Mei 19, 2021, 08:43:57
Beranda blog

Perolehan Darah Menurun, PMI Jember Tetap Penuhi Kebutuhan Darah

JEMBER (ZonaJatim.id) – Pandemi Covid-19 tahun kedua di 2021, sangat berdampak langsung terhadap perolehan darah selama Ramadan 1442 H. Buktinya, perolehan kegiatan donor darah sukarela yang digelar tim Unit Donor Darah (UDD) PMI Kabupaten Jember turun drastis sekitar 45 persen yaitu hanya mencapai 3.465 kantong darah.

Padahal saat Ramadan 1441 H tahun 2020 lalu kegiatan donor darah yang juga saat Pandemi Covid-19 masih mendapatkan 6.158 kantong.

Penurunan perolehan darah tidak hanya terjadi di Kabupaten Jember saja. Hampir disebagian besar kabupaten/ kota di Jawa Timur juga mengalami kemerosotan jumlah perolehan darah dari kegiatan donor darah.

Hal ini disampaikan langsung oleh ketua PMI Kabupaten Jember H EA Zaenal Marzuki SH MH. Saat mengecek pos penyekatan pada, Selasa 18 Mei 2021.

Menurutnya, meski merosot, stok darah hasil donor darah selama Ramadan mampu mencukupi kebutuhan darah pasien yang dirawat di sejumlah rumah sakit di Kabupaten Jember, Termasuk di RSD dr Soebandi Jember yang menjadi rujukan sejumlah daerah di Jawa Timur Bagian Timur.

“Hasil perolehan darah dari kegiatan donor darah selama Ramadan 1442 H tahun ini memang turun jauh,” Ujarnya.

Selain itu, Zainal juga menjelaskan, bahwa banyak faktor yang mempengaruhi penurunan hasil donor darah sukarela selama Ramadan 1442 H. “Hampir di semua tempat kegiatan donor darah selama Ramadan turun dibandingkan kegiatan yang sama tahun lalu,” Jelasnya.

Padahal, ancaman Covid-19 lebih terasa tahun lalu dibandingkan tahun 2021 yang sudah ada penyuntikan vaksinasi Covid-19.

Dia menambahkan, antusiasme masyarakat untuk ikut donor darah turun saat Ramadan 1442 H. “Informasi yang kami terima di daerah yang lain juga sama, adanya penurunan perolehan darah selama Ramadan. Saya menilai ini fenomena umum di Indonesia, termasuk di Jember dan sekitarnya,” imbuhnya.

Oleh karenanya, Dia mengatakan, bahwa Yang penting semua kebutuhan pasien yang membutuhkan darah terpenuhi. “Memang ada informasi ada yang butuh darah di media sosial, tetapi setelah dikomunikasikan dengan UDD PMI juga bisa terlayani,” Pungkasnya. (Gf/dul).

100 Hari Kerja HSGF. TRAPP : Wes Wayahe, Tunjukkan Gebrakan Perubahan Pelayanan Publik !

Bupati Hendy Siswanto dan Wabup Gus Firjaun
Bupati Hendy Siswanto dan Wabup Gus Firjaun

EVALUASI 100 HARI KEPEMIMPINAN BUPATI Ir. H. HENDY DAN WAKIL BUPATI KH. MB.FIRJAUN BARLAMAN

Oleh : Miftahul Rahman, SE
KOORDINATOR TRANSPARANSI AKUNTABILITAS DAN PARTISIPASI PUBLIK (TRAPP)

JEMBER (ZonaJatim.id) – Mengukur kepemimpinan, seringkali dikaitkan dengan gebrakan pada 100 hari kerja pertama. Meski tolak ukur itu juga tidak ada standar qualifikasi parameternya, dan tidak bisa dijadikan sebagai ukuran bagi keberhasilan kepemimpinan, lalu digunakan satu tahun pertama.

Baiklah, kita turuti saja kemauan public, dengan segala latar belakang ekspektasinya. Coba kita gunakan standar ukur 100 hari pertama, untuk mengetahui sejauh mana yang sudah dilakukan pasangan Bupati Jember Ir H Hendy Siswanto dan Wakil Bupati Jember KH MB Firjaun Barlaman.

Jika kita gunakan standar 100 hari pertama, maka patokannya dapat dimulai dari pelantikan. Bupati Jember Ir H Hendy Siswanto dan Wakil Bupati Jember KH MB Firjaun Barlaman, dilantik Gubernur Propinsi Jawa Timur pada  tanggal 26 Februari 2021, maka tepat  tanggal 26 Mei 2021, pasangan ini sudah mencapai 100 hari pertama menjadi pemimpin kabupaten Jember.

KEPEMIMPINAN DWI TUNGGAL  BERNUANSA KEARIFAN LOKAL

Pasangan Bupati Jember H Hendy Siswanto dan Wakil Bupati Jember KH MB Firjaun Barlaman, sejak memulai debutannya, telah mencoba membangun karakter kepemimpinan yang sarat dengan kekentalan ke arifan lokal.

Hampir selalu berdua dalam berbagai kesempatan, yang menampakkan ada upaya bukan hanya sekedar berbagi peran, tetapi membangun kesan public bahwa kepemimpinannya merupakan kepemimpinan DWI TUNGGAL .

Kesan keinginannya memberikan ruh dalam kepemimpinannya, ditampakkan dalam kebijakan BIROKRASI BERSARUNG, yang bukan saja mengesankan JEMBER SEBAGAI KOTA SANTRI, melainkan juga mencoba membangun dan memperkuat KARAKTER LOKAL KE JEMBER AN.

Karakter lokal ke jember an itu semakin diperkuat dengan gaya bahasa yang khas orang Jember, ceplas – ceplos, radak nekat, vulgar, apa  adanya, kadang selengehan, berbahasa orang kebanyakan, tidak elitis.

Karakter itu lebih kuat melekat pada Bupati Hendy, sedang Gus Firjaun yang memang lahir dan besar di lingkungan pesantren, maka karakternya lebih kuat mengesankan citra santri.

Maka pasangan ini merupakan prototype kuat dari masyarakat Jember yang sebenarnya

KONSOLIDASI POLITIK ANTI MAINSTREAM

Lazimnya, pada 100 hari kerja pertama bagi kepala daerah, memanfaatkannya untuk konsolidasi politik. Dengan membangun dialog dan kerja politik dengan lembaga-lembaga lokal. Baik itu partai politik lokal, organisasi kemasyarakatan, organisasi sosial dan sebagainya. Harapannya mendapatkan dukungan penuh pada masa kepemimpinan lima tahun mendatang.

Tanpa sedikit nyinyir, upaya konsolidasi politik sah-sah saja. Hanya terasa konvensional. Terlalu mainstream. Standar dan tidak naik kelas. Apalagi pola-pola semacam itu hanya untuk memuaskan atau meredam emosi elit politik lokal yang kalah. Singkat kata sebatas diplomasi yang sejatinya tidak banyak manfaat bagi rakyat di daerah tempatnya terpilih.

Tidak hanya itu saja, bentuk-bentuk konsolidasi tersebut menggambarkan kualitas aktor politik lokal masih rendah. Dalam kontestasi apapun menang dan kalah adalah realitas. Apalagi pilkada sebagai instrument demokrasi untuk menjaring kepala daerah, sepatutnya hasilnya dihormati seluruh institusi politik.

Bagi yang terpilih tunjukan gebrakan perdana pada 100 hari pertama. Bagi yang oposisi tunjukan gebrakan saran konstruktif pada 100 hari pertama  Selanjutnya berkomitmen  bersama mengawal visi-misi kepala daerah terpilih.

Bupati Jember Ir H Hendy Siswanto dan Wakil Bupati Jember KH MB Firjaun Barlaman, tampaknya dengan gaya khas Jember – an, yang menjadi karakter personal kepemimpinannya, telah mengambil langkah konsolidasi politik yang Antimainstream,  tetapi bukan sekedar ora umum, asal berbeda, melainkan ketidak laziman yang justru menumbuhkan kehidupan berdemokrasi yang sehat, dengan membiasakan berbeda.

Praktek itu tampak dari sikapnya terhadap, pilihan sikap oposan dari Partai PDI Perjuangan. Dalam rapat – rapat resmi yang digelar DPRD Jember, PDI Perjuangan senantiasa mengambil sikap kritis, namun Bupati Hendy dan Wabup KH MB Firjaun Barlaman, tidak melakukan konter balik dengan menyerang, baik melalui penjelasan resminya, maupun melalui media massa.

Sikapnya justru membuka ruang kritik itu sebagai sumber energy, bagi kemungkinan dilakukannya perbaikan, manakala ada kesalahan sikap dan kebijakan. Lalu menjelaskannya dengan penjelasan menggunakan argumentasi yang rasional, dan tidak lari dari kenyataan, apalagi melakukan serangan balik membabi buta.

MENATA KSOTK DIANTARA POLEMIK KUATNYA POLITIK BIROKRASI (14 HARI)

Selang 14 hari dari pelantikannya, Jumat (12/3/2021),  Bupati Jember Hendy Siswanto dan wakil bupati KH M Balya Firjaun Barlaman,  menata KSOT Pemkab Jember , dengan melantik 631 pejabat di lingkungan Pemkab Jember di Pendopo Wahyuwibawagraha.

Langkahnya cukup mengejutkan, karena seluruh jajaran pejabat statusnya  menjadi Pelaksana Tugas (Plt). Langkah ini juga menuai beragam kritikan, dan beragam tafsirpun dilontarkan dengan dasar – dasar penataan birokrasi pada lazimnya.

Lazimya, jika mem – Plt kan pejabat, biasanya pejabat yang bersangkutan masih menduduki jabatan definitifnya, sehingga jabatan plt nya hanya bersifat diperbantukan, karena satu dan lain hal.

Ada juga yang berangapan, bahwa seharunya cukup dikembalikan pada KSOTK tahun 2016, seperti yang sudah dilakukan oleh mantan wakil bupati Jember KH Abdul Muqit Arief, saat menjabat sebagai Pj Bupati Jember, karena Bupati dr Hj Faida MMR sedang cuti kampanye.

Lalu, ketika Bupati Faida kembali menjabat sebagai Bupati, kebijakan Wakil Bupati Jember KH Abdul Muqit Arief dikembalikan seperti kemauannya.

Maka, praktis ketika itu, tarikan politis birokrasi sangatlah kuat, sehingga birokrasi praktis hanya menjadi alat politik yang dimainkan kekuasaan secara brutal.

Kekuasaan menciptakan kubu – kubu di lingkungan birokrasi, sehingg kelompok pro konntra menjadi sangat kuat saling berhadap – hadapan,dan menimbulkan sikap kontra produktif.

Karenanya, kebijakan KSOTK yang diputuskan Bupati Hendy, dengan mem PLT kan seluruh pejabat, kecuali jabatan Sekretaris Daerah,  justru menetralisir adanya kelompok birokrasi yang dulunya saling bertentangan, sepertinya diharapkan akan kembali kepada kesadarannya sebagai birokrasi, yang tugas utamanya adalah memberikan pelayanan public yang optimal.

Disamping itu, Kabupaten Jember sedang menhadapi situasi yang luar biasa. Dampak dari penataan Birokrasi yang telah dinilai melawan konstitusi, saat Pemerintahan Bupati Faida, besar kemungkinan akan membuat Kabupaten Jember, lagi – lagi tidak memiliki APBD.

Sisi lain, jika Bupati Hendy menggunakan kebijakan mendefinifkan pejabat, kebijakan itu akan berbenturang adanya aturan yang melarang Bupati yang baru dilantik, tidak diperkenankan melantik pejabat sebelum 6 bulan dari masa pelantikannya.

Situasi yang peling itu, dapat diselesaikan Bupati Hendy dalam kurun waktu 14 hari kerja.

PERCEPATAN APBD JEMBER 2021 DALAM 38 HARI

Sebuah prestasi yang patut diapresiasi, ditengah ancaman karut marutnya tatanan birokrasi, pasangan Bupati Hendy dan Gus Firjaun, mampu membangun sinergi – kolaborasi bersama DPRD Jember, beserta jajaran internal eksekutif, untuk melakukan percepatan pembahasan APBD tahun 2021.

Setelah perjuangan marathon, tidak lebih dari 38 hari kerja, maka pada hari senin tanggal 5 April 2021, DPRD Jember bersama Pemkab Jember, berhasil menetapkan Peraturan Daerah Tentang APBD tahun 2021.

POSTUR APBD KONTROVERSIAL

Dalam Perda APBD Kab Jember tahun 2021, tercatat :

  • Anggaran Belanja sebesar Rp 4,4 Trilyun,
  • Anggaran Pendapatan sebesar Rp 3,6 Trilyun,
  • Pembiayaan sebesar Rp 740 Milyar
  • Belanja Operasional Rp 3,1 T
  • Belanja Modal Rp 703 M
  • Belanja tidak terduga Rp 21,1 M
  • Belanja Transfer Rp 552 M
  • Pendapatan berasal dari PAD sebesar Rp 716 M
  • Pendapatan Transfer Rp 2 T
  • Pendapatan lain – lain yang sah Rp 202 M

Dari postus APBD Jember tahun 2021 itu, diantaranya mendapat kritik tajam dari Fraksi PDIP DPRD Jember, tentang penggunaan skema multiyears, yakni Program pembangunan yang membutuhkan total anggaran Rp 782 miliar, yang difokuskan pada tiga kegiatan, yaitu :

  1. peningkatan jalan seluruh Jember senilai Rp 664 miliar,
  2. proyek instalasi penerangan jalan umum senilai Rp 110 miliar, dan
  3. peningkatan jembatan senilai Rp 8 miliar.

Kebijakan itu sebenarnya menjawab harapan public, tentang rusak nya 1028 KM jalan  di jember,  Kebutuhan penerangan jalan terutama di pedesaan, dan banyak nya terputusnya akses antar desa dan dusun akibat tidak adanya jembatan penghubung.

Namun pertentangan itu dapat diselesaikan melalui Keputusan Gubernur Nomor 188/224/KPTS/013l/2020 tentang Hasil Evaluasi Raperda APBD Jember Tahun Anggaran 2021. tertanggal 23 April 2021, yang tidak mempermasalahakan skema Kontrak Tahun Jamak (KTJ).

100 HARI YANG GEMILANG

Berdasarkan ukuran kualitatif itu, maka dapat dikatakan 100 hari kerja pasangan Bupati Jember H Hendy Siswanto dan Wakil Bupati Jember KH MB Firjaun Barlaman, merupakan 100 hari kerja yang gemilang.

Segala piranti untuk mewujudkan visi misi nya, telah dipersiapkan dengan cermat, tinggal evaluasi tahapan berikutnya, biasanya yang menjadi ekspektasi public adalah Pelayanan Publik dan Perbaikan Ekonomi Lokal

MENUNGGU KIPRAH BERIKUTNYA

Laporan Ombudsman 2019 memperlihat mendesaknya peningkatan kualitas pelayanan public di daerah. Terbukti melalui data pengaduan masyarakat yang mengeluhkan buruknya pelayan publik mencapai 11.087 aduan. Jumlah itu meningkat dibandinkan pada tahun 2018 yang berjumlah 10.985 aduan. Pada laporan itu pemerintah daerah menjadi terlapor yang banyak diadukan masyarakat berkaitan dengan pelayanan publik sebanyak 41,03 persen, selebihnya adalah instansi pemerintahan vertikal yang dilaporkan.

Dari data itu saja sudah jelas  target berikutnya adalah perlu dilakukan melalui gebrakan perubahan pelayanan publik. Targetnya jelas menurunkan keluhan masyarakat, meningkatkan pelaynan dan mendorong kemajuan investasi.

Menodorong investasi lokal menjadi strategi memperbaiki ekonomi local. Terlebih pandemic Covid-19 menekan pertumbuhan ekonomi lokal. Angka pengangguran dan tingkat pendapatan masyarakat pun turun. Sehingga kesejahteraan daerah pun menurun tajam.

Sejalan dengan itu perbaiakn layanan public menjadi satu rangkaian dari mendorong investasi lokal. Perbaikan layanan public mampu merangsang investor lokal untuk melakukan kegiatan bisnisnya. Secara menjanjikan pula tingkat pendapatan masyarakat akan meningkat dan secara makro mendoorng kesejahteraan masyarakatnya.

Kini berani dan mau dan mampukah, pasangan Bupati Jember H Hendy Siswanto dan Wakil Bupati Jember KH MB Firjaun Barlaman, melakukan perbaikan layanan  public ? Atau memilih menjaga kondisi politik lokal melalui dialog-dialog yang secara langsung tidak memberi faedah bagi masyarakat.

Padahal sisi lain masyarakat sudah mengeluhkan layanan public yang buruk sebagaimana data Ombudsman tahun 2019.

Kita tunggu kiprah berikutnya !!!!

Jember, 18 Mei 2021
TRAPP
MIFTAHUL RACHMAN, SE

Ingin Rasakan Ngafe Ala Camping, Datang Saja Ke Dira Balung

JEMBER (ZonaJatim.id) – Dira Grup kembali meluncurkan wahan baru untuk memberikan rasa kepuasan dan suasana baru terhadap pelanggan setia Dira Grup.

Wahana baru tersebut, bernama Caffe Camping. yang bertempat di disisi barat wahana kolam Dira Water park Balung.

Caffe Camping sendiri di launching pada, Jum’at 14 Mei 2021 Sore. Dengan konsep pegunungan yang dingin dan sajian berbagai menu makanan ala camping.

H.Ponimin Tohari selaku Owner Dira Grup menyampaikan, bahwa tak hanya penikmat kuliner bisa memesan makanan yang sudah masak, Cafe Camping Dira Balung juga memberikan menu pilihan dengan sistem paket, dimana pengunjung bisa memasak sendiri dengan menggunakan alat bakar yang sudah disiapkan oleh Cafe Camping.

“Jadi konsep Cafe Camping ini memberikan pilihan sajian menu kepada pengunjung, selain mereka bisa pesan makanan yang sudah matang, mereka juga bisa memesan makanan terutama dari lauknya yang bisa di masak sendiri oleh pengunjung dengan cara di bakar, jadi konsepnya benar-benar kita buat agar pengunjung merasakan kalau mereka seperti sedang camping di pegunungan atau hutan,” ujarnya.

Selain itu, pria yang akrab dipanggil Pak e ini, juga menjelaskan. Bahwa Tidak hanya sajian makanan yang harganya terjangkau bagi pengunjung, konsep lay out (tata letak) tenda yang di atur sedemikian rupa di Cafe Camping Dira Balung, juga menggambarkan bagaimana konsep ini aman bagi penikmat kuliner, terutama di masa pandemi covid-19 seperti saat ini, hal ini dikarenakan konsep penataan tenda menerapkan physcal distancing (jaga jarak) sehingga protokol kesehatan di Cafe Camping Dira Balung benar-benar diterapkan.

“Penataan antara tenda yang satu dengan tenda lainnya sangat respresentatif, karena ada jarak dan tidak berdempetan, selain itu, tiap satu tenda yang memiliki ukuran 2 X 3 meter ini juga dipakai oleh 1 pemesan untuk 4-5 orang,” beber Ponimin.

Selain menyajikan konsep cafe ala camping di pegunungan, pengelola Cafe Camping Dira Balung juga memasang fasilitas hiburan seperti layar tancap, sehingga suasana camping benar-benar dirasakan oleh pengunjung Cafe Camping Dira Balung.

Sementara itu, Diana Oktavian (26) asal Balung tutul yang merupakan salah satu pengunjung Cafe Camping, saat ditemui media ini mengatakan, bahwa konsep Cafe Camping sangat mengobati kerinduannya akan Hiking (berpetualang) di pegunungan, selain suasana yang nyaman, juga di alam terbuka membuat sirkulasi udara serasa nyaman.

“Konsep ini bagus, karena lama kami tidak melakukan hiking ke pegunungan, jadi dengan adanya cafe seperti ini, rasa kangen ke gunung bisa terobati, apalagi dengan berbagai menu dan harga yang terjangkau, saya rasa tidak rugi menikmati kuliner di sini, saran saya kepada pengunjung yang ingin ke sini, lebih baik malam hari, sehingga bisa merasakan suasana alam pegunungan,” pungkas Diana yang datang bersama dengan keluarganya. (Sid).

Disparbub Jember Kurang Tegas, Terkait Adanya Wisata Yang Buka

JEMBER (ZonaJatim.id) – Prihal himbauan larangan Wisata baik indoor maupun outdoor yang dikeluarkan melalui Surat Edaran (SE) Dinas Pariwisita dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Jember bahwa selama libur lebaran dilarang operasi kurang tegas. pasalnya, H+1 lebaran ada tempat rekreasi keluarga yang buka.

Ada tiga point dalam surat yang dikeluarkan oleh Disparbud yang mengacu pada hasil rapat bersama satuan tugas Covid-19 Pemkab Jember pada 6 Mei 2021, dimana agar ada pengetatan kegiatan masyrakat di fasilitas umum, termasuk tempat wisata atau rekreasi dengan menerapkan wajib Screening test Antigen atau Genose untuk fasilitas berbayar atau lokasi wisata Indoor.

Sedangkan untuk wisata Outdoor, agar pengelola menerapkan protokol kesehatan yang ketat, dan untuk daerah dengan Zona orange atau Zona Merah Covid-19, kegiatan ditempat umum seperti wisata dilarang untuk buka.

Hal ini seperti yang terlihat disalah satu tempat wisata di Jember yakni Tiara Water Park yang berada di Kecamatan Sumbersari pada Jum’at 14 Mei 2021, Yang mana sudah dibuka untuk umum, tetapi dari peta yang diterima media ini, Kecamatan Sumbersari masih dalam zona Orange.

Kepada Awak media, Riko pengelola Tiara Water Park saat ditemui langsung dikantornya menyampaikan, bahwa dirinya tetap buka pada H +1 ini karena banyak karyawannya yang sempat diliburkan butuh pekerjaan, sehingga dirinya tidak punya pilihan lain selain membuka kembali tempat wisata yang ada di Jalan Kaliurang ini.

“Ya mau gimana lagi mas, karyawan kami selalu tanya kapan dipekerjakan lagi, akhirnya kami buka, sebenarnya, himbauan dari Dinas Pariwisata kalau mau melarang tempat wisata buka, ya harus diberlakukan ke semuanya, kalau di zona orange suruh tutup, tapi di zona hijau buka, tidak menutup kemungkinan orang dari zona orange akan berkunjung ke tempat wisata di zona hijau, ini sama sajakan? Bisa jadi ada penyebaran (covid) juga,” ujar Riko.

Saat media ini masuk dan membeli tiket di Tiara Water Park, terlihat beberapa kendaraan roda empat dan roda dua di halaman parkir, ketika berada di dalam, beberapa pengunjung ada sekitar 50 orang juga terlihat sedang menikmati kolam renang yang ada di Tiara Water Park.

Sementara Plt. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemkab Jember Dhebora Krisnowati M.Pd saat dikonfirmasi media ini terkait adanya tempat wisata di zona orange yang tetap buka mengatakan, bahwa penanganan diserahkan ke Polsek yang bersangkuta. “Koordinasi dengan Polsek setempat Mas,” ujar Dhebora melalui pesan singkatnya.

Kapolsek Sumbersari AKP. Sugeng Piyanto saat dikonfirmasi mengatakan,bahwa pihaknya sudah memerintahkan ke Bhabinkamtibmas dan Intel untuk kelokasi wisata dan melakukan pemantauan. “Saya sudah perintahkan Bhabinkamtibmas dan Intel untuk menyampaikan hal tersebut, dan sudah dipantau serta disampaikan ke pengelolanya, pengunjungnya sepi,” ujar Kapolsek.

M Jamil selaku Plt. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Jember saat dikonfirmasi terkait adanya tempat wisata di zona orange yang buka dan tidak mematuhi himbauan dari Disparbud, mengatakan,bahwa Satgas Covid -19 belum menerima info adanya tempat wisata yang buka.

“Coba tanyakan dulu ke Disparbud, karena belum ada info ke Satgas, info dari anda akan kita konfirmasikan dulu,” pungkas M. Jamil yang juga mantan kepalda Disperindag ESDM Pemkab Jember. (Sid).

Selama Lebaran Idul Fitri, Tempat Wisata Di Jember Ditutup Sementara

JEMBER (ZonaJatim.id) – Selama Liburan lebaran Idul Fitri 1442 Hijriyah, Pemerintah Kabupaten Jember, melalui Dinas Pariwisata menutup sementara bagi tempat wisata yabg berada di Zona Orange dan Zona Merah Covid – 19.

Beberapa lokasi wisata yang ditutup sementara selama lebaran atau sampai pada 16 Mei 2021, diantaranya Pantai Wisata Teluk Love Payangan Ambulu, Pantai Wisata Watu Ulo, Pantai Papuma, Pantai Pancer Puger, Pantai Paseban Kencong, Pemandian Patemon Tanggul dan Puncak Rembangan Arjasa.

Namun meski beberapa tempat wisata favorit di Jember ditutup sementara, warga masih bisa refreshing atau berlibur bersama keluarganya di beberapa tempat wisata dalam ruang dan berbayar, karena tempat wisata ini tetap diizinkan buka sesuai surat edaran Dinas Pariwisata Pemkab Jember.


“Untuk tempat wisata dalam ruang dan berbayar, masih diizinkan buka, namun dengan syarat pihak pengelola harus menyediakan skrining tes rapid Antigen atau Genose serta harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat,” ujar Plt. Kepala Dinas Pariwisata Pemkab Jember.


Sementara jajaran Polsek Ambulu, sejak hari Rabu (12/5/2021) bersama dengan beberapa pengelola wisata pantai, sudah mulai sosialisasi tentang penutupan sementara pantai wisata yang ada di wilayah kecamatan Ambulu seperti Watu Ulo, Payangan dan di jalur pintu masuk pantai Papuma Wuluhan.


“Kami melakukan pemasangan Banner himbauan penutupan wisata sementara di lokasi pimtu masuk Watu Ulo, pemasangan ini sebagai tindakan pencegahan yang kita lakukan untuk antisipasi penyevaran virus Covid-19 disaat masa liburan lebaran Idul Fitri 1442 H,” ujar Kapolsek Ambulu AKP Sudaryanto.


Instruksi penutupan ini untuk menghindari kerumunan warga. Sebab, jika dibuka, sejumlah tempat wisata di Jember, kerap dipadati pengunjung. “Kondisi kita semakin baik, namun harus tetap dijaga bersama, jangan sampai turun lagi,” tegas Kapolsek Ambulu.


Jika di tempat wisata pantai, masih ditemukan warga berkunjung, AKP Sudaryanto menyebut itu adalah warga sekitar.


“Untuk mengantisipasi terjadinya kerumunan di tempat wisata terkenal di Jember, Polres Jember mendirikan pos pengamanan. Pos pengamanan tempat wisata ada di Pantai Watu Ulo dan Pantai Pancer Puger,” ujar AKP Sudaryanto. (Sid).

Akibat Daya Beli Rendah, Bupati Sidak Pasar Tanjung Jember

JEMBER (ZonaJatim.id) – Aksi inspeksi sidak (sidak) Bupati Jember Hendy Siswanto, didampingi Wabup Jember Muhammad Balya Firjaun Barlaman (Gus Firjaun), serta bersama dengan jajaran Forkopimda setempat. Mendapat apresiasi positif dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jember.

Menurut Kepala KPwBI Jember Hestu Wibowo, pihaknya sebagai bagian dari Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Jember, bersama bupati, Wabup, dan jajaran Forkopimda setempat saat ini. Tidak hanya menerima laporan secara tertulis terkait tinjauan langsung kondisi dari ekonomi terkait inflasi ataupun deflasi di Jember.

Namun sayangnya, jelang lebaran 2021 ini daya beli masyarakat rendah.

“Dengan sidak yang dilakukan TPID Jember ke pasar, ini adalah salah satu program dari TPID, yang tidak hanya dapat laporan tertulis tapi meninjau langsung ke lapangan untuk mengecek harga dan kondisi langsung, seperti apa pasar saat ini,” kata Hestu saat dikonfirmasi sejumlah wartawan disela sidak bersama Bupati dan Forkopimda Jember, Selasa 11 Mei 2021.

Hestu menjelaskan, terkait kondisi saat ini untuk perekonomian di Jember, terdampak dari adanya pandemi Covid-19.

“Dimana permintaannya lemah. Sehingga inflasi tahun ini bisa ditekan karena demandnya (permintaannya, red) itu rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Dengan kondisi stok atau barang itu masih ada, atau cukup. Tapi permintaan lemah dan sedikit. Sehingga harga (kebutuhan bahan pokok) tidak ada pengaruh,” jelasnya.

Kondisi itupun, lanjut Hestu, juga dianggap tidak mempengaruhi harga meskipun mengalami kenaikan harga.

“Karena tidak terlalu terpengaruh dan tidak ada tekanan. Sedangkan inflasinya, relatif cukup rendah. Bahkan (bulan) April kemarin awal bulan Ramadan, biasanya terjadi eskalasi atau tekanan terhadap inflasi. Namun ternyata hanya di angka 0,08 persen, tercatat lebih rendah dibandingkan bulan Maret sebelumnya sebesar 0,45 persen,” ulasnya.

Artinya kata Hestu, bahwa memang secara pengendalian harga sudah baik, tapi bukan karena kelangkaan barang tapi karena permintaan lemah. Masyarakat yang mampu dan belanja, tapi malah lemah tingkat konsumsinya.

“Mungkin karena pandemi biasanya beli ayam 5 ekor skrg hanya beli 3 ekor. Padahal stok cukup. Sehingga harga meskipun naik tidak menjadi signifikan,” katanya.

Bahkan untuk beberapa komuditas, lanjutnya, beras mengalami surplus medio bulan Maret-April dalam rangka panen raya.

“Sehingga pasokan melimpah tetapi permintaan rendah sehingga beras menjadi bagian komoditas yang mengalami deflasi,” katanya.

Namun demikian, Hestu mewakili BI mengharapkan agar dapatnya ekonomi di Jember pulih dan daya beli masyarakat kembali meningkat.

“Tahun ini Ramadan harga masih terpantau baik, dan semoga ekonomi pulih agar daya beli meningkat. Karena memang lebih dari 50 persen PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) Jember ditopang dari konsumsi rumah tangga, jadi himbauan ke masyarakat untuk berbelanja normal jangan berlebihan,” ujarnya.

“Juga dengan ditopang pemerintah bantuan tunai dan bantuan sosial lainnya. Untuk menjaga penghasilan masyarakat. Karena mungkin pernah mengalami menjadi korban PHK dan bagaimana agar masyarakat bisa tetap konsumsi,” sambungnya. (*).

Anggaran ADD cair, Kades Jelbuk Ucapkan Terima Kasih Kepada Bupati

JEMBER (ZonaJatim.id) – Setelah menunggu cukup lama dan ditambah para perangkat desa yang belum gajian selama 5 bulan. Akhirnya mereka bernafas lega dan bersyukur.

Dengan dicairkan anggaran Alokasi Dana Desa (ADD) termin satu mereka akhirnya menerima gaji yang sebelumnya macet.

Hal ini mendapat perhatian lebih dari kepala Desa Jelbuk yakni Hariyono, dimana dirinya ucapkan terima kasih serta apresiasi terhadap Bupati Jember yang sudah mencairkan anggaran ADD untuk honorarium perangkat desa didalamnya.

“Alhamdulillah, akhirnya ADD termin satu sudah cair. Kami atas nama pemerintah desa Jelbuk menyampaikan terima kasih kepada Bupati Hendy yang telah berupaya keras untuk mempercepat pencairan ADD sebelum lebaran,” ungkap Kades Hariyono di pendopo desa Jelbuk pada, Selasa 11 Mei 2021.

Selain itu, setelah ADD cair, pihaknya langsung mendistribusikan uang honor perangkat desa yang sudah menjadi hak mereka. “Saya berharap, perangkat desa, mulai perangkat, BPD hingga RT / RW, yang sudah menerima honor bisa lebih maksimal menjalankan program – program pemerintah karena di desa Jelbuk terdiri dari 29 orang ketua RT dan 10 orang RW. Sementara untuk jumlah BPD di desa Jelbuk totalnya 9 orang,” Bebernya.

Oleh sebab itu, Kades Hariyono, mengatakan, bahwa saat menjelang lebaran, seluruh elemen perangkat desa sangat memerlukan keuangan. “Meskipun nominalnya tidak seberapa, namun dengan cairnya honor perangkat desa ini bisa membantu para perangkat desa untuk merayakan lebaran,” pungkasnya. (Sid).

Di Jember, Hilal Penentuan 1 Syawal Belum Terlihat

JEMBER (ZonaJatim.id) – Tim Rukyat Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Tim Rukyat Kementerian Agama RI bersama Pemerintah Desa Jubung kecamatan sukorambi Jember, Jawa Timur, melaksanakan rukyatul hilal di tempat tinggi yakni di atap masjid pada, Selasa 11 Mei 2021 sore.

Hal ini sebagai informasi, rukyatul hilal adalah pengamatan kemunculan bulan untuk menentukan awal Syawal.

Tim rukyat PBNU tersebut, akan mengamati kemunculan bulan di atap masjid ini mulai jam 16.30 WIB.

“Masjid ini dipilih sebagai tempat rukyat, karena selain tinggi, pandangan ke arah ufuk-nya bebas, tidak terhalang bangunan atau obyek lan,” Ujar Ketua Tim Rukyat PBNU Jember Khotib Asmuni.

Selain itu, Ia juga menjelaskan, bahwa kegiatan rukyatul di jember ini, hanya dilaksanakan ditempat tinggalnya.

“Karena ketempatan dan yang jadi satu – satunya tempat direkomendasikan oleh kementerian RI,” Bebernya.

Dalam pengamatan rukyatul hilal ini, ada 16 tempat yang di tunjuk langsung oleh MUI dan Kemenag untuk melakukan pengamatan Hilal. yang diantaranya Situbondo, pengandaran, Jombang, Tanjung Kodok, Jember, Sunan Kaliwining, ponorogo, Sampang, selayar, sulawesi, jepara, balikpapan, pekalongan, lembang, kudus dan terakhir dari IAIN Jayapura.

Dia menambahkan, dari hasil pengamatan rukyatul Hilal ini, tidak terlihat dan itu dalam tatanan Fiqih Islam disebut Istiqmal.

“Hasil pengamatan ini, hilal tidak terlihat, sebab masih dibawah ufuk,” Imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Desa Jubung Bhisma Pradana menyampaikan, pemerintah desa jubung tidak menyangka bahwa di desanya tersebut ada tempat rukyatul Hilal, sehingga pemdes Jubung sangat senang dengan adanya hal ini.

“Kita senang sekali, ternyata ditempat kami, yaitu di desa Jubung ada tempat yang memiliki fasilitas tropong bintang untuk melihat hilal. Nah ini kah sesuatu hal yang jarang dan langka, mungkin kedepannya bisa bekerjasama dengan pemerintah desa untuk dijadikan tempat edukasi atau pun,” Ungkap Kades Jubung.

Oleh sebab itu, Bhisma Berharap, kedepannya ini bisa menjadi agenda tahunan dengan pemdes Jubung dan bisa memberikan edukasi ke lainnya.

“Saya harap ini, kedepannya menjadi rutinitas tahunan bersama pemerintah desa dan bisa memberi edukasi terhadap masyarakat, khususnya masyarakat jubung,” Pungkasnya. (Sid).

Sonny Bagikan Ribuan Parcel Lebaran untuk Kader PDIP dan Konstituen di Bondowoso

Bondowoso (ZonaJatim.id) – Jelang Lebaran 1442 H, Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Sonny T Danaparamita, membagikan ribuan parcel untuk Pengurus PAC dan Ranting PDI Perjuangan se Kabupaten Bondowoso, Senin (10/05/2021).

Dedi Faizal Ali, Kepala Relawan STD Bondowoso, mengatakan dirinya bersama kawan kawan relawan dan simpatisan STD telah mendistribusikan parcel lebaran kepada pengurus DPC,PAC dan Ranting PDI perjuangan, konsitituen dan tokoh masyarakat sesuai arahan dari Sonny.

Dedi menambahkan bahwa pembagian parcel lebaran dari Sonny tersebut adalah sebuah bentuk komitmen sonny dalam rangka membesarkan Partai yang telah mengusungnya menjadi legislator senayan.

“Alhamdulillah, ribuan parcel ini sudah kami distribusikan kepada pengurus DPC, PAC, Ranting , Konstiuen dan tokoh masyarakat di Bondowoso, sesuai arahan dari Mas Sonny, ini adalah kesekian kalinya Mas Sonny membagi parcel menjelang lebaran untuk struktural partai dan konstituen termasuk tokoh masyarakat di dapil yang mengantarkan beliau menjadi legislator Senayan,” ujar Dedi.

Saat di konfirmasi, Sonny menjelaskan, perihal Parcel yang dibagikan tersebut adalah wujud apresiasi Sonny, terhadap struktural partai yang ada di tingkat basis mulai DPC,PAC hingga Ranting dan seluruh konstituen di Bondowoso.

“Sebagai kader PDI Perjuangan yang memegang teguh nilai gotong royong, parcel ini adalah bentuk apresiasi saya terhadap struktur partai di tingkat DPC, PAC, Ranting dan konstituen bondowoso,” ungkap kader banteng kelahiran Banyuwangi ini.

Ditambah lagi saat ini masih dalam situasi Covid 19, serta meningkatnya kebutuhan menjelang lebaran, Sonny berharap parcel yang beliau bagikan tersebut, dapat sedikit membantu meringankan beban mereka saat menyambut hari raya Idul Fitri 1442 H.

Kedepan, Sonny juga berharap dirinya bisa lebih mempererat sinergi dengan para struktur partai terutama di tinggat akar rumput, sehingga akan lebih memperkuat rasa gotong royong sesuai dengan prinsip dan karakter PDI Perjuangan.

“Ke depan saya berharap agar sinergitas antar pilar Partai dapat semakin ditingkatkan sehingga kegotongroyongan dan watak kerakyatan dari PDI Perjuangan akan semakin memperkokoh kerja-kerja politik kepartaian ,” papar alumnus Fakultas Hukum Universitas Jember ini.

Sementara itu, Ketua DPC PDI perjuangan Bondowoso, H Irwan Bachtiar Rahmat, SE. M.Si, mengungkapkan apresiasinya terhadap kepedulian Sonny, dengan membagikan parcel lebaran kepada seluruh PAC dan Ranting PDI Perjuangan Bondowoso.

Irwan yang juga Wabup Bondowoso ini, juga menambahkan, apa yang dilakukan Sonny, adalah wujud komitmen dari seorang kader PDI Perjuangan, sehingga para struktur partai di tingkat akar rumput dapat merasakan langsung kepedulian dan komitmen Sonny untuk partai.

“Saya sangat mengapresiasi atas kepedulian Sonny, dengan membagikan Parcel lebaran pada seluruh pengurus Kami di tingkat PAC dan Ranting, hal ini tentu akan semakin memperkuat silahturahmi dengan struktur partai di tingkat akar rumput,” ungkas Irwan. (ded)

Buron Tiga Hari, Pelaku Gorok Di Balung berhasil Diterkam Macan Tutul

JEMBER (ZonaJatim.id) – Pelaku penggorokan yang terjadi pada Kamis 06 Mei 2021 lalu, Akhirnya di terkam oleh Unit Reskrim Polsek Balung yakni Macan Tutul Balung.

Holid Fathur Rozi (43) sendiri buron melarikan diri usai melakukan gorok terhadap korban selama 3 hari, hingga akhirnya pada senin, 10 Mei 2021 malam. berhasil ditangkap dipersembunyiannya dirumah saudaranya yaitu Dusun Kebonsari Desa Balung Lor Balung Jember.

Kapolsek Balung AKP. Sunarto menyampaikan, bahwa Pelaku sendiri usai melakukan pembacokan berusaha melarikan diri dengan bersembunyi di beberapa rumah saudaranya yang lain. Bahkan juga sempat berusaha pelaku sempat menghilangkan barang bukti pisau dan jaket yang dikenakan dirumah temannya.

“Pelaku usai melakukan penggorokan bersembunyi dirumah saudaranya yang lain, diantaranya di Ambulu, Mayang dan terakhir di Gumelar Balung, hingga tertangkap,” ujarnya.

Sementara itu, motif dari pelaku menggorok korban, dilatar belakangi asmara Kapolsek mengatakan, bahwa pihaknya masih mendalami kasus tersebut. “Untuk motifnya adalah asmara dan masih kita lakukan pemeriksaan terhadap pelaku yang saat ini sudah kami amankan,” Beber Kapolsek.

Seperti diberitakan sebelumnya, Subangun warga Dusun Lohong Desa Karang Karangsemanding menjadi korban penggorokan orang tak dikenal saat melintas di jalan rusak desa setempat.

Korban yang saat itu mengemudi mobil pickup bersama dengan Romli temannya, memperlambat laju kendaraanya ketika melintasi jalan rusak, namun tiba-tiba pelaku datang dan menyabetkan pisaunya ke korban hingga mengalami luka di leher.

Korban yang mengalami luka-luka, oleh Romli langsung dilarikan ke Puskesmas Karangduren, namun karena luka yang serius, korban dilarikan ke rumah sakit Balung.

Beruntung nyawa korban berhasil diselamatkan, korban sendiri mengatakan jika upaya pembunuhan yang dialaminya merupakan persaingan bisnis. (Sid).

0FansSuka
0PengikutMengikuti
17,400PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Recent Posts

Block title