Januari 28, 2021, 08:41:32
Beranda blog Halaman 2

Hari Ketiga Pasca Banjir di Tempurejo, Tim Wash PMI Jember Kuras Sumur-Sumur Korban Banjir

JEMBER – Memasuki hari Ke Tiga Tanggap Darurat Bencana (TDB) Pasca Banjir di kecamatan tempurejo, PMI Kabupaten Jember melakukan assesment dan pembagian nasi bungkus kepada para korban banjir di Dusun Kraton Desa Wonoasri Kecamatan Tempurejo, kemarin tim wash PMI Kabupaten turun ke daerah banjir yang mulai surut.

“Tim Wash PMI Kabupaten Jember melakukan pembersihan rumah-rumah warga yang banyak terselimuti lumpur. Yang utama, Tim Wash melakukan pembersihan sumur-sumur milik warga yang dipenuhi lumpur dan air,” kata Ketua PMI Kabupaten Jember H EA Zaenal Marzuki SH MH. Pada Sabtu, 16 Januari 2021

Sumur jadi prioritas pembersihan tim Wash PMI Kabupaten Jember, mengingat warga mulai kembali ke rumah masing-masing dan mebutuhkan air bersih untuk masak, bersih-bersih dan kebutuhan lainnya.

Banjir di kawasan ini bisa disebut sebagai banjir kiriman mengingat kawasan Dusujn Kraton Desa Wonoasri Kecamatan Tempurejo Jember merupakan kawasan hilir daerah aliran sungai Mayang dan Gladak Putih yang kemudian melintasi Desa Wonoasri. Sungai di Dusun Kraton diperparah karena mendapatkan kiriman dari Sungai Gladak Putih yang berada di kawasan Curahnongko, Tempurejo.

Air sungai itu meluber ke jalanan dan permukiman warga. Genangan air lupannya mencapai 1 meter sehingga warga tidak dapat beraktivitas seperti biasanya seperti memasak dan mencuci karena sumur warga juga terendam banjir.

Hasil assesment relawan PMI Jember terdapat 814 KK yang tersebar di RW 1, 2 dan 3 dusun Kraton Desa Wonoasri Kecamatan Tempurejo yang terdampak banjir terparah, namun pada hari kedua Genangan menjelang sore air mulai surut.

Berdasarkan situasi tersebut, Posko TDB PMI Kabupaten Jember menerjunkan tim Wash yang terdiri dari 11 personil dengan peralatan lengkap untuk mensterilkan sumur-sumur warga yang terendam agar dapat digunakan memasak maupun keperluan lainnya.

“Hari ini, Sabtu (16/1) tim wash menyisir sumur warga yang berada di wilayah RT 6 RW 3 Dusun Kraton untuk disterilkan dengan dikuras kemudian setelah bersih sumur tersebut diberi tawas,” imbuhnya

PMI Jember menurunkan dua alat sedot air dan dua Armada, untuk menguras sumur hingga bersih membutuhkan waktu 30 hingga 60 menit. Namun kegiatan sterilisasi sumur kemarin terkendala hujan sehingga kegiatan Wash dilanjutkan hari ini. (*).

Akhirnya Jenazah Fangki Ditemukan Tidak Jauh Dari Lokasi Tenggelam

JEMBER – Sejak terhanyut deras sungai kemaren, akhirnya jenazah Fangki ditemukan dalam kondisi terbujur kaku di alirana sungai kumitir dan itu tidak jauh dari tempat awal tenggelamnya Korban Tersebut.

Jerit tangis warga dan sanak kerabat tidak terbendung ketika Jenazah Fangki ditemukan pada Jum’at, 15 Januari 2021 pagi.

Dengan berbagai upaya semua pihak dan masyarakat proses pencarian yang dimulai pada hari Rabu hingga kamis malam berlanjut ke Jum’at pagi akhirnya jenazah itu muncul di Cacalan atau rerimbunan dekat pohon bambu.

“Saya kira tadi bantal guling,karena mengampung dan saya lihat dari dekat ternyata benar itu mayat fangki” ujar singkat Adrian.

Tak selang beberapa saat warga lain datang dan mengevakuasi jenazah Pemuda yang diduga pemikiranya kurang tersebut dari dalam air dan di angkat ke permukaan dan dibawa ke rumah warga sekitar.

Dalam proses membawa jenazah tersebut Jerit tangis warga pecah tak terbendung dan Beberapa kali ucapan terlontar”ya Allah le,ya Allah sakne-ya Allah nak,ya Allah kasihan) tangisan semakin tak terbendung hingga keluarga ada yang langsung lemas melihat jenazah Fangki yang sudah terbujur kaku tanpa baju cuma pakai celana tersebut.

Sementara ditempat terpisah Kasat Pol Air Polres Jember Iptu M Naim saat dihubungi via phone mengatakan ketika pihaknya mebdapatkan laporan, anggota langsung ke tempat penemuan jenazah korban tersebut.

“Anggota kami meluncur, saya ada di banjir bandang tempurejo masihan,” ungkapnya singkat.

Proses penemuan mayat fangki akhirnya ramai diperbincangkan, banyak warga berdatangan menuju lokasi temuan jenazah pemuda naas tersebut.(Kit/Min).

Loncat Ke Sungai, Usai Pria Asal Banyuwangi Ini Kepergok Menjambret

JEMBER – Sungguh sial buat pelaku jambret asal Banyuwangi ini, pasalnya pelaku saat melakukan penjambretan terhadap seorang perempuan muda dipergoki warga.

Kejadian tersebut, terjadi Di Dusun Krajan,Desa Bagorejo,Kecamatan Gumukmas Jember pada, Kamis 14 Januari 2020 Malam, dimana seorang perempuan muda berinesial N (19) yang merupakan keryawan bakso hendak pulang dari tempat kerjanya, secara tiba – tiba pelaku Yudi (25) Warga Kabupaten Banyuwangi melakukan penjambretan tehadapnya.

“Tiba tiba orang itu mendekati saya pak,lalu merogoh handphone yang berada di Dasbor Kotak Motor lalu tiba tiba tancap gas.karena saya teriak lalu massa datang pelaku melempar motor miliknya dan pelaku terjun ke sungai Posaran,” Ujar Korban Neneng.

Selain itu, Neneng juga mengatakan saat itu pelaku dari arah Utara menuju keselatan mengendarai motor sendiri.

“Pelaku ini sendirian pak,” Ungkapnya.

Hal senada pun juga dikatakan oleh Saksi Mata yakni Agung Jaya Paripurna asal Bagorejo. Bahwa saat dirinya melintas tempat kejadian tersebut, warga sudah ramai dan mencari pelaku yang lari mencemburkan dirinya ke sungai.

“Saya tadi melintas dan massa sudah ramai melempari pelaku yang sembunyi di bawah kolong jembatan.lama pelaku tadi sempat mau tenggelam juga karena massa melempari batu kena kepala pelaku,” bebernya.

Massa yang semakin beringas dan semakin banyak akhirnya Mapolsek Gumukmas serta anggota Tim Buru Sergap Jember barat Polres Jember datang ke lokasi dan memaksa pelaku menyerahkan diri dan keluar dari air meski harus beberapa kali letusan tembakan peringatan dilakukan.

Akhirnya pelaku menyerah dan diamankan dari amukan massa yang saat pelaku diamankan sudah berkumpul dan berteriak teriak dibakar.

Pelaku saat ini sudah diamankan di Mapolsek Gumukmas bersama barang bukti Handphone dan sarana Sepeda motor yang iya pakai untuk melakukan kejahatan.

Sementara pelaku sendiri saat ditanya mengatakan jika mau ke lumajang dari rumah Banyuwangi karena kehabisan uang dirinya nekat menjambret di kawasan gumukmas tersebut.(Kit/Dul).

Selalu Buat Gaduh, DPRD Jember Nilai Bupati Faida Harus Taubat

JEMBER – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jember menilai Bupati Faida selama memimpin Jember. Ketua Komisi C DPRD Jember David Handoko Seto menyampaikan, pihaknya meminta agar Faida segera bertaubat dan mengakhiri kepemimpinanya pada pertengahan Februari 2021 nanti dengan baik atau husnul khotimah.

“Kita berharap ASN yang patuh pada Faida namun tidak patuh pada Undang-undang harus diperiksa, kalau perlu diberikan sanksi. Saya berharap Faida masih ada waktu untuk bertaubat dan mengakhiri sebagai bupati dengan baik,” kata David di Kantor Pemkab Jember bersamaan dengan acara rapat besar pejabag Pemkab menyikapi kegaduhan internal birokrasi pada, Selasa 12 Januari 2021.

Politisi Partai Nasdem ini juga mengatakan, beberapa pekan ini Bupati Faida menerapkan SOTK tahun 2020 yang berujung pada banyaknya pejabat dijadilan Pelaksana Tugas atau Plt, padahal hal itu bertentangan dengan Undang-undang dan SE Mendagri. Dia juga menilai SK Plt yang diterbitkan pada tanggal 8 Januari tidak sah.

“Jika ada pejabat yang mau menduduki jabatan itu berdasarkan SK Plt tanggal 8 Januari maka kita akan sidak, kita akan usir dan kalau perlu oleh Pemprov diperiksa dan disanksi,” tandasnya.

Kegaduhan tatanan birokrasi berujung Bupati Jember Faida MMR dipanggil untuk dilakukan pemeriksaan oleh Tim Gabungan Inspektorat Jatim dan Kemendagri pada hari ini di Jakarta pusat. “Iya hari ini Bupati Jember sedang di Kemendagri untuk menjalani pemeriksaan, kita tunggu saja hasilnya, Insya Alloh dalam satu dua hari ini akan keluar. Saya berharap kepada seluruh ASN untuk tetap menjalankan tugasnya sebagaimana mestinya, dan untuk yang mendapat SK Plt sementara waktu legowo dulu, dan apapun hasilnya nanti harus kita patuhi bersama,” ujar Wakil Bupati Jember KH. A. Muqit Arif.

Dia mengakui, bahwa untuk menyelesaikan kagaduhan di Pemerintahan Kabupaten Jember ini, hanya pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat yang bisa menyelesaikannya. Karena persoalan di Jember sudah sangat memprihatinkan, dan bisa melumpuhkan pelayanan jika tidak segera diatasi.

Sementara Sekda Pemkab Jember hasil KSOTK 2016 Mirfano menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Jember. Pihaknya menjamin, apapun kegaduhan yang terjadi di Pemkab Jember tidak akan mengganggu layanan kepada masyarakat. “Insya Alloh pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan seperti biasanya, meskipun ada kegaduhan seperti saat ini, dan Insya Alloh dalam waktu dekat sudah teratasi, Saya berpesan kepada seluruh ASN terutama yang masih muda-muda untuk tidak larut dalam konflik ini, karena masa depan dan karir nya masih terbuka luas kedepannya. Kalau saya dua tahun lagi sudah memasuki pensiun, apapun yang terjadi tidak akan berpengaruh terhadap karir,” terang Sekda Mirfano. (Dul/Mok).

Tim Gabungan Inspektorat Jatim Dan Kemendagri Periksa Bupati Faida Lantaran Dianggap Langgar Aturan

JEMBER – Pada, Selasa 12 Januari 2021, Tim Gabungan Inspektorat Jawa Timur dan Kementerian Dalam Negeri Akhirnya memanggil Bupati Faida untuk diperiksa, lantaran membuat kegaduhan didalam birokrasi pemerintah kabupaten jember.

Dalam pemeriksaan yang berlangsung di Jakarta pusat tersebut, Bupati Faida tak datang sendiri, namun didampingi oleh Yessy, Yuli Dan Fauzi yang merupakan kroninya.

“Iya hari ini Bupati Jember sedang di Kemendagri untuk menjalani pemeriksaan, kita tunggu saja hasilnya. Insya Allah dalam satu dua hari ini akan keluar. Saya berharap kepada seluruh ASN untuk tetap menjalankan tugasnya sebagaimana mestinya, dan untuk yang mendapat SK Plt sementara waktu legowo dulu, dan apapun hasilnya nanti harus kita patuhi bersama,” ujar Wakil Bupati Jember KH. A. Muqit Arif.

Tak hanya itu, Dirinya mengakui untuk mengatasi kagaduhan di Pemerintahan Kabupaten Jember ini, hanya pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat yang bisa menyelesaikannya.

“Kondisi di Jember sudah sangat memprihatinkan, dan bisa melumpuhkan pelayanan jika tidak segera dituntaskan,” Ungkapnya.

Sementara ditempat terpisah, Sekertaris Daerah Pemkab Jember hasil KSOTK 2016  Mirfano menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Jember. Pihaknya menjamin, apapun kegaduhan yang terjadi di Pemkab Jember tidak akan mengganggu layanan kepada masyarakat.

“Insya Allah pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan seperti biasanya, meskipun ada kegaduhan seperti saat ini, dan Insya Alloh dalam waktu dekat sudah teratasi. Saya berpesan kepada seluruh ASN terutama yang masih muda-muda untuk tidak larut dalam konflik ini, karena masa depan dan karir nya masih terbuka luas kedepannya. Kalau saya dua tahun lagi sudah memasuki pensiun, apapun yang terjadi tidak akan berpengaruh terhadap karir,” terang Sekda Mirfano. (Sid/Mok).

Tak Terima Video Liputan Madunya Dicatut, Pengusaha Madu Asal Jember Akan Lapor Polisi

JEMBER – Ahmad Shahrul Alim akhirnya tak kuasa membendung rasa marah dan kecewa terhadap salah satu Agen penyedia madu yang bernama De Mond’s Premium Honey yang beralamat Di jalan Anggrek III Buntu No.18, RT.18/RW.2, Kuningan, Karet Kuningan, Kecamatan Setiabudi, Kota Jakarta Selatan.

Geram nya Shahrul semakin menjadi tak kala melihat postingan Perusahan Madu Demons asal Jakarta tersebut, mencatut Vidio Liputan Kompas TV yang kala itu pernah adakan liputan madu Liar ditempat ia membuka usaha yang berada di Dusun Pondokwalih,Desa Kencong,Kecamatan Kencong,Jember.

Vidio dari kompas TV tersebut sengaja di putus durasinya dan di ambil wawancara warga yang sembuh dari sakit Struk Berat setelah rutin minum Madu liar miliknya yang ia dapat dari tengah hutan kawasan Jember.

“Saya awalnya tidak tahu jika hasil liputan dirumah saya dibuat promo pengusaha madu lain asal Jakarta.yang saya sesalkan jika nanti ada Komplain karena madu tidak sama itu akan menjadi Boomerang bagi usaha saya ini.maka dari itu saya akan laporkan ini kepihak berwajib dan saya akan melangkah ke ranah hukum”Ungkap Ahmad Shahrul Alam pada, Selasa 12 Januari 2021.

Shahrul yang juga sebagai salah satu anggota Inspirator lebah madu Indonesia, (ILMI) dan lembaga madu Indonesia setelah berkonsultasi dan berkoordinasi akan lakukan laporan langsung ke Mabes Polri melalui kuasa Hukum dan lembaga permaduan Indonesia.

“Jika ini tidak kita tindak lanjuti secepatnya nanti berakibat fatal juga.kami yang diliput media televisi dengan madu asli tanpa campuran dan sudah terbukti Khasiatnya malah hasil liputan di tempat kami dibuat Promo orang lain dan itu akan merugikan kami dari segala sisi,” imbuh Shahrul.

Sementara ini ketika berita ini ditulis, pihak dari beberapa pelanggan yang berada diluar daerah seperti Surabaya dan Jakarta menanyakan Via Phone hal postingan yang di catut pemilik madu lain dan mereka juga sempat mau memesan madu tersebut dikira itu usaha madu liar Asli Jember yang Ahmad Shahrul Alim rintis di kecamatan kencong, Jember.(Kit/Min).

Warga Jember Keluhkan Lampu PJU Mati, Wadul di Facebook

JEMBER – Setelah permasalahan truk sampah yang mogok karena tidak adanya BBM beberapa hari yang lalu, diketahui mobil operasional Penerangan Jalan Umum (PJU) juga mengalami hal yang serupa.

Hal ini terungkap dalam percakapan disebuah grup media sosial Facebook bernama Wadul Jember. Dalam grup tersebut akun bernama Sun Neo menuliskan “Lampu PJU mati kemana saya harus melaporkan atau mungkin ada yang punya call centernya?”

Sontak beberapa netizen mengomentarinya. “Sama di jln udang windu juga mati” tulis akun Jhe Jhek dalam kolom komentar.

Keluhan PJU itu juga direspon oleh akun bernama Cipta Karya. “terima kasih Infomasinya akan segera di Surve sama Petugas PJU apabila mulai Operasional lagi Maaf utk sementara ini belum Operasional kendala krn BBM,” tulis akun tersebut.

Perlu diketahui PJU di Kabupaten Jember merupakan wewenang dari Dinas Cipta Karya. Apakah akun facebook tersebut merupakan resmi dari Dinas Cipta Karya?

Sementara itu, kondisi PJU mati dibenarkan oleh salah satu warga di Kecamatan Semboro bernama Antok warga Dusun Semboro Lor Kecamatan Semboro. Ia mengatakan PJU yang terletak di sepanjang jalan jurusan Semboro-Tanggul sudah lama mati.

“Sudah hampir sebulan lalu PJU ini mati mas, kira-kira sejauh 2 km, biasanya tidak sampai lama. Harapan saya semoga segera diperbaiki karena ini bisa membahayakan pengendara jalan apalagi kondisi jalannya banyak berlubang,” terangnya. (Ji/Min).

Datangi Kantor Dinkes, Sejumlah Sopir Ambudes di Jember Minta Kejelasan Nasibnya

JEMBER – Pada, Senin 11 Januari 2021. Sejumlah sopir ambulans desa (ambudes) mendatangi Kantor Dinas Kesehatan Pemkab Jember, dengan bermaksud meminta kejelasan terkait nasib mereka.pasca belakangan santer dikabarkan ada puluhan sopir ambudes yang akan diganti Dinkes tanpa sebab yang jelas.

Ayis Zakaria, sopir ambudes Sempolan yang ikut menyambangi Dinkes, mengaku gelisah setelah mendengar kabar tersebut lantaran sebelumnya pada Desember 2020 telah menandatangani perpanjangan kontrak.

Ayis semakin waswas setelah dirinya mengetahui ada kegiatan pembekalan sopir ambudes yang diinisiasi Dinkes Jember. Namun ia dan rekan-rekannya tidak diundang dalam acara tersebut.

“Sopir ini kaget ada kabar pemecatan sepihak, padahal tidak ada apa-apa. Kemarin juga ada pembekalan, tapi kami tidak dikabari atau diundang. Katanya untuk sopir ambudes baru,” ucapnya.

Upaya para sopir ambudes menemui Kepala Dinkes Jember Diah Kusworini di kantornya tidak berhasil. Petugas di meja penerima tamu mengatakan atasannya itu sedang berada di Pendopo Wahyawibawagraha.

Sementara, Kasubag Umum dan Kepegawaian Dinkes Jember Erfian yang menemui para sopir ambudes mengaku belum menerima petunjuk dari atasannya terkait masa depan sopir ambudes. “Belum ada keputusan terbaru,” ujarnya.

Sopir ambudes merupakan tenaga kontrak bidang pelayanan Dinkes Jember. Setahun sekali, tepatnya pada Desember, para sopir ambudes harus memperpanjang kontraknya.

Mengenai siapa-siapa yang diterima menjadi sopir, Erfian mengaku belum mengetahuinya karena belum ada putusan. “Yang bersangkutan (sopir) telah melakukan perpanjangan. Tentunya perlu diverifikasi kembali. Jadi, kami tidak tahu siapa yang diterima. Data yang diverifikasi juga belum turun kembali ke kami sehingga kami tidak tahu kelanjutannya bagaimana,” ungkapnya.

Untuk sementara ini, Erfian menyarankan agar para sopir ambudes tetap menjalankan tugasnya melayani masyarakat di desa masing-masing karena keberadaan sopir ambudes sangat dibutuhkan. “Senyampang belum ada surat keputusan apa pun, baiknya sopir ambudes tetap melakukan tugasnya seperti biasa,” tandasnya.

Ihwal kabar PHK ramai-ramai sopir ambudes sejatinya terjadi ketika Mohamad Sururi, sopir ambudes Wonorejo, Kecamatan Kencong, beberapa waktu lalu menghadiri kegiatan pembekalan sopir ambudes. Ironisnya, di dalam daftar hadir acara, namanya tidak tercantum. Bahkan, lima rekannya sesama sopir di Kecamatan Kencong juga tidak dimasukkan dalam daftar hadir pembekalan.

Isu yang berkembang, sebanyak 28 sopir ambudes telah diberhentikan sepihak tanpa sebab oleh Dinkes Jember. (Ngek/Dul).

Ternyata Ada Warga Jember Yang Ikut Menjadi Korban Sriwijaya Air SJ – 182

JEMBER – Korban pesawat Sriwijaya air yang mengalami kecelakaan, Seperti diketahui, pesawat Sriwijaya Air SJ182 dinyatakan hilang kontak pada, Sabtu 09 Januari 2021 lalu. pukul 14.40 WIB. Pesawat tersebut hilang saat sedang menempuh rute penerbangan Jakarta-Pontianak.

Dimana dari kejadian tersebut, ternyata ada Salah satu warga jember yang ikut menjadi korban pesawat Sriwijaya Air, yakni Mulyadi Warga Dusun Krangkongan, Desa Tegalwangi, Kecamatan Umbulsari, Kabupaten Jember.

Hal itu dibenarkan oleh Ngadi Suwito, paman korban, ia mengatakan jika salah satu Korban Bernama Mulyadi adalah keponakanya yang telah berumah tangga di Pontianak dan berkeluarga disana.

“Benar mas, korban asli warga Umbulsari dan saya mengetahui setelah ditelpon adik saya bapak dari Mulyadi jika keponakan saya adalah salah satu dari membawa 62 orang pesawat naas terjatuh tersebut,” ungkapnya ditemui di kediamannya pada, Senin, 11 Januari 2021.

Kesedihan Ngadi bertambah saat mendengar jika tidak hanya keponakan dia saja yang jadi korban pesawat Sriwijaya, namun Istri dan mertua serta asisten rumah tangga keluarga Mulyadi yang berada di Pontianak juga sebagian dari korban jatuhnya pesawat pada hari Sabtu kemarin tersebut.

“Saya cuma bisa mendoakan dari sini, padahal keponakan saya sudah janji mau bertemu saya pada hari Rabu besok ini tapi tragedi ini membuat saya terpukul sekali,” tambahnya.

Ngadi juga menceritakan jika sebelum kejadian pesawat jatuh keponakanya sempat Vidio Call dan bilang suruh cepat cepat berangkat ke Pontianak agar segera bertemu.

“Pakde Ndang budal rene, lek suwe sampean Ra iso ketemu aku maneh, (Paman Sampean lekas berangkat kesini, kalau lama sampean gak bakalan ketemu saya lagi),” ceritanya.

Ucapan Mulyadi yang disampaikan Ngadi Suwito tersebut membuat sanak Family lain yang mendengar tak kuasa membendung kesedihan.

Apalagi diketahui jika Mulyadi Bersama Istrinya bernama Mahrufatul Yetti Hasanah orang Pontianak tersebut baru tiga bulan Melangsungkan pernikahan dan belum dikaruniai seorang anak. (Kit/Min).

HUT PDI Perjuangan Ke-48 Tahun. Sonny T Danaparamita Bersama Konstituen dan Relawan Ikuti Zoom Meeting

Banyuwangi – Pengurus, Kader, dan simpatisan PDI Perjuangan serta perwakilan masyarakat yang ada di Banyuwangi, Situbondo, dan Bondowoso tampak antusias dan bergembira mengikuti acara Pembukaan HUT PDI Perjuangan melalui zoom meeting yang diadakan oleh Sonny T. Danaparamita. (Minggu, 10/01/2021)

Acara virtual tersebut terpusat di Rumah DEGIRI (Rumah DEmokrasi, Gagasan, dan InspiRasI), yang merupakan Rumah Aspirasi dari Sonny T. Danaparamita (Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan – Daerah Pemilihan Jawa Timur III).

Sonny berinisiatif mengadakan kegiatan virtual meeting karena selain perintah Partai juga banyak relawan dan konstituen yang juga ingin menyaksikan dan memeriahkan Acara Pembukaan HUT PDI Perjuangan yang terselenggara hari ini. Sebelum acara dimulai, Sonny berusaha menyapa satu persatu peserta yang hadir.

Dalam pidato politiknya, Ibu Hj. Megawati Soekarno Putri (Ketua Umum PDI Perjuangan) menyampaikan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air dan atas wafatnya tenaga kesehatan dalam perjuangan dan pengorbanan di tengah pandemi covid-19. Presiden RI ke-4 itu juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh tenaga kesehatan yang terus berupaya melayani dan menyelamatkan bangsa dari ancaman wabah covid-19. Dan ucapan terima kasih untuk seluruh Penyelenggara Pemilu yang telah bekerja keras dalam menyelenggarakan Pilkada Serentak beberapa waktu lalu.

Sebagaimana prinsip Sang Proklamator (Bung Karno) kepada generasi bangsa Indonesia, “Tetapkanlah kecintaanmu pada tanah air tetap menyala-nyala di dalam dada, sampai Allah memanggilmu. Pancasila jangan hanya menjadi jargon semata, hidupkan semangat persatuan dan gotong royong untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”, tegas Presiden perempuan pertama di Indonesia ini.
Lebih lanjut, Putri prokalamator bangsa itu juga menyampaikan bahwa daalam membangun bangsa dan negara ini harus diawali dari desa serta harus berdasar pada konsep, strategi, berbasis data yang akurat dan komprehensif. Karena desa/ Kampung adalah tamansari kearifan lokal nusantara, yang merupakan sumber kebudayaan bangsa.

Hadir dan menyampaikan pidato secara virtual dalam acara tersebut, Bapak Presiden Ir. Joko Widodo. Menurut Jokowi, tahun 2020 benar-benar menguji keuletan kita sebagai bangsa besar. Pandemi covid-19 telah mengakibatkan krisis kesehatan dan krisis ekonomi di 214 negara. Untuk menyikapi krisis kesehatan bangsa, Pemerintah menyediakan 426 juta dosis vaksin untuk ±182juta penduduk Indonesia, agar bangsa Indonesia mencapai herd imunity.

Tak ingin larut dalam kepedihan situasi pandemi, Pemerintah Indonesia saat ini sedang menyiapkan rencana percepatan dan pembangunan ekonomi untuk lima tahun kedepan. Dan diakhir pidatonya, Presiden Jokowi menyampaikan, “Dirgahayu PDI Perjuangan, solid bergerak bersama untuk mewujudkan kemajuan Indonesia. Desa Kuat, Indonesia Maju dan Berdaulat”.

Yang unik dan menjadi pembeda dalam virtual meeting kali ini. Sonny memanfaatkan kesempatan itu untuk menyerap aspirasi konstituen yang hadir. Sonny menuturkan, “Melalui virtual meeting, kita bisa berkoordinasi dan kolaborasi untuk mewujudkan Indonesia Maju. Aspirasi masyarakat akan tetap dapat terserap dengan cara seperti ini”. Dialog inspiratif dua arah itu disambut hangat oleh konstituen dan relawan yang siang itu bergabung dalam virtual meeting.

Bagi politisi yang juga menaruh perhatian lebih untuk para pelaku UMKM ini, percepatan kondisi ekonomi di daerah juga dipengaruhi oleh tumbuh kembangnya usaha dan industri mikro, kecil, maupun menengah. “Semoga semangat teman-teman pelaku UMKM tetap terjaga. Dan mari, kita semua tetap bergotong royong dan bantu membantu bagi kemajuan UMKM yang ada di Indonesia”, pungkas Sonny di penghujung acara. (ded/kom)

0FansSuka
0PengikutMengikuti
14,700PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Recent Posts

Block title