Beranda blog Halaman 3

World Cleanup Day, Saatnya Ambil Inisiatif Perda Sampah

Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR, Dandim 0824 Jember Letkol. Inf. La Ode M. Nurdin dan ribuan warga yang tergabung ratusan komunitas di Jember, mengikuti aksi World Clean Day (WDCD) 2019 pada Sabtu (21/9/2019), ada tiga pusat titik lokasi yang dijadikan tempat WDCD 2019, yakni di sungai Ledokombo, jembatan MAN 1 Jember dan Jembatan Balung sungai Bedadung.
“Permasalahan sampah di Jember ini tanggung jawab kita semua, kita tidak bisa kalau hanya mengandalkan tenaga kebersihan saja, harus ada kesadaran dari kita semua, oleh karenanya kami minta dukungan kepada masyarakat agar kami dari Pemka Jember bisa segera menerbitkan Perda Sampah,” ujar Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR saat memimpin kegiatan WDCD di bawah jembatan MAN 1 Jember.
Bupati menambahkan, kegiatan sesering apapun soal bersih-bersih sungai tanpa ada dibarengi dengan Perda, perilaku masyarakat untuk membuang sampah sembarangan akan tetap ada, hal ini tidak lepas dari pola pikir masyarakat itu sendiri.
“Kalau sudah ada perdanya, dimana nanti akan ada OTT Sampah misalnya dan diberi sangsi, saya yakin masyarakat akan berpikir untuk membuang sampah disungai, oleh karenanya dengan kepemimpinan DPRD yang baru saja dilantik, saya berharap Perda Sampah ini bisa segera dibahas,” beber Bupati.
Lukman Hakim ketua Ormas Republik yang juga ketua Bank Sampah Jember, dalam kesempatan tersebut juga mengatakan, ada 3 permasalah pokok dalam penanganan sampah di Jember yang harus mendapat perhatian, yakni perlu pendidikan karakter kepada generasi muda terutama di dunia pendidikan melalui kepedulian terhadap lingkungan, kedua diterbitkannya Perda Sampah dan yang ketiga perlunya Investor pengelola sampah yang masuk ke Jember.
“Kalau ada Investor yang masuk ke Jember dalam pengelolaan sampah, otomatis masyarakat Jember tidak perlu mengirim hasil mengumpulkan sampah ke luar kota, tapi bisa dikelola di Jember, disamping itu, dengan adanya investor pengelolaan sampah, juga bisa menciptakan lapangan kerja,” ujar Lukman.
Sementara Komandan Kodim 0824 Jember Letkol. Inf. La Ode M Nurdin, dalam kesempatan tersebut mengatakan, bahwa untuk menjaga kebersihan sungai usai WDCD, pihaknya akan melibatkan babinsa-babinsa di beberapa titik rawan pembuangan sampah sembarangan ke sungai.
“Nanti kami akan meminta babinsa-babinsa terutama yang daerahnya ada sungai besar seperti ini (Bedadung) untuk mengawasi perilaku masyarakat, tidak harus setiap waktu, tapi perlu mendapat perhatian dengan sesekali melakukan inspeksi, hal ini semata-mata untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat,” pungkas Dandim Jember.
Dari data yang diterima media ini, sedikitnya 8,4 ton sampah yang berhasil diangkat dari sungai di beberapa titik yang dijadikan lokasi WDCD di Jember. (*)

Egrang Komunitas Tanoker Bisa Jadi Sarana Perdamaian

Festival Egrang merupakan kegiatan berkebudayaan yang bertumbuh dari masyarakat. Kini, kegiatan tahunan oleh komunitas Tanoker di Kecamatan Ledokombo ini menjadi sarana komunikasi perdamaian di dunia.

“Saya melihat Festival Egrang ini bukan hanya festival budaya biasa, tetapi budaya sebagai sarana untuk mengomunikasikan perdamaian di dunia, karena festival ini juga sudah mendunia,” kata Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR.

Pada Sabtu 21 September 2019, Festival Egrang digelar untuk kesepuluh kalinya. Tampak banyak tamu dan peserta festival dari manca negara.

Ajang ini juga menjadi sarana komunikasi forum anak Jember dengan forum anak di luar Jember. Anak-anak dari Malang, Jawa Barat, Tangerang, Tulungagung, dan Probolinggo berbahagia bersama di momen ini.

“Partisipasinya luar biasa, komunitas anak dari luar Jember meningkat. Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada anak-anak, tidak hanya anak-anak di kota tetapi juga di pelosok,” imbuh Bupati.

Kebahagiaan anak-anak yang terlibat dalam festival menjadi tolok ukur tersendiri untuk menilai keberhasilan pelaksanaannya.

“Saya menyaksikan anak-anak disini semua bahagia,” kata Bupati.

Anak-anak yang berpartisipasi menunjukkan karyanya. Seperti lukisan yang sarat pesan. Dari lukisan mereka ada pesan harapan mereka.

“Terlihat mereka menginginkan desanya damai, tempatnya bersih dan tetap hijau, serta punya taman yang bisa dinikmati bersama keluarga dan taman bermain anak-anak,” urai Bupati.

Bupati menyatakan, festival egrang ini telah menjadi kegiatan tahunan resmi Pemerintah Kabupaten Jember. Kegiatan yang diselenggarakan komunitas Tanoker bersama Pemkab Jember ini sudah mendunia.

“Orang mengenal Jember bukan hanya JFC-nya. Mereka juga mengenal Jember karena festival egrangnya,” kata Bupati dalam sambutan pembukaan festival.

Sementara itu, Direktur Tanoker Ledokombo, Dr. Ir. Suporahardjo, menyampaikan, festival egrang ke-10 ini mengusung tema “Memuliakan Desa Yang Damai.” Ada 20 defile, yang terdiri dari peserta lokal dan peserta tamu.

“Semoga ini membuat anak-anak mencintai desanya, dan nanti memakmurkan desanya ketika sudah dewasa. Dan terimakasih atas dukungan dari Pemkab Jember,” ucap pria yang akrab disapa Supo ini. 

Pimpinan Telah Definitif, Bupati Berharap DPRD Bisa Amanah

Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR. berharap anggota DPRD Kabupaten Jember dapat segera melaksanakan tugas-tugasnya dengan lebih efektif.

Harapan ini seiring penetapan pimpinan definitif DPRD Kabupaten Jember dalam rapat paripurna dengan agenda pengucapan sumpah/janji Pimpinan DPRD Kabupaten Jember masa jabatan 2019 – 2024.

Pengucapan sumpah/janji Pimpinan DPRD Kabupaten Jember masa jabatan 2019 – 2024 berlangsung di Ruang Sidang Utama DPRD Kabupaten Jember, Jum’at, 20 September 2019.

Empat pimpinan dewan yang diambil sumpahnya yakni M. Itqon Syauqi, S.Th.I., Dedi Dwi Setiawan, Achmad  Halim S.Sos.,  dan Drs. Agus Sufyan. M. Itqon Syauqi sebagai Ketua. Sedang lainnya sebagai wakil ketua.

Bupati pun mengucapkan selamat dan sukses kepada empat orang pimpinan DPRD Kabupaten Jember yang sudah dilantik.

“Mudah-mudahan Allah selalu menjaga para pimpinan, dan dalam mengemban tugas dan amanahnya pimpinan dewan diberikan kemudahan,” doanya.

Sementara itu, M. Itqon Syauqi menyampaikan, agenda DPRD Kabupaten Jember selanjutnya yakni membentuk alat kelengkapan dewan.

Alat kelengkapan tersebut Badan Musyawarah, Komisi, Badan Legislasi, Badan Anggaran, Badan Kerjasama Antar-Parlemen, Badan Kehormatan, dan Badan Pembentukan Peraturan Daerah.

“Dengan komitmen bersama, bahwa selama musyawarah dan mufakat itu bisa ditempuh, maka tidak akan  menggunakan ilmu voting,” terangnya.

Itqon, panggilan akrabnya, menargetkan 1 – 2 minggu pembentukan alat kelengkapan dewan tersebut terbentuk.

“Dengan anggota dewan yang baru ini, mudah-mudahan kerja dewan bisa lancar, demi kemaslahatan masyarakat Jember,” harapnya

Pimpinan Dewan Disumpah, Itqon Jadi Ketua DPRD Jember

Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR. berharap anggota DPRD Kabupaten Jember dapat segera melaksanakan tugas-tugasnya dengan lebih efektif.

Harapan ini seiring penetapan pimpinan definitif DPRD Kabupaten Jember dalam rapat paripurna dengan agenda pengucapan sumpah/janji Pimpinan DPRD Kabupaten Jember masa jabatan 2019 – 2024.

Pengucapan sumpah/janji Pimpinan DPRD Kabupaten Jember masa jabatan 2019 – 2024 berlangsung di Ruang Sidang Utama DPRD Kabupaten Jember, Jum’at, 20 September 2019.

Empat pimpinan dewan yang diambil sumpahnya yakni M. Itqon Syauqi, S.Th.I., Dedi Dwi Setiawan, Achmad  Halim S.Sos.,  dan Drs. Agus Sufyan. M. Itqon Syauqi sebagai Ketua. Sedang lainnya sebagai wakil ketua.

Bupati pun mengucapkan selamat dan sukses kepada empat orang pimpinan DPRD Kabupaten Jember yang sudah dilantik.

“Mudah-mudahan Allah selalu menjaga para pimpinan, dan dalam mengemban tugas dan amanahnya pimpinan dewan diberikan kemudahan,” doanya.

Sementara itu, M. Itqon Syauqi menyampaikan, agenda DPRD Kabupaten Jember selanjutnya yakni membentuk alat kelengkapan dewan.

Alat kelengkapan tersebut Badan Musyawarah, Komisi, Badan Legislasi, Badan Anggaran, Badan Kerjasama Antar-Parlemen, Badan Kehormatan, dan Badan Pembentukan Peraturan Daerah.

“Dengan komitmen bersama, bahwa selama musyawarah dan mufakat itu bisa ditempuh, maka tidak akan  menggunakan ilmu voting,” terangnya.

Itqon, panggilan akrabnya, menargetkan 1 – 2 minggu pembentukan alat kelengkapan dewan tersebut terbentuk.

“Dengan anggota dewan yang baru ini, mudah-mudahan kerja dewan bisa lancar, demi kemaslahatan masyarakat Jember,” harapnya

DPRD Jembrana Bali Belajar Susun APBD ke Pemkab Jember

Pelaksana Tugas (Plt) Kabag Tata Pemerintah Sekretariat Kabupaten Jember Farisa Jamal Taslim S., STP, MM. menerima kunjungan Dewan Pimpinan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali.

Kunjungan waki rakyat itu untuk studi banding tentang proses penyusunan rencana AnggaranPendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Rombongan DPRD Jembrana dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Jembrana, Ni Made Sutharmi. Anggota dewan yang ikut dalam rombongan merupakan anggota Badan Anggaran (Banggar) dan Badan Musyawarah (Banmus).

Sejumlah pejabat di Sekretariat DPRD Jembrana juga ikut dalam rombongan kunjungan kerja yang dilakukan pada Kamis, 19 September 2019, ini.

Ni Made Sutharmi mengatakan, Jember menjadi pilihan studi banding karena penganggaran untuk APBD mengalami kemajuan.

“Saat ini kami ingin mengetahui bagaimana penganggaran di Kabupaten Jember,” ungkap Ni Made Sutharmi.

Farisa Jamal Taslim menjelaskan penyusunan APBD tahun 2020 harus mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 33 tahun 2019 tentang Pedoman Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah tahun 2020.

“Pemerintah Kabupaten Jember berupaya memenuhi tuntutan masyarakat dan mewujudkan pemerintahan yang baik terus berupaya meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan daerah,” katanya.

Untuk mencapai hal tersebut, ada beberapa indikator yang harus dipenuhi. Diantaranya adalah ketepatan dalam penyelesaian penyusunan APBD, daya serap anggaran, penyampaian LKPD dan kualitas opini BPK.

”Tak kalah pentingnya adalah penyusunan dan pengelolaan anggaran pemerintah daerah harus lebih efisien, efektif, akuntabel, dan transparan,” tegasnya.

Dalam menyusun APBD tahun 2020, Pemerintah Kabupaten Jember mensinkronkan kegiatan yang telah ditetapkan dalam APBD agar sesuai dengan program – program nasional.

Faris kembali menyatakan penyusunan APBD Pemerintah Kabupaten Jember tahun 2020 berpegang dan berpedoman pada Permendagri Nomor 33 tahun 2019.

Bupati Bersholawat Bersama Ratusan Anak Yatim di Pendopo

“Adalah tugas kepala daerah untuk mengawal kesejahteraan masyarakat, khususnya para yatim dan piatu.”

Itu adalah pernyataan yang disampaikan oleh Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR saat bertemu ribuan anak yatim piatu di Pendapa Wahyawibawagraha, Kamis, 19 September 2019.

Bupati bersholawat bersama sekitar 978 anak yatim piatu yang berkumpul di pendopo dalam acara Yatim Bersholawat.

“Untuk keberkahan bersama dan keselamatan Jember, serta seluruh masyarakatnya. Juga mengajak anak-anak untuk mendoakan kedua orang tuanya, baik yang sudah meninggal maupun yang masih bersama,” kata Bupati.

“Dan, memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk menampilkan kebolehannya,” imbuh bupati berlatar belakang dokter ini.

Kepada orang tua yang menjadi pendamping, Bupati berpesan agar tidak berkecil hati. Sebab, Pemerintah Kabupaten Jember akan mengawal pendidikan anak yatim piatu sampai ke perguruan tinggi.

Selain pendidikan, pemerintah juga memperhatikan kesehatan mereka. “Asuransi kesehatan gratis bagi keluarga yatim piatu. Semoga menjadikan perlindungan buat keluarga mereka manakala sakit,” ujarnya.

Memberikan perhatian kepada anak yatim piatu, masih kata Bupati, merupakan tuntunan agama. Penghormatan buat anak yatim dicontohkan oleh Rasulullah.

“Harusnya juga dicontoh oleh Pemerintah Kabupaten Jember. Anak yatim piatu kita juga tamu VVIP Pemerintah Kabupaten Jember,” tuturnya.

Bupati menjelaskan, tahun lalu terdapat data 5.000 anak yatim piatu di Jember. Data terbaru juga menunjukkan ada 5.000 anak yatim piatu, sehingga ada 10.000 anak yatim.

Keberadaan mereka itu akan diwadahi dalam sebuah perkumpulan. Wadah ini akan dibentuk secara bertahap.

Dalam kesempatan wawancara dengan wartawan, Bupati menjelaskan, festival yatim piatu bertujuan agar mereka saling bertemu.

“Supaya mereka bisa bertemu satu dengan yang lain, bersilaturahmi dan tidak merasa sendiri,” jelasnya.

Dalam festival anak yatim juga untuk memastikan semua kebutuhan administrasi kependudukan seperti KIA, KK yang belum lengkap, maupun akte kelahiran  dimiliki mereka.

Dalam acara ini juga untuk memberikan beasiswa yang menjadi program di Dinas Pendidikan. Beasiswa ini juga sudah termuat dalam peraturan bupati, bahwa seluruh anak yatim memiliki hak atas akses beasiswa sampai mereka perguruan tinggi.

Dalam acara itu juga dibagikan bantuan melalui buku tabungan. Ini agar bisa berkesinambungan,  lebih mudah, dan mereka inklusi keuangan.

Ada program terbaru yang diberikan kepada anak yatim piatu, yaitu program transportasi ke sekolah antar – jemput anak-anak yatim piatu di seluruh Kabupaten Jember.

Transportasi gratis itu dengan kupon, baik menggunakan ojek tradisional, angkutan kota, maupun angkutan perdesaan sesuai rute anak yatim. “Supaya mereka tidak terbebani,” kata Bupati.

Keluarga anak yatim ini juga mendapatkan beras dari daerah yang diantarkan setiap bulan. 

Pilkades Serentak. Situasi Aman dan Kondusif

Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR. memberikan apresiasi pelaksanaan pemilihan kepala desa serentak tahap ketiga.
Pilkades serentak tahap ketiga berlangsung Kamis, 19 September 2019, di 40 desa di kabupaten Jember wilayah barat.
Apresiasi diberikan karena panitia melaksanakan ajang pesta demokrasi tersebut menjadi lebih baik.
Sejumlah hal yang menurut Bupati telah mengalami perbaikan diantaranya soal suara sah dan tidak sah dalam surat suara.
Menurut Bupati, panitia sekarang lebih mempunyai kepercayaan diri untuk menentukan suara sah atau tidak sah. Panitia tidak lagi ragu dengan coblosan.
“Kami tidak ingin ada suara sah yang tersia-siakan dalam pesta demokrasi ini,” kata Bupati saat melakukan pemantauan Pilkades.
Pelaksanaan yang lebih baik itu juga tampak dari penataan antrian pemilih. Meskipun pemilih dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) lebih dari 10.000, pemungutan berjalan lancar.
Ketertiban yang diwujudkan penitia ini dengan membuat jalur masuk pemilih yang sudah disesuaikan dengan dusun asal pemilih.
“Forkopimda tadi juga meminta ada jalur khusus bagi lansia dan ibu hamil, supaya tidak ada yang jatuh pingsan,” terang Bupati.
Bupati pun merasa salut dengan para lansia, yang dengan keterbatasannya datang ke tempat pemungutan suara. “Ini menunjukkan kesadaran masyarakat terhadap demokrasi memilih pemimpin yang terbaik,” ungkap Bupati.
Tim pemantau Pilkades yang dipimpin oleh Bupati memantau tujuh desa di empat kecamatan yang memiliki pemilih lebih banyak.
Tujuh desa itu yakni Desa Yosorati di Kecamatan Sumberbaru, desa Pondokdalem, Sidomekar, dan Semboro di Kecamatan Semboro.
Desa Tanggul Wetan di Kecamatan Tanggul, serta Desa Bangsalsari dan Petung di Kecamatan Bangsalsari.
Bupati menyampaikan, pemantauan dilakukan agar Pilkades berjalan tertib dan lancar.

Anak Yatim Bersholawat. Bupati Komitmen Berikan Biaya Pendidikan

“Adalah tugas kepala daerah untuk mengawal kesejahteraan masyarakat, khususnya para yatim dan piatu.”

Itu adalah pernyataan yang disampaikan oleh Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR saat bertemu ribuan anak yatim piatu di Pendapa Wahyawibawagraha, Kamis, 19 September 2019.

Bupati bersholawat bersama sekitar 978 anak yatim piatu yang berkumpul di pendopo dalam acara Yatim Bersholawat.

“Untuk keberkahan bersama dan keselamatan Jember, serta seluruh masyarakatnya. Juga mengajak anak-anak untuk mendoakan kedua orang tuanya, baik yang sudah meninggal maupun yang masih bersama,” kata Bupati.

“Dan, memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk menampilkan kebolehannya,” imbuh bupati berlatar belakang dokter ini.

Kepada orang tua yang menjadi pendamping, Bupati berpesan agar tidak berkecil hati. Sebab, Pemerintah Kabupaten Jember akan mengawal pendidikan anak yatim piatu sampai ke perguruan tinggi.

Selain pendidikan, pemerintah juga memperhatikan kesehatan mereka. “Asuransi kesehatan gratis bagi keluarga yatim piatu. Semoga menjadikan perlindungan buat keluarga mereka manakala sakit,” ujarnya.

Memberikan perhatian kepada anak yatim piatu, masih kata Bupati, merupakan tuntunan agama. Penghormatan buat anak yatim dicontohkan oleh Rasulullah.

“Harusnya juga dicontoh oleh Pemerintah Kabupaten Jember. Anak yatim piatu kita juga tamu VVIP Pemerintah Kabupaten Jember,” tuturnya.

Bupati menjelaskan, tahun lalu terdapat data 5.000 anak yatim piatu di Jember. Data terbaru juga menunjukkan ada 5.000 anak yatim piatu, sehingga ada 10.000 anak yatim.

Keberadaan mereka itu akan diwadahi dalam sebuah perkumpulan. Wadah ini akan dibentuk secara bertahap.

Dalam kesempatan wawancara dengan wartawan, Bupati menjelaskan, festival yatim piatu bertujuan agar mereka saling bertemu.

“Supaya mereka bisa bertemu satu dengan yang lain, bersilaturahmi dan tidak merasa sendiri,” jelasnya.

Dalam festival anak yatim juga untuk memastikan semua kebutuhan administrasi kependudukan seperti KIA, KK yang belum lengkap, maupun akte kelahiran dimiliki mereka.

Dalam acara ini juga untuk memberikan beasiswa yang menjadi program di Dinas Pendidikan. Beasiswa ini juga sudah termuat dalam peraturan bupati, bahwa seluruh anak yatim memiliki hak atas akses beasiswa sampai mereka perguruan tinggi.

Dalam acara itu juga dibagikan bantuan melalui buku tabungan. Ini agar bisa berkesinambungan, lebih mudah, dan mereka inklusi keuangan.

Ada program terbaru yang diberikan kepada anak yatim piatu, yaitu program transportasi ke sekolah antar – jemput anak-anak yatim piatu di seluruh Kabupaten Jember.

Transportasi gratis itu dengan kupon, baik menggunakan ojek tradisional, angkutan kota, maupun angkutan perdesaan sesuai rute anak yatim. “Supaya mereka tidak terbebani,” kata Bupati.

Keluarga anak yatim ini juga mendapatkan beras dari daerah yang diantarkan setiap bulan

HUT PMI. Relawan PMI Bisa Dapat Beasiswa Mahasiswa

Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR. memberikan apresiasi kepada relawan yang telah menunjukkan kepedulian dan prestasinya. Apresiasi itu diwujudkan dengan memberikan piagam dari Pemerintah Kabupaten Jember yang bisa menjadi dokumen persyaratan untuk memilih sekolah tanpa tes di seluruh sekolah di Jember.

Selain itu, piagam tersebut menjadi bukti untuk mendapatkan prioritas memperoleh beasiswa perguruan tinggi dari Pemerintah Kabupaten Jember.
“Prestasi siswa bukan hanya prestasi akademik, olahraga, dan seni. Tetapi, para relawan siswa ini peduli dan berprestasi sebagai KSR baik di tingkat regional maupun nasional,” terang Bupati Jember.
Apresiasi tersebut disampaikan Bupati dalam upacara memperingati HUT ke-74 PMI yang digelar di Alun-alun Jember, 17 September 2019.

Dalam kesempatan itu Bupati menjadi inspektur upacara yang diikuti oleh ratusan relawan maupun anggota PMR (Palang Merah Remaja) dan KSR (Korps Sukarelawan Remaja). Menurut Bupati, relawan di Jember bukan relawan kabupaten. Mereka adalah relawan kemanusiaan yang tercatat sebagai relawan nasional.

“HUT ke-74 PMI di Kabupaten Jember ini kita rayakan bersama dengan para relawan, termasuk relawan pemula usia dini,” katanya. Selain memberikan apresiasi kepada relawan, Bupati juga mengapresiasi pendonor dengan memberikan kesempatan umroh kepada pendonor lebih 100 kali dan asuransi kesehatan gratis dari Pemerintah Kabupaten Jember untuk pendonor 25 lebih.

“Bagi yang muslim dan mampu menjalankannya, kita berikan hadiah umroh. Bagi yang tidak mampu dan non muslim, kita bagikan dalam bentuk lainnya,” ungkap Bupati. Bupati juga mengaku senang, karena PMI telah menangkap perintah untuk bersinergi. Salah satu buktinya yaitu kesepakatan PMI bersinergi dengan lintas usahawan dengan bermacam-macam sinergi.

“Mereka ini bersinergi untuk para relawan dan pendonor mendapatkan diskon 20 persen. Sehingga kehadiran PMI bisa dirasakan oleh masyarakat, karena kepercayaan masyarakat adalah aset PMI untuk tetap berkiprah maksimal,” jelasnya.

Bagi Bupati, PMI harus lebih mendekatkan pelayanannya kepada masyarakat. Ini guna mewujudkan masyarakat Jember yang sehat, tangguh, dan peduli untuk Indonesia. Juga untuk lebih meluaskan pelatihan kepada masyarakat, khususnya anak-anak tentang kebencanaan.
Untuk PMI Jember, Bupati berpesan PMI harus membangun aset sumber daya manusianya. Baik para relawan, pengurus, sekcam, dan jaringannya. Membangun SDM ini dengan berlatih bersama lintas sektor.

“Saya berharap, dimanapun kita berjuang, termasuk PMI, intinya adalah membangun sumber daya manusia,” terang Bupati.

Ketua PMI Jember, Zaenal Marzuki, SH, MH, menyampaikan, kesepakatan terjadi dengan 20 usahawan, baik toko dan lintas kesehatan. Kesepakatan itu menyatakan pemilik kartu donor Jember akan mendapatkan diskon hingga 20 persen.
“Para pendonor ini adalah pahlawan kemanusiaan yang luar biasa, karena mereka tidak hanya memikirkan dirinya tetapi berpikir bagaimana orang lain bisa tertolong,” katanya.

Zaenal Marzuki juga mengatakan, PMI Jember memiliki program untuk menyiapkan relawan tangguh sejak dini.
“PMR pemula kita siapkan dengan memberikan pembekalan cara menyelamatkan diri dan temannya. Pembinaan dilakukan sedini mungkin untuk menyiapkan masyarakat Jember untuk tangguh bencana,” lanjutnya.
“Pelatihan-pelatihan yang diberikan kepada masyarakat tanpa dipungut biaya,” pungkas Zaenal Marzuki. Pantauan di lapangan, usai upacara peringatan HUT ke-74 PMI, diadakan simulasi evakuasi mandiri yang dimainan oleh ratusan siswa siswi sekolah dasar.

Sosialisasi Keselamatan di Perlintasan Sebidang Sangat Diperlukan

PT KAI Daop 9 Jember bersama Satlantas Polres Jember, dan Dinas Perhubungan Kabupaten Jember, Jasaraharja, serta Komunitas Railfans Daop 9 Jember, menggelar Sosialisasi Keselamatan dan Tertib Berlalu Lintas di Perlintasan Sebidang, guna meningkatkan keselamatan bagi pengguna jalan yang melintas di perlintasan sebidang, di JPL 163, 162, dan 125 yang berada di Jl. Selamet Riyadi Kelurahan Baratan dan Desa Pecoro Jember. Selasa (17/9/2019)

Vice President PT. KAI Daop 9 Jember Joko Widagdo saat melakukan sosialisasi keselamatan perlintasan sebidang di Jalur (JPL) 162 menyampaikan, jumlah perlintasan di wilayah PT. KAI Daop 9 yang meliputi wilayah Banyuwangi hingga Pasuruan jumlahnya mencapai 281 perlintasan, dimana hanya 98 perlintasan yang dinyatakan resmi dan ada penjaganya, sisanya 207 perlintasan tidak resmi alias tanpa penjagaan.

“Hari ini kami melakukan sosialisasi keselamatan berlalu lintas di JPL bersama dengan instansi terkait, diantaranya dari Jasa Raharja, Dinas Perhubungan Kabupaten dan juga Satlantas Polres Jember, sosialisasi ini menindak lanjuti FDG yang di hadiri seluruh stakeholders terkait diantaranya Komisi V DPR RI, Kementerian Perhubungan, Jasa Raharja dan Korlantas,” kata Joko

Dari Focus Group Discussion (FDG) yang membahas “Perlintasan sebidang tanggung jawab siapa”, melahirkan komitmen bersama yang ditanda tangani DPR RI.

“Kesepakatannya seluruh pihak harus mengevaluasi keselamatan sebidang sesuai tugas dan kewenangannnya, oleh karenanya hari ini kami menghimbau kepada masyarakat yang akan melintasi perlintasan sebidang, agar bisa menjaga diri dan melihat ke kiri dan kanan terlebih dahulu, semua itu demi keselamatan bersama,” tuturnya.

Sementara itu ditempat yang sama Sulaiman Kepala Jasa Raharja Kabupaten Jember menyatakan, bahwa kecelakaan berlalu lintas di kereta api, memang tidak terlalu signifikan, namun setiap bulan selalu ada laporan yang masuk.

“Kecelakaan kereta api memang tidak terlalu banyak, namun bisa dikatakan hampir setiap bulan ada, untuk tahun 2019 ini saja sudah ada 9 kecelakaan kereta api yang mengklaim ke jasa raharja, hal ini menunjukkan kalau angka kecelakaan kereta api masih perlu mendapat perhatian serius,” ungkap Sulaiman.

Untuk diketahui, perlintasan sebidang adalah perpotongan antara jalur kereta api dan jalan yang dibuat sebidang. “Perlintasan sebidang ini muncul dikarenakan meningkatnya mobilitas masyarakat pengguna kendaraan yang harus melintas atau berpotongan langsung dengan rel kereta api,” pungkasnya.

0FansSuka
388PengikutMengikuti
13,800PelangganBerlangganan

Recent Posts

Block title