Rekom PKB untuk Bacabup Djoko Susanto Akhirnya Ambyar !

Jember – Situasi politik para bakal calon bupati untuk berebut rekomendasi partai politik kian menghangat. Pasca muncul surat rekom dari Gerindra dan PKB bagi bacabup Djoko Susanto namun beda cawabup, kini kembali meruncing karena PKB bakal mencabut rekomendasi bacabup bagi Djoko Susanto.

“Kami menilai Pak Djoko sudah wanprestasi dengan menerima rekom dari dua partai dengan dua wakil yang berbeda. Kami mencabut dukungan kepada Pak Joko, dan secara resmi surat pencabutan dukungan sudah selesai, saat ini utusan dari DPC PKB Jember sudah berangkat ke Jakarta, Insya Alloh dalam 2-3 hari sudah ada di Jember, nanti teman-teman kami kabari kalau surat resminya sudah ada,” ujar Ir. HM Ubaidillah atau H. Buang Wakil Ketua DPC PKB Jember, Kamis (19/3).

Haji Buang menilai, selama ini partai yang merekom pertama kali adalah PKB terbit pada 21 Februari 2020 lalu. Surat rekom dari DPP PKB menyebutkan Bacabup Joko Susanto berpasangan dengan Ayub Junaidi. Bahkan ‘perjodohan’ antara Joko Susanto dengan Ayub Junaidi tertuang dalam kontrak Jamiyah yang ditandatangani Joko Susanto lengkap dengan materainya tertanggal 3 Desember 2019.

“Ini sudah jelas, bahwa pak Djoko sudah kontrak Jamiyah dengan PKB, kalau akan menggandeng H. Ayub Junaidi selaku kader dari PKB, dan manuver yang sudah dilakukan oleh pak Joko, sudah menghianati PKB dan NU,” ujarnya.

Apakah pencabutan dukungan terhadap Joko Susanto sudah disampaikan kepada yang bersangkutan ?
Buang mengatakan bahwa pihak DPC sudah memanggil yang bersangkutan dan sudah keputusan rapat juga sudah final. “Jadi pintu kami sudah tertutup untuk Joko,” ujarnya.

Sementara Dr. H. Darsan A, SH, M.Pd, selaku Juru Bicara dari Tim Djoko Susanto mengatakan, pihaknya masih mempunya pemikiran positif terhadap semua perjalanan politik untuk menuju Pilkada Kabupaten Jember 2020.

“Kami sudah mengikuti mekanisme kepengurusan rekomendasi parpol sebagai syarat untuk mengikuti Pilkada dan semua sudah kami ikuti tahapan-tahapan yang diberlakukan oleh Parpol. Kami tidak mengenal istilah pencabutan, oleh karena itu kami berharap semua pihak untuk menjalankan amanah rekomendasi, agar impian Jember kembali bermartabat dan membanggakan bisa terwujud,” terang Darsan.

Sebelumnya Bacabup Djoko Susanto mendapatkan rekomendasi dari PKB berpasangan dengan HM. Ayub Junaidi selaku Sekretaris DPC PKB Jember sekaligus Ketua GP Ansor Jember. Sedangkan disisi lain, Djoko Susanto juga mendapatkan rekomendasi dari Partai Gerindra, namun posisi calon wakil nya adalah Ahmad Halim pengurus Gerindra Jember yang juga Wakil Ketua DPRD Jember.

PKB sendiri saat ini memiliki 8 kursi di DPRD Jember. Sedangkan Gerindra memiliki 7 Kursi. Untuk bisa mencalonkan Bupati, syaratnya adalah 20 persen dari kursi DPRD Jember yang berjumlah 50 kursi, atau 10 kursi di DPRD Jember.