Beranda blog Halaman 2

GePe MKGR Jember Satukan Hati Berbagi Darah

ZONA JATIM, JEMBER – Gerakan Perempuan (GePe) Organisasi Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (Ormas MKGR) Jember dan Informa Lippo Plaza Jember menyelenggarakan kegiatan donor darah.

Kegiatan donor darah dengan tema “GePe Ormas MKGR dan Informa Menuju 20 Ribu Kantong Darah” bekerjasama dengan PMI setempat diselenggarakan di Lippo Plaza Jember, Minggu (18/8/2019) pagi – selesai.

“Sebanyak 18 orang melakukan donor darah yang kami selenggarakan tadi,”Ketua Ormas GePe MKGR jember,
Indi Naidha usai menyelenggarakan kegiatan donor darah di Lippo Plaza Jember, Minggu (18/8/2019) siang.

Kata Indi sapaan akrabnya, selain bersama Informa tentu dalam kegiatan ini pihaknya bekerjasama dengan PMI Jember. Hasil dari puluhan pendonor darah ini nantinya darah untuk disimpan di bank darah sebagai stok darah untuk persiapan transfusi darah bagi masyarakat yang memerlukannya.

“Juga agar kebutuhan PMI Jember terus meningkat,”ujarnya.

Ia mengaku tergerak menyelenggarakan kegiatan donor darah ini karena banyaknya masyarakat yang sangat membutuhkannya. “Dan kegiatan seperti ini akan terus kita lakukan karena sangat bermanfaat bagi orang lain,”pungkasnya.

Bupati Jember Berikan Pengarahan Terhadap Ribuan GTT SD dan SMP Penerima SP

ZONA JATIM, JEMBER – Bupati Jember, dr. Hj. Faida, MMR. memberikan pengarahan kepada sekitar 1.411 Guru Tidak Tetap (GTT) SD dan SMP yang menerima Surat Penugasan (SP) untuk semester II tahun 2019 bertempat di Aula PB Soedirman Pemkab Jember, Selasa (13/8/2019) pagi.

Dalam pertemuan ini, bupati menyampaikan tiga hal, yakni Pertama, memastikan penyerahan SP diterima langsung oleh masing-masing GTT, sehingga jika ada kesalahan nama atau tulisan dapat langsung dibenarkan di tempat.

“Saya ingin surat penugasan turun secara langsung, tidak melalui perantara dan memastikan semua menerima suratnya masing-masing,” jelasnya.

Penyerahan SP pada sesi pertama ini sejumlah 1.411 orang, terdiri dari 1.059 guru SD dan 352 guru SMP. Sementara jumlah yang telah memenuhi standar pelayanan miminum (SPM) sebanyak 1.177 orang dan non SPM 234 orang.

Untuk semester kedua ini, terhitung sejak 1 Juni lalu, dari 4.070 GTT ada 18 orang mengundurkan diri, 20 indispliner, dua orang meninggal dunia, dan 1 orang menjadi CPNS di luar Kabupaten Jember. Sehingga terhitung per 1 Juli 2019 sejumlah 4.029 orang.

Hal kedua yang disampaikan Bupati yakni tentang BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. Bupati menegaskan agar kepesertaan asuransi BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan dipindahkan dari peserta mandiri menjadi peserta yang dibiayai pemerintah daerah.

Terkait kepesertaan ini, Bupati menjelaskan kartu asuransi itu dibagikan secara langsung sambil mengecek pendistribusiannya.

“Hari ini kita memastikan untuk mereka yang belum menerima supaya sekarang semua dapat, karena dulu ada yang mandiri, kurang lengkap berkas, dan juga punya tunggakan,” jelasnya.

Bupati juga ingin memastikan bahwa Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) sudah berkoordinasi dengan BPJS untuk memastikan selesainya pendistrubusian asuransi itu.

Ketiga, mengenai hal Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Bupati menerangkan terdapat 774 orang yang telah memasuki proses pemberkasan. Mereka ini dari 587 GTT SD dan 187 GTT SMP. Sementara lainnya masih menunggu surat edaran dari pusat.

“Itu sudah kita koordinasikan untuk teknis dan jadwal pemberkasan, termasuk formasi-formasinya. Kita tunggu prosesnya,” tutur Bupati.

Pertemuan Bupati denga GTT dilakukan dalam tiga tahapan, dengan masing-masing tahapan terdiri dari 11 Kecamatan. “Dalam tiga sesi ini segala permasalahannya harus terselesaiakan di tempat. Setiap satu semester kita pasti ada evaluasi,” ungkap Bupati.

Terkait anggaran honor guru GTT, Bupati menyebut tidak ada perubahan. Sebab, sejak tahun lalu sudah teranggarkan.

“Sejatinya kondisi GTT kita sudah jauh sangat baik dari sebelumnya, dengan tugas yang jelas, honor yang jelas, dengan surat penugasan yang jelas. Apalagi dengan jaminan asuransi yang jelas. Terkait domisili, tidak ada yang masih jauh banget,” pungkasnya.

Wujudkan Cinta Tanah Air Melalui Gerakan Pramuka

ZONA JATIM, JEMBER – Wakil Bupati (Wabup) Jember, Drs. KH. A. Muqit Arief melantik Majelis Pembimbing Ranting dan Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Jenggawah, Kecamatan Jenggawah, Kabupaten Jember bertempat di aula eks UPTD Pendidikan kecamatan setempat, Selasa (13/8/2019) pagi.

Wabup Muqit mengatakan, sebagai wujud kecintaan kepada NKRI, dirinya berharap semua anggota Pramuka bahu membahu untuk membesarkan Pramuka.

“Hal ini diwujudkan dengan aktivitas pembinaan karakter, pembekalan rasa nasionalisme, dan rasa cinta tanah air melalui gerakan Pramuka,” katanya.

Dalam kesempatan ini Wabup juga berharap generasi muda paham betul dengan sejarah perjuangan bangsa Indonesia dan sejarah berdirinya bangsa Indonesia.

Kepada pengurus baru, Wabup berpesan agar menjadikan Pramuka sebagai wadah dalam menyiapkan generasi muda yang berkarakter, berakhlakul karimah, paham sejarah, dan melahirkan generasi yang cinta tanah air.

Disampaikan pula, tantangan Pramuka kedepan sangat berbeda dengan sebelumnya. Karena itu, pelantikan pengurus baru harus menjadi awal dalam menggerakkan Pramuka di sekolah-sekolah sebagai wujud kecintaan kepada NKRI.

“Siapkan generasi muda ke depan dengan dibekali Pramuka, karena Pramuka adalah organisasi penerus perjuangan bangsa,” tegasnya.

Sementara Ketua Majelis Pembimbing Kwartir Gerakan Pramuka Kecamatan Jenggawah H. Jumari dalam sambutannya menyatakan komitmennya membesarkan Pramuka.

“Bersama kader-kader, pelatih, dan tokoh-tokoh Pramuka akan berupaya menggerakkan potensi pramuka yang ada di Kecamatan Jenggawah,” ujarnya.

Ia juga berharap pengurus baru bisa membawa amanah dalam memberikan pendidikan, pembekalan, dan memberi suri tauladan agar Pramuka lebih baik dan lebih maju.

Dan Ia berjanji, akan mendidik generasi muda yang berbudi luhur dan menciptakan pemimpin yang tangguh melalui Gerakan Pramuka.

Bupati Faida Kembali Lakukan Pelantikan Tiga Pejabat di Lingkungan Pemkab Jember

ZONA JATIM, JEMBER – Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR. melantik tiga pejabat Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama dan Jabatan Administrator (JA) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jember bertempat di Pendapa Wahyawibawagraha, Senin (12/8/2019) siang.

Tiga pejabat tersebut yakni Ir. Eko Heru Sunarso, MM. yang dilantik menjadi Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Drs. Mohammad Thamrin, MM. yang menduduki jabatan barunya sebagai Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga, dan drg. Nafisah dilantik menjadi Kepala Bidang Pelayanan dan Penunjang Medik RSD Balung.

Selain itu, dalam kesempatan ini Bupati Faida juga menyerahkan SK Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa kepada Dr. H. Edy Budi Susilo, MSi. Jabatan ini sebelumnya dijabat oleh Ir. Eko Heru Sunarso, MM.

Dalam pelantikan ini, Bupati berpesan para pejabat untuk saling menguatkan sinergitas satu dengan lainnya. Ini dilakukan dengan mengembangkan sikap tolong menolong antar-OPD dan tidak terbelenggu pada garis-garis struktural yang menyebabkan suatu hambatan dalam bersinergi.

“Struktur organisasi telah dibuat sedemikian rupa, baik dalam penganggaran maupun tupoksi agar semua saling menunjang dan saling menguatkan,” terangnya.

Bupati juga mengatakan, dengan menaruh kepercayaan satu sama lain, maka tugas yang berat bisa dilaksanakan dengan tetap mengedepankan persaudaran, gotong royong, dan tolong menolong.

“Tidak ada alasan untuk tidak bekerjasama, karena ini tanggungjawab kita bersama. Tidak ada yang merasa takut direpoti dan tidak ada satupun yang merasa takut merepoti yang lainnya,” tuturnya.

Kepada pejabat yang hadir dalam pelantikan, Bupati meminta supaya membantu pejabat yang baru dilantik ini, sehingga dapat segera beradaptasi dengan tugas baru dan menjalankannya dengan sebaik-baiknya.

“Hanya sinergitas yang dibangun dengan rasa kasih sayang satu dengan lainnya yang membuat kebahagiaan dalam tugas yang berat tidak hilang karena beban yang sedang tinggi,” ungkap Bupati.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga berpesan kepada para pejabat pemangku tanggungjawab supaya pandai-pandai mengelola waktu dalam rangka bulan kemerdekaan untuk turun langsung di tengah-tengah masyarakat.

“Saatnya kita turun di tengah masyarakat. Masyarakat ingin kita hadir di tengah kegiatan mereka, di lingkungan pribadi maupun di lingkungan tugas,” kata Bupati.

Dalam rangka merayakan hari kemerdekaan, masih kata bupati, hendaknya dapat dilaksanakan semeriah mungkin dan melibatkan masyarakat hingga pelosok untuk bersama-sama merayakan kegembiraan di bulan kemerdekaan.

Dalam penyelenggaraan kegiatan yang melibatkan banyak massa, seperti karnaval dan kegiatan gerak jalan tradisional Tajem, bupati meminta masing-masing OPD untuk menyiapkan wilayah dan anggotanya untuk partisipasi dan berkompetisi sebaik-baiknya.

“Karena kegiatan massa selalu memerlukan perhatian dan persiapan tersendiri,” pungkasnya.

Ramah Lingkungan, Pemkab Jember Gunakan Besek Bungkus Daging Kurban

ZONA JATIM, JEMBER – Pemerintah Kabupaten Jember menggunakan besek sebagai bungkus 5 ekor daging kurban pada lebaran Idul Adha tahun ini.

“Biasanya dalam pemotongan hewan kurban banyak yang menggunakan kantong plastik atau kresek. Kali ini dicoba dengan menggunakan besek yang ramah lingkungan,” kata Bupati Jember, dr. Hj. Faida,MMR usai sholat Idul Adha di Masjid Jami’ Al Baitul Amin Jember, Minggu (11/8/2019) siang.

Kata Bupati Faida, besek yang digunakan merupakan produksi UMKM dari Kecamatan Tanggul. “Kemarin pesan tiga ribu, sehingga bisa memberdayakan ekonomi kerakyatan di Jember,” ungkapnya.

Dalam kesempatan wawancara dengan wartawan, Bupati juga mengimbau masyarakat untuk mengurangi penggunaan kantong plastik atau kresek, utamanya kresek hitam.

Menurut Bupati, kresek warna hitam mengandung zat karsinogen. “Kami harapkan tidak ada lagi yang menggunakan tas kresek hitam untuk kurban maupun bungkus makanan,” harapnya.

Hewan kurban yang tahun ini diserahkan oleh Pemerintah Kabupaten Jember sebanyak lima ekor sapi. Rata-rata berat sapi 5 – 6 kwintal.

Sapi diserahkan ke Takmir Majid Al Baitul Amin, Kepala Lapas Klas II A Jember, dan Ponpes AL Falah di Kecamatan Silo. Masing-masing satu ekor sapi. Sementara dua ekor sapi diserahkan ke Sekretariat Pemkab Jember.

Selain mendapatkan hewan kurban, masing-masing panitia penyembelihan hewan kurban mendapatkan besek. “Semua akan dibagikan ke warga atau masyarakat sekitarnya,” terang Bupati.

Tentang berkurban, Bupati mengatakan bahwa berkurban tidak mengurangi apapun dari diri kita, tetapi menambah satu amalan ibadah yang barokah.

Bupati juga menyampaikan, keteladanan yang dapat dijadikan contoh adalah Nabi Ibrahim Alaihis Salam mengorbankan anaknya.

“Sedangkan kita hanya berkurban sapi atau kambing. Bahkan banyak orang ganti mobil untuk hari raya tapi tidak berkurban,” ujarnya.

Semangat dalam berqurban sangat penting. Banyak contoh untuk semangat berkurban ini. “Banyak contoh dari warga yang ekonominya pas-pasan tetapi mereka tetap menjalankan perintah agama dengan berkurban,” pungkasnya.

Ini Susunan Struktur DPP PDI Perjuangan Periode 2019-2024

Sebagai formatur tunggal, Megawati memiliki hak prerogatif untuk memilih langsung struktur DPP PDI Perjuangan.

Ini Susunan Struktur DPP PDI Perjuangan Periode 2019-2024
Jajaran Kepengurusan DPP PDI Perjuangan periode 2019-2024. Foto: Gesuri.id/ Gabriella Thesa Widiari.


Bali – Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri mengumumkan dan langsung melantik struktue kepengurusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) partainya periode 2019-2024 di penutupan Kongres V PDI Perjuangan di Hotel Grand Inna Bali Beach, Sanur, Sabtu (10/8).

Sebagai formatur tunggal, Megawati memiliki hak prerogatif untuk memilih langsung struktur DPP PDI Perjuangan. Dia mengatakan tak banyak perubahan nama dalam kepengurusan DPP PDI Perjuangan lima tahun ke depan.

“Oleh sebab itu saya sudah memutuskan bahwa DPP saya praktis bahwa masih banyak yang ikut membantu saya, jumlahnya masih 27 (orang),” ungkap Megawati.

Setelah mengumumkan struktur kepengurusan DPP, Megawati langsung memimpin pengambilan sumpah jabatan.

“Inilah wajah-wajah yang akan membantu saya lima tahun ke depan,” kata Megawati.

Berikut susunan struktur kepengurusan DPP PDI Perjuangan periode 2019-2024:

1. Ketua Umum: Megawati Soekarnoputri.
2. Ketua Bidang Kehormatan Partai: Komarudin Watubun.
3. Ketua Bidang Pemenangan Pemilu: Bambang Wuryanto
4. Ketua Bidang Ideologi dan Kaderisasi: Djarot S. Hidayat
5. Ketua Bidang Keanggotaan dan Organisasi: Sukur Nababan
6. Ketua Bidang Politik dan Keamanan: Puan Maharani
7. Ketua Bidang Hukum HAM dan Perundang-undangan: Yasonna H. Laoly
8. Ketua Bidang Perekonomian: Said Abdullah
9. Ketua Bidang Pangan, Pertanian, Kehutanan dan Lingkungan Hidup: I Made Urip
10. Ketua Bidang Kelautan, Perikanan dan Nelayan: Rohmin Dahuri.
11. Ketua Bidang Luar Negeri: Ahmad Basarah
12. Ketua Bidang Sosial dan Penanggulangan Bencana: Ribka Tjiptaning.
13. Ketua Bidang Industri, Ketenagakerjaan dan Jaminan Sosial: Nusyirwan Soejono
14. Ketua Bidang Kesehatan dan Anak: Sri Rahayu.
15. Ketua Bidang Kebudayaan: Tri Rismaharini
16. Ketua Bidang Koperasi dan Peningkatan Kesejahteraan Rakyat: Mindo Sianipar
17. Ketua Bid Pariwisata: Wiranti Sukamdani
18. Ketua Bidang Pemuda dan Olahraga: Eriko Sotarduga
19. Ketua Bid Keagamaan dan Kepercayaan kepada Tuhan YME: Hamka Haq.
20. Ketua Bidang UMKM, Ekonomi Kreatif, dan Ekonomi Digital: Prananda Prabowo.
21. Sekretaris Jenderal (Sekjen): Hasto Kristiyanto.
22. Wakil Sekjen Bidang Internal: Utut Adianto.
23. Wakil Sekjen Bidang Program Kerakyatan Sadarestuwati
24. Wakil Sekjen Bidang Program Pemerintahan: Arief Wibowo
25. Bendahara Umum: Olly Dondo Kambey.
26. Wakil Bendahara Umum Bidang Internal: Rudiyanto Chen.
27. Wakil Bendahara Umum Bidang Program: Yuliari Peter Batubara.

Sumber : Gesuri.id

Ada Layanan Pijat dan Premi Asuransi Gratis Peserta Tajemtra 2019

ZONA JATIM, JEMBER – Lomba gerak jalan Tanggul – Jember Tradisional (Tajemtra) yang akan dilaksanakan pada 31 Agustus 2019 menyediakan layanan pijat gratis.

Plt. Kepala Bidang Olahraga pada Dinas Kepemudaan dan Olahraga Pemkab Jember, I Made Seputradana menjelaskan, layanan itu disediakan oleh Bupati Jember, dr. Hj. Faida, MMR.

Ia menjelaskan, pijat gratis ini merupakan pembeda dari penyelenggaraan tahun lalu. Dan penyediaan layanan gratis pijat tradisional ini berada di pos Bangsalsari, Rambipuji, Alun-alun Jember, dan pendapa.

Tak hanya pijat gratis, hal baru lainnya pada kegiatan tahunan ini adalah premi asuransi gratis bagi peserta Tajemtra.

“Penyediaan layanan gratis berupa pijat tradisional dan pemberian premi asuransi gratis ditanggung Ibu Bupati bagi peserta Tajemtra tahun 2019,” jelas Made, Jumat (9/8/2019) siang.

Ia juga menyampaikan bahwa perhatian Bupati bagi peserta lansia yang mengikuti tajem hingga finish akan mendapat reward khusus.

Selain itu, masih kata Made, Bupati juga menyediakan kaos gratis bagi 3.000 pendaftar pertama.

“Imbauan Ibu Bupati, peserta Tajemtra jangan meninggalkan sholat,” pesannya.

Pendaftaran mulai pada tanggal 15 sampai dengan 29 Agustus 2019, bertempat di Kantor Dispora Jember (JSG) dan 31 Kecamatan se-Kabupaten Jember.

Tahun ini hadiah yang disediakan yakni uang pembinaan total Rp. 80 juta. Juga disediakan beberapa hadiah diantaranya berupa tropi, sepeda motor, dan hadiah kejutan lainnya.

Untuk kategori lomba, lanjut Made, yakni lansia diatas 70 tahun pria dan wanita, kostum kreatif beregu, gerakan kreatif beregu, perorangan putra dan putri, beregu pelajar putra dan putri, serta beregu umum putra dan putri.

Terkait persyaratan, Made menjelaskan, peserta harus minimal berusia 16 tahun, mengembalikan formulir pendaftaran.

Peserta juga menyerahkan fotokopi KTP/SIM/kartu pelajar, serta premi asuransi yang diperoleh secara gratis. “Khusus peserta lansia harus menyerahkan surat sehat dari dokter,”pungkasnya.

Aksi ASJ Merupakan Bentuk Kecintaan Terhadap Masyarakat Jember

ZONA JATIM, JEMBER – Wakil Bupati Jember, Drs. KH. Abdul Muqit Arief, menemui puluhan santri yang menggelar aksi damai di depan Kantor Pemkab Jember.

Dalam aksinya, santri yang beraksi tergabung dalam Aliansi Santri Jember (ASJ) menyampaikan keprihatinan atas tampilan talent atau pesohor Grand Carnival JFC pada Minggu, 04 Agustus 2019 lalu.

Wakil Bupati Jember Drs. KH. Abdul Muqit Arief meminta para santri untuk tetap menemani Pemerintah Kabupaten Jember dengan melakukan kontrol.

“Tetap ditemani, dikontrol sebagai bentuk kecintaan kita terhadap Jember dan masyarakat Jember,” kata Wabup usai menemui puluhan santri yang menggelar aksi damai di depan Kantor Pemkab Jember, Rabu (7/8/2019) pagi.

Menurut wabup, aksi yang dilakukan para santri itu merupakan bentuk kecintaan terhadap masyarakat Jember.

Lebih dari itu, Wabup menyebut aksi Aliansi Santri Jember itu bentuk penegasan identitas Kabupaten Jember sebagai kota religius.

Karena itu, Wabup memberikan apresiasi atas kehadiran para santri yang menggelar aksi damai tersebut.

Terkait aspirasi para santri, Wabup menjelaskan bahwa Pemkab Jember telah menggelar koordinasi dengan pihak manajemen JFC bersama pengurus PCNU Jember, PCNU Kencong, Muhammadiyah, Al-Irsyad, MUI, LPAI, FPI, dan lainnya.

Dalam pertemuan Selasa, 06 Agustus 2019, itu pihak JFC menyampaikan bahwa masukan-masukan dari para tokoh beberapa tahun lalu sudah menjadi pegangan JFC untuk tetap mempertahankan nilai-nilai ketimuran, dan akan disesuaikan dengan tradisi di Jember.

“Hanya saja, ada teledor, karena ada tamu yang ingin menghormati almarhum Dynand Fariz menjadi talent JFC, tapi pihak JFC tidak mengetahui kostum yang akan dikenakan. Ternyata busana kurang bagus untuk dilihat dan membuat masyarakat Jember resah,” terang Wabup.

Karena itu, JFC dan Pemerintah Kabupaten Jember sudah minta maaf kepada para kiai dan tokoh masyarakat. Pihak JFC pun berjanji hal seperti itu tidak akan terulang kembali.

Ke depannya, JFC akan mempresentasikan kostum yang akan ditampilkan kepada para tokoh di Jember untuk menghindari masalah serupa terjadi.

“Kegiatan apa saja yang digelar di Jember jangan sampai mengubah tradisi di Jember yang sangat melekat dengan budaya pesantren,” pesannya.

Koordinator aksi Fathurrahman kepada wartawan menyampaikan bahwa persoalan tentang kostum yang dipakai pesohor JFC telah selesai.

“Ketika JFC dibumbui oleh hal yang kurang pantas untuk ditontonkan, kami harus bersikap,” kata Fathurrahman.

Ia pun mengungkapkan dukungannya bagi JFC untuk dilestarikan. “Namun kami juga menyayangkan pada tahun ini terjadi keteledoran,”pungkasnya.

Bupati Faida, Sambut Baik Penerapan Bahasa Indonesia Dalam Perizinan di Jember

ZONA JATIM, JEMBER – Pemkab Jember bekerjasama dengan Balai Bahasa Jawa Timur menggelar Sosialisasi Penggunaan Bahasa Media Luar Ruang yang digelar di Pendapa Wahyawibawagraha, Selasa ( 6/8/2019) pagi.

Dalam hal ini, Bupati Jember, dr. Hj. Faida, MMR. menyambut baik keinginan Balai Bahasa Jawa Timur untuk menerapkan syarat penggunaan Bahasa Indonesia dalam perizinan di Kabupaten Jember.

Bupati Faida menyebutkan, sudah ada persyaratan untuk pemakaian Bahasa Indonesia dalam perizinan di Kemenkumham

“Oleh karenanya, dengan itu tinggal membuat suatu turunan ke dalam suatu peraturan daerah. Saya kira ini inspirasi yang baik,” kata Bupati di Pendapa Wahyawibawagraha.

Selain itu, Bupati juga meminta Balai Bahasa Jawa Timur untuk melakukan evaluasi penggunaan bahasa media luar ruang di Kabupaten Jember.

“Berikan umpan balik pada kami, baik itu fasilitas pemerintah, swasta, perorangan, maupun lembaga. Kami akan tindak lanjuti untuk menjaga bahasa yang satu, Bahasa Indonesia sebagai bahasa utama di media luar ruang di Kabupaten Jember,” tegasnya.

Bupati berharap sosialisasi ini mengembalikan kesadaran bahwa penggunaan bahasa di media luar ruang yang bukan Bahasa Indonesia sebagai bahasa utama adalah sesuatu yang menyalahi semangat persatuan Indonesia.

Kesalahan itu perlu ditindaklanjuti dengan mengembalikan bahasan utama di media luar ke Bahasa Indonesia. “Boleh ada bahasa yang lain, tetapi sebagai bahasa yang kedua, bukan bahasa yang pertama,” tuturnya.

Di akhir wawancara, Bupati menyatakan menunggu Balai Bahasa untuk memberikan rekomendasinya terkait penggunaan bahasa media luar ruang di Kabupaten Jember.

“Kita tunggu Balai Bahasa Jawa Timur memberikan rekomendasi lebih detail, sehingga kita bisa memanfaatkannya dengan baik,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Balai Bahasa Jawa Timur, Drs. Mustakim, M.Hum, menyampaikan, acara sosialisasi merupakan kegiatan kedua setelah pemantauan. Kegiatan berikutnya adalah penyuluhan.

Sosialisasi ini menginformasikan ketentuan yang harus dilaksanakan dalam penggunaan bahasa di ruang publik. “Sedangkan penyuluhan itu akan memberikan pelatihan bagaimana menggunakan bahasa di ruang publik sesuai dengan ketentuan,” jelasnya.

Mustakim menyampaikan, Balai Bahasa ingin ada kebijakan dari Bupati terkait dengan perizinan untuk memasukkan syarat menggunakan Bahasa Indonesia.

“Ini sebenarnya misi utamanya supaya masyarakat Jember kembali mencintai Bahasa Indonesia,” terangnya.

Mustakim menegaskan, Bahasa Indonesia itu sebagai simbol identitas bangsa yang harus diutamakan di ruang publik.

“Kami berharap lembaga yang memberikan perizinan di Kabupaten Jember menambah satu syarat yaitu pengutamaan Bahasa Indonesia,” ungkapnya.

Apabila dalam penerapan syarat ini memerlukan peraturan yang lebih tinggi, misalnya perda atau perbup, Mustakim menyatakan akan ikut menyiapkan.

“Masih lumayan banyak penamaan dalam bahasa asing. Baik nama usaha, perumahan, nama perbelanjaan,”pungkasnya.

Kapolres Jember Akan Tindak Tegas Pelaku Judi Pilkades Serentak 2019

ZONA JATIM, JEMBER – Kepolsian Resor (Polres) Jember, membentuk tim anti judi dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2019 Pemkab Jember yang akan dilaksanakan pada bulan september mendatang.

“Tak lama lagi kabupaten jember akan mempunyai hajat besar. Yaitu pemilihan kepala desa serentak 2019 yang akan di ikuti sebanyak 161 desa di jember,”kata Kapolres Jember, Kusworo Wibowo seusai menggelar kegiatan rilis ungkap pelaku pencurian dengan pemberatan bertempat dihalaman Mapolres setempat, Selasa (30/7/2019) sore.

Ia mengatakan, Pilkades serentak ini rawan konflik, rawan agraris, dan lain sabagainya. Maka dirinya akan meniindaklanjuti komunikasi dengan Forpimda terkait bidang keamanan. “Biasanya pilkades ini rentan dengan adanya perjudian, kami sudah mewanti – wanti di awal. Dan kami sudah bentuk tim anti judi pilkades serentak 2019 yang disebar ke desa – desa yang akan melaksanakan kontestasi pilkades tersebut,”tutur Kapolres Jember.

Maka dengan dibentuknya tim anti judi ini, Kapolres berharap, tidak ada penjudi baik dari luar Jember maupun dari Jember sini sendiri yang melaksanakan kegiatan aktivitas perjudian dalam pelaksanaan Pilkades Serentak nantinya. “Kami sangat serius menanggapi hal ini, karena dengan adanya judi ini akan menambah kerawanan yang sehingga menimbulkan potensi konflik dan juga rawan tindak pidana – pidana lainnya. Seperti tindak pencurian yang berkaitan dengan adanya Pilkades ini,” ungkapnya.

Selain itu, Ia juga berharap, kepada seluruh warga masyarakat Kabupaten Jember yang akan melaksanakan Pilkades serentak di bulan September 2019 diminta untuk mengedepankan persatuan dan kesatua. Jangan sampai karena perbedaan pemilihan kepala desa sampai menimbulkan kerusuhan apalagi tindak pidana.

“Bagi yang berkontestasi harus siap menang dan siap kalah. Menang secara bermartabat, dan kalah secara terhormat,” tegasnya.

0FansSuka
388PengikutMengikuti
13,556PelangganBerlangganan

Recent Posts

Block title