Beranda blog Halaman 3

Ini Baru Unik, Daftar Cabup Pakai Topeng

Jember – Karena masih berhalangan, maka hal unik terjadi ketika seorang bakal calon bupati di Jember ini terpaksa mengutus tim suksesnya untuk ikut daftar penjaringan cabup meski harus dengan mengenakan topeng. H. Abdus Salam atau yang biasa disapa dengan Cak Salam, sedang melaksanakan ibadah Umroh bersama keluarga, meski sedang melaksanakan ibadah Umroh cak Salam masih bisa mendaftar sebagai Calon Bupati Jember di Sekretariat penjaringan bersama yang dibuka oleh dua Partai di Jember yakni PAN dan Partai Demokrat, di Cafe Pojok Bangka yang ada di Jl. Jawa Sumbersari Jember. Jum’at (21/2/2020)

Ada hal unik dalam pendaftaran Cak Salam ke lokasi Penjaringan, meski mengirim utusan, puluhan pendukung cak Salam kompak menggunakan topeng wajah Cak Salam ketika memasuki area penjaringan, sehingga sekilas ada puluhan ‘Cak Salam’ hadir di lokasi tersebut.

“Cak Salam saat ini sedang menjalankan ibadah umroh, oleh karenanya, kami diberi mandat dan kuasa oleh Cak Salam untuk mendaftar melalui Partai Amanat Nasional dan Partai Demokrat, awalnya ada ratusan relawan yang akan ikut ke sini (lokasi penjaringan, red), tapi karena hujan mereka saya suruh untuk berada di Posko, Alhamdulillah ada 50 lebih yang ikut dan nekat menerjang hujan,” ujar Khoironi yang mewakili Cak Salam.

Dalam pendaftaran tersebut, Roni membacakan beberapa program cak Salam, ada 16 program yang dibacakan oleh Roni, diantaranya, jika dipercaya menjadi Bupati, Cak Salam akan merancang perencanaan dan pelaksanaan pembangunan daerah dengan melibatkan peran serta masyarakat.

Selain itu, Cak Salam juga akan Memberikan kepastian dalam setiap pelayanan dan kebijakan dilaksanakan secara cepat, transparan dan akuntabel dengan sistem pelayanan satu atap.

Pemerataan pembangunan sarana prasarana pendidikan dan kesehatan untuk menjamin pelaksanaan pendidikan maupun pelayanan kesehatan yang berkualitas, dan Menjamin  seluruh masyarakat Jember  untuk mendapatkan akses pendidikan  dan kesehatan yang berkualitas.

Selanjutnya, program yang dibacakan di depan pengurus kedua partai dan jurnalis, program lain cak Salam adalah melanjutkan dan meningkatkan jumlah alokasi Beasiswa bagi siswa dan mahasiswa yang berprestasi dan kurang mampu.

Meningkatkan kesejahteraan melalui pemberian insentif bagi guru ngaji dan sekaligus dukungan sarana dan prasarana kegiatan merekadan Memberi subsidi kesehatan bagi masyarakat miskin dan Peningkatan Jaminan Kebutuhan Hidup Layak bagi Kelompok Sosial Masyarakat Rentan.

Kedepan, Cak Salam juga akan Membentuk peraturan perundang-undangan dan regulasi untuk melindungi potensi sumberdaya ekonomi dan sekaligus memberi kepastian pada iklim investasi.

Pembangunan sarana dan prasarana untuk peningkatan mobilitas ekonomi terutama bagi pengembangan ekonomi pertanian dan maritim, dan Perlindungan bagi petani tembakau.

Tidak hanya itu, Cak Salam juga Menjamin harga kebutuhan pokok tetap stabil, Membangun kerjasama dengan kelompok dunia usaha baik dalam maupun luar negeri untuk meningkatkan investasi yang ditopang oleh sistim ekonomi yang kondusif dan sehat.

Membangun dan mengelola potensi pariwisita dengan melibatkan pelaku seni budaya dan industri kreatif dan sekaligus memberikan jaminan kesehatan kepada mereka.

Memberikan dukungan dana pembinaan dan pengembangan potensi seni dan budaya serta Memfasilitasi kelompok-kelompok seni melalui eksibisi dan festival untuk mengaktualisasikan potensi seni dan budaya Kabupaten Jember.

Sedangkan ketika disinggung soal bagaimana cak Salam akan meningkatkan Elektabilitas dan Popularitas, mengingat sampai saat ini dari hasil survey beberapa lembaga yang sudah dirilis posisi Cak Salam masih berada di tengah.

Roni mengatakan, bahwa itu sebuah kebanggaan dan menunjukkan jika keberadaan Cak Salam dalam ‘bertarung’ di Pilkada Jember 2020 menjadi perhitungan, dan dirinya bersama dengan tim dan relawan siap meningkatkan elektabilitas dan Popularitas cak Salam.

“Masih ada waktu 7 bulan lagi, dan dengan segenap kekompakan tim, saya yakin dalam dua bulan mendatang, Popularitas dan Elektabilitas Cak Salam semakin naik, jadi ini hasil survey bukan sebuah momok bagi kami, justru menjadi pelecut kami,” pungkasnya.

Hingga petang tadi, dftar bacabup mendaftar koalisi bersama PAN dan Partai Demokrat antara lain, Hendy Siswanto (P1), Djoko Susanto (P1), Dima Ahyar (P1), Evi Lestari (P2), Zulkifli (P1), Ahmad Anis (P1), Ifan Ariadna (P1), Muhammad Khozin (P1) dan Abdus Salam (P1).

Optimis Dapat Rekom, Ini Penuturan Ning Tiwi

SURABAYA, – Warga Surabaya telah berdebar menyambut figur yang bakal diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), di tengah pengumuman bertahap salah satu bakal calon walikota yang berhasil dihuhungi, Hj Sri Setyo Pertiwi, mengaku sabar karena telah diberitahu DPP.

PDIP masih bertahap mengumumkan bakal calon walikota dan wakil walikota (pasangan) di Pilkada 2020 ini. Dari 270 baru 50 pasangan diumumkan di tahap pertama, termasuk Surabaya di tahap selanjutnya.

Salah satu Bakal calon walikota Surabaya, Hj Sri Setyo Pertiwi, biasa disapa Ning Tiwi, saat dihubungi wartawan membenarkan bahwa pengumuman oleh DPP PDIP masih belum seluruhnya termasuk Surabaya, Solo dan daerah lainnya, 220 daerah lagi.
“Iya rencananya memang kemarin, tapi kita mendapat informasi dari DPP bahwa pengumuman bertahap termasuk Surabaya , Solo, Bali, dan lain lain,” ujar Ning Tiwi.

Bakal calon walikota perempuan yang disebut – sebut cocok menggantikan Tri Risma Harini ini mengaku sabar menunggu semua keputusan DPP PDIP, yang jelas dia optimis PDIP akan merekomendasi bakal calon yang komitmen dan meniadakan unsur perpecahan di internal.
“Saya rasa , optimis membangun Surabaya dimulai dari optimisme dalam mendaftar dan merealisasikan niat mengabdi bagi Surabaya, di awal kemarin. Dan DPP PDIP mengerti semua itu detailnya,” tukas Ning Tiwi, kader PDIP yang juga Bendahara Pagar Nusa NU Jatim ini.

Bahkan Ning Tiwi telah menyelesaikan tahapan fit and proper test dari tingkat DPC, DPD dan DPP. Hingga akhirnya beberapa nama saja yang bisa sampai ke test terakhir. Saat ditanya siapa saja yang lolos, dia tak berkenan membeberkannya.
Mantan pengurus KONI dan sekaligus mantan Presiden Lions Club Sidoarjo ini, mengatakan terus berkomunikasi dengan jajaran partai dan basis massa PDIP di Surabaya untuk sosialisasi visi misi Walikota yang dia usung. (kim)

Polisi Cari Penyebar Isu Hoax Kasus Penculikan Anak

Jember – Isu adanya penculikan dalam beberapa hari terakhir di Kabupaten Jember ramai, bahkan dalam 5 hari ini, isu penculikan ramai dijagad dunia maya alias medsos, mulai dari penculikan bayi di Semboro, penculikan anak di Tugusari Bangsalsari, isu penculikan di SDN Jember Lor, Isu Penculikan di Balung dan beberapa daerah lainnya.

“Isu penculikan belakangan ini memang sangat masif penyebarannya di media sosial, seperti yang terjadi di Desa Tugusari Bangsalsari Jember, salah satu akun medsos yang pertama kali menyebarkan isu adanya penculikan di Desa Tugusari Bangsalsari, terlalu dibuat-buat, saat ini kami sedang mencari akun tersebut,” ujar Kapolres Jember AKBP. Aris Supriyono.

Dalam postingannya, akun FA mengunggah postingan disertai foto, dimana dalam unggahannya, akun FA memposting unggahan dengan kalimat. “WASPADA PENCULIKAN ANAK”, brusa hamper terjadi di desa Tugusari, ini foto penculik yang berhasil dikepung namun melarikan diri. Jadi untuk warga Jember khususnya warga Tugusari saat ini sedang ramai dengan penculik tersebut, mohon hati”

Penculik beraksi tadi sore, untung saja tidak ada korban.Modus yang digunakan yaitu penculik pura-pura gila dengan membawa jarung berisikan sabun, odol, payung dan lain.

Ternyata penculik tersebut membawa banyak teman dengan membawa mobil berPlat Madura
Mohon sebarkan info ini kpada semua warga agar berhati

Dalam postingan tersebut, polisi menilai apa yang posting oleh FA sudah meresahkan warga, dimana narasi yang ditulis dengan menyebut “penculik membawa banyak teman dengan membawa mobil ber Plat Madura” terlalu berlebihan, postingan FA sendiri sudah dibagikan oleh 29 akun lainnya.

“Orang  yang dimaksud mau menculik di Bangsalsari, adalah warga Brebes dengan Nama Nana Sunardi, setelah kami lakukan pelacakan, alamatnya ketemu, ia berasal dari Dusun Karangsawah Desa Kuta Mendala Kecamatan Tojong Brebes Jawa Tengah,” ujar Kapolres.

Dari pemeriksaan di Polsek Bangsalsari, Nana Sendiri mengalami gangguan kejiwaan, hal ini juga dibenarkan oleh orang tua Nana Sunardi yang menjemput putranya di Mapolres Jember pada Kamis (20/2/2020) setelah dihubungi pihak kepolisian.

“Nana ini mengalami gangguan kejiwaan, orang tuanya juga menunjukkan bukti dimana saudara Nana pernah dirawat, dan Nana ini meninggalkan rumahnya sudah 7 tahun, dan dinyatakan hilang, bisa dibayangkan jika masyarakat terpancing isu hoax yang disebar, dan saudara Nana tidak segera diamankan, bisa jadi ada korban jiwa, oleh karena itu, kami menghimbau kepada masyarakat agar bijak dalam bermedsos, dan tidak langsung menyebarkan info yang belum jelas, lebih baik serahkan ke pihak Polisi,” ujar Kapolres.

Nana Sunardi sendiri Kamis (20/2/2020) sore oleh keluarganya dibawa pulang ke Brebes dengan didampingi Sekretaris Desa Kuta Mendala, Bhabinkamtibmas dan dua anggota Polsek Tojong.

Dipasung 7 Tahun, Pemkab Fasilitasi Pria Ini ke RSJ Lawang

Jember – Pemerintah Kabupaten Jember berusaha mengembalikan kondisi seorang pria asal Dusun Gumukrejo, Desa Karangsono, Kecamatan Bangsalsari, yang telah dipasung selama tujuh tahun oleh keluarganya.

Camat Bangsalsari, Dr. Murtadlo, M.Si., menjelaskan, pemerintah berupaya merujuk pria berusia 36 tahun tersebut ke RS Jiwa Lawang untuk mendapatkan perawatan intensif.

“Alhamdulillah, pihak keluarganya bersedia pasien dirawat intensif di RSJ Malang. Insyaallah pekan depan kami bawa ke Malang,” terangnya di Bangsalsari, Jum’at, 21 Februari 2020.

Murtadllo menjelaskan, perhatian pemerintah kepada pasien pasung tersebut sesuai dengan arahan yang telah diberikan oleh Bupati Jember, dr. Faida, MMR.

Sementara itu Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Bangsalsari, Iga Aprilia Witasari, menjelaskan, pihaknya saat ini sedang menyiapkan semua persyaratan adminstrasinya.

“Sekarang kami masih melengkapi semua persyaratannya,” katanya. Sesuai rencana, pasien akan dirujuk pada 2 Maret 2020.

Perempuan yang akrab disapa Ega ini menceritakan, pasien pasung tersebut dipasung sejak tujuh tahun lalu, setelah secara tiba-tiba marah hingga membahayakan orang di sekitarnya.

Awalnya dia ditempatkan di kamar dalam rumah. Namun, karena masih membahayakan anggota keluarga, pasien dibuatkan ruangan khusus di depan rumah.

Di tempat dengan dinding tembok tersebut, pasien menjalani hari-harinya. “Tidak sampai dirantai, hanya dikunci dari luar,” kata Ega.

Saat melakukan assessment pasien, Ega melihat kondisi pasien cukup stabil. “Pasien saat ini kondisi baik-baik saja. Bisa diajak komunikasi dengan baik. Hanya tidak mau mandi, dan jarang makan sehingga terlihat kurus,” jelasnya.

Pihak keluarga pun kooperatif hingga bersedia pasien dirawat di Malang. Sikap keluarga ini berbeda dari sebelumnya yang bersikukuh akan merawat sendiri.

“Saat ini masih menempati ruangan pasung dengan perawatan dilanjutkan oleh tim RSD dr Soebandi dan Puskesmas Sukorejo,” ungkapnya.

Bimtek Sensus, Diharapkan Dapat Data Yang Akurat

Disinfokom Pemkab Jember saat menggelar Bimtek Sensus Penduduk,

Dinas Komunikasi dan Informatika bersama Badan Pusat Statistik Kabupaten Jember, Kamis, 20 Februari 2020, melaksanakan bimbingan teknis sensus penduduk secara daring kepada sejumlah aparatur sipil negara di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jember.Kepala Bidang Aspirasi dan Layanan Informasi Publik pada Diskominfo, Habib Salim S.Si, menyatakan, bimtek ini untuk menyukseskan sensus penduduk tahun 2020 yang dilakukan secara online.

Peserta yang diundang sebanyak 160 ASN dari masing-masing OPD, kecamatan, kelurahan, dan Puskesmas. Mereka diharapkan dapat menjawab pertanyaan masyarakat tentang sensus secara daring yang akan berlangsung hingga 31 Maret. “Pertama adalah mereka bisa mengisi dulu,” katanya. Sesuai arahan Bupati Jember, dr. Faida, MMR., semua ASN diharapkan terlebih dulu mengisi sensus secara daring ini. Karena itu, pemerintah memberikan edukasi berupa bimtek.

“Edukasi tidak hanya kepada ASN, juga kepada masyarakat yang dijadwalkan keliling, juga informasi di media sosial,” imbuhnya. Kepala Seksi Statistik Sosial BPS Kabupaten Jember, Emil Wahyudiono, menyampaikan, bimtek ini dilakukan agar target yang diberikan Bupati Jember yaitu untuk sensus daring minimal 50 persen tercapai.

“Pemkab sudah bergerak untuk menindaklanjuti itu. Antusiasme peserta juga cukup bagus,” ungkapnya kepada wartawan. Emil menyatakan, banyak peserta yang mengajukan pertanyaan yang berbobot. Ini karena peserta sudah melakukan sensus daring. Sensus penduduk ini, untuk bisa masuk menggunakan KK dan NIK yang tercatat ke database BPS.“Pengisiannya tidak perlu tergesa-gesa. Isikan datanya sesuai kondisi riilnya. Di website diberikan semacam kemudahan,” terangnya. Menurut Emil, data sensus ini sebagai penentu pengambilan kebijakan. Jika data akurat dan bagus maka kebijakan yang diberikan akan tepat sasaran.

Bupati Kunjungi Si Kakek Korban Tuduhan Penculikan

Bupati saat mengunjungi Kake Hariyanto, korban tuduhan penculikan.

Bupati Jember, dr. Faida, MMR., Kamis, 20 Februari 2020, bersilaturahim ke rumah warga korban tuduhan penculikan dan anak yang dikabarkan sebagai korban penculikan. Pertama bupati mengunjungi Mohammad Hariyanto di Jalan Mawar XIX nomor 16. Di rumah berwarna oranye ini, bupati bertemu dengan Hariyanto istri dan cucunya yang sekolah di SD Negeri Jember Lor 1.

Hariyanto sebelumnya dikabarkan sebagai pelaku penculikan. Bahkan ia sempat dimintai keterangan oleh Kepolisian Resort Jember. Dalam kunjungannya itu, bupati ingin menegaskan bahwa berita penculikan di Jember terbukti tidak benar. Namun, kondisi yang terjadi saat ini menjadi evaluasi bersama. Berita tentang penculikan itu, kata bupati, berawal dari candaan Hariyanto kepada anak SD Negeri Jember Lor 1 saat menjemput cucunya. Namun candaan itu ternyata disangka sebagai upaya penculikan. “Kita mengajak anak-anak waspada, sekolah waspada. Tetapi, ini candaan yang menjadi salah paham,” terang bupati usai bertemu Hariyanto.

Peristiwa yang dialami oleh Hariyanto, menurut bupati, menjadi pelajaran bagi semua pihak agar tidak bercanda yang menimbulkan persepsi macam macam. Dan, kewaspadaan tetap penting. Bupati mengingatkan Jember sebagai kabupaten layak. Karena itu, fasilitas di sekolah mencakup keamanan anak didik.

“Masa depan kita ini di anak-anak. Maka, selain fasilitas pendidikan, juga perlu rasa aman untuk anak-anak,” terangnya. Terkait keamanan, bupati menyampaikan ucapan terima kasih kepada TNI dan Polri. “Menjadi sahabat anak-anak sekolah, sehingga anak-anak memiliki rasa aman,” tuturnya. “Saya ingin di Jember ini tentrem ayem. Apapun pembangunan itu, kalau tidak ada rasa aman ayem maka orang tidak akan merasakan kebahagiaan,” ujarnya.

Kepada siswa SD Negeri Jember Lor 1, bupati memberikan apresiasi karena tidak terjadi bullying kepada cucu Hariyanto. “Anak-anak membuktikan hebat,” ucapnya.
Siswi yang dikabarkan menjadi korban, ungkap bupati, juga tetap bersekolah. Para siswa mampu menerima satu sama lain. Sekolah juga tetap berjalan dengan lancar. Setelah memberikan hadiah kepada cucu Hariyanto, bupati mengunjungi siswi yang dikabarkan menjadi korban penculikan di Jalan Tawangmangu. Di tempat ini, bupati juga memberikan bingkisan.

Sementara Mohammad Hariyanto, menceritakan, awalnya hanya bercanda tapi menjadi tersangka. “Mungkin ini teguran dari Allah. Jadinya saya harus hati-hati, yang penting cucu saya mau sekolah,” terangnya. Meski menjadi pihak yang dirugikan, Hariyanto mengaku bersyukur. Sebab, selama ini belum pernah rumahnya didatangi bupati. “Saya bersyukur karena belum pernah dikunjungi bupati,” tuturnya.

Ini Status Terakhir Eks Kadispenduk Yang Kena OTT

Jember – Status mantan kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Sri Wahyuniati, sebagai aparatur sipil negara di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jember berakhir pada akhir Mei 2019, seiring dengan turunnya putusan pengadilan.

Hal ini sesuai dengan surat keputusan Bupati Jember, dr. Faida, MMR., tentang pemberhentian tidak dengan hormat sebagai pegawai negeri sipil untuk mantan Kepala Dispendukcapil itu.

“Surat itu tindak lanjut putusan majelis hakim tindak pidana korupsi yang memberikan vonis pada 24 Mei tahun 2019 lalu,” terang Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Gatot Triyono, Rabu, 19 Februari 2020. “TMT-nya akhir Mei 2019,” tandasnya.

Meski begitu, surat keputusan tersebut harus diserahkan secara langsung kepada pihak yang bersangkutan setelah selesai menjalani hukuman.

Penyerahan seperti itu, lanjutnya, mempertimbangkan beberapa hal. Diantaranya karena adanya permintaan pihak keluarga yang bersangkutan. “Keluarga menghendaki agar SK diserahkan usai menjalani hukuman,” ujarnya.

Terkait dengan gaji yang diterima bersangkutan, Gatot menegaskan bukan menjadi masalah serius. Sebab, pemerintah mempunyai perhitungan sendiri.

“Diperhitungkan dalam tabungan hari tua yang dikelola PT Taspen. Maksudnya, tabungannya selama ini dikurangi dengan gaji yang sudah diterima,” terangnya.

Sebelumnya ramai diberitakan mantan Kepala Dispendukcapil itu masih menerima gaji meski sudah berstatus terpidana kasus pungutan liar pengurusan adminduk di Dispendukcapil.

Perempuan itu dipidana penjara selama 1 tahun dengan denda Rp. 50 juta subsider dua bulan kurungan setelah divonis Majelis Hakim Tipikor di Surabaya, Senin, 24 Mei 2019.

PDIP Umumkan Calon Kepala Daerah di Pilkada 2020, Solo dan Jember Tak Termasuk

Jakarta – PDI Perjuangan telah mengumumkan sejumlah nama calon kepala daerah dan wakil kepala daerah yang akan ‘bertempur’ pada Pilkada 2020 di kantor DPP PDI Perjuangan, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta, Rabu (19/2).

Nama-nama calon kepala daerah itu dibacakan oleh Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPP PDI Perjuangan Bambang Wuryanto, dan disaksikan langsung Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri serta Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto. Namun pengumuman rekomendasi cabup-cawabup itu tidak termasuk untuk Jember dan Solo.

Kepala Pusat Analisa dan Pengendali Situasi PDI Perjuangan Prananda Prabowo dan Ketua Bidang Politik dan Keamanan DPP PDI Perjuangan Puan Maharani juga hadir dalam kesempatan tersebut.

“Berikut ini adalah para calon kepala daerah dan wakil kepala daerah dari PDI Perjuangan,” ujar Bambang seperti dilansir Gesuri.id.

Berikut ini gelombang pertama daftar pasangan calon kepala daerah-calon wakil kepala daerah pada Pilkada 2020 yang diumumkan DPP PDI Perjuangan.

  1. Pilgub Sulawesi Utara

Olly Dondokambey-Steven Kandouw

  1. Jawa Tengah

Sri Mulyani-Aris Prabowo (Klaten)
Sri Sumarni-Bambang Pujiyanto (Grobogan)
Eisti’anah-Joko Sutanto (Demak)
Mohammad Said Hidayat-Wahyu Irawan (Boyolali)
Joko Sutopo-Sriyono (Wonogiri)
Kusdinar Untung Yuni Sukowati-Suroto (Sragen)
Agus Sukoco-Eko Priyono (Pemalang)
Ngesti Nugraha-M Basari (Kabupaten Semarang)
Hendrar Prihadi-Hevearita Gunaryanti Rahayu (Kota Semarang)
Arif Sugianto-Rista (Kebumen)
Arief Rohman-Tri Yuli Setyowati (Blora)
Dyah Hayuning Pratiwi-Sudono (Purbalingga)

  1. Jawa Barat

Herman Suherman-TB Mulyana Syahrudin (Cianjur)
Ade Sugianto-Cecep Nurul Yakin (Tasikmalaya)

  1. Jawa Timur

Ony Anwar-Dwi Rianto Jatmiko (Ngawi)
H.M Sanusi-Didik Gatot Subroto (Malang)
Achmad Fauzi-Dewi Khalifah (Sumenep)

  1. Banten

Ratu Tatu Chasanah-Pandji Tirtayasa (Serang)
Irna Narulita-Tanto W Arban (Pandeglang)

  1. DI Yogyakarta

Abdul Halim Muslih-Joko B Purnomo (Bantul)

  1. Sumatera Selatan

Devi Suhartoni-Innayatullah (Musi Rawas Utara)

  1. Lampung

Anna Morinda-Frits Akhmad Nuzir (Kota Metro)

  1. Sumatera Utara

Rapidin Simbolon-Juang Sinaga (Samosir)
Lakhomizaro Zebua-Sowa’a Laoli (Kota Gunungsitoli)
Dosmar Banjarnahor-Yanto Sihotang (Humbang Hasundutan)
Hilarius Duha-Firman Giawa (Nias Selatan)

  1. Kalimantan Timur

dr. Fahmi Fadli-Sulaiman Eva Merukh (Paser)
Adi Darma-Basri Rase (Kota Bontang)
Ramhad Mas’ud-Thohari Aziz (Kota Balikpapan)
F.X Yapan-Edyanto Arkan (Kutai Barat)

  1. Kalimantan Selatan

Syafruddin H. Maming-Andi Rudi Latif (Tanah Bambu)
Aditya Mufti Arifin-Ahmad Rifani Iwansyah (Kota Banjarbaru)
dr. H. Zaiullah Azhar-Zulkipli A.R (Kotabaru)

  1. Kalimantan Barat

Rupinus-Aloysius (Sekadau)

  1. Nusa Tenggara Barat

Putu Selly Andayani-TGH Abdul Manan (Kota Mataram)
H.W Musyafirin-Fud Syaifuddin (Sumbawa Barat)

  1. Sulawesi Tenggara

Abu Hasan-Suhuzu (Buton Utara)

  1. Sulawesi Tengah

Herwin Yatim-Mustar Labolo (Banggai)

  1. Sulawesi Selatan

Tomy Satria Yulianto-HA Makkasau (Bulukamba)
Muh. Basli Ali-Saiful Arif (Kepulauan Selayar)

  1. Papua Barat

Demas Paulus Mandacan-Edy Budoyo (Manokwari)
Yosias Saroy-Marinus Mandacan (Pengunungan Arfak)
Rita Terupun-Leondardo Syakema (Kaimana)
Samsudin Anggiluli-Alfons Sesa (Sorong Selatan)

  1. Papua

Elisa Kambu-Thomas Eppe Safanto (Asmat)

  1. Maluku

Benyamin Thomas Noach-Agustinus Lekwardai (Maluku Barat Daya)
Fachri Husni Alkatiy-Aroby Kelian (Seram Timur)

  1. Maluku Utara
    Capt. Ali Ibrahim-Muhammad Sinen (Kepulauan Tidore)

Jangan Panik ! Kasus Penculikan Anak SD Hanya Salah Paham Saja

Jember – Terkait isu Penculikan yang menghebohkan warga di Jember, membuat pihak kepolisian bergerak cepat dalam menangani kasus tersebut.

Dimana isu tersebut menyebutkan, ada 3 siswi di SDN Jember Lor yang menjadi upaya korban penculikan yang terjadi kemarin, pada Selasa (18/2/2020) siang,  Namun isu tersebut adalah kesalah pahaman warga dalam menerima informasi yang beredar.

Melalui pers konfrence yang berlangsung di halaman Mapolres Jember pada, Rabu (19/02/2020) siang, Kapolres Jember AKBP. Aris Supriyono melalui Kasatreskrim AKP. Yadwavina Jombo Qontas menyampaikan behwa tersebarnya isu penculikan yang terjadi di SDN Jember lor 01 itu, tidak dibenarkan. Karena orang yang dikira penculik anak tersebut, tenyata merupakan salah satu wali murid disekolah tersebut, Justru masyarakat yang salah mendapatkan informasi.

“Saya tegaskan, bahwa isu penculikan adalah tidak benar, yang benar adalah kesalah pahaman warga dalam menerima informasi, orang yang dikira penculik, adalah wali murid yang akan menjemput cucunya di sekolah, jadi warga tidak perlu membesar-besarkan lagi soal isu penculikan,” ujarnya.

Kasatreskrim Jumbo menambahkan, dampak dari isu yang viral tersebut, sangat mempengaruhi anak-anak secara psikis anak-anak di sekolah tersebut, sehingga pihaknya menggandeng Pekerja Sosial dari Dinas Sosial untuk memberikan trauma healing kepada anak-anak. “Efek dari isu yang viral, anak-anak menjadi cemas dan was-was, padahal semua itu hanya kesalah pahaman dan tidak ada upaya penculikan, sehingga kami akan memberikan trauma healing kepada anak-anak di SDN Jember Lor,” Imbuhnya.

Suharianto, wali murid yang sempat dirumorkan sebagai penculik, kepada wartawan mengatakan, bahwa dirinya saat itu berniat menjemput putrinya, ketika bertemu dengan tiga siswi, ia berniat mengajak tos (menyapa dengan tangan,red) setelah itu mengelus pundak salah satu siswi tersebut. “Saya itu senang gurau dengan anak-anak, ketika menunggu cucu saya pulang, saya melihat ada 3 anak-anak yang lewat, kemudian saya ajak tos, karena hal ini sudah biasa saya lakukan, dan juga dilihat banyak orang kok, saya gak tau kalau ternyata ada kejadian seperti ini,” ujar Harianto.

Sementara Hartatik, Kepala Sekolah SDN Jember Lor saat ikut mendampingi wali murid ke Mapolres Jember, kepada wartawan mengatakan, bahwa persoalan ini sebenarnya sudah selesai kemarin, dimana saat ada isu itu, pihaknya bersama dengan wali murid dan juga satpam memeriksa rekaman Closed Circuit Television (CCTV) yang ada disekolah, dan dipastikan jika itu salah satu wali murid yang biasa menjemput cucunya. “Sebenarnya kemarin sudah clear, dan tidak terjadi apa-apa, namun ternyata sore hari isu penculikan semakin ramai, dan tadi pagi, kami semua mengumpulkan wali murid dan memberikan penjelasan dan duduk persoalan yang sebenarnya, saya juga mengucapkan terima kasih kepada bapak polisi yang sudah menyelesaikan kasus ini,” pungkasnya. 

Dag Dig Dug Rekom Cabup

Perhelatan pemilihan kepala daerah serentak bakal segera dimulai. Ada 19 daerah atau kabupaten maupun kota se-Jawa Timur yang menggelar pemilihan kepala daerah langsung secara serentak, termasuk di Kabupaten Jember. Jember dikenal memiliki iklim politik yang panas, keras dan dinamis dibanding kabupaten tetangga seperti Banyuwangi dan Situbondo.

Era kekinian, tahapan para kandidat untuk menarik simpati sekaligus memberi janji hingga mendatangi pengajian pak kyai di masyarakat saja tentunya belum cukup. Jikalau lewat jalur independen, cukup merayu masyarakat agar bersedia memberikan dukungan tanda tangan dan diperkuat fotokopi KTP. Jadi, tidak peru capek merayu petinggi partai politik untuk mendapatkan rekomendasi.

Namun jika lewat jalur partai politik, tentunya si cabup cawabup maupun tim suksesnya wajib kerja keras memberikan jurus rayuan kepada para petinggi partai politik tersebut. Tentunya rayuan itu tidak hanya soal kapabilitas, elektabilitas maupun popularitas. Yang jelas “isi tas” dan segala macam senjata rayuan termasuk hasil survei dan polling akan menjadi suguhan berpengaruh untuk elit partai politik penentu rekom di Jakarta. Belum lagi ramai-ramai daftar ketika ada parpol membuka pendaftaran kandidat, ya si kandidat kudu daftar agar nampak antusias dekat dengan si parpol.

Itu pun masih belum lagi para cabup harus memasang reklame dengan biaya yang tidak murah, untuk dipampang di sepanjang jalan ketika parpol ada hajatan besar semacam rapat nasional dan lainnya. Meski itu sekedar ucapan selamat saja.

Yang menarik dan sedikit anomali, jika lewat jalur partai politik ada sinyal “oke” dielit pengurus parpol tingkat lokal, namun itu tidak selalu berbanding lurus dengan keputusan elit parpol di pusat. Masing-masing dewan pimpinan pusat tentu punya jurus pamungkas untuk mau teken rekom pada cabup-cawabup tertentu.

Begitu pula sebaliknya, elit parpol di pusat yang menyatakan sudah oke, namun ada saja elit parpol lokal yang usreg dan tidak sreg dengan pilihan pusat. Griduh level lokal jadinya, kata orang Madura.

Di Jember, setidaknya iklim politik yang dinamis ini masih bisa diimbangi dengan semacam regenerasi kepemimpinan tingkat lokal, baik dari kalangan pengusaha, mantan birokrat maupun kader partai politik. Alias tidak hambar bagi kalangan kritikus yang didera kebosanan inkamben atau petahana. Tengok saja, kalangan pengusaha yang sudah gerilya ke masyarakat maupun partai politik ada nama-nama yang sudah tenar seperti Abdussalam alias Cak Salam (pengusaha properti), Hendy Siswanto (pengusaha retail dan mantan birokrat), Dwi Arya Nugraha Oktavianto alias Mas Vian (pengusaha), Ifan Ariadna, Achmad Anis (mantan Ketua KPU Jember) serta Dima Akhyar (mantan Ketua Bawaslu Jember). Sementara dari kalangan mantan birokrat ada nama mentereng yakni Djoko Susanto mantan Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jember serta Rasyid Zakari mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Jember.

Tidak hanya itu, kader-kader partai politik pun juga ikut terjun dalam pertarungan ini antara lain, Ayub Junaedi Sekretaris DPC PKB dan Ketua GP Ansor, Madini Farouq

alias Gus Mamak Ketua DPC PPP, Bambang Wahyu Sekretaris DPC PDIP serta H Marzuki Ketua DPC Partai Nasdem. Kader parpol yang lain yang juga turut digadang-gadang yakniM Fawaid dari Partai Gerindra.

Pertarungan yang sengit ini tentunya cabup inkamben atau petahana masih cukup punya energi untuk bertarung kembali yakni dr Faida MMR yang kabar terakhir menggandeng Dwi Arya Nugraha Oktavianto alias Mas Vian untuk menjadi cawabupnya. Faida yang berbekal power lama dan relawan, nampaknya survei elektabilitasnya cukup tinggi bahkan kabarnya selisih lebih tinggi dibanding para pesaingnya yang sudah bermunculan. Pasangan Wabup KH Muqiet ini juga masih cukup percaya diri untuk menang kembali.

Pilihan Faida-Vian melalui jalur independen atau perseorangan ini nampaknya juga menjadi tamparan keras bahkan gertakan yang tidak bisa disepelekan bagi elit partaipolitik yang memiliki tahapan panjang dan riwehnya dalam meraih rekomendasi.

Pilihan cabup lewat jalur independen atau perseorangan ini, jika nanti KPU sampai pada penetapan calon independen, maka akan menjadi sejarah baru bagi Jember sejak pilkada langsung, baru kali ini ada pasangan cabup-cawabup lewat independen. Pertarungan gagasan, ide dan model kebijakan yang pas untuk masyarakat Jember tentunya menjadi pilihan pamungkas bagi para pemilih masyarakat langsung.

Meski demikian, maju lewat jalur independen bukanlah hal yang mudah. Butuh komitmen bersama untuk memenangkan si calon tersebut. Cabup cawabup lewat independen lainnya yakni pasangan AW Djamin-Asiruddin. Para cabup jalur independen keduanya sudah meminta nama pengguna Silon ke KPU Jember. Syarat calon independen minimal dukungan adalah 121.127 orang yang tersebar di 16 dari 31 kecamatan se Jember.

Sementara, dari sisi pengurus pusat masing-masing parpol, mungkin baru DPP PDIP yang baru saja mengumumkan rekom cabup meski untuk wilayah Jatim baru Malang, Ngawi dan Sumenep dan Lamongan. Sedangkan untuk rekom cabup bagi kandidat di Jember masih belum nampak ada kejelasan.

Sementara parpol yang lain ada DPP PKB yan sudah melakukan fit dan proper tes di Jakarta yakni Djoko-Ayub dan sebentar lagi rekom akan turun, tentunya juga harus berpikir keras soal koalisi parpol. Bagi yang maju lewat jalur independen namun masih berharap rekom parpol, bebarengan tahapan penyerahan syarat dukungan ke KPU akan menjadi kegalauan tersendiri. Nah, ini yang akan nampaknya harus “balapan” apakah rekom parpol dari pusat bisa turun dulu atau menunggu habis pada masa tahapan harus penyerahan dukungan calon perseorangan.

Rekom parpol itu masih belum termasuk tatanan koalisi parpol saat pilpres maupun pasca polpres, lho ya.Yang jelas, tahapan pengumuman pendaftaran cabup-cawabup masih digelar pada pertengahan bulan Juni mendatang. Sekarang, bukan lagi siapa cepat dia dapat rekom, namun siapa kandidat yang dedikasinya bersemai dihati rakyatlah, maka dia pantas dapat rekom.

Selamat mengejar rekom, gaesss !

~PJM~ Penulis adalah pemerhati silat lidah dan suka nonton baku hantam.

0FansSuka
388PengikutMengikuti
14,700PelangganBerlangganan

Recent Posts

Block title