustakaan Universitas Jember juga terus memperbaiki sistem pengolahan koleksi dan meningkatkan pelayanan yang ada. Mulai tahun ini Ida dan kawan-kawan mempersiapkan penerapan aplikasi Senayan Library Information Management (SLIM) yang digagas oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). Semula mereka menggunakan aplikasi SirsiDinyx buatan luar negeri, namun akhirnya memutuskan berpindah menggunakan aplikasi berbasis open source karya anak bangsa sendiri.

“Jika menggunakan aplikasi produk luar negeri biayanya lumayan besar, setiap tahun untuk pemeliharaan saja mencapai 300 juta rupiah, belum lagi biaya mendatangkan teknisi jika ada problem,” kata Ida.

Menurut Ida, memakai aplikasi SLIM yang berbasis open source memiliki banyak keuntungan, antara lain memungkinkan munculnya aplikasi turunan baru hasil kreasi para pustakawan sendiri, serta dapat terhubung dengan perpustakaan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) sesama pengguna aplikasi SLIM. Jika ada masalah terkait pengolahan koleksi atau layanan perpustakaan, maka tinggal lempar di forum diskusi SLIM, maka akan banyak yang memberikan solusi. Anggota Perpustakaan Universitas Jember pun dapat meminjam buku, atau mengakses koleksi digital di perpustakaan lain khususnya di Jawa Timur dengan mudah, begitu pula sebaliknya.

Sebagai informasi saat ini terdapat 45 ribu lebih anggota Perpustakaan Universitas Jember, baik sivitas akademika kampus Tegalboto maupun masyarakat Jember dan sekitarnya.

UPT Perpustakaan Universitas Jember juga tengah membantu pengembangan ruang baca yang ada di tiap fakultas. Pasalnya selama ini ruang baca belum digarap dengan serius, padahal dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, kebutuhan referensi baik buku maupun jurnal dapat difasilitasi di ruang baca masing-masing fakultas. “Sehingga mendekatkan layanan perpustakaan kepada pemustaka. Untuk saat ini ada empat ruang baca yang akan menjadi percontohan, yakni ruang baca di Fakultas Ilmu Budaya, Fakultas Pertanian, Fakultas Kedokteran Gigi, dan Fakultas Kesehatan Masyarakat,” urai Ida Widiastuti.

Untuk mewujudkan ruang baca yang baik, dirinya siap mengerahkan lima belas pustakawan yang ada untuk membina petugas ruang baca di tiap fakultas.

Terpisah, Moh. Hasan, Rektor Universitas Jember mendukung inovasi dan jalinan kerjasama yang dijalankan oleh UPT Perpustakaan. Menurutnya kerjasama antar perpustakaan PTN di Jawa Timur memang menjadi salah satu perhatian para rektor PTN yang tergabung dalam Paguyuban Rektor PTN Jawa Timur. Salah satu hasil pembahasan dalam Paguyuban Rektor PTN Jawa Timur adalah pembentukan konsorsium untuk berlangganan e-journal dan e-book. Awalnya tiap-tiap PTN berlangganan sendiri e-journal dan e-book, jika ditotal dapat menghabiskan dana hingga Rp 25 milyar rupiah. “Namun dengan pembentukan konsorsium, maka harga langganan e-journal dan e-book untuk 10 PTN di Jawa Timur hanya menghabiskan dana kurang lebih Rp 8 milyar rupiah saja,” ujar Moh. Hasan yang juga adalah Ketua Paguyuban Rektor PTN Jawa Timur ini. (iim)

Terkait Tersangka Thoif, Kejaksaan Periksa 9 Anggota Dewan

Tim Kejaksaan Tinggi Jawa Timur melalui Kejaksaan Negeri Jember memanggil 9 anggota dewan yang juga Tim Badan Anggaran DPRD Jember.

Ke-9 orang anggota dewan itu dipanggil sebagai saksi guna melengkapi berkas penyidikan dari tersangka Ketua DPRD Jember, Thoif Zamroni yang telah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan korupsi Hibah Bansos Kelompok Ternak  2015. Thoif juga telah ditahan di Lapas Jember oleh kejaksaan sejak bulan lalu.

“Ada pemanggilan kepada 9 anggota dewan dari tim Banggar DPRD Jember, ini terkait kasusnya Thoif (Ketua DPRD Jember), dipanggil sebagai saksi,” ujar Kepala Seksi Pidana Kusus Kejaksaan Negeri Jember, Asih saat dikonfirmasi. Kejaksaan pada intinya memeriksa dan memintai keterangan kesembilan anggota dewan terkait KUA-PPAS RAPBD 2015.

Dalam pengembangan penyidikan kasus dugaan korupsi itu, penyidik juga telah memeriksa sejumlah orang unsur pimpinan DPRD Jember. Dari total anggaran Rp 33 miliar yang digulirkan untuk hibah bansos kelompok ternak 2015, hingga kini Tim Penyidik juga masih melakukan penghitungan total kerugiaan keuangan negara. Namun berdasarkan penghitungan awal ditemukan sekitar Rp 660 juta kerugiaan negara dari Dinas Peternakan Pemkab Jember.

“Selain terus melakukan pemanggilan saksi, hari ini Tim BPKP Jawa Timur juga turun ke jember untuk melakukan audit kerugiaan keuangan negara,” tandasnya.

Diketahui sebelumnya, Kasus dugaan korupsi Hibah Bansos 2015 yang menyeret Ketua DPRD Jember Thoif Zamroni diambil alih Kejaksaan Tinggi Jawa Timur. Hal itu mengacu atas pertimbangan besarnya lingkup kasus dugaan korupsi di Kabupaten Jember dan melibatkan banyak sekali anggota dewan tersebut.

Berikut adalah kesembilan anggota dewan yang dimintai keterangan oleh kejaksaan ; Tatin Hindyayani, Nur Hasan, Agus Sofyan, Handoko Seto, Hariana, Suharyatik, Yudi Hartono, M Ely Yusuf dan Siswono.

Diponegoro Kembalikan Uang Negara Rp 2,1 Miliar

Kejaksaan Negeri Jember kembali menerima titipan pengembaliaan keuangan negara senilai Rp 2,1 miliar dari  Terdakwa Mantan ketua Askab PSSI Jember, Diponegoro, Kamis (15/3).

Sebelumnya, terdakwa Diponegoro yang juga putera sulung mantan Bupati Jember MZA Djalal, melalui tim penasehat hukumnya juga telah menyerahkan uang senilai Rp 420 juta dalam penanganan kasus dugaan korupsi Askab PSSI Jember tahun anggaran 2014/2015 itu.

Kepala Seksi Pidana Kusus Kejaksaan Negeri Jember, Asih mengatakan, total pengembaliaan kerugiaan negara yang telah diserahkan oleh terdakwa Diponegoro mencapai Rp 2, 6 milyar lebih. Hal itu telah sesuai dengan hasil penghitungan kerugiaan negara oleh BPKP Jawa Timur.

“Hari ini kami menerima titipan pengembaliaan keuangan negara dari terdakwa Diponegoro, alhamdulillah akhirnya Jaksa sudah bisa menarik kembali seluruh anggaran yang sebelumnya tidak dapat dipertanggung jawabkan oleh terdakwa,” ujar Asih.

Dia juga menerangkan, pengembaliaan seluruh kerugiaan keuangan negara itu diakui menjadi pertimbangan tersendiri bagi JPU dalam  tuntutan  di dalam proses persidangan nantinya, namun tidak memghapus perbuatan hukum yang telah dilakukan terdakwa.

“Memang pengembaliaan keuangan negara itu menjadi salah satu pertimbangan untuk menentukan berat ringannya tuntutan, sidang pembacaan tuntutan agendanya selasa pekan depan,” imbuhnya.

Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Surabaya, Jawa Timur sebelumnya menjebloskan terdakwa mantan Ketua Askab PSSI Jember, Diponegoro alias Popo, setelah sempat menjadi DPO berbulan bulan dan menyerahkan uang kerugian negara.

Anak mantan Bupati Jember MZA Djalal ini, Selasa (16/1) malam lalu akhirnya ditahan di Rumah Tahanan Kejaksaan Tinggi Jawa Timur setelah majelis hakim mengabulkan permohonan dari Jaksa Penuntut Umum dan menolak permohonan penangguhan penahanan yang diajukan terdakwa.

Pekan Depan, Daftar Rawat Jalan di RSD Soebandi Mulai Pukul 06.00 WIB

Rumah Sakit Umum Daerah, dr. Soebandi Kabupaten Jember terhitung mulai Senin (19/3) pekan depan akan buka lebih awal untuk layanan rawat jalan yakni pukul 06.00 WIB. Dengan dibukanya layanan kepada masyarakat lebih awal ini, manajemen rumah sakit berharap bisa mengurangi jumlah antrian pasien yang berobat. RSD Soebandi selama ini juga menjadi rumah sakit rujukan dari warga sekitar Jember yakni, kabupaten Situbondo, Bondowoso, Banyuwangi dan Lumajang.

Selama ini nomor antrian buka pukul 6 pagi, dan loket pendafataran buka jam 7. Namun mulai Senin 19 maret nanti, loket pendaftaran akan dibuka sejak awal, sehingga pasien bisa datang lebih pagi. “Disamping itu juga untuk mengurangi antrian pasien saat berobat,”ujar Dirut RSD dr Soebandi Jember dr. Hendro Sulistijono MM M.Kes, Kamis (15/3).

Dr. Hendro juga menjelaskan, layanan loket dan pengobatan di RSD Dr Seobandi dibuka lebih awal ini sesuai dengan himbauan Bupati Faida. Hal ini agar seluruh instansi pemerintah yang berhubungan dengan pelayanan pada kesehatan bagi masyarakat bisa terus untuk ditingkatkan.

“Dengan dibukanya layanan rawat jalan lebih pagi ini, tentunya pasien maupun keluarga pasien saat hendak daftar ke loket di siapkan terlebih dahulu persyaratan-persyaratan yang dibutuhkan. Seperti kartu BPJS, Asuransi, kartu penjamin yang masih berlaku maupun kartu kunjung, serta identitas, sehingga pasien bisa segera dapat dilayani,” ujar dr. Hendro.

Dr. Hendro berharap, dengan perbaikan Manajemen dan layanan ini bisa memberikan rasa kenyamanan dan kepuasan masyarakat untuk mendapatkan hak-haknya dalam berobat, “Dengan perubahan buka lebih pagi ini, tentu juga berpengaruh pada perawat maupun dokter yang juga dituntut untuk datang lebih awal,” ujarnya.

0FansSuka
388PengikutMengikuti
14,700PelangganBerlangganan

Recent Posts

Block title