Beranda blog Halaman 3

Sah…!!! Tiga Calon Kades Tutul Melaju ke Pilkades 2019

ZONA JATIM, JEMBER – Panitia Pilkades tingkat Desa Tutul, Kecamatan Balung, Kabupaten Jember, melakukan penetapan dan pengundian nomor urut Calon Kepala Desa Tutul dalam kontestasi Pilkades Serentak 2019 Kabupaten Jember yang akan dilaksanakan pada bulan September mendatang.

“Setelah dilakukan penelitian dan verifikasi berkas persyaratan bakal calon (balon) kades tutul, maka hari ini kami melakukan penetapan dan pengundian nomor urut 3 calon kades tutul,”kata Ketua Panitia Pilkades Tutul, Miftahul Ulum usai melakukan penetapan dan pengundian nomor urut Calon Kades setempat, Senin (29/7/2019)

Menurut Ulum sapaan akrabnya, sebelumnya memang ada 3 warga Desa Tutul yang mendaftar menjadi Balon. Setelah ditutup pada tahap pendaftaran, maka ke 3 warga tersebut otomatis menjadi Balon. Dan selanjutnya masing – masing Balon menyerahkan berkas persyaratan lengkap dengan administrasinya sesuai musdes hingga ke akhir pada tahap perbaikan.

“Alhamdulillah semua berjalan lancar. Dan dari hasil penetapan dan pengundian nomor urut calon Kades tutul adalah A. Baidowi nomor urut 1, Juana nomor urut 2 dan Samsul Hidayat ST dengan nomor urut 3,”jelasnya.

Maka dengan demikian, masih kata Ulum, Sah calon kepala Desa Tutul sebanyak 3 orang yang ikut kontestasi dalam Pilkades Serentak 2019 Pemkab Jember yang akan dilaksanakan pada bulan September mendatang.

“Selanjutnya kami akan melakukan ke tahap berikutnya hingga ke tahap akhir dalam pelaksanaan Pilkades serentak 2019 ini,”pungkasnya

Banyuwangi Ethno Carnival 2019, Wonderful !

Banyuwangi – Menteri Pariwisata RI, Arief Yahya membuka event Banyuwangi Ethno Carnival (BEC), Sabtu (27/9/2019). Parade kostum etnik moderen ini telah ditetapkan sebagai Top 10 Wonderful Event di Indonesia. “Banyuwangi Ethno Carnival dipilih sebagai Top 10 Wonderful Event, karena kualitasnya. Dalam setiap perhelatan, event ini memang mampu menyajikan kemeriahan. Bahkan menghadirkan wisatawan mancanegara,” kata Menpar saat membuka parade tersebut di Taman Blambangan, Banyuwangi. BEC merupakan karnaval yang dibawakan oleh ratusan talet dalam kostum extravaganza. Pada tahun ini BEC berlangsung dengan meriah. Ribuan penonton memadati jalur yang dilalui para talent.

Wisatawan domestik dan mancanegara menjadi saksi kemegahan parade kostum yang telah sembilan tahun diselenggarakan. Bahkan event ini juga dihadiri wakil ketua DPD RI Akhmad Muqowam dan 10 kepala daerah dari berbagai wilayah nusantara. Mereka semua antusias menyaksikan event ini. “Tahun ini keren sekali. Saya bangga kepada warga Banyuwangi. Kian tahun terus meningkat kualitasnya,” kata Menpar.

Menpar lalu menjelaskan mengapa BEC bisa masuk Top 10 atraksi wisata nasional. Menurutnya, Banyuwangi telah memegang prinsip 3C, yakni creative value, commercial value, dan CEO commitment. “Kreatif itu bisa dilihat dari kemasan eventnya. Mulai koreografer, desainer kostumnya, hingga musik pengiringnya. Tiga hal ini menentukan kualitas suatu atraksi,” kata Menpar. Dari sisi komersial, pariwisata berhasil menjadi pengungkit ekonomi daerah. Perdapatan per kapita rakyat Banyuwangi, meningkat menjadi Rp 48 juta pada tahun 2018, dari Rp 20 juta pada tahun 2010. “Terakhir, komitmen kepala daerah. Suatu daerah yang bergerak maju, pasti dipimpin kepala daerah yang berpikiran maju. Dan saya tahu betul, Bupati Anas turun sendiri untuk merancang event di daerahnya,” kata Menpar.

“Banyuwangi bahkan berhasil menyabet penghargaan tertinggi sektor pariwisata dalam ajang Indonesia Attractiveness Award, mengalahkan kabupaten lain di Indonesia. Sekali lagi selamat kepada Banyuwangi,” ujar Menpar. Pada tahun ini, BEC mengangkat tema The Kingdom of Blambangan, yang mengisahkan tentang Kejayaan Kerajaan Blambangan pada masanya. Tema ini dibagi lagi dalam sepuluh sub tema yang sarat makna historis tentang kejayaan Kerajaan yang menjadi cikal bakal Banyuwangi. Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan BEC bukan hanya sekedar sebuah even atraksi pariwisata.

Even ini cara daerah untuk terus menghidupkan tradisi dan budaya lokal lewat cara yang dimengerti oleh dunia. “Karnaval ini juga etalase kreativitas anak anak muda Banyuwangi untuk berkiprah di level yang lebih luas tanpa meninggalkan jati dirinya sebagai anak daerah. Inilah yang membedakan kami dengan lainnya meakipum ditampilkan falam kemasan modern namun nuansa etnik sangat kental” ujar Anas. Setiap tahun BEC menampilkan tema yang berbeda, namun tetap berakar pada budaya lokal. Inilah yang membedakan BEC dengan karnaval lainnya di Indonesia.

Tema-tema ini lalu diterjemahkan dalam kostum yang diperagakan para talent-nya. “Secara tidak langsung, semua peserta dan penonton akan belajar sejarah dan filosofi tradisi lokal Banyuwangi yang kita angkat tiap tahunnya. Kami mengajarkan sejarah dengan cara kreatif,” pungkas Anas. (Hms bwi)

Calon Kades Karang Semanding “Ikrar Kesepakatan Damai”

ZONA JATIM, JEMBER – Panitia Pilkades tingkat Desa Karang Semanding, Kecamatan Balung, Jember, menetapkan tiga Bakal Calon (Balon) menjadi Calon Kepala Desa Karang Semanding dalam Pilkades Serentak 2019 Pemkab Jember.

Hal ini dilakukan oleh panitia Pilkades tingkat Desa Karang Semanding setelah sebelumnya melaksanakan tahap parbaikan berkas persyaratan untuk dilengkapi bagi Balon Kades untuk diterima kembali oleh panitia.

“Setelah dilakukan verifikasi berkas perbaikan persyaratan dan juga administrasinya, maka hari ini kami melaksanakan tahap pengundian dan penetapan nomor 3 calon kades karang semanding. Balon – balon yang akan jadikan calon kades itu ialah Fauzi, Samsul M, dan Madhori,”kata Ketua Panitia Pilkades tingkat Desa Karang Semanding, Khairul Jumali usai melakukan tahapan pengundian dan penetapan nomor Calon Kades bertempat di kantor desa setempat, Sabtu (27/7/2019) siang.

Khairul menjelaskan, adapun untuk pelaksanaan tahap pengundian dan penetapan nomor Calon Kades ini dilakukan secara jujur dan adil (jurdil) yang disaksikan langsung oleh Muspika Balung. “Dengan hasil pengundian dan penetapan nomor Calon Kades Fauzi nomor 1, Samsul M nomor urut 2, dan Madhori nomor urut 3,”jelasnya.

Maka, kata Khairul, Pilkades serentak 2019 Desa Karang Semanding memiliki 3 Calon Kades secera sah sesuai tahapan Perbub dan juga hasil kesepakatan Musdes bersama. “Lalu kita akan melangkah ke tahap berikutnya. Dan moga pelaksanaan Pilkades Karang Semanding berjalan lancar, aman dan kondusif,”harapnya.

Lebih lanjut Khairul menjelaskan, tak hanya pengundian dan penetapan nomor Calon Kades yang laksanakan oleh panitia hari ini. Bahkan setelah menetapkan dan pengundian nomor Calon Kades, pihak panitia membuat “Ikrar Kesepakatan Damai Pasangan Calon Kades Karang Semanding” yang ditanda tangani oleh ke 3 Calon, ketua panitia, BPD, Babinsa dan juga Bhabikamtibmas setempat yang juga di saksikan oleh Muspika Balung.

Adapun bunyi dalam ikrar tersebut ialah:

  1. Siap mengikut Pilkades Karang Semanding 2019 secara jujur, adil, santun dan bermartabat
  2. Siap bekerjasama denga Panitia Pilkades Karang Semanding dan BPD untuk tidak mengangkat isu – sisu berbau SARA.
  3. Bersama Polri dan TNI siap untuk menjaga situasi Kamtibmas yang kondusif, aman dan damai.
  4. Serta dapat mengendalikan massa pendukungnya masing – mading dan mendukung sepenuhnya tindakan tegas aparat hukum sesuai dengan ketentuan peraturan perundang – undangan.
  5. Siap menrima hasil rapat Panitia Pilkades Karang Semanding sesuai dengan ketentuan perundang – undangan.
  6. Siap untuk dipilih dan tidak terpilih dalam Pilkades Karang Semanding, serta siap mendukung Calon Kades Karang Semanding terpilih melalui proses pemilihan yang demokratis, transparan dan bermarbat.

“Ikrar sudah di tandatangani, moga semua calon mentaati dan tidak ada yang melanggar,”pungkasnya.

Satu Balon Kades Curah Lele Gugur di Tahapan Perbaikan Berkas Persyaratan

ZONA JATIM, JEMBER – Panitia Pilkades tingkat Desa Curah Lele, Kecamatan Balung, Kabupaten Jember, menetapkan 5 Bakal Calon (Balon) menjadi Calon Kades setempat dalam Pilkades Serentak 2019.

“Sebelumnya pada tahap pendaftaran sebanyak 6 warga yang mendaftar sebagai Balon Kades Curah Lele. “Mudasir, Abdul Aris, Abdul Hamid, Samsul Hidayat, Muhammad Fauzi Rizal, Mulyono,”kata Ketua Pilkades tingkat Desa Curah Lele, Moh. Kholil sebelum melakukan tahapan pengundian dan penetapan nomor Calon Ksdes setempat, Jumat (26/7/2019) malam.

Kata Kholil, setelah berlajut pada ke tahapan berikutnya, yakni tahap penelitian dan verifikasi berkas semua balon persyaratannya kurang lengkap. Sehingga berkas persyaratannya dikembalikan untuk dilakukan perbaikan (tahap perbaikan) dengan jangka waktu selama 5 hari mulai 21 – 25 Juli 2019. Tetapi hingga batas akhir pada tahapan perbaikan ada salah satu Balon Kades bernama Mulyono yang kurang lengkap persyaratannya.

“Sehingga secara otomatis salah satu balon tersebut dinyatakan gugur atau mengundurkan diri. Dan itu sudah sesuai kesepakatan hasil musdes bersama tokoh masyarakat, balon dan juga BPD Curah Lele,”tegasnya.

Maka hari ini dirinya bersama anggota panitia pilkades lainnya melakukan tahapan berikutnya, yakni pengundian dan penetapan nomor Calon terhadap 5 Balon Curah Lele yang sudah melengkapi berkas persyaratan.

“Termasuk persyaratan administrasinya berdasarkan hasil kesepakatan musdes bersama,”pungkasnya.

Satpol PP se Jatim Gelar Simulasi Tanggap Darurat Bencana di Jember

ZONA JATIM, JEMBER – Asisten Pemerintahan Sekretaris Daerah Kabupaten Jember, M. Djamil mewakli Bupati Jember, dr. Hj. Faida, MMR menyampaikan program Pemerintah Kabupaten Jember dalam mengantisipasi tanggap bencana berada di organisasi perangkat daerah (OPD) teknis terkait.

Hal itu disampaikan Djamil dalam pembukaan simulasi tanggap darurat bencana di Lapangan Sukorambi, Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember, Kamis (25/7/2019) pagi.

Ia menjelaskan, OPD teknis terkait itu ialah BPBD dan Dinas Kesehatan Pemkab Jember. Simulasi tanggap darurat bencana ini menjadi upaya penyegaran bagi Linmas dan masyarakat agar selalu dalam kondisi siap siaga.

“Supaya peran serta mereka dalam upaya penanggulangan bencana senantiasa dalam kondisi siap siaga,” katanya.

Untuk itu, kata Djamil, simulasi perlu secara rutin dilakukan hingga menjadi suatu pembiasaan bagi masyarakat. Masyarakat pun tahu cara apa yang perlu dilakukan sesuai dengan bencana yang terjadi.
Pembiasaan itu perlu karena bencana dan ekskalasinya tidak bisa diprediksi. “Ketika pembiasaan itu terjadi secara terus menerus, maka kesiapsiagaan itu akan muncul,”ungkapnya.

Dan dia menjelaskan, simulasi ini merupakan kegiatan Satpol PP Provinsi Jawa Timur yang diinisiasikan dalam lingkup Kabupaten Jember, dengan melibatkan Satpol PP se-Jawa Timur.

Dalam kesempatan yang sama, Kasatpol PP Pemprov Jawa Timur, Budi Santosa menyampaikan, simulasi ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran bersama dalam tanggap darurat.

“Masyarakat harus sadar, kalau bisa tanggap bencana semua,” katanya.

Menurut data yang ada, masih kata Budi, Indonesia merupakan daerah tropis yang berpotensi bencana alam maupun non alam. Di Jatim juga telah terjadi 411 bencana pada tahun 2018. Sementara di Kabupaten Jember terdapat 12 desa rawan bencana, diantaranya berupa rawan cuaca ekstrem, gunung api, longsor, banjir, gempa bumi, dan tsunami.

“12 desa itu mungkin berdampak, makanya kita mengadakan simulasi disini, supaya penanganan resiko bencananya bagus dan masyarakat tanggap bencana,” ungkapnya.

Jadi kata Budi menjelaskan, dengan melibatkan Satpol PP ini bertujuan untuk menjadikan anggota Linmas lebih terampil. Terlebih di Kabupaten Jember terdapat sekitar 16.000 anggota Linmas. “Ini luar biasa, saya minta kepada Pak Asisten untuk mencari anak muda milenial supaya gesit dan tanggap terhadap bencana,” ujarnya.

Untuk menghadapi kondisi tanggap darurat bencana, lanjut Budi, harus melibatkan masyarakat. Sebab, subyeknya adalah masyarakat dalam membangun Indonesia.

“Yang mengerti permasalahan – permasalahan masyarakat yaitu masyarakat itu sendiri, makanya masyarakat itu harus mandiri,” pungkasnya.

Bupati Jember Terima Langsung Penghargaan KLA Dari Menteri PPPA

ZONA JATIM, MAKASAR- Kabupaten Jember kembali menerima penghargaan sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA) kategori Pratama.

Dalam penyerahannya, penghargaan KLA berupa trofi ini yang merupakan penghargaan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) langsung dilakukan oleh Menteri PPPA, Yohana Yambise kepada Bupati Jember, dr. Hj. Faida, MMR bertempat di Hotel Four Points, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (23/7/2019) malam.

“Kami bersyukur atas apresiasi tingkat nasional ini,”kata Bupati Faida usai menerima penghargaan KLA berupa trofi.

Bupati Faida menjelaskan, prestasi ini merupakan hasil kerja kolektif antara Pemerintah Kabupaten Jember dengan semua elemen masyarakat. “Ini adalah buah dari hasil kerja bersama berbagai elemen dalam memastikan pemenuhan hak-hak anak di Kabupaten Jember,”jelasnya.

Kata Bupati, bagi Pemkab Jember capaian ini mendorong optimisme untuk meraih KLA kategori madya. Terlebih sebenarnya tinggal sedikit lagi Jember bakal berada di ketegori madya. “Oleh karena itu, kami mengapresiasi seluruh pihak yang telah berikhtiar sehingga Jember kembali meraih penghargaan sebagai Kabupaten Layak Anak,” ujarnya.

Seperti diketahui kategori KLA mulai dari Pratama, Madya, Nindya, Utama, dan KLA (paripurna). Kategori Pratama ini diraih Jember untuk kali kedua. Tahun 2018, penghargaan kategori ini diberikan di Surabaya.

Untuk berada di kategori madya, lanjut buupati, ada beberapa pekerjaan rumah yang harus dituntaskan bersama-sama dengan sejumlah pihak; lembaga swadaya masyarakat, aktivis pemerhati isu anak, dunia usaha, dan kalangan media. “Yang tak kalah penting adalah peran keluarga. Karena bagaimanapun peran orang tua sangat diperlukan untuk menjadikan anak hebat dan gembira,” tuturnya.

Lebih jauh Bupati mengungkapkan langkah yang perlu disiapkan bersama untuk menuju KLA kategori madya. Salah satunya membuat peraturan daerah khusus anak yang isinya mengatur tentang pemenuhan hak-hak anak.
Dengan perda ini nantinya Pemkab Jember menjalankan program-program yang pro terhadap anak. Selama ini, jelasnya, aturan yang menjadi dasar program masih menyatu dengan Perda Perlindungan Perempuan dan Anak terhadap tindak kekerasan dan perdagangan orang.

“Kebijakan Perda KLA masih dalam proses NA (naskah akademik). Semoga bisa segera disahkan pada tahun 2019 ini,” harapnya.

Selain itu, Pemkab Jember akan mendorong optimaliasi peran Forum Anak Jember (FAJ). Karena forum ini merupakan ruang bagi anak untuk beraktualisasi dan berekspresi dalam pemenuhan hak-hak sipil dan kebebasan mereka. Y
Bupati menyebut eksistensi FAJ menjadi jembatan bagi anak untuk menyampaikan aspirasi mereka terhadap pembangunan yang berpihak terhadap kepentingan anak. “Yang menjadi poin dengan diraihnya Jember sebagai kabupaten layak anak adalah publik harus tahu kalau anak mempunyai hak dasar yang harus dipenuhi sesuai kebutuhan mereka. Seperti hak tumbuh kembang, perlindungan dan menyampaikan aspirasinya,” jelasnya.

Dalam sambutannya, Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak Kementerian PPPA Lenny N Rosalin mengemukakan, penghargaan KLA 2019 merupakan bentuk apresiasi bagi daerah yang berkomitmen tinggi untuk pemenuhan hak dan perlindungan anak.

Menurutnya, kabupaten kota yang menerima penghargaan KLA tahun ini sebanyak 247. “Jika dibandingkan tahun 2018 lalu, tahun 2019 ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Dari 177 menjadi 247 kabupaten kota atau meningkat sebanyak 40 persen,” ungkapnya.

Menteri Yohana Susana Yambise berharap tahun depan jumlah dan kualitas kabupaten kota penerima penghargaan ini lebih meningkat. Secara nasional, Kementerian PPPA menarget pada tahun 2030 Indonesia sudah mencapai layak anak. Syaratnya, seluruh kabupaten kota harus 100 persen menjadi KLA.

“Sebelumnya penghargaan KLA ini dilakukan dua tahun sekali, tapi saya katakan harus diberikan setiap tahun agar pemerintah kabupaten kota bekerja keras memenuhi indikator KLA,” jelasnya.

Transformasi Ekonomi di Jember Merupakan Penyesuaian Perubahan Dunia

ZONA JATIM, JAKARTA – Meski Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) ditopang oleh pertanian sebesar 31 persen, tetapi Kabupaten Jember ternyata lebih dikenal sebagai kota karnaval dunia.

Hal ini disampaikan Bupati dalam forum Indonesia Development Forum 2019 di Jakarta Convention Centre (JCC), Jakarta, Selasa (23/7/2019)

Kata Bupati Faida, ini menunjukkan transformasi yang sedang berjalan. Yakni adanya transformasi ekonomi di Kabupaten Jember sebagai bagian penyesuaian terhadap perubahan dunia.

“Kalau Jember hidupnya dari pertanian, tapi terkenal sebagai kota karnaval , ini adalah satu transformasi yang sebenarnya sudah berjalan bertahun-tahun lalu,” terang Bupati.

Hasilnya, Jember sering diundang oleh kota atau provinsi lain untuk menjadi kurator karnaval dan fesyen daripada diundang sebagai kurator pertanian. Jember dengan jumlah penduduk mencapai 2,6 juta memiliki lebih 700 pondok pesantren dan 21 perguruan tinggi. Di bidang pendidikan ini, Jember terkenal dengan jurusan pertanian.

“Jember yang terkenal sebagai kota karnaval dan kota pendidikan namun PDRB-nya ditopang oleh hasil pertanian. “Ini adalah gambaran Jember,” terangnya.

Menurut Bupati, pertumbuhan ekonomi Jember lebih baik dari rata-rata Jawa Timur. Bahkan pernah sangat tinggi. Namun ada sebuah perubahan pertumbuhan yang kini terjadi. Dan perubahan itu dilihat dari peranan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan yang menjadi 29 persen dari sebelumnya 31 persen.

Kondisi ini, masih kata Bupati, menunjukkan ada transformasi yang sedang berjalan. Tetapi secara politik dianggap kegagalan dalam mempertahankan komoditas unggulan berupa pertanian.

“Sejatinya, kita harus membawa visi misi ke arah transformasi, tetapi dari sisi politik orang melihat ini satu kegagalan pembangunan. Artinya visi transformasi besar itu belum tersosialisasi,” ujarnya.

Transformasi itu perlu dilakukan sebagai upaya menyesuaikan pergeseran dunia dan tidak tertinggal oleh perubahan dunia. Sebagai upaya melakukan transfomasi, pendidikan menjadi awal transformasi tersebut. Kebijakan yang telah dilaksanakan yakni memberikan beasiswa kepada 10.000 mahasiswa yang kuliah di seluruh Indonesia.

Di bidang pertanian, visi besar yang harus dijalankan adalah mengubah petani penghasil gabah menjadi petani pengusaha beras. Untuk menunjang ini dibuat peraturan bagi pertokoan retail modern agar menjual 30 persen produk lokal Jember.

Langkah lain yang telah diambil Pemerintah Kabupaten Jember yakni melakukan revitalisasi terhadap 30 pasar tradisional untuk menjadi pusat perdagangan daerah. Produk olahan hasil pertanian yang dikemas menarik juga bagian dari transformasi yang sedang dijalankan di bidang pertanian.

Pertanian tidak hanya tentang hasil produksi maupun olahannya. Transformasi yang telah dijalankan yakni membuat wilayah pertanian sebagai destinasi wisata. “Transformasi itu baru bisa terjadi apabila kita lengkap dari sisi strategi tigal hal. Satu regulasi, dua manajerial, dan yang ketiga edukasi. Kalau kita mengambil salah satu sisi lebih menonjol dari sisi yang lain, maka transformasi itu tidak akan bisa berjalan dengan baik,” pungkasnya.

Pengusulan Letkol Mochammad Sroedji Sebagai Pahlawan Masuki Tahap Pengecekan

ZONA JATIM, JEMBER – Pengusulan Letkol. Mochammad Sroedji sebagai pahlawan nasional memasuki tahap pengecekan lapangan terhadap data yang disampaikan oleh Pemerintah Kabupaten Jember. Tim telah menyatakan secara umum telah memenuhi syarat sebagai pahlawan nasional.

Tim yang bertugas melakukan pengecekan, yakni Tim Peneliti Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP), telah berada di Jember dan akan melaksanakan tugasnya selama dua hari.

Pada Selasa, 23 Juli 2019, tim bertemu dengan Pemerintah Kabupaten Jember di ruang rapat Pemkab Jember. Pemkab Jember diwakili oleh Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Isnaini Dwi Susanti, SH., MSi.

Dalam kesempatan itu, perempuan yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Sosial ini menegaskan semangat Pemerintah Kabupaten Jember agar Letkol. Mochammad Sroedji mendapatkan gelar pahlawan nasional.

“Kami semangat terus untuk melaksanakan persiapan agar beliau (Letkol. Mochammad Sroedji, red) menjadi pahlawan nasional,” terangnya.

Perempuan yang akrab disapa Santi ini menyampaikan, sejak tahun 2016 telah mengajukan Letkol. Mochammad Sroedji untuk menjadi pahlawan nasional.

Pengajuan ini berawal dari Yayasan Sroedji yang mengajukan surat pengusulan gelar pahlawan pada Dinsos, lalu diadakan seminar tentang Letkol. Mochammad Sroedji. “Seminar ini dihadiri Mensos yang sekaligus menjadi narasumber, dengan dihadiri 750 undangan,” ungkapnya.

Banyak proses yang telah dilalui dalam pemenuhan persyaratan untuk Letkol. Mochammad Sroedji menjadi pahlawan nasional, seperti wawancara langsung dengan saksi, serta mengekpos di media cetak maupun elektronik.

Pemerintah juga membuat patung untuk Letkol. Mochammad Sroedji. “Wujud penghargaan dari pemerintah, terbentuk dengan berdirinya patung beliau di wajah kantor Pemkab Jember,” tuturnya.

Santi juga berharap perjuangan Letkol. Mochammad Sroedji bisa menjadi salah satu pegangan bagi generasi muda kedepan. “Bahwa perjuangan itu masih bergemuruh,” imbuhnya.

Kepala Pusat Sejarah TNI yang juga Anggota TP2GP Brigjen TNI Prantara Santosa, S.IP, M.Si, mengatakan, tujuannya datang ke Jember sebagai tim verifikasi lapangan TP2GP yang terdiri dari 13 orang. Verifikasi lapangan ini untuk pemenuhan syarat dalam menentukan pahlawan nasional.

Brigjen. Prantara mengungkapkan, sementara ini Letkol. Mochammad Sroedji secara umum telah memenuhi syarat sebagai pahlawan nasional. “Kita hanya mengecek lapangan, bahwa data yang diinformasikan kepada TP2GP terbukti dan lengkap sebagai syarat untuk pahlawan nasional,” terangnya.

Syarat itu diantaranya, berupa data perjuangan Letkol. Mochammad Sroedji dalam memperjuangkan kemerdekaan dalam melawan penjajah.

Setelah pengecekan ini, tinggal nantinya tingkat pusat memberikan keputusan. Nanti Presiden yang akan menentukan dari beberapa calon untuk gelar pahlawan nasional. “Semoga tahun ini Letkol. Mochammad Sroedji bisa menjadi pahlawan nasional,” harapnya.

Sementara itu, Iksan Erganto, yang merupakan saksi hidup yang turut berjuang bersama Letkol. Mochammad Sroedji, mengungkapkan, Mochammad Sroedji telah memimpin perang di Resimen 39 dan 40. “Pak Sroedji adalah orang yang gagah berani di segala pertempuran,” ungkapnya.

Iksan Erganto mengatakan, Mochammad Sroedji keluar – masuk hutan untuk mencari tempat strategis yang menjadi penengah antara Jember, Banyuwangi, Bondowoso, dan Situbondo. Hutan itu adalah Hutan Sempolan. Namun saat hampir masuk hutan, M. Sroedji telah ketahuan oleh penjajah Belanda.

“Beliau sangat pantas dan wajar menjadi pahlawan nasional, karena jasa beliau yang sangat besar,” tuturnya.

TP2GP : Letkol M Sroedji Memenuhi Syarat Pahlawan Nasional

Kepala Pusat Sejarah TNI yang juga Anggota TP2GP Brigjen TNI Prantara Santoso, S.IP, M.Si,  mengatakan, tujuannya datang ke Jember sebagai tim verifikasi lapangan TP2GP yang terdiri dari 13 orang. Verifikasi lapangan ini untuk pemenuhan syarat dalam menentukan pahlawan nasional.

Brigjen. Prantara mengungkapkan, sementara ini Letkol. Mochammad Sroedji secara umum telah memenuhi syarat sebagai pahlawan nasional. “Kita hanya mengecek lapangan, bahwa data yang diinformasikan kepada TP2GP terbukti dan lengkap sebagai syarat untuk pahlawan nasional,” terangnya.

Syarat itu diantaranya, berupa data perjuangan Letkol. Mochammad Sroedji dalam memperjuangkan kemerdekaan dalam melawan penjajah.

Setelah pengecekan ini, tinggal nantinya tingkat pusat memberikan keputusan. Nanti Presiden yang akan menentukan dari beberapa calon untuk gelar pahlawan nasional. “Semoga tahun ini  Letkol. Mochammad Sroedji bisa menjadi pahlawan nasional,” harapnya.

Sementara itu, Iksan Erganto, yang merupakan saksi hidup yang turut berjuang bersama Letkol. Mochammad Sroedji, mengungkapkan, Mochammad Sroedji telah memimpin perang di Resimen 39 dan 40. “Pak Sroedji adalah orang yang gagah berani di segala pertempuran,” ungkapnya.

Iksan Erganto mengatakan, Mochammad Sroedji keluar – masuk hutan untuk mencari tempat strategis yang menjadi penengah antara Jember, Banyuwangi, Bondowoso, dan Situbondo. Hutan itu adalah Sutan Sempolan. Namun saat hampir masuk hutan, M. Sroedji telah ketahuan oleh penjajah Belanda.

“Beliau sangat pantas dan wajar menjadi pahlawan nasional, karena jasa beliau yang sangat besar,” tuturnya.

Pengusulan Letkol M Sroedji Pahlawan Nasional Masuki Tahap Verifikasi

Pengusulan Letkol. Mochammad Sroedji sebagai pahlawan nasional memasuki tahap pengecekan lapangan terhadap data yang disampaikan oleh Pemerintah Kabupaten Jember. Tim telah menyatakan secara umum telah memenuhi syarat sebagai pahlawan nasional.

Tim yang bertugas melakukan pengecekan, yakni Tim Peneliti Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP), telah berada di Jember dan akan melaksanakan tugasnya selama  dua hari.

Pada Selasa, 23 Juli 2019, tim bertemu dengan Pemerintah Kabupaten Jember di ruang rapat Pemkab Jember. Pemkab Jember diwakili oleh Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Isnaini Dwi Susanti, SH., MSi.

Dalam kesempatan itu, perempuan yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Sosial ini menegaskan semangat Pemerintah Kabupaten Jember agar Letkol. Mochammad Sroedji mendapatkan gelar pahlawan nasional.

“Kami semangat terus untuk melaksanakan persiapan agar beliau (Letkol. Mochammad Sroedji, red) menjadi pahlawan nasional,” terangnya.

Perempuan yang akrab disapa Santi ini menyampaikan, sejak tahun 2016 telah mengajukan Letkol. Mochammad Sroedji untuk menjadi pahlawan nasional.

Pengajuan ini berawal dari Yayasan Sroedji yang mengajukan surat pengusulan gelar pahlawan pada Dinsos, lalu diadakan seminar tentang  Letkol. Mochammad Sroedji. “Seminar ini dihadiri Mensos yang sekaligus menjadi narasumber, dengan dihadiri 750 undangan,” ungkapnya.

Banyak proses yang telah dilalui dalam pemenuhan persyaratan untuk Letkol. Mochammad Sroedji menjadi pahlawan nasional, seperti wawancara langsung dengan saksi, serta mengekpos di media cetak maupun elektronik.

Pemerintah juga membuat patung untuk Letkol. Mochammad Sroedji. “Wujud penghargaan dari pemerintah, terbentuk dengan berdirinya patung beliau di wajah kantor Pemkab Jember,” tuturnya.

Santi juga berharap perjuangan Letkol. Mochammad Sroedji bisa menjadi salah satu pegangan bagi generasi muda kedepan. “Bahwa perjuangan itu masih bergemuruh,” imbuhnya.

0FansSuka
388PengikutMengikuti
13,556PelangganBerlangganan

Recent Posts

Block title