Beranda blog Halaman 2

Diskominfo Jember Pamerkan Potensi 4C di Festival Kominfo

Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Jember ikut memasarkan 4 C yang menjadi ciri khas Jember, yakni Coffee, Chocolate, Cigar, dan Culture.

Ini dilakukan dalam Jatim Kominfo Festival (JKF) yang diselenggarakan di Gor Ki’ Mageti Kabupaten Magetan. Kegiatan ini akan berlangsung mulai 01 – 04 Oktober 2019.

Selain pameran, festival juga menyuguhkan berbagai kegiatan. Diantaranya, Grand Final Lomba Cerdik Cermat Komunikatif (LCCK), Rakor Evaluasi Kajian Statistik, serta Flash Vlogging Workshop bagi pegiat Medsos.

Ada juga kegiatan, Festival Media Pertura Jatim, Outbond Pegiat Medsos, Bimtek Jaringan dan kegiatan lain sebagainya.

Sekretaris Bidang Kominfo Tri Laksono Titot M.Si. menerangkan, produk 4C yang dipasarkan itu adalah kopi khas Jember, coklat kemasan dengan berbagai rasa. Sedangkan untuk culture, Kominfo Jember menampilkan Jember Fashion Carnaval (JFC) yang telah menjadi salah satu fesyen kelas dunia.

Tri Laksono Titot berharap pameran 4C ini lebih mengenalkan komoditas khas Jember itu lebih luas di seluruh masyarakat Jawa Timur sampai seluruh Indonesia.

Banyaknya persaingan produk-produk lainnya, menurut Tri Laksono Titot, memerlukan inovasi.

“Hendaknya di Jember punya inovasi yang lebih, utamanya untuk produk kopi di Jember kemasan dibuat lebih menarik dan juga dipasarkan lebih luas lagi,” katanya, Selasa, 01 Oktober 2019.

Karena itu, Kominfo Jember berperan aktif ikut memasarkan produk-produk lokal Jember dengan media sosial. “Dengan pemasaran lewat media sosial, masyarakat dapat lebih mudah menjangkau, lebih mudah mengenal 4C khas Jember,” ungkap pria yang akrab disapa Titot ini.

Pada hari pertama,  01 Oktober 2019, dalam pameran JKF ini tampak Wakil Gubernur Jawa Timur,  Dr.H. Emil Elistianto Dardak, M.Sc. mengunjungi stand kominfo Jember, dan berfoto bersama talent JFC. Wagub juga mendapat bingkisan produk Jember. 

Ratusan Warga Lansia Dapat Bantuan Jaslut dan BLU

Sedikitnya 563 warga lanjut usia (lansia) dari enam kecamatan di Kabupaten Jember menerima bantuan berupa Jaminan Sosial Lanjut Usia (Jaslut) dan Bantuan Lanjut Usia (BLU).

Penyerahan bantuan tersebut oleh Wakil Bupati Jember Drs. KH. Abdul Muqit Arief di Balai Desa Jelbuk, Kecamatan Jelbuk, Rabu, 02 Oktober 2019.

“Ini yang pertama. Akan ada empat tahap pencairan bantuan untuk para lansia,” terang Wabup kepada wartawan usai penyerahan bantuan.

Wabup mengungkapkan, bantuan yang diserahkan merupakan bantuan yang berasal dari pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dan Pemerintah Kabupaten Jember.

Bantuan yang berasal dari pemerintah pusat dan pemeritah provinsi berupa dana yang salurkan melalui rekening bank.

Pemerintah Kabupaten Jember memberikan bantuan berupa alat kesehatan, diantaranya kursi roda, alat bantu jalan, dan alat bantu dengar.

Dalam kesempatan tersebut, para lansia juga mendapatkan pelayanan pengurusan adminduk oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil serta layanan kesehatan dari Dinas Kesehatan.

“Ini adalah bentuk perhatian pemerintah kepada para lansia,” kata Wabup.

Di Kabupaten Jember, lanjutnya, ada lebih 7.800 lansia. Kondisi mereka beragam. Mulai dari yang masih produktif secara ekonomi, sosial, budaya, dan lainnya.

Namun, sebagian besar para lansia tersebut tidak lagi produktif. Mereka ini sering sakit. Bahkan mereka berada di tengah-tengah keluarga yang miskin.

Bahkan ada di antara mereka yang tidak memiliki keluarga, sakit, serta tidak produktif. “Nah, negara dalam hal ini harus hadir. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Jember telah memberikan jatah makan tiga kali sehari,” ungkap Wabup.

Untuk saat ini ada sekitar 100 lansia di 12 kecamatan yang telah mendapatkan bantuan Pemerintah Kabupaten Jember itu. Jumlah ini akan terus bertambah seiring dengan data yang sedang diverifikasi dan validasi.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jember Wahyu Setyo Handayani, SKM, M.Si. menjelaskan, kreteria penerima Jaslut adalah lansia dengan usia minimal 70 tahun.

Mereka juga merupakan peserta Program Keluarga Harapan (PKH), yang di dalam keluarganya terdapat komponen PKH, seperti ibu hamil, balita, anak sekolah.

Sedangkan Bantuan Lanjut Usia yang berasal dari pemerintah pusat memiliki sasaran lansia minimal 70 tahun.

“Semakin tua, semakin diperhatikan. Mereka juga lansia yang sudah tidak potensial lagi atau tidak bisa mencari nafkah lagi,” terangnya.

Pada tahap pertama ini, lansia yang menerima bantuan tersebut berasal dari Kecamatan Jelbuk, Sukowono, Ledokombo, Sumberjambe, Silo,  dan Mayang.

Setelah menerima bantuan, para lansia bisa mencairkan dana rekening tabungan. Petugas bank telah berada di lokasi penyerahan.

Untuk proses pencairan ini, para lansia dibantu oleh para pendamping dari Program Keluarga Harapan (PKH) masing-masing kecamatan.

Kesaktian Pancasila. Menjadi Perekat Kehidupan Bermasyarakat

Nilai-nilai Pancasila digali dari Bumi Pertiwi, menjadi perekat bagi heterogenitas kehidupan berbangsa dan bernegara. Kini, realitas sesuai nilai-nilai itu sangat penting daripada sekedar jargon NKRI harga mati.

“Nilai nilai yang terkandung dalam Pancasila tidak serta merta turun dari langit,” tutur Drs. KH. Abdul Muqit Arief, Wakil Bupati Jember, Selasa, 01 Oktober 2019.

Pancasila merupakan hasil yang digali oleh para pendahulu bangsa ini. Digali dari kehidupan berbangsa dan bernegara yang sudah lama ada di urat nadi kehidupan Bangsa Indonesia.

Nilai-nilai itu saat ini harus dipahami. Terlebih bangsa ini sangat berbeda dengan bangsa lainnya. Bangsa Indonesia memiliki heterogenitas dan pluralitas yang tinggi.

“Kondisi seperti itu harus ada perekat. Perekat satu-satunya yang sudah disepakati oleh pendiri bangsa adalah Pancasila,” imbuh Wabup di Alun-alun Jember.

Generasi sekarang harus memahami mengapa harus Pancasila, mengapa harus Bhineka Tunggal Ika, dan mengapa pendahulu bangsa ini mengorbankan jiwa, raga, dan hartanya untuk mendirikan negara ini.

“Itu jangan dilupakan. Kalau melupakan itu, kita bisa dikatakan berkhianat terhadap para pahlawan,” ujar Wabup usai upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila.

Generasi penerus harus mampu menerapkan nilai-nilai Pancasila di kehidupan sehari-hari.

Wabup mengungkapkan, nilai-nilai yang ada di Pancasila tidak satu pun yang bertentangan dengan nilai-nilai agama yang dianut bangsa ini.

Karena itu, saat melaksanakan nilai-nilai Pancasila, itu berarti sekaligus melaksanakan nilai-nilai agama. Praktek berkehidupan seperti ini yang sangat penting.

“Jadi tidak hanya jargon NKRI harga mati. Tetapi lebih penting adalah realitas perilaku kita sehari-hari yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila,” tutup Wabup.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun 2019 mengangkat tema “Pancasila sebagai Dasar Penguatan Karakter Bangsa menuju Indonesia Maju dan Bahagia.”

Wabup menjadi inspektur upacara yang diikuti oleh ASN di lingkungan Pemkab Jember, jajaran TNI, Polri, serta komunitas masyarakat.

Pilkades Serentak. Wabup : Jaga Persaudaraan !

“Jika kandidat santai, saya kira pendukung juga akan santai.”

Itu adalah pernyataan Wakil Bupati Jember Drs. KH. Abdul Muqit Arief yang disampaikan melalui pengeras saat memantau pelaksanaan Pilkades di Desa Jenggawah, Kecamatan Jenggawah, Kamis, 26 September 2019.

Ada lima kandidat calon kades yang bertarung dalam ajang pemilihan enam tahun sekali ini. “Tolong tim suksesnya didorong untuk tetap menjaga persaudaraan dan kondusifitas situasi,” pesan Wabup.

Berbeda ketika memantau di Desa Wonojati, Kecamatan Jenggawah. Di tempat ini Wabup yakin tidak akan ada demo dari pendukung dua kandidat yang berkompetisi.

Saking yakinnya, Wabup menyebut dua kandidat calon tersebut sebagai pasangan yang sakinah.

Ya, dua kandidat itu adalah sepasang suami istri.

Terlihat si istri mengaitkan tangannya ke tangan sang suami ketika Wabup menyampaikan pesan-pesan kepada masyarakat melalui pengeras suara.

Mereka adalah Muhammad Mukip dan Nurul Hidayati.

Wabup mengapresiasi pelaksanaan Pilkades di Desa Wonojati, karena panitia pelaksana menyediakan sembako dan hadiah empat motor.

Penyediaan hadiah motor juga dilakukan oleh panitia Pilkades di Desa Kertosari, Kecamatan Pakusari. Panitia menyediakan satu unit motor. Hadiah lainnya yakni kambing, sepeda gunung, dispenser, kipas angin, kompor gas, 700 kantong beras 2.5 kg, 50 kantong minyak goreng ukuran 2 liter.

Kepada wartawan, Wabup menyebut ada pilkades yang dianggap rawan, yaitu Desa Suco, Kecamatan Mumbulsari. Kondisi ini terjadi karena masyarakat belum biasa dengan calon kades berasal dari luar desa.

“Meskipun secara peraturan itu tidak masalah. Tapi, Alhamdulillah, ketika kami datang kesana, kandidatnya enak, pendukungnya juga enak. Insya Allah tetap kondusif,” ungkap Wabup.

Dalam pemantauan Pilkades gelombang terakhir ini, Wabup menilai pilkades telah berjalan kondusif. Warga yang memilih juga tampak antusias yang tinggi.

Wabup juga mengungkapkan telah berpesan kepada setiap kandidat saat melakukan pemantauan, agar mereka mengarahkan para tim sukses pasca pemilihan. “Seandainya ada hal yang dianggap sebagai pelanggaran, tidak usah unjuk rasa. Cukup diserahkan kepada pihak yang berwenang,” terangnya.

Di setiap kunjungannya ke tempat pemungutan suara, Wabup juga menyampaikan pesan kepada para calon kades bahwa pemungutan suara adalah masa menunggu takdir. “Upaya untuk mendekati pemilih sudah dilakukan. Sekarang, saatnya menunggu takdir Allah SWT,” ucap Wabup melalui pengeras suara. 

Pilkades Serentak. Siapapun Kades Terpilih, Mesti Didukung Semua Pihak

Masyarakat telah dewasa dalam menjalani demokrasi. Karena itu, siapapun yang terpilih dalam ajang pemilihan kepala desa harus didukung oleh semua pihak.

“Ketika seorang calon diputuskan menjadi pemenang itulah yang harus mendapatkan dukungan semua masyarakat,” kata Bupati Jember, dr. Hj. Faida, MMR.

Bupati bersama Komandan Kodim 0824 Letkol. Inf. Laode M Nuruddin dan Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal, SH, SIK, M.Hum. memantau Pilkades tahap akhir, Kamis, 26 September 2019.

“Siapapun yang terpilih, itu merupakan takdir yang harus disyukuri oleh semua pihak,” imbuh Bupati.

Sasaran pertama pemantauan yaitu Kecamatan Sukorambi dengan 13 cakades di empat desa yang menyelenggarakan Pilkades. Jumlah pemilih dalam DPT sebanyak 23.443. Sampel yang dipantau yakni di Desa Dukuhmencek dan Jubung.

Selanjutnya memantau di Kecamatan Panti, dengan 13 calon kades yang berkompetisi di lima desa dengan jumlah pemilih dalam DPT sebanyak 38.934.

Kemudian dilanjutkan di Kecamatan Ajung. Ada empat desa yang menggelar Pilkades dengan 12 calon yang menentukan nasib pada pesta demokrasi ini. Jumlah pemilih dalam DPT sebanyak 31.755. Bupati memantau Desa Ajung, Wirowongso, dan Sukamakmur.

Kepada wartawan, Bupati juga mengatakan, antusias masyarakat begitu tinggi untuk datang ke tempat pemungutan suara (TPS). “Hal ini menunjukkan kesadaran yang luar biasa dari masyarakat,” kata Bupati.

Panitia pelaksana pilkades juga dinilai telah bekerja dengan menata jaur-jalur khusus lansia, difabel, dan ibu hamil. Panitia juga mampu membuat situasi tetap kondusif.

“Jaga kondusifitas. Jangan sampai tidak nyoblos, ini adalah masa depan kita bersama,” imbau Bupati.

Sementara itu, Kapolres Jember, AKBP Alfian Nurrizal, SH, SIK, M.Hum., mengungkapkan kesan pertamanya bertugas meninjau pelaksanaan Pilkades.

“Masyarakat jember sudah sangat dewasa dalam demokrasi. Sinergitas TNI- Polri dan Pemkab Jember ini sangat mendukung pelaksanaan Pilkades,” ungkapnya.

Kapolres mengaku optimis pelaksanaan Pilkades dari tahap pertama sampai akhir dapat berjalan tertib, lancar, dan kondusif.

Ia juga mengungkapkan telah mempunyai beberapa strategi atau taktik bagaimana setelah proses pemungutan suara dan pasca penghitungan suara agar tidak ada hal-hal yang tidak diinginkan.

“Saya jamin kondusifitasnya, dan saya bertanggungjawab langsung,” terangnya.

Pisah Kenal Kapolres Jember. Terima Kasih Kusworo, Selamat Datang Alfian

Pucuk pimpinan di Kepolisian Resort Jember telah berganti. Dari AKBP Kusworo, SH, SIK, MH, kepada AKBP Alfian Nurrizal, SH, SIK, M.Hum. Acara pisah kenal digelar di salah satu rumah makan di Jember, Rabu, 25 September 2019.

Untuk pergantian ini, Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR atas nama Pemerintah Kabupaten Jember menyampaikan ucapan terima kasih atas kesungguh-sungguhan Kusworo Wibowo selama menjabat di Jember.

“Selama dua tahun lebih menjaga Jember tetap kondusif, aman, tertib dan damai. Hal ini membuat Bupati dan Wakil Bupati serta masyarakat sangat terbantu,” kata Bupati dalam sambutan yang didampingi Wakil Bupati Drs. KH A Muqit Arief.

Kepada pejabat baru, Bupati menyampaikan ucapan selamat datang. “Besok kita akan tugas perdana bersama-sama monitoring pilkades serentak,” ujar Bupati.

“Selamat bergabung Pak Alfian, dan semoga berjaya untuk Pak Kusworo,” imbuhnya.

Wakil Bupati Jember Drs. KH A Muqit Arief menyampaikan, bahwa seluruh masyarakat merasa kehilangan Kusworo Wibowo dengan prestasi yang telah bermanfaat bagi masyarakat.

“Kami pribadi, masyarakat, dan pemerintah memanjatkan doa untuk Pak Kusworo semoga dalam meniti karir dapat memberikan manfaat bagi bangsa dan negara,” ucap Wabup.

“Dan kehadiran Pak Alfian, kami sudah menunggu untuk bersama membangun Jember ke depan,” ujar Wabup.

Sementara itu, Kusworo Wibowo menyampaikan ucapan terima kasih kepada masyarakat Jember, Forkopimda, dan para tokoh di Jember telah bersama-sama menjaga Jember. “Dua tahun sepuluh bulan adalah waktu yang singkat,” kata Kusworo.

Kusworo mengaku berat meninggalkan Jember. Bukan karena jabatan, tetapi ikatan karena persaudaraan. Ia berharap supaya persaudaraan dan persahabatn tetap terjaga dengan hati yang menyatu meski raga berpisah,

“Terima kasih atas persaudaran yang bapak ibu berikan kepada kami, yang tidak mungkin terlupa dari hati kami, dari tokoh agama dan tokoh masyarakat di Kabupaten Jember,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu Kusworo menyampaikan bahwa setiap orang pasti memiliki target sukses yang berbeda-beda.

“Bagi saya, simpelnya adalah sukses itu bisa meraih apa yang kita cita-citakan.  Target saya simple, ingin bermanfaat bagi masyarakat Jember dalam dua tahun sepuluh bulan ini,” katanya.

Sementara itu, Alfian Nurrizal menanggapi penyampaian Kusworo mengatakan, bahwa kesuksesan tidak cukup hanya untuk dipelajari tetapi harus dilalui.

“Alhamdulillah mendapatkan amanah ini. Saya salut dan bangga menggantikan jabatan Pak Kusworo yang saat ini mendapatkan jabatan Kapolres Gresik. Saya mewakili Polres Jember menyampaikan selamat bertugas di Gresik. Lebih sukses lagi dan barokah di Gresik,” pungkasnya. 

Penyelesaian Kasus Konflik Argraria Harus dengan Kehati-hatian

Sikap kehati-hatian serta berpihak kepada kebenaran dan keadilan diperlukan dalam menjalankan reforma agraria. Keseriusan untuk menyelesaikannya pun penting dikedepankan guna mencapai kesejahteraan masyarakat.

“Urusan agraria adalah tugas bersama. Kami sedang berhati-hati untuk masalah reforma agraria, karena kita berpihak pada kebenaran dan keadilan,” kata Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR pada upacara peringatan Hari Agraria dan Tata Ruang ke-59 di halaman kantor ATR/BPN Kabupaten Jember.

Banyaknya konflik agraria memerlukan komitmen semua pihak untuk menuntaskan penyelesaiannya. Disini, Forkompinda bersama ATR/BPN telah berkomitmen menuntaskan konflik-konflik pertanahan di Kabupaten Jember secara serius.

Penuntasan konflik-konflik agraria ini diharapkan dapat menjadi hadiah bagi masyarakat. “Mudah-mudahan ini bisa menjadi hadiah untuk masyarakat, karena pada saatnya nanti akan disampaikan ke masyarakat,” lanjut Bupati.

Lebih jauh Bupati mengatakan, untuk proses-proses SOP yang bisa diperbaiki sesuai ketentuan terbaru, yang lebih mudah dan cepat ke arah pelayanan yang modern, dapat dipenuhi.

Bidang-bidang yang belum terselesaikan, lanjutnya, diharapkan dapat selesai dengan baik pada tahun depan. “Sudah saatnya lebih banyak lagi melayani langsung di tengah masyarakat,” ungkap Bupati, Selasa, 24 September 2019.

Pada kesempatan itu, Bupati mengungkapkan program nasional PTSL (Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap) dari 51 ribu bidang telah tercapai 98 persen. Capaian ini menunjukkan komitmen yang sungguh-sungguh dalam melayani masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Jember menyubsidi untuk setiap bidang sebesar Rp. 150 ribu dalam program PTSL tersebut. Subsidi ini adalah bentuk dukungan agar program ini berjalan sukses untuk meningkatkan kemakmuran masyarakat.

Ke depan, sinergi forkompinda dan ATR/BPN dapat ditingkatkan menyelesaikan masalah yang masih ada di tengah masyarakat. Salah satunya pungli di bidang proses PTSL. “Masyarakat ingin kontrol dan penindakan yang serius bagi hal-hal yang merugikan masyarakat,” tegasnya.

Upaya untuk menghilangkan pungli itu juga akan dilakukan bersama 161 kepala desa terpilih dalam pilkades serentak. Mereka yang terpilih bakal membuat komitmen secara tertulis tidak ada pungli untuk urusan PTSL.

Tarif akan disepakati bersama. Forkompinda pun akan terlibat untuk mengawal dan mengevaluasi program apabila ada yang melanggar komitmen bersama. “Tentu ada tindakan serius,” ungkapnya.

Selain itu, Bupati mengatakan bahwa tugas pemerintah ke depan adalah menuntaskan Perda RTRW (Rencana Tata Ruang dan Wilayah).

“Menjadi keinginan masyarakat untuk memastikan lokasi-lokasi pertanian, sehingga lahan-lahan pertanian bisa terkawal dengan baik,” katanya.

“Juga untuk kepastian bagi masyarakat petani yang tidak menginginkan adanya wilayah tambang emas. Hal ini dikawal melalui perda RTRW,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BPN Sugeng Muljo Santoso, SH,. Menyampaikan, salah satu program BPN adalah PTSL dengan komitmen tahun depan jumlah PTSL lebih banyak dari tahun ini. Target tahun 2025 harus sudah terdata semua tanah di Kabupaten Jember.

“Ke depannya, BPN bersama forkompinda, juga akan mengajak media, untuk ikut mengkontrol pelaksanaan pelayanan PTSL,” katanya.

Pameran Pemkab Jember Dongkrak Pasar Produk Jember di Tingkat Nasional

Pemerintah Kabupaten Jember selalu ‘eksis’ dalam setiap pameran yang diselenggarakan berbagai pihak di tingkat nasional. Konsistensi ini berdampak positif terhadap produk Jember yang diusung dalam pameran itu.

Setidaknya ini disampaikan oleh Ketua Umum UMKM Pengda Jember, Wilda Ningsih, saat mengikuti KTNA Expo 2019 di Pekanbaru Riau, 24 September 2019.

Wilda Ningsih mengatakan, penggerak produk lokal Jember terus berangsur membangun jejaring dengan para buyer. Pasar yang tercipta itu efek pameran yang diikuti Pemkab Jember. “Pemkab Jember adil menggilir pelaku UMKM ikut berangkat ke setiap pameran yang diikutinya,” katanya.

Bagi penggerak produk lokal Jember yang belum ikut berangkat pameran, produknya tetap dibawa untuk dikenalkan ke para calon buyer maupun supplier. Sehingga azas manfaatnya tetap berlangsung.

Wilda menjelaskan, Pemkab Jember melalui Bagian Perekonomian selalu membawa barang dagangan UMKM Jember dan kartu nama pelaku usaha yang belum berkesempatan mengikuti pameran. “Dari kartu nama itu, buyer langsung menghubungi pemilik produk.  Dan di situ transaksi berlanjut,” jelasnya.

“Sebenarnya saat pameran, kami tidak mengejar berapa barang yang laku. Tetapi, seberapa banyak buyer yang kami dapatkan,” paparnya.

Di tempat terpisah, Kepala Bagian Perekonomian Pemkab Jember, Slamet Sugianto, mengakui sesuai intruksi Bupati Faida, setiap kali pameran pihaknya diberi tugas menggalang sebanyak mungkin buyer, untuk memborong produk lokal Jember. Tujuan awal Bupati Faida, kata Slamet, memfasilitasi pelaku UMKM memperoleh pasar nasional.

Seperti dalam dua hari mengikuti KTNA Expo 2019 di Pekanbaru. Sudah ada puluhan calon buyer yang berhasil mereka gaet. Bahkan, catatan tim Pameran 4 C Pemkab Jember, produk pameran di stand Jember sudah laku sekitar 70 persen dari total barang bawaannya. “Padahal pameran baru berakhir dua hari lagi,” akunya. 

Pemerintah Kabupaten Jember selalu ‘eksis’ dalam setiap pameran yang diselenggarakan berbagai pihak di tingkat nasional. Konsistensi ini berdampak positif terhadap produk Jember yang diusung dalam pameran itu.

Setidaknya ini disampaikan oleh Ketua Umum UMKM Pengda Jember, Wilda Ningsih, saat mengikuti KTNA Expo 2019 di Pekanbaru Riau, 24 September 2019.

Wilda Ningsih mengatakan, penggerak produk lokal Jember terus berangsur membangun jejaring dengan para buyer. Pasar yang tercipta itu efek pameran yang diikuti Pemkab Jember. “Pemkab Jember adil menggilir pelaku UMKM ikut berangkat ke setiap pameran yang diikutinya,” katanya.

Bagi penggerak produk lokal Jember yang belum ikut berangkat pameran, produknya tetap dibawa untuk dikenalkan ke para calon buyer maupun supplier. Sehingga azas manfaatnya tetap berlangsung.

Wilda menjelaskan, Pemkab Jember melalui Bagian Perekonomian selalu membawa barang dagangan UMKM Jember dan kartu nama pelaku usaha yang belum berkesempatan mengikuti pameran. “Dari kartu nama itu, buyer langsung menghubungi pemilik produk.  Dan di situ transaksi berlanjut,” jelasnya.

“Sebenarnya saat pameran, kami tidak mengejar berapa barang yang laku. Tetapi, seberapa banyak buyer yang kami dapatkan,” paparnya.

Di tempat terpisah, Kepala Bagian Perekonomian Pemkab Jember, Slamet Sugianto, mengakui sesuai intruksi Bupati Faida, setiap kali pameran pihaknya diberi tugas menggalang sebanyak mungkin buyer, untuk memborong produk lokal Jember. Tujuan awal Bupati Faida, kata Slamet, memfasilitasi pelaku UMKM memperoleh pasar nasional.

Seperti dalam dua hari mengikuti KTNA Expo 2019 di Pekanbaru. Sudah ada puluhan calon buyer yang berhasil mereka gaet. Bahkan, catatan tim Pameran 4 C Pemkab Jember, produk pameran di stand Jember sudah laku sekitar 70 persen dari total barang bawaannya. “Padahal pameran baru berakhir dua hari lagi,” akunya. 

Evaluasi AKIP, Kepala OPD Diminta Partisipasi Aktif

Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR memberikan arahan terkait evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP) dan Pra-evaluasi Reformasi Birokrasi Pemerintah Kabupaten Jember tahun 2019.

Beberapa arahan disampaikan oleh Bupati di Pendopo Wahyawibawagraha Jember, Selasa, 24 September 2019, dalam pertemuan dengan seluruh kepala OPD (organisasi peranggkat daerah) di lingkungan Pemkab Jember.

Pertama, Bupati berharap kepala-kepala OPD berpartisipasi aktif, menguasai, dan mampu mempresentasikan sendiri kinerjanya.

“Bahwa visi dan misi Bupati dan Wabup juga harus menjadi visi misi seluruh OPD, bukan hanya kepala bidang atau stafnya saja,” kata Bupati.

Kedua, forum evaluasi yang digelar bersama Tim Evaluator Sakip dan Pra Evaluasi Reformasi Birokrasi Provinsi Jatim itu harus dimanfaatkan sebaik-baiknya.

“Manfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk memperbaiki proses-proses evaluasi akuntabilitas kita, karena target kedepan nilai Sakip naik,” ujar Bupati.

Ketiga, dari evaluasi sementara pemahaman tentang AKIP meningkat dari tahun-tahun sebelumnya. Kinerjanya lebih fokus kepada indikator-indikator.

Demikian pula dalam penganggaran, kegiatan kecil-kecil yang tidak efektif sudah dihapuskan. Ini terbukti dengan jumlah program yang jauh lebih sedikit, karena ratusan program berkurang.

Keempat, pelaksanaan program kegiatan kedepan harus lebih efektif lagi dalam mencapai perbaikan-perbaikan sesuai indikator.

Kelima, perbaikan kedepan yang segera ditindaklanjuti adalah zona integritas bebas korupsi. Zona integritas ini, paling tidak untuk OPD-OPD pelayanan publik agar segera dijalankan.

“Meskipun kita masih WDP (Wajar dengan Pengecualian). Terutama di PTSP tentang perizinan, di Dispendukcapil, di RS Soebandi, dan BKD,” jlentreh Bupati.

“Harus kita tunjukkan bahwa Jember sudah berubah. Layanan-layanan publik adalah zona integritas,” imbuhnya, seraya mengaku yakin keseriusan empat dinas tersebut bisa segera memperbaiki pelayanan.

Sementara itu, Ketua Tim Evaluator Sakip dan Pra Evaluasi Reformasi Birokrasi Provinsi Jatim, Nana Fajar menyampaikan, maksud dan tujuan evaluasi AKIP.

Pertama, tim akan melihat, memotret, dan mendalami sampai dimana akuntabilitas kinerja yang ada di Pemerintah Kabupaten Jember.

Kedua, tim akan memberikan masukan dan arahan serta melakukan pendampingan terkait implementasi SAKIP.

Nana Fajar menjelaskan, langkah berikutnya setelah pendalaman akan ada penilaian dan predikat. Ini diharapkan ada komitmen bersama antara evaluator dan yang dievaluasi.

“Nilai dan predikat ini bukan hasil kompetisi, tetapi mengedepankan pemahaman terhadap Sakip termasuk implementasi dan potretnya ada dinilai dan predikat,” jelasnya.

Disampaikan Nana Fajar, pada tahun 2018 di Kabupaten Jember predikatnya sudah B absolute. Nilainya 60,19. Sebelumnya, di tahun 2017 Kabupaten Jember nilainya 58,12 predikat CC. “Mudah-mudahan tahun ini nilainya bisa lebih naik lagi,” pungkasnya.

Cold Storge di Puger Tepat Untuk Pemberdayaan Warga Setempat

Pengoperasian cold storage di Kecamatan Puger perlu mempertimbangkan aspek sosial. Sebab, penyediaan fasilitas pendingin ini salah satunya untuk pemberdayaan nelayan.

“Disepakati akan diadakan appraisal ulang, sehingga akan ada titik temu antara pihak ketiga yang akan mengelola. Itu tahap rencananya,” kata Wakil Bupati Jember Drs. KH. Abdul Muqit Arief.

Kesepakatan itu diputuskan oleh Pemerintah Kabupaten Jember dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Senin, 23 September 2019.

Rencana itu dihasilkan dalam pertemuan Wabup dengan Direktur Bina Mutu dan Diversifikasi Produk Kelautan pada Kementerian Kelautan dan Perikanan(KKP) Innes Rahmania, A.PI, S.Sos, MM,.

Dalam kurun waktu dua hingga tiga minggu, rencana tersebut diharapkan sudah matang. “Minggu keempat dari hari ini mungkin sudah bisa dikomunikasikan kepada pihak ketiga,” terang Wabup.

Sebelumnya, appraisal untuk cold storage di Puger sangat tinggi. Ini terjadi karena pihak appraisal hanya melihat dari aspek profit saja.

Selain karena harga yang tinggi, appraisal ulang tersebut mempertimbangkan program penyediaan fasilitas tersebut untuk pemberdayaan masyarakat.

“Kita tidak bisa memikirkan aspek profit saja, tetapi juga aspek sosial harus kita pertimbangkan juga,” imbuh Wabup di ruang kerjanya.

Wabup berharap, setelah rencana appraisal ulang itu, aset ini bisa dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat. Jika sesuai dengan rencana, maka akan dapat banyak menolong masyarakat.

Penyediaan cold storage itu berdasar diskusi yang telah dilangsungkan bersama masyarakat. Aset ini salah satu jalan keluar dari persoalan yang dihadapi oleh masyarakat Puger.

Sementara itu, Innes Rahmania menyampaikan, pihaknya sudah selesai membuat rencana untuk aksi cold storage.

“Alhamdulillah, kita sudah bikin rencana aksi untuk segera operasionalisasi integreted cold storage yang dibangun oleh Kementerian Kelautan Perikanan yang diperuntukkan bagi pemerintah daerah dan masyarakatr di Puger,” ungkapnya.

Innes Rahmania menyatakan, pertemuan dengan Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR sebelumnya juga menunjukkan komitmen agar fasilitas pendingin itu segera beroperasi.

Kata Innes Rahmania, belum ada pihak ketiga yang mengelola cold storage karena biaya appraisal yang dikeluarkan oleh KJPP sangat tinggi.

“Ini sudah kita lakukan hitung ulang oleh tim KJPP, untuk bisa mendapatkan angka yang memang cocok dengan pihak pengelola nantinya, jadi sesuailah,” ucapnya.

Setelah penghitungan ulang akan dilkakuan beuty contest. Pihaknya akan membawa pihak ketiga untuk menyalakan ulang, meskipun waktu itu sudah.

“Jadi nanti ada pelatihan, dan pihak ketiganya sudah disepakati. Maka akan ada PAD untuk daerah setempat,” jelasnya.

“Alhamdulillah Wabup mendukung. Kami memang menyadari bersama, bahwa kami dari pusat juga berharap program ini membawa manfaat,” imbuhnya.

KKP akan mendampingi program ini, hingga tercapai target pada Oktober ini sudah bisa beroperasi lagi.

Innes juga menjelaskan, jika pada musim tertentu, saat musim ikan banyak jika tidak disimpan di suhu tertentu maka akan mengalami pembusukan dan dibuang.

“Oleh sebab itu, kami bangun cold storage disana. Ikan bisa disimpan. Pada saat tidak musim bisa dijual. Jadi ada pemasukan lebih untuk pemerintah daerah,” pungkasnya. 

0FansSuka
388PengikutMengikuti
13,800PelangganBerlangganan

Recent Posts

Block title