Oktober 22, 2020, 10:15:07
Beranda blog Halaman 3

Bagikan Ratusan Kartu Tani

Jember– Muhammad Munir mengakui semua petani sekarang senang dengan adanya kartu tani yang dibagikan langsung oleh Bupati Jember, dr. Faida, MMR. Petani asal Kecamatan Kalisat ini bahkan mengaku program tersebut menguntungkan petani. Kartu tersebut memudahkan petani mendapatkan pupuk.

“Program ini bagus. Alhamdulillah memudahkan rakyat. Ada kartu tani ini semuanya senang,” tutur Munir ditemui saat pembagian kartu tani oleh Bupati Jember, dr. Faida, MMR., Jum’at, 04 September 2020. Menurutnya, pupuk merupakan kebutuhan nomor satu bagi petani. Apabila tidak ada pupuk, maka petani bercocok tanam apapun akan gagal. “Sebelumnya, pupuk selain sulit juga mahal sekali,” imbuhnya.

Petani yang sekarang bercocok tanam jagung itu menyampaikan, harga pupuk nonsubsidi mahal. Ada selisih sekitar Rp. 100 ribu dengan yang subsidi dengan kualitas sama. “Kami senang dengan adanya kartu tani ini. Kami juga senang karena untuk penuntasan pembagian kartu tani sampai dihadiri Bupati Faida secara langsung,” ucapnya dengan senyum.

Ia mengaku membeli pupuk di toko atau di kios terdekat. “Nanti saya ambil sendiri di toko atau di kios pupuk,” katanya. Munir juga berharap kartu tani memapu menambah kemajuan pertanian di Jember. Petani pun lebih berhasil.

Bupati Faida dalam sambutannya mengatakan, pupuk bersubsidi dapat dibeli dengan menggunakan kartu tani untuk kebutuhan bulan September. Apabila terdapat kekurangan pupuk, akan ditambah dengan bantuan dari APBD Kabupaten Jember. Ada subsidi untuk pembelian pupuk nonsubsidi. Kali ini Bupati Faida membagikan kartu di Kecamatan Kalisat, yang dibagikan di sepuluh lokasi. Total petani Kalisat yang menerima kartu tersebut sebanyak 1.832.

Rinciannya, Desa Patempuran (67 kartu), Desa Sukoreno (37 kartu), Desa Sumber Kalong (36 kartu), Desa Ajung (195 kartu), Desa Gambiran (192 kartu), Balai Desa Glagahwero (196 kartu). Berikutnya Desa Gumuksari (171 kartu), Desa Kalisat (289 kartu), Desa Plalangan (179 kartu), Desa Sebanen (96 kartu), Desa Sumber Jeruk (194 kartu), dan Desa Sumber Ketempa (180 kartu). Pembagian kartu tani di Kalisat merupakan rangkaian pembagian untuk 30 ribu petani di seluruh Jember. Dibagikan per desa dan diberikan langsung kepada petaninya sendiri. “Untuk mendapatkan pupuk bersubsidi harus menggunakan kartu tani. Dengan kartu tani juga mudah untuk mendapatkan kredit usaha rakyat,” terang Bupati Faida.

Wabup Muqiet Lantik Pj Kades

Jember– Penjabat (Pj) Kepala Desa Wringinagung Kecamatan Jombang Fahrul Asrori, S.H,. diminta untuk menjadi pamong yang baik dalam melayani masyarakat. Juga harus memiliki kepekaan.

“Upayakan senantiasa peka terhadap perkembangan kehidupan bermasyarakat di desa, serta menjadi pamong yang baik dalam melayani kebutuhan atau pelayanan publik,” kata Wakil Bupati Jember, Drs. KH. A. Muqit Arief. Amanat itu disampaikan saat pelantikan Pj Kades Wringin Agung, yang berlangsung di Kantor Kecamatan Jombang, Jumat, 04 September 2020.

Kepekaan itu, lanjut wabup, akan menjadi sesuatu yang sangat mendapatkan perhatian. Jangan sampai ada hal-hal krusial yang tidak diketahui penjabat kepala desa. Selain itu, Pj Kades yang baru dilantik diharapkan dapat menjalin kerjasama baik dengan pejabat desa, kecamatan, dan lembaga-lembaga desa, maupun elemen masyarakat.

“Lakukan pembenahan, perbaikan terhadap apa yang perlu diperbaiki demi kemajuan desa Wringin Agung. Salah satunya dalam hal manajemen pemerintahan,” ujar wabup. Manajemen dengan menjalankan siklus penyelenggaraan pemerintahan desa dengan tertib dan selalu berpedoman pada protokol kesehatan dalam setiap kegiatan.

Wabup juga berpesan, agar Pj Kades melakukan manajemen pengelolaan keuangan desa secara akuntabel, dan melaksanakan kegiatan dengan senantiasa taat aturan, serta tertib administrasi. “Jaga kondusifitas wilayah dan kerukunan antar masyarakat desa,” tutup wabup.

Jangan Masuk Lapas Lagi

Jember– Program asimilasi terus dijalankan oleh Lapas Kelas IIA Jember. Seiring itu, Pemkab Jember konsisten memberikan dukungan kepada para narapidana yang mendapatkan pembebasan melalui program pemerintah pusat itu.

Seperti sebelumnya, Pemkab Jember memberikan bantuan berupa sembako dan uang saku. Juga memberikan edukasi kepada peserta asimilasi. Jum’at, 04 September 2020, Wakil Bupati Jember, Drs. KH. A. Muqit Arief, kembali berkesempatan melepas kepulangan mereka dan memberikan edukasi.

“Kalian semua harus betul-betul berhati-hati di rumah. Jangan sampai melakukan hal hal yang berkaitan dengan jeratan hukum lagi,” pesan wabup. “Jika ada yang melakukan tindakan kriminal lagi, akan mendapat perlakuan khusus dan sangat ketat di lapas. Ini sesuai peraturan yang ada,” imbuhnya.

Selain mendapat bantuan, para napi peserta program asimilasi mendapatkan fasilitas kendaraan dari Pemkab Jember untuk pulang ke rumah masing-masing. Lebih jauh wabup menjelaskan, narapidana itu dibebaskan lebih awal atas hak asimilasi sesuai peraturan yang berlaku saat wabah virus korona.

“Kalian semua adalah keluarga saya. Jadi tolong berhati-hati. Jadikan apa yang sudah terjadi sebelumnya sebagai pembelajaran yang berharga,” kata wabup. Di lapas, masih kata wabup, sangat tidak enak. Bukan hanya tempat dan harus berdesak-desakan. Tetapi, hati dan psikologis merasa tersiksa karena harus berpisah dengan keluarga. “Semua juga akan merasa sedih,” urainya. “Maka, sebaik-baiknya orang berbuat salah itu adalah orang yang menyadari dan tidak mengulang kembali kesalahan,” tutur wabup.

Paslon Hendy – Gus Firjoun Kandidat Pertama Daftar ke KPU Jember

JEMBER – Dikawal ribuan massa, Pasangan Calon (Paslon) H. Hendy Siswanto – KH. Balya Firjoun Barlaman (Gus Firjoun) kandidat pertama yang mendaftar ke KPU Jember dalam penyelenggaraan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Jember 2020, Jumat (4/9/2020) siang.

“Untuk pendaftaran dihari pertama kita buka pendaftaran tanggal 4 ini dibuka mulai pukul 8.00 – 16.00 WIB. Barusan sudah kita tutup penerimaan pendaftaran dihari pertama ini dan sudah tidak ada penerimaan pendaftaran paslon lagi. Baru dilanjutkan besoknya lagi,”kata Ketua KPU Jember Muhamad Syai’in.

Informasi sementara ini, kata Syai’in, besok ada pendaftar lagi dari Paslon Abdussalam (Cak Salam) – Ifan Ariadna (Ifan). Sedangkan kepastiannya itu kapan atau ada perubahan pihaknya masih menunggu konfirmasi.

“Sampai saat ini kami masih melakukan atau proses penelitian administrasi syarat pencalonan maupun syarat calon pendaftar pertama, yaitu paslon Hendy – Gus Firjoun. Masih butuh waktu karena kita masih menyandingkan info pemilihan, yaitu SK pengurusan parpol yang diupload dilaman KPU untuk dikonfirmasi dengan kepengurusan yang ada di daerah,”terangnya

Sehingga pihaknya masih membutuhkan waktu untuk menyandingkan agar kesesuaian data antara SK yang dikeluarkan oleh DPP dengan SK yang ada di tingkat kabupaten.

Bacalon Bupati Jember, Hendy Siswanto mengatakan, hari ini pihaknya bersama Gus Firjoun mendaftar di KPU Jember dengan beberapa partai pengusung. Yaitu partai Nasdem, Demokrat, PKS, PPP, Berkarya versi Tommy Soeharto dan Gerindra. “Alhamdulillah total ada 29 kursi. Dan ini syarat maju kan minimal 10 kursi, ini sudah cukup untuk ikut dalam kontestasi pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Jember 2020,”tuturnya.

Kata Hendy, hingga saat ini masih dalam proses penelitian administrasi kelengkapan persyaratan calon. Tetapi jika ada kekurangan persyaratan masih ada waktu untuk memperbaikinya. “Jadi inilah keuntungannya mendaftar dihari pertama ini,”tegasnya.

Hendy menjelaskan, setelah dirinya melakukan pendaftaran selanjutnya akan melakukan sosialisasi kemasyarakat dengan terjun ke daerah – daerah pinggiran karena harus menyanpaikan visi misinya secara langsung kepada warga.

“Kami berharap dengan pilkada ini untuk menebar kebaikan kepada semuanya, menjadi menarik karena kondisi ekonomi jember seperti saat ini dan juga pandemi Covid 19. Agar secepatnya pertumbuhan ekonomi menigkat kembali dengan adanya pilkada,”pungkasnya. (min)

Pengurus Pramuka Diharapkan Gunakan Aji Mumpung

Jember– Wakil Bupati Jember, Drs. KH. A. Muqit Arief, mendorong agar para pengurus sepuluh kwartir ranting (Kwaran) gerakan Pramuka untuk menerapkan aji mumpung.

“Aji mumpung. Mumpung diberi amanah, maka mari berbuat yang terbaik,” kata Wabup Muqiet Arief yang juga Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Jember. Itu disampaikan wabup ketika melantik dan mengukuhkan pengurus dari sepuluh kwaran masa bhakti 2020-2023, Kamis, 03 September 2020, di Aula PB Soedirman Pemkab Jember.

Pengurus Lembaga Pemeriksa Keuangan (LPK) juga turut dilantik dan dikukuhkan dalam kesempatan tersebut. Aji mumpung itu, lanjut wabup, dengan mengantar gerakan pramuka ke dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan generasi muda.

Kesempatan menjadi pengurus itu harus dimanfaatkan untuk bisa berbuat lebih baik, berbuat sesuai kemampuan masing-masing dan bersinergi satu sama lain. Selain itu, wabup menegaskan bahwa Pramuka di Kabupaten Jember diharapkan dapat menjadi perajut kebersamaan dan pemersatu dalam masyarakat, khususnya dalam masa politik.

Menurut wabup, pramuka adalah organisasi kepanduan. Bukan bagian dari organisasi politik. Apabila ada hal yang bersifat mengadu domba, gerakan pramuka diharapkan menjadi perajut kebersamaan. Disamping itu, anggota pramuka di Jember yang cukup besar bisa menjadi contoh bagi masyarakat dalam menjalankan pola hidup sehat.“Dengan puluhan ribu anggota, jika bisa menjadi contoh, maka ini bisa menjadi energi baru dalam rangka pemutusan pesebaran Covid-19 di Jember,” tutup Wabup.

DireKom PDIP, Eri Cahyadi Penantang Berat Machfud

Cawalkot dan Cawawalkot Surabaya, Eri Cahyadi dan Armuji

Surabaya – Seperti yang telah diketahui Eri Cahyadi telah mendapat rekomendasi PDI Perjuangan untuk maju Pilwali 2020. Eri Cahyadi yang berasal dari birokrat telah mengajukan surat pengunduran diri sebagai ASN. “Saya mendapat kabar jika DPP PDI Perjuangan memberikan amanah saya sebagai Cawali Surabaya, saat saya sedang di lapangan mengurus program Surabaya Heritage. Setelah mendapat informasi itu, saya langsung tandatangani surat pengunduran diri sebagai ASN sebelum saya berangkat ke Taman Harmoni,” kata Eri Cahyadi, usai acara jumpa pers di Taman Harmoni, Rabu (2/9/2020).

Eri menyatakan bahwasanya mulai besok sudah tidak aktif sebagai ASN di Pemkot Surabaya yang menjabat Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya.
Surat pengunduran diri itu, kata Eri Cahyadi, telah dikirim kepada Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dan Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Kota Surabaya. “Mulai besok saya sudah tidak ngantor di Pemkot Surabaya,” ungkapnya.

Ditanya apakah dirinya masuk menjadi kader PDI Perjuangan? Eri Cahyadi menjelaskan, saat dirinya dicalonkan sebagai Cawali Surabaya oleh PDI Perjuangan, itu artinya dirinya sudah menjadi bagian dari PDI Perjuangan. “Setelah saya dicalonkan sebagai Cawali Surabaya, saya sudah menjadi bagian dari keluarga PDI Perjuangan,” jelasnya. Sedangkan Cawawali Surabaya Armudji mengatakan, karena dirinya bagian dari anggota PDI Perjuangan memiliki aturan sendiri. Yakni saat dirinya ditetapkan sebagai calon, secara otomatis akan langsung tidak aktif sebagai anggota DPRD Jatim. “Itu aturan PKPU (Peraturan Komisi Pemilihan Umum) yang baru,” pungkasnya.

Resmi Direkom PDIP, Cak Salam-Ifan Diprediksi Bisa Kalahkan Petahana

Paslon Cabup Cawabup Muda Cak Salam-Ifan Ariadna.

Jember- Paslon cabup cawabup H Abdussalam alias Cak Salam-Ifan Ariadna resmi direkomendasi oleh partai politik pemenang pemilu, PDI Perjuangan. Penyerahan surat rekomedasi dilakukan di Kantor DPD PDIP Jawa Timur di Surabaya melalui telekonferen dengan DPP PDIP di Jakarta. Diprediksi banyak pihak, paslon Cak Salam-Ifan merupakan paslon yang memiliki kekuatan mesin pemenangan untuk bisa menumbangkan paslon petahana.

Cabup Cak Salam usai menerima rekomendasi dari DPP PDIP menyampaiakan, terimakasih pada para pendukungnya di Jember yang selama ini masih semangat berjuang hingga nanti 9 Desember. “Alhamdulillah ini berkat doa dan kerja kita semua warga Jember yang ingin perubahan Jember menjadi lebih baik lagi,” kata Cak Salam, Rabu (2/9).

Pria yang juga pengusaha properti ini juga memastikan akan ada partai politik besar berbasis nahdiliyin yang akan turut bergabung yakni PKB untuk turut memenangkan Salam-Ifan. Soal kapan PKB akan mengumumkan rekomendasi resmi untuk paslon Salam-Ifan, Cak Salam mengatakan segera.

“Mudah-mudahan besok diberi kelancaran PKB mengumumkan rekomendasi,” ujarnya. Sejak awal, Salam sebelumnya memang secara runut mengikuti tahapan pendaftaran cabup di DPC PDIP Jember. Dilanjutkan kemudian mengikuti tes uji kelayakan di DPD PDIP Jawa Timur.

Berbagai komunikasi dan penggalangan massa dengan pola gerakan sosial membantu fakir miskin maupun penyemprotan disinfektan semasa pademi covid-19, cukup intensif dia lakukan di Jember. Sedangkan Ifan Ariadna, meskipun pendatang baru dalam dunia politik di Jember namun kedekatan dan jalinan komunikasi yang dia bangun dengan kalangan Nahdatul Ulama dan partai politik selama ini cukup baik.

Bahkan, Ifan sempat didaulat untuk maju menjadi cabup dari PKB. Meski dalam perjalanan yang berliku itu Ifan harus membangun koalisi dan pasangan calon, maka bertemulah dengan Cak Salam. Dua pemuda asli kelahiran Jember yang sama-sama pengusaha ini akhirnya mengesampingkan ego dan berjuang untuk perbaikan masyarakat Jember.

Petik Laut Puger: Nelayan Selamat, Rezeki Barokah

Jember– Ritual adat petik laut kembali digelar oleh nelayan di Kecamatan Puger. Ini adalah kegiatan tahunan untuk berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa. “Ritual petik laut Puger rutin dilakukan setiap tahun, sebagai salah satu ritual adat yang bersifat religius untuk memohon perlindungan kepada Allah SWT,” ucap Bupati Jember, dr. Faida, MMR. “Serta, agar para nelayan selamat dalam melalut dan mendapatkan rezeki yang barokah untuk keluarganya,” imbuhnya ketika hadir di acara tersebut, Rabu, 02 September 2020.

Sebelum ritual melepas larung sesaji, bupati mengikuti arak-arakan bersama masyarakat Puger dengan membagikan ratusan masker. Barisan masyarakat pembawa larung sesaji itu diiringi pawai budaya dengan kostum adat. Tampilan mereka pun menarik masyarakat.

Meski cukup ramai, peserta arak-arakan tetap menggunakan masker. Hal ini sebelumnya sudah diwanti-wanti oleh bupati.
“Acara ini harus mematuhi protokol Covid-19, dan menjadi contoh dan teladan untuk masyarakat. Jadi, wajib gunakan masker dan jaga jarak,” ucapnya. Acara petik laut kali ini, menurut bupati, paling sederhana dari sebelumnya. Ini dipengaruhi situasi pandemic. Meski demikan, suasananya tetap sangat meriah. “Masyarakat antusias mengikuti ritual ini, dan kegiatan ini akan terus menjadi kegiatan tahunan kabupaten setelah pandemi usai,” pungkasnya.

Kartu Tani Bisa Perbaiki Distribusi Pupuk Bersubsidi

Jember– Wakil Bupati Jember, Drs. KH. A. Muqit Arief, berharap pendistribusian pupuk bersubsidi di Kabupaten Jember semakin baik dengan hadirnya Kartu Tani. “Melalui pengadaan puluhan ribu kartu tani, Pemerintah Kabupaten Jember berharap ada perubahan yang lebih baik terkait pendistribusian pupuk bersubsidi,” kata Wabup Muqit Arief. Harapan itu disampaikan wabup Rabu, 02 September 2020, saat kembali membagikan kartu tani, di Kecamatan Puger.

Lebih lanjut wabup menjelaskan, banyak oknum yang melakukan tindak kejahatan terhadap pendistribusian pupuk bersubsidi. Orang nomor dua di Kabupaten Jember ini mengungkap adanya praktek oknum yang membuat petani kehilangan pupuk di pasaran.

“Para oknum itu membeli pupuk sekian ratus ton, lalu mengambil keuntungan dengan menjual pupuk itu kepada orang lain. Alhasil, petani tidak mendapatkan jatah pupuk,” ungkapnya. Karena itu, wabup mengimbau para petani memanfaatkan kartu tani dengan sebaik-baiknya. Selain untuk membeli pupuk bersubsidi, petani bisa memanfaatkan untuk mengakses kredit usaha rakyat (KUR).

Uang dari hasil peminjaman itu, harap wabup, benar-benar untuk memfasilitasi hal-hal yang berkaitan dengan pertanian. “Selain itu, jika sudah membeli pupuk bersubsidi, gunakan pupuk itu dengan bijak. Jangan sampai diperjualbelikan,” pesan wabup. Wabup juga berpesan, para petani yang belum mendapat kartu tani, supaya mendaftarkan diri. Melalui ketua kelompok tani (poktan), gabungan kelompok tani (gapoktan), atau ke kecamatan setempat.

“Dengan begitu, semua petani bisa memiliki kartu tani dan menikmati manfaatnya bersama-sama,” tuturnya. Saat mendaftar, wabup meminta petani untuk jujur. Seperti soal luas lahan garapannya. Petani hanya bisa mendaftarkan tanah yang memiliki surat pemberitahuan pajak terhutang atau SPPT. Lahan yang tidak memiliki SPPT, seperti lahan Perhutani yang digarap oleh petani, tidak bisa didaftarkan.

KIPP Temui Kapolda Jatim Bahas Peta Kerawanan Pilkada 2020

ZONAJATIM- SURABAYA– Pilkada serentak 2020 harus berjalan aman, damai dan sejuk.

Berbagai upaya elemen penting penyelenggara, aparat keamanan dan pemantau harus mendorong Pilkada kondusif.

Untuk itu Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) beserta perwakilan KIPP kabupaten/kota menemui Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Dr M Fadil Imran, Selasa (1/9/2020).

Audiensi digelar di Polda Jawa Timur ini sebagai entri point membangun komunikasi dan sinergi pemantau dengan Polri.

“Koordinasi ini penting mengingat potensi kerawanan di Pilkada sangat tinggi jika tidak diawasi masyarakat,” ujar Novli Bernado Thyssen SH, Ketua KIPP Provinsi Jatim.

KIPP Jawa Timur menyampaikan 5 point hasil temuanbya selama tahapan pra pencalonan kepada Kapolda Jatim Irjen Fadil Imran.

Pertama soal netralitas ASN, netralitas penyelenggara, penyalahgunaan program, kegiatan dan anggaran penanganan Covid 19 oleh calon petahana, politik uang, dan pemetaan kekuatan kelompok elit lokal beserta potensi gesekan kepentingan.

Netralitas ASN Disorot KIPP

Sesuai temuan KIPP, di beberapa Kabupaten dan Kota yang terdapat calon petahana, keterlibatan ASN dalam politik praktis sangat tinggi.

Kata Novli, ada dua faktor penyebabnya yaitu intimidasi mutasi jabatan oleh calon petahana jika tidak memberikan dukungan politik.

Kedua, kesadaran diri ASN untuk terlibat politik praktis mendukung calon kepala daerah demi mengamankan posisi jabatan.

Terkait penyalahgunaan kewenangan, program, dan anggaran, cenderung dilakukan calon petahana karena kekuasaan jabatannya memanfaatkan program penanganan Covid 19.

Praktik distribusi bantuan langsung ke masyarakat terdampak menyertakan simbol kampanye calon.

Terkait netralitas dan profesionalitas penyelenggara terlihat dari produk keputusan penyelenggara, yang menguntungkan dan merugikan calon.

Novli Bernado Thyssen, S.H menilai keberpihakan penyelenggara berpotensi memicu konflik horisontal keras antar pendukung calon.

Terkait politik uang potensial terjadi karena masa kampanye pada situasi turbulensi ekonomi akibat pandemi.

“Politik transaksional akan lebih tinggi,” ujarnya.

Frame yang ada, rakyat akan memanfaatkan momentum pilkada sebagai momentum transaksional berdalih ekonomi.

“Sehingga rasionalitas memilih calon bukan pertimbangan pemetaan kekuatan kelompok elit lokal,” ujarnya.

KIPP menilai, potensi gesekan kepentingan antar kelompok elit lokal dipicu aneka faktor.

Pertama, calon diusung oleh kelompok yang sama secara ideologis keagamaan, kesamaan ideologis kelompok.

Selain itu potensi gesekan konflik bisa dipicu adanya pertarungan antara calon dari independen dengan memiliki basis suara kuat di grassroot melawan calon dari parpol.

Karena partai politik atau gabungan partai politik akan upaya merebut basis suara calon independen.

Tindaklanjut audiensi ini kata Novli, terbangun sinergisitas kerjasama KIPP Jatim hingga ke daerah dengan Polres Kabupaten/Kota untuk menjaga kondusifitas di Pilkada serentak Desember 2020 mendatang. (isa/min)

0FansSuka
0PengikutMengikuti
14,700PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Recent Posts

Block title