PDIP Menang 60% di Pilkada Serentak Kabupaten Kota

Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyampaikan rilis resmi terkait hasil pelaksanaan Pilkada Serentak 27 Juni 2018. “PDI Perjuangan menempatkan pilkada sebagai mekanisme kelembagaan yang semakin sistemik untuk mencari pemimpin. Sekolah kepala daerah menjadi syarat wajib yang harus diikuti calon. Ini sebagai tanggung jawab Partai di dalam menyiapkan pemimpin,” kata Hasto.

Dia menyatakan, dari 17 Pilkada di tingkat provinsi, PDI Perjuangan dapat memenangkan di 6 daerah, Bali, Jateng, Maluku, Maluku Utara, Papua dan Sulsel. “Untuk Pertama kalinya Bali dipimpin kader Partai. Dari 6 provinsi tersebut terdapat 4 kader Partai yang menjadi gubernur dan 3 kader jadi wakil gubernur,” ujarnya.

Sedangkan di tingkat kabupaten kota, dari total 154 Kab kota, PDI Perjuangan berpartisipasi di 152 daerah. Dari 152 yang diikuti menang di 91 atau 60% daerah dan kalah di 59 daerah. Ditinjau dari kader yang terpilih di 91 daerah yang menang, kader yang menjadi kepala daerah 33 orang dan wakil kepala 38 orang. “Kemenangan PDI Perjuangan berada di tingkat kabupaten kota. Yang menggembirakan jumlah kader Partai yang terpilih semakin banyak. Dengan demikian tolok ukur yang paling riil dalam pilkada ditentukan oleh jumlah kader yang berhasil menjabat sebagai kepala dan wakil kepala daerah, sebagai buah dari proses pendidikan politik kader,” terangnya.

Penyelenggaraan Pilkada membuktikan PDI Perjuangan tetap memegang teguh komitmen politik berkeadaban karena menang atau kalah dalam pilkada bukanlah kiamatnya demokrasi. “Kami selalu ingat pesan Ibu Megawati bahwa menang dan kalah hanya 5 tahun. Kalah kita perbaiki diri dan menang jangan korupsi sehingga keadaban jangan dikorbankan karena Demokrasi harus menjadi ukuran peradaban politik Indonesia,” tandasnya..

Fokus utama Partai saat ini adalah persiapan pileg dan pilpres. “Jumlah kader yang menjadi kepala dan wakil kepala daerah PDI Perjuangan telah meningkat secara signifikan dari 214 pada 5 tahun sebelumnya, menjadi 345 orang. Prestasi dan kinerja para kader ini yg akan menjadi wajah partai dalam memenangkan pileg dan pilpres. Pileg dan Pilpres di depan mata, di situlah konsentrasi utama kami saat ini,” ujarnya.

Sementara hasil real count Pilgub Jatim memenangkan Khofifah-Emil Dardak.

Hasil hitung cepat atau quick count LSI Denny JA menunjukkan pasangan Khofifah-Emil memenangkan Pilkada Jatim dengan perolehan suara 54,29 persen. Sementara itu, pasangan Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno memperoleh 45,71 persen suara. Angka ini bukan hasil penghitungan resmi. KPU akan melakukan rekapitulasi hasil suara hingga 9 Juli 2018.

Berikut pernyataan Puti Guntur Soekarno ; 

Sahabat-sahabat seperjuangan.

“for a fighting nation there’s no a journey’s end”. (BK)

Kita ada di dalam perjalanan yang tak akan pernah mati dalam pengabdian untuk Tuhan, bangsa dan manusia.

Terima kasih sudah menjadi bagian dalam perjuangan saya serta memberikan doa, semangat tiada hentinya.
Saya percaya setiap orang punya jalan dan porsinya masing-masing.
Saya meyakini semua adalah yg terbaik dariNya.
Bersyukur tak habisnya, dapat menjadi bagian dari Jawa Timur.
Mendapatkan banyak ilmu dan pengalaman dari kontestasi pilkada ini.
Kita hormati semua proses yang ada sampai perhitungan akhir KPUD.

Tidak ada kalah atau menang. Doa kita semua adalah pemimpin yg amanah dan untuk seluruh rakyat Jawa Timur.

Maafkan saya jika ada kekurangan dan kesalahan dalam perbuatan dan tutur kata. Ini bukan perpisahan, namun awal dari perjuangan kita bersama untuk Indonesia. Mohon doa restunya.

Wassalam,
Merdeka!!!
Puti Guntur Soekarno.