Oktober 22, 2020, 10:13:55
Beranda blog Halaman 2

Sinergi Semua Pihak untuk Sukseskan PTSL

Jember – Informasi tentang pengurusan tanah melalui program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) harus tersampaikan dengan baik kepada masyarakat. Karena itu, perlu sinegri semua pihak. “Akses informasi tentang PTSL ini harus betul-betul sampai kepada masyarakat, dan ini merupakan tanggung jawab semua pihak, termasuk para kades yang ada di desa-desa,” kata Wakil Bupati Jember, Drs. KH. A. Muqit Arief. Sinergi itu bisa melibatkan pemerintahan desa, perangkat kecamatan, pemerintah kabupaten, dan Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Saat hadir dalam acara ulang tahun ke-60 BPN di kantor BPN Jember Jl KH. Shiddiq, Kamis, 24 September 2020, Wabup menegaskan semuanya berperan untuk menyosialisakan program yang telah ditunggu-tunggu masyarakat itu. Kepada para kades, Wabup berpesan agar memanfaatkan program tersebut sebagai bagian upaya menyejahterakan masyarakat. Terlebih pelayanan pada masa pandemi Covid-19 dilakukan secara daring.

Kepala Kantor BPN Kabupaten Jember, Sugeng Muljosantoso, S.H, menyatakan, PTSL yang merupakan program pusat harus tetap berjalan mesksi dalam kondisi pandemi. “Dengan adanya PTSL ini, sengketa tanah akan diperkecil bahkan tidak ada karena sekarang pengukuran pakai titik kordinat,” terangnya.

Sugeng menjelaskan, pada momen ulang tahun itu juga memberikan penghargaan kepada camat dan lurah/kades. Ini bertujuan memotivasi supaya tahun depan kembali mengikuti PTSL. “Tanpa bantuan camat dan kepala desa, tidak akan berjalan lancar. Maka kami beri penghargaan. Ini dapat menjadi spirit kepada camat dan kepala desa yang lainnya supaya mereka antusias untuk mengikuti program PTSL,” imbuhnya Penghargaan itu diberikan setiap hari ulang tahun BPN. Menurutnya, penghargaan itu wajar diberikan ke sejumlah pihak. Sebab, PTSL bisa berjalan juga karena partisipasi masyarakat, terutama kepala desa. Lebih jauh dijelaskan, BPN Jember juga bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Jember. Ini untuk mendukung PTSL dengan anggaran kepala desa. “Wajar saja kami harus memberi penghargaan terhadap jasanya di bidang pertanahan,” terangnya.

Paslon dan Tim Harus Miliki Surat Rapid Test

Jember– Bakal pasangan calon bupati dan wakil bupati dalam Pilkada Jember 2020 harus memiliki surat keterangan rapid test jika mengikuti tahapan pesta demokrasi tersebut. Dokumen kesehatan itu juga harus dimiliki oleh tim. Hal itu disampaikan oleh Wakil Bupati Jember, Drs. KH. A. Muqit Arief, usai memimpin rapat koordinasi penegakan hukum protokol kesehatan dalam pelaksanaan tahapan Pilkada Jember 2020. Rakor berlangsung di Aula Pemkab Jember, Senin, 21 September 2020.

“Jadi harus membawa surat rapid test, untuk memastikan non-reaktif. Bagi yang punya penyakit bawaan juga untuk tidak dimasukkan dalam undangan,” terang wabup. Dalam waktu dekat, pilkada memasuki tahapan penetapan pasangan calon pada 23 September. Disusul pada hari berikutnya, 24 September, pengundian nomor urut pasangan calon.

Momen tersebut bisa mengumpulkan banyak orang. Karena itu, rapat koordinasi yang melibatkan banyak instansi itu bertujuan mencegah terjadinya klaster baru Covid-19. KPU sendiri telah menyosialisasikan kewajiban menaati protokol kesehatan bagi pasangan calon dan timnya. Selebihnya, lanjut Wabup Muqit Arief, langkah-langkah atau tindakan dapat ditindaklanjuti dengan peraturan presiden maupun peraturan gubernur apabila ada pelanggaran.

Wabup berharap, ketiga bapaslon taat terhadap protokol kesehatan untuk keselamatan bersama. Hal itu juga untuk pilkada sukses dengan tingkat partisipasi masyarakat yang tinggi. “Alhamdulillah semuanya sudah siap untuk mengantarkan agenda Pilkada ini sesuai dengan peraturan yang ada,” tutup wabup. Seperti diketahui, Pilkada Jember diikuti oleh tiga bakal pasangan calon. Sesuai urutan pendaftaran, mereka yakni Hendy Siswanto – M. Firjaun Barlaman, Salam – Ifan Ariadna, dan Faida – Dwi Arya Nugraha Oktavianto.

Pramuka Tetap Aktif Bergerak

Jember– Wakil Bupati Jember, Drs. KH. A. Muqit Arief, menyatakan, gerakan Pramuka Jember harus terus bergerak aktif dalam masa pandemi Covid-19 bagi lingkungan.“Dalam keterbatasan yang terjadi saat ini, kehadiran Pramuka harus tetap dirasakan oleh masyarakat,” tutur Wabup Muqit Arief, usai mengikuti East Java Green Scotch Innovation secara daring di Pendapa Wahyawibawagraha, Selasa, 15 September 2020.

Anggota pramuka memiliki kepekaan dan panggilan terhadap masalah yang terjadi di lingkungan. Beberapa kegiatan yang dilakukan, antara lain bedah rumah, gerakan satu juta masker, dan bersih-bersih sungai. “Alhamdulillah, pramuka sudah banyak melakukan hal yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya. Tidak kalah penting, masih kata wabup, anggota pramuka harus memiliki kepekaan terhadap distorsi kehidupan berbangsa dan bernegara. Salah satunya, pramuka harus memiliki kepekaan terhadap masalah berbangsa dan bernegara. Apapun yang bersifat negatif, maka pramuka tidak tinggal diam.

“Harus mengambil peran yang bisa dilakukan. Betapa pun saat ini dengan ketebatasan covid harus tetap bergerak,” imbuhnya. Pramuka harus menjadi pengawal terdepan dalam menjaga nasionalisme, kecintaan terhadap negara kesatuan republik Indonesia.

Energi Baru untuk Kesehatan Masyarakat

Jember – Wakil Bupati Jember, Drs. KH. A. Muqit Arief, menyerahkan surat perizinan di bidang kesehatan. Sejumlah 227 sertifikat izin praktek dan operasional diserahkan pada Kamis, 10 September 2020. “Ini akan menambah energi baru bagi masyarakat Jember,” terang wabup di Pendapa Wahyawibawagraha.

Acara penyerahan sertifikat izin itu dilaksanakan juga di 18 lokasi yang tersambung melalui video konferensi.
Perizinan itu meliputi izin praktek tenaga kesehatan antara lain bidan, dokter, apoteker, kefarmasian, dan psikologis klinis. Wabup berharap penerima izin dapat memperkuat barisan di Kabupaten Jember dalam mensosialisasikan kesehatan. Khususnya tentang protokol Covid-19.

“Penerima ini menjadi ujung tombak atau corong pemerintah untuk tidak pernah lelah mengimbau masyarakat, khususnya di daerah pinggiran, dalam pelaksanaan protokol Covid-19,” terang wabup. Menurut wabup, kesehatan menjadi soko guru pembangunan negara dan bangsa. Ada tiga komponen pembangunan yaitu keamanan, kesehatan, serta kecukupan sandang dan pangan. “Ketiga ini harus berjalan. Jika yang lainnya cukup, tetapi masyarakatnya tidak sehat, maka tidak mungkin negara ini maju. Ketiga komponen ini sangat esensial dalam rangka pembangunan masyarakat,” tutur wabup.

Bagikan Ratusan Kartu Tani

Jember– Wakil Bupati Jember Drs. KH. A. Muqit Arief mendorong semua pihak untuk terus menyosialisasikan kepemilikan kartu tani. Sebab, kartu itu sangat bermanfaat bagi petani. “PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan), gapoktan, poktan, perangkat desa, perangkat kecamatan hendaknya terus proaktif untuk menyampaikan kepada para petani, agar segera daftar kartu tani, dan membantu kelancaran pendaftarannya,” kata Wabup Muqit. Selain menyosialisasikan kepemilikan kartu, wabup berharap juga menyosialisasikan manfaat dan akses yang didapat dengan menggunakan kartu tani itu.

Harapan itu disampaikan Wabup Muqit saat menyalurkan kartu tani di tiga lokasi Kecamatan Sumberjambe, Kamis, 10 September 2020. Di Sumberjambe, total kartu tani yang disalurkan sebanyak 811. Dari sejumlah desa di Kecamatan Sumberjambe, Desa Jambearum tercatat paling banyak mendapatkan kartu tani, yakni 501.

Desa lainnya seperti Desa Plerean mendapat 63 kartu, Pringgodani mendapat 7 kartu, Rowosari mendapat 209 kartu, Cumedak mendapat 9 kartu, Sumberjambe mendapat 3 kartu, dan Sumberpakem 19 kartu. “Jambearum salah satu desa yang paling banyak mendapatkan kartu tani, sejumlah 501. Ini menunjukkan kekompakan para petani,” tutur wabup dalam sambutannya.

Wabup Muqit pun mengingatkan, bagi yang belum mendapatkan agar segera mendaftar. Sebab, Kartu Tani ini sangat penting untuk memenuhi hak-hak petani dalam mengelola pertanian. Dengan kartu itu, hak mendapatkan pupuk bersubsidi dapat tersalurkan dengan baik dan tepat sasaran. “Langsung tersalurkan ke petani, tidak melalui orang-orang yang tidak bertanggungjawab,” ucapnya.

Selain untuk mendapatkan pupuk itu, kartu tersebut juga bisa untuk mengajukan KUR (Kredit Usaha Rakyat). “Serta dapat digunakan untuk menabung, seperti hasil panen dapat ditabung,” katanya, seraya berpesan agar menyimpan kartu dengan baik. Sementara itu, Kepala Desa Jambearum Sutikno, menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran wabup. “Akhirnya Desa Jambearum dihadiri Kiai Muqit, dan kartu tani dapat diserahkan langsung,” katanya.

Bagikan Ratusan Kartu Tani di Sepuluh Desa

Jember– Pemerintah Kabupaten Jember memperkuat petani dengan berkomitmen membantu petani dalam memperoleh pupuk melalui subsidi dari APBD Kabupaten Jember. Komitmen itu termasuk memberikan akses yang mudah untuk mendapatkan dukungan modal dari perbankan. Melalui Bank BNI. Semua upaya itu dilakukan pemerintah untuk membuat petani tenang mengelola pertanian di Bumi Pendhalungan.

“Kartu tani dapat membuat petani lebih tenang, karena petani sudah punya akses yang jelas untuk pupuk bersubsidi,” tutur Bupati Jember, dr. Faida, MMR., di Kecamatan Bangsalsari. Kekurangan kuota pupuk bersubsidi dari pemerintah pusat, lanjutnya, diatasi dengan pupuk bersubsidi dari APBD Kabupaten Jember.

Bupati Faida membagikan kartu tani kepada petani di sepuluh desa. Penyerahan dilakukan di lima lokasi di Kecamatan Bangsalsari. Pembagian di kecamatan itu juga dibantu Wakil Bupati Jember, Drs. KH. A. Muqit Arief. Wabup membagikan kartu di tiga desa. Total kartu yang didistribusikan di Kecamatan Bangsalsari sebanyak 1.565. Rinciannya: Desa Badean (4), Petung (189), Tisnogambar (255), Sukorejo (244), Karangsono (122), Bangsalsari (28), Langkap (75).

Selanjutnya di Desa Curahkalong (203), Gambirono (156), Tugusari (289), Desa Curahkalong (203), Gambirono (156), dan Tugusari (289). Pimpinan Cabang BNI Jember, Muhammad Fardian Harbani, ikut dalam penyaluran kartu itu. Ia menyatakan, pendistribusian kartu tani sudah mencapai 50 persen.

“Pendistribusian mendapat dukungan dari bupati dan wabup, sehingga kartu tani bisa terealisasi semua,” katanya. Ia berharap kartu tani bisa dibagikan secara tuntas. Ke depan akan ada pemantauan pelaksanaan distribusi pupuk di kios, “Supaya petani bisa memanfaatkan kartu taninya untuk mengambil kuota pupuk,” ungkapnya.

Pembagian kartu tani oleh bupati dan wabup tersebut mendapat apresiasi dari pihak Bank BNI. Menurut Fardian Harbani, hanya di Jember pembagian kartu mendapatkan support luar biasa dari Pemkab. “Sehingga petani bisa mendapatkan kartunya masing-masing,” katanya. Di tempat terpisah, Wabup Muqit mengimbau petani untuk tidak meminjamkan kartu tani yang dimiliki kepada orang lain. “Karena jika dipakai untuk membeli pupuk oleh petani lainnya, maka jatah yang ada tertera terpakai atau sudah habis,” jelasnya. Wabup juga menegaskan agar para petani tidak memperjualbelikan pupuk bersubsidi. Jika ditemukan, akan mendapatkan penindakan dari pihak yang berwenang. “Inilah gunanya kartu tani, agar pupuk bersubsidi sampai ke tangan petani langsung, tidak sampai ke orang-orang yang tidak bertanggung jawab,” tandasnya.

Keren . . . Musae Chips dan Fondre, Produk Camilan Anak Muda Jember Yang Tembus 100 Foodstartup Indonesia

Musaechips.com

Jember– Dimasa pandemi covid-19 ini tidak menyurutkan usaha mikro kreatif yang dilakukan anak muda untuk bisa bertahan melewati krisis ekonomi. Ada dua produk camilan anak muda Jember yang diapresiasi oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparkraf) dalam ajang Kompetisi Foodstartup Indonesia 2020. Dua produk kreatif itu yakni Musae Chips yang dikelola Fathurrahman dan Fondre yang dikelola Rizqo Palefi. Mereka cukup mandiri dibidangnya dan tidak ada campur tangan dari pihak Pemkab Jember. 

Produk Musae chips adalah produk inovasi baru kripik pisang oven dengan dua varian rasa dari alumni Politeknik Negeri Jember jurusan Manajemen Agribisnis, Fathurrahman. Dia menjadikan produk olahan snack pisang menjadi produk yang kekinian dengan packaging yang modern. Kripik pisang oven ini, berfokus pada industry makanan agroindustri dimana target penjualan adalah sebagai makanan oleh- oleh khas Jember. Hal ini dibuktikan dengan tersebarnya produk kripik pisang Musae Chipsdibeberapa toko oleh-oleh di Kabupaten Jember. 

Sedangkan Fondre adalah coklat dengan isi edamame atau kedelai jepang yang dikenal dengan banyak manfaat bagi kesehatan, dengan balutan cup menjadikan lebih elegant untuk disajikan. Fondre mencoba memadukan karakter rasa pahit dan legit dari dark chocolate dengan gurihnya edamame. Rasanya yakni manis, pahit, gurih menjadi satu alunan yang memanjakan. 

Pengelola usaha kreatif Musae Chips Fathurrahman mengatakan, dirinya bersyukur bisa lolos 100 Foodstartup Indonesia. “Syukur alhamdulillah Musae Chips keripik pisang oven  bisa lolos 100 besar. Produk kami awal masuk harus berkompetisi dengan 1000 lebih produk kreatif se-Indonesia,” kata Fathurrahman, Jumat (4/9). Dia juga mengatakan, Musae Chips tembus 100 Foodstartup juga bertepatan tahun dengan produk asli putra daerah Jember sudah diedarkan dan pasarkan di Indomaret. 

Program FoodStartup Indonesia yang telah dilaksanakan sejak 2016 telah memberikan banyak manfaat kepada pelaku ekonomi kreatif kuliner, khususnya pada pengembangan kapasitas pelaku, pemberian akses permodalan dan pemasaran untuk pertumbuhan bisnis. FoodStartup Indonesia telah mengkurasi 281 pelaku ekonomi kreatif kuliner di Indonesia hingga tahun 2019, dan telah menghubungkan investasi lebih dari Rp 30.000.000.000 kepada pelaku yang berada di dalamnya. Bahwa setiap tahunnya, tidaklah mudah melakukan proses kurasi untuk memilih yang terbaik dari berbagai macam usaha kuliner. Seperti pada tahun ini, lebih dari 6.400 pendaftar kami harus melakukan seleksi terlebih dahulu kepada 1.000 pelaku ekonomi kreatif kuliner dan meminta mereka untuk mengirimkan pitchdeck untuk dapat lolos pada tahap berikutnya. 

Dalam pesan elektronik yang disampaikan Hanifah Makarim Direktur Akses Pembiayaan Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenparekraf/Baparekraf mengatakan, proses kurasi telah selesai dilaksanakan pada tanggal 1 – 3 September 2020 yang melibatkan kurator dari berbagai bidang seperti investasi, financial dan lembaga pemerintahan. “Dengan bangga kami mengumumkan hasil kurasi 100 peserta Demoday FoodStartup Indonesia MMXX. Selamat kami ucapkan kepada 100 peserta Demoday FoodStartup Indonesia MMXX, perjalanan belum berakhir, semoga apa yang kami lakukan akan membawa kebaikan dan mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif di Indonesia,” kata Hanifah Makarim. 

Kerumunan Pendukung Petahana Tak Terhindarkan

Jember- Hari terakhir pendaftaran paslon kepala daerah di KPU Jember dilakukan oleh paslon petahana yakni Faida-Vian. Paslon petahana maju dari jalur perseorangan dengan kecukupan suara mencapai sekitar 146.687 suara. Paslon petahana ini berangkat dari rumah Faida didaerah kecamatan Sumbersari kemudian berkonvoi bersama ratusan pendukung keliling kota menuju Kantor KPU Jember. Sayangnya dari pantauan, kerumunan massa tak terhindarkan nampak mulai dari Jalan Kalimantan. Tidak ada kepatuhan untuk jaga jarak sesuai protokol covid sesuai yang sehari sebelumnya dijanjikan cabup Faida ketika akan mendaftar. Selain itu juga disayangkan dalam konvoi ada beberapa pengendara motor yang tidak menggunakan helm sesuai dengan kepatuhan berlalu-lintas di jalan raya.

“Jadikan Pilkada Jember kompetisi yang sehat. Pastikan semua menggunakan masker, rapikan barisan, jaga jarak dan jangan berkerumun, patuhi pengawas protokol covid,” bunyi petikan suara cabup Faida saat himbauan disebarkan. Namun fatkta dilangan hal itu sulit diterapkan. Bahkan dia sebenarnya menghimbau bagi para pendukungnya untuk tidak ikut ke Kantor KPU saat mendaftar, namun bisa menyimak pada laman media sosial miliknya. Namun upaya itu juga percuma karena tidak banyak yang menyaksikan lewat media sosial. Ditanya media soal sudahkah tes kesehatan untuk menjamin tidak terpapar covid, menyusul seorang Satpol PP meninggal karena terkonfirmasi covid, cabup Faida menyampaikan kalau sudah melakukan tes kesehatan. “Sejatinya saya bukan memilih hari terakhir. Tapi memilih hari libur karena saya masih aktif berdinas dan masih aktif menjadi ketua gugus tugas Covid-19 yang masih banyak sekali tugas yang harus dilakukan,” ujar cabup Faida, Minggu (6/9).

Dirinya juga mengatakan kalau sudah melakukan tes swab. “Saya sudah melakukan tes swab. Saya dan mas Vian negatif. Dan langsung diberi jadwal tes kesehatan fisik di RS Syaiful Anwar tanggal 8. Tanggal 9 tes rohani,” ujarnya. Hal yang sama disampaikan cawabup Vian, yang baru kali ini memasuki kesempatan dalam di dunia politik. Dia berharap kesempatan yang diberikan cabup Faida tidak akan disia-siakan. Paslon petahan bakal berkompetisi dengan dua paslonkada lainnya yang diusung dari partai politik. Pertama yakni paslonkada Salam-Ifan diusung koalisi PDIP, PKB, Golkar, PAN, Perindo dan Berkarya, sedangkan paslonkada Hendy-Gus Firjaun diusung parpol Gerindra, Nasdem, PPP, dan PKS. (mok)

Sungkem dan Membasuh Kaki Ibunya, Paslon Cak Salam-Ifan Kemudian Daftar ke KPU

Jember– Hari kedua pendaftaran Cabup dan Cawabup di KPU kabupaten jember,Bakal calon bupati (BACABUP) Jember Abdussalam dan Cawabup Ifan ariadna melakukan sungkem atau sujud kepada orang tua untuk memohon doa restu.

Yang mana ini dilakukan dikediaman yakni di kacang piring gebang jember, pada Sabtu 05 September 2020. Yang mana, Abdussalam merupakan salah satu Paslon Bupati dan Wakil Bupati Jember yang berpasangan dengan Ifan Ariadna sebagai Wakil Bupatinya.

Dalam kesempatan tersebut, Cak Salam menyampaikan dengan menahan tangis Haru saat memberikan sambutan sebelum berangkat menuju kantor GP Ansor Jember untuk selanjutnya menuju KPU dengan berjalan kaki. Dirinya sangat berterima kasih atas suport serta dukungan.

“Kami merasa berterima kasih kepada semua pihak, yang telah membantu perjuangan kami selama ini baik teman-teman Parpol maupun keluarga saya yang telah memberikan suport dan dukungan, dan perjuangan yang sesungguhnya baru akan kita mulai hari ini, dengan memohon restu orang tua, mudah-mudahan perjalanan kami di Pilkada juga mendapat restu dari Alloh Subhanahuwataala,” ujarnya.

Selain itu, Cak Salam juga menjelaskan, bahwa tanpa perjuangan dan dukungan semua pihak, pihaknya bukanlah apa-apa, dan jika kelak diberi kepercayaan dalam memimpin Jember, pihaknya berjanji akan tetap dekat dengan wong cilik dan menjadi milik rakyat. Nampak petinggi parpol pengusung yakni Arif Wibowo PDIP, Syaiful Bahri PKB, Lilik Niamah PAN, Hanung Perindo, Firdaus Berkarya, Ayub Junaedi GP Ansor, Ketua PCNU Jember Gus A’ab turut mengiring doa berangkat ke KPU.

“Saya berjanji, jika tahun 2021 ditakdirkan memimpin Jember, saya sudah komitmen dengan mas Ifan, bahwa kami berdua akan bersama-sama memimpin Jember tanpa membedakan Bupati dan Wakil Bupati, karena kami bersama-sama menerima mandat dan amanat dari rakyat, dan tentunya tugaspun dijalani bersama,” jelasnya.

Ibu kedua Paslon baik Cak Salam (Panggilan H. Abdussalam) dan Ifan Ariadna, yakni Hj. Saidah (Ibunda Cak Salam) dan Hj. Mahmudah (Ibunda Ifan Ariadna).

Bahkan Cak Salam juga berjanji, jika terpilih, tidak akan menjadikan birokrasi di Jember ruwet, begitu juga pendopo Kabupaten, tidak akan dibuat sakral, semua warga bisa masuk ke pendopo.

Oleh karena itu, Cak Salam juga meminta kepada pendukungnya untuk selalu menjaga etika baik selama perjalanan menuju kantor KPU, maupun selama proses Pilkada, terlebih saat ini kondisi bangsa Indonesia sedang prihatin dengan musibah Covid-19.

“Kami hari ini mau mendaftar ke KPU, saya berharap pendaftaran ini tidak di barengi dengan Uforia dan pamer kekuatan, karena kekuatan sebenarnya hanyalah milik Alloh, dan saya berharap teman-teman selama perjalan menuju kantor KPU tetap santun dan tidak arogan serta tetap menerapkan protokol disiplin,” harap Salam.

Sementara Ifan Ariadna, dalam kesempatan tersebut mengatakan, bahwa pihaknya akan menerima kritik dan masukan, jika ada hal-hal yang kurang berkenan, terlebih dirinya bersama dengan Cak Salam bersama-sama berangkat dari wong cilik. (min)

Rakercabsus PDIP dan Rekom PKB Untuk Salam-Ifan

Jember – DPC PDI Perjuangan merapatkan barisan dalam acara yang dikemas Rapat Kerja Cabang Khusus atau Rakercabsus. Rakercabsus menghadirkan pengurus anak cabang, badan-badan maupun organisasi sayap partai.

Dalam Rakercabsus yang dihadiri ratusan pengurus juga dihadiri partai pengurus inti pendukung paslon Abdussalam-Ifan Ariadna yakni PKB, PAN, Golkar, Perindo dan Berkarya. Bersamaan itupula rekomendasi secara resmi dari DPP PKB juga sudah turun.

Cabup Cak Salam membenarkan bahwa surat rekom dari PKB tersebut sudah digenggaman dan siap untuk memenangkan. “Alhamdulillah sudah ada kepastian rekom PKB ke kami. Untuk Rakercabsus kita sepakat mas Arif Wibowo Ketua DPC PDIP sebagai Ketua TIm Pemenangan,” terang Cak Salam.

DPP PDIP usai menurunkan rekom ke paslon kepala daerah menegaskan agar seluruh kekuatan partai mulai dari kader hingga pengurus partai untuk tegak lurus patuh perintah partai dan berkewajiban memenangkan paslon yang diusung. (min)

0FansSuka
0PengikutMengikuti
14,700PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Recent Posts

Block title