Pengusaha Toko Souvenir Haji Diciduk Polisi Saat “Ngeflay” Bersama Rekannya

2

ZONA JATIM, JEMBER – Kepolisian Resor (Polres) Jember, mengamankan dua pelaku yang tanpa hak dan melawan hukum dengan memiliki, menyimpan serta menguasai Narkoba. Salah satu pelaku bernama Siras Husen yang merupakan pengusaha toko oleh-oleh souvenir haji ternama di Jember. Pria berusia 47 tahun warga Jalan Mojopahit, Kelurahan Sempusari, Kecamatan Kaliwates, Jember ini bersama rekannya saat diciduk oleh jajaran Polres Jember, Kamis 3 Oktober 2019 sekitar pukul 15.30 WIB.

Pelaku ini tidak sendirian saat diciduk oleh jajaran Polres Jember. Ia bersama temannya, yaitu Wibianto (48) warga Jalan Bondoyudo, Kelurahan Jember Lor, Kecamatan Patrang saat ngeflay dan pesta sabu.

“Pelaku kami amankan saat menggelar pesta miras, dan juga mengkonsumsi sabu seberat seperempat gram serta 7,5 pil ekstasi warna hijau dirumahnya, keduanya merupakan rekan bisnis, dari pengakuan sementara, Wibianto sudah mengkonsumsi barang haram tersebut sekitar 1,5 tahun, sedangkan Siras sudah 2 tahun, keduanya baru kenal 3 bulan yang lalu,” kata Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal kepada wartawan saat menggelar rilis di halaman Mapolres setempat, Senin (7/10/2019) siang.

Kapolres menjelaskan, untuk tersangka Wibianto, selain sebagai pemakai, juga diduga sebagai pengedar. Hal ini dilihat dari barang bukti berupa timbangan digital yang diamankan dari lokasi tempat kedua tersangka pesta sabu dan ekstasi.

“Dugaan sementara Wibianto, selain sebagai pemakai juga pengedar. Karena kami juga menemukan timbangan digital, saat ini kami masih terus melakukan pengembangan dan penyidikan terhadap keduanya, untuk ekstasinya, Wibianto mengaku tidak menggunakan saat di Jember, tapi ketika di Surabaya,”jelas Kapolres.

Dari tangan pelaku, polisi berhasil menyita beberapa barang bukti, diantaranya kotak plastik berisikan 7 setengah butir ekstasi, 1 Pipet ada sisa bekas sabu, 2 buah bong, 1 timbangan digital, serta korek api.

“Kaduanya kami jerat dengan pasal 114 UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara,” pungkasnya.