Mei 19, 2021, 10:09:30
Beranda blog Halaman 132

Aktif Donorkan Darahnya 4 Warga Jember Diganjar Penghargaan Presiden

ZONA JATIM, JEMBER – Wakil Bupati Jember Drs. KH. Abdul Muqit Arief melepas keberangkatan empat orang pendonor darah yang akan menerima penghargaan Satyalencana Kebaktian Sosial dari Presiden RI.
Empat orang pendonor yang didampingi pengurus PMI Jember bertemu Wabup di ruang Lobi Bupati di kantor Pemkab Jember, Jum’at (18/1/2019).

Dalam kesempatan tersebut, Wabup mengungkapkan keyakinannya bahwa empat pendonor darah itu mendonorkan darahnya karena panggilan kemanusiaan, bukan karena mengharap penghargaan.
“Empat orang yang berangkat ke Jakarta ini bisa menginspirasi banyak pihak, betapa pentingnya kita peduli kepada sesama,” ungkap Wabup.

Satyalencana Kebaktian Sosial diberikan pemerintah pusat kepada pendonor darah yang telah mendonorkan darahnya lebih dari 100 kali secara sukarela.
Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Jember, Wabup Jember Kyai Muqit mengucapkan selamat atas penghargaan yang akan diberikan oleh presiden.

Sementara itu, Ketua PMI Jember, E.A. Zaenal Marzuki menyampaikan, pertemuan dengan Wabup ini untuk mengantarkan empat orang terbaik Jember, yang diantaranya mencapai 189 kali mendonorkan darah sukarela dan 100 kali lebih, yang diberi undangan khusus oleh Presiden di Jakarta.
“Jember sendiri telah beperan selama 10 tahun belakangan ini. Kegiatan ini setiap tahun berjalan rutin. Dari Jember ada tiap tahun yang dikirim, karena kesadaran masyarakat Jember terhadap pentingnya menyumbangkan darah dan manfaatnya bagi pendonor darah,” terangnya.

Zaenal Marzuki menjelaskan, pendonor darah di Kabupaten Jember telah meningkat hingga 20 persen dalam satu tahun terakhir.
Peningkatan ini membuktikan percayanya masyarakat kepada PMI dan masyarakat sudah memahami betapa pentingnya donor darah bagi diri sendiri maupun orang lain.

Berikut empat orang pendonor lebih 100 kali yang mendapatkan penghargaan Satyalencana Kebaktian Sosial dari Presiden RI:

  1. Drs. HM. Edy Susilo, Perumahan Taman Gading, Kecamatan Kaliwates;
  2. Giri Pramudya, Perum Griya Tanggul Asri A. 3, Kecamatan Tanggul;
  3. Bambang Hariyono Letjen. Suprapto XII Kebonsari, Kecamatan Sumbersari
  4. Suhardi Perum Bumi Mangli Permai DE 3, Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates. (min)

Aksi Sosial Pemkab Jember dan TNI AL di Ultah Lantamal V ke 69

ZONA JATIM, JEMBER – Memperingati HUT ke-69, Lantamal V Surabaya menggelar aksi sosial dan kemanusiaan bersama Pemerintah Kabupaten Jember. Pembukaan kegiatan ini dilaksanakan di Lapangan Puger, Kamis (17/1/2019) pagi.

Bupati Jember dr.Hj. Faida, MMR., menjelaskan, ada tiga kecamatan yang menjadi sasaran kegiatan aksi sosial dan kemanusiaan ini. Tiga kecamatan itu yakni Puger, Gumukmas, dan Kencong. Pemilihan ketiga kecamatan ini berdasar wilayah yang memiliki laut serta ada pos Angkatan Laut.
“Kerjasama itu hal biasa. Tetapi, yang dilakukan ini adalah satu sinergi yang lebih daripada kerjasama. Dengan satu semangat, yakni peduli akan sesama,” jelas bupati tentang kerja sama kegiatan dengan Lantamal V Surabaya.

Kegiatan yang dilaksanakan bersama itu diantaranya pelayanan KB, pembinaan generasi muda, kegiatan pemeriksaan kesehatan nelayan, layanan adminduk, dan lainnya. “Urusan gosok gigi saja ada ilmunya,” jelas bupati.
Peringatan HUT Lamtamal V ini, menurut bupati, menjadi spirit sinergisitas dan gotong royong masyarakat Kabupaten Jember.

Komandan Lantamal V Surabaya Laksamana Pertama TNI Edwin SH ,M.Han. mengungkapkan, kegiatan ini merupakan kado yang istimewa bagi jajaran Lantamal V Surabaya untuk bisa memberikan dharma bakti dan kemanfaatan TNI AL kepada masyarakat, khususnya masyarakat puger.

Danlantamal berharap rangkaian kegiatan ini berlanjut dengan kegiatan lainnya dalam mengembangkan potensi-potensi yang ada, khususnya di wilayah nelayan. “Kondisi alam tidak bisa dilawan, tetapi bisa disiasati,” ungkap Danlantamal V Surabaya.

Ia mengatakan, enam bulan masyarakat bisa melaut, tetapi enam bulan lagi masyarakat banyak di darat. Hal tersebut akan menjadi konsep kerjasama kedepan dalam konteks budidaya perikanan.
Juga akan dilaksanakan survei potensi lainnya, seperti olahraga perairan. Nantinya akan dilaksanakan lomba dayung nasional dan internasional di Kabupaten Jember, yang akan menambah potensi wisata yang selama ini sudah berjalan.

Kerjasama kedepan diharapkan menjadi sinergisitas dan aksi yang lebih optimal untuk memajukan masyarakat, karena dampak dan efeknya pada peningkatan perekonomian masyarakat.(min)

Dialog Antar Agama Upaya Mempererat Kebhinnekaan

ZONA JATIM, JEMBER – Wakil Bupati Jember Drs. KH. Abdul Muqit Arief menyebut dialog antar-iman menjadi salah satu upaya Bangsa Indonesia untuk merajut kebhinnekaan di nusantara.
“Kita bersyukur sekali, kegiatan diskusi yang semacam ini menjadi sesuatu yang sangat penting, tidak hanya bagi Jember, tetapi juga bagi Indonesia,” kata wabup di SMA Santo Paulus.

Dialog antar-iman yang diselenggarakan di SMA Santo Paulus, Rabu malam (16/1/2019) mengangkat topik “Building inter-religous fraternity and community as the people of God.”

Sebagai narasumber dalam dialog yang dihadiri kalangan tokoh agama tersebut yakni Father Leo D Lefebure, SJ, seorang profesor Teologi di Universitas Georgetown di Washington DC dan Dr. KH. Hodrie Ariev, pimpinan Seni Kebhinnekaan dari Desa Karangharjo, Kecamatan Silo.

Wabup Jember Kyai Muqit menyampaikan, diskusi ini merupakan kegiatan yamg sangat konstruktif dan produktif dalam rangka merajut kebhinekaan dalam pandangan agama. Dialog ini juga penting, karena kebhinekaan mengalami ujian dengan adanya sekelompok pihak yang tidak menerima kebhinekaan.

Di Jember sendiri, lanjut wabup, toleransi dapat terjalin dengan baik. “Kita lihat pada malam hari ini , tokoh-tokoh agama bisa berkumpul bersama, bisa berdiskusi bersama,” tuturnya.

Wabup berharap, kebersamaan ini tidak hanya pada tingkat tokoh, tetapi bisa diperluas pada tingkat jamaah. Jika pada tingkat tokoh bisa rukun bersama, jamaahnya pun rukun bersama.

Kepala Sekolah Santo Paulus Romo Antonius mengaku sangat senang, karena banyak undangan yang hadir dari berbagai kelompok agama dan kelompok yang lain.
“Kita melihat disini, keindahan Indonesia yang beragam, yang membahagiakan kami sebagai panitia penyelenggera. Ternyata, di Jember ini yang berbeda bisa disatukan,” ujarnya.

Menurutnya, hal ini adalah kekuatan masyarakat Jember. Karena itu, jangan sampai Jember diobrak-abrik oleh kelompok yang tidak bertanggungjawab dan menginginkan perpecahan demi kepentingan sendiri.
Ia berharap dialog yang disebutnya sebagai langkah kecil itu bisa menwujudkan hal yang besar bagi Indonesia, yaitu persatuan dan kesatuan bangsa.
“Kita perlu membangun persaudaraan dan komunitas dari keragaman, sehingga kita membuktikan dari Jember ini sebuah upaya untuk mewujudkan kesatuan, keragaman, keindahan, kebhinekaan tunggal ika,” ungkapnya.

Antonius mengatakan, target dari acara ini adalah menggali informasi ilmu pengetahuan dari pastur dan kyai yang ahli dalam dialog lintas agama. Informasi tentang cara terbaik untuk merajut kebhinekaan sehingga menghasilkan tenunan keindahan keragaman.

Ketua DPP Paroki St. Yusup Jember Agustinus Dwijatmoko menyampaikan, Gereja Katolik ingin juga berperan dalam membangun keberagaman, khususnya di Kabupaten Jember.
“Mari kita rajut kebersamaan. Kita jaga kebhinekaan ini, agar damai sejahtera terwujud khususnya di Jember,” ujarnya.

Dwijatmoko mengibaratkan keberagaman dengan gamelan. Jika ditabuh bersama, gamelan akan menghasilkan suatu instrumen yang terdengar indah dengan bermacam ragam.

“Demikian juga dengan keberagaman ini. Mari saling berharmoni untuk membangun sesuatu hal yang sangat menyatukan masyarakat dengan nilai-nilai Pancasila,” tuturnya. (min)

Berinvestasi di Jember untuk Kebaikan Bersama

ZONA JATIM, JEMBER – Keputusan berinvestasi di Jember merupakan pilihan yang tepat untuk kebaikan bersama. Bukan saja bagi kepentingan pengusaha itu sendiri, melainkan juga kepentingan bersama.

Hal ini disampaikan Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR., saat memberikan pidato sambutan pada penyerahan sertifikat perizinan di Pendapa Wahya Wibawa Graha, Selasa (15/1/ 2019).


“Sejatinya keputusan berinvestasi di Jember adalah hal baik untuk semua,” kata orang pertama di Bumi Pandhalungan ini. Hal baik ini harus dijaga bersama.

Salah satu upaya menjaga kebaikan dalam berinvestasi adalah dengan mengikuti prosedur perizinan. “Harus mengikuti prosedur dari awal agar bisa terjaga dengan baik,” tuturnya.

Perempuan pertama yang menjadi Bupati Jember ini menjelaskan adanya beberapa kesepakatan dalam pengurusan perizinan tersebut. Kesepakatan itu diantaranya merekrut pekerja ber-KTP Jember dan memiliki Kartu Kuning. Hal ini untuk memberikan lowongan pekerjaan bagi masyarakat Jember. (min)

Kemudian memperbanyak penggunaan atau konsumsi produk lokal. Untuk seluruh izin pembangunan fasilitas umum yang baru harus menyiapkan akses bagi difabel.

Demikian pula dengan dana tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR (Coorporate Social Responbility), yang diharapkan bukan sekedar sebuah kepedulian semata. Tetapi menjadi sebuah solusi sosial dan penyelesai masalah sosial.
Pada penyerahan langsung sertifikat perizinan kali ini terlihat banyak sekolah swasta baru. Kondisi ini membanggakan, karena tanpa partisipasi pihak swasta maka pemerintah tidak akan terbantu.

Juga ada klinik baru, yang semakin menambah pelayanan kesehatan. Terlebih pada era semua orang harus berasuransi. Namun, klinik harus berkomitmen untuk tidak satu pun menolak memberikan layanan kesehatan kepada pasien emergency.
Penyerahan secara langsung 314 sertifikat perizinan dari 313 pemohon ini bertujuan agar dipastikan sampai di tangan pemiliknya tanpa suatu hambatan, utamanya tanpa pungli. Juga agar tidak lupa membayar retribusi.

Surat Izin Investasi Diserahkan Langsung Oleh Bupati

Keputusan berinvestasi di Jember merupakan pilihan yang tepat untuk kebaikan bersama. Bukan saja bagi kepentingan pengusaha itu sendiri, melainkan juga kepentingan bersama.
Ini disampaikan Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR. saat memberikan pidato sambutan pada penyerahan sertifikat perizinan di Pendapa Wahya Wibawa Graha, Selasa 15 Januari 2019. 
“Sejatinya keputusan berinvestasi di Jember adalah hal baik untuk semua,”. Hal baik ini harus dijaga bersama.

Salah satu upaya menjaga kebaikan dalam berinvestasi adalah dengan mengikuti prosedur perizinan. “Harus mengikuti prosedur dari awal agar bisa terjaga dengan baik,”. Bupati faida juga menjelaskan adanya beberapa kesepakatan dalam pengurusan perizinan tersebut.
Kesepakatan itu diantaranya merekrut pekerja ber-KTP Jember dan memiliki Kartu Kuning. Hal ini untuk memberikan lowongan pekerjaan bagi masyarakat Jember. 

Kemudian memperbanyak penggunaan atau konsumsi produk lokal. Untuk seluruh izin pembangunan fasilitas umum yang baru harus menyiapkan akses bagi difabel. 
Demikian pula dengan dana tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR (Coorporate Social Responbility), yang diharapkan bukan sekedar sebuah kepedulian semata. Tetapi menjadi sebuah solusi sosial dan penyelesai masalah sosial. 
Pada penyerahan langsung sertifikat perizinan kali ini terlihat banyak sekolah swasta baru. Kondisi ini membanggakan, karena tanpa partisipasi pihak swasta maka pemerintah tidak akan terbantu.
Juga ada klinik baru, yang semakin menambah pelayanan kesehatan. Terlebih pada era semua orang harus berasuransi. Namun, klinik harus berkomitmen untuk tidak satu pun menolak memberikan layanan kesehatan kepada pasien emergency. 

Penyerahan secara langsung 314 sertifikat perizinan dari 313 pemohon ini bertujuan agar dipastikan sampai di tangan pemiliknya tanpa suatu hambatan, utamanya tanpa pungli. Juga agar tidak lupa membayar retribusi.

Bupati Faida Tegaskan Pengurusan SK Tak Boleh Dihambat

ZONA JATIM, JEMBER – Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR., mengungkap adanya pengaduan dari penjaga sekolah yang telah pensiun 9 bulan dan gajinya terputus karena pengurusan SK pensiunnya berbelit-belit.
Permasalahan tersebut tidak boleh lagi terjadi. Karena itu, bupati menyatakan akan mengurai persoalan yang terjadi dalam proses pensiun tersebut dalam satu minggu ini.

Komitmen perbaikan birokrasi tersebut disampaikan Bupati Jember Faida ketika memberikan SK Kenaikan Pangkat Pengabdian dan Pensiun kepada sejumlah PNS Pemkab Jember di pendapa Wahya Wibawa Graha, Senin (14/1/2019).

“Saya ingin ini tidak terjadi. Layanan administrasi pensiun sama seperti layanan administrasi kepegawaian yang lainnya,” tegasnya.

Mereka yang memasuki masa pensiun ini, jelas bupati, diantaranya para janda dan mereka yang memiliki anak yatim. Ini harus menjadi perhatian.
Dalam waktu satu minggu ini, bupati akan menuntaskan pesoalan tersebut. Bukan hanya mengurai siapa yang salah, tetapi mengaurai hambatan yang terjadi.
Upaya menyelesaikan problem dalam tubuh birokrasi tersebut dibantu oleh para pegawai yang pensiun. Mereka ini bersedia mengurai dari mana hambatan itu, yang tiap orang memiliki hambatan berbeda.
Bahkan, dengan informasi yang diberikan para pensiunan tersebut dapat menjadi masukan, sehingga dapat mengubah prosedur pengurusan pensiun. “Dalam seminggu ini, SOP akan kita perbaiki dan akan kita umumkan ke publik,” ujarnya.

Masukan tersebut sekaligus juga untuk melengkapi perubuhan SOTK (Susunan Organisasi Tata Kerja) Pemerintah Kabupaten Jember. “Sekarang kepegawaian tidak lagi harus berjenjang dari dinas-dinas, tetapi terpusat di BPKDSDM,” jelasnya.

Bupati pun berharap, setelah hari ini, tidak ada lagi pengurusan pensiun PNS yang meninggal membuat ahli warisnya sampai datang ke kantor pemkab.
Layanan langsung dari pemkab harus diberikan. “Bangsa yang besar yang menghargai pahlawannya. Pemerintahan yang besar adalah menghargai para pensiunannya,” tuturnya.

Tak ketinggalan, bupati meminta bantuan para pensiunan untuk juga membantu masyarakat, menjadi perantara antara masyarakat dengan Pemkab Jember.

Bupati menyampaikan selamat kepada para pensiunan dan terimakasih karena telah menjadi bagian dari berputarnya roda pemerintahan. (min)

PNS Jember Dilarang Berpolitik Praktis

ZONA JATIM, JEMBER – Bupati Jember dr. Hj, Faida, MMR., mengimbau para CPNS untuk tidak terlibat politik praktis. Sebab, mereka sudah terikat dengan sejumlah peraturan kepegawaian.

“Jangan sampai terlibat politik praktis,” jelasnya kepada wartawan usai memberikan pengarahan kepada 719 CPNS, Senin (14/1/2019) di aula Pendapa Wahya Wibawa Graha.

Meski demikian, para CPNS ini bukan berarti harus golput. Mereka tetap bisa menggunakan haknya untuk memilih. “Aktif dalam pemilihan, tetapi tidak menjadi tim sukses secara terbuka hingga memecah belah,” imbuh perempuan pertama Bupati Jember ini. “Ingat, posisi mereka sekaang CPNS.”

CPNS telah terikat dengan aturan-aturan kepegawaian. Karena itu, mereka harus bisa menjadi pemersatu dan harus bisa membawa diri. Dalam acara pemaparan tersebut, para CPNS diajak menyanyikan lagu Saya Indonesia, Saya Pancasila. Salah seorang CPNS bersedia menjadi relawan untuk memandu menyanyikan lagu itu.

“PNS itu benteng Pancasila, jika bisa menjiwai lagu Saya Indonesia Saya Pancasila khas Jember ini sebagai suatu semangat akan melayani masyarakat dan menjaga NKRI serta Pancasila,” tutur bupati.

Terkait formasi PNS di lingkungan Pemkab Jember yang masih kosong, bupati menjelaskan pengisiannya melalui PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja). Pemerintah Kabupaten Jember saat ini menunggu detail pentunjuk teknisnya.

Formasi kosong ini harus diajukan ke Kementerian PAN dan RB untuk disahkan sebagai formasi kosong, sehingga bisa diisi dengan mekanisme PPPK.


Kepada keluarga para CPNS, bupati berpesan agar memberikan dukungan untuk bekerja dengan baik sehingga tidak mencoreng nama baik keluarga. (min)

Pemkab Jember Bakal Pampang Daftar Nama ASN Pensiun

ZONA JATIM, JEMBER – Pemerintah Kabupaten Jember akan mengumumkan di media massa para pegawai yang telah pensiun, agar memberikan catatan sejarah sebagai aparatur yang telah menyelesaikan pengabdian dengan baik.

“Tidak semua orang mendapatkan izin dari Allah untuk pensiun dengan khusnul khotimah,” kata Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR. di ruang Tamyaloka Pendapa Wahya Wibawa Graha, Senin (14/1/ 2019).

Pernyataan bupati itu langsung disambut baik oleh para pensiunan yang diundang ke pendapa untuk menerima SK pensiun. “Betul..!” teriak beberapa pensiunan.

Terkait pensiun khusnul khotimah, bupati menjelaskan bahwa Allah bisa membuka aib seorang aparatur sebelum pensiun. Karena itu, pensiun dengan baik perlu dirayakan.

“Saya minta izin, nanti dipasang di koran, selamat dan sukses untuk rombongan pensiunan hari ini,” ujarnya, yang disambut tepuk tangan dan gelak tawa para pensiunan.
Koran itu nantinya, lanjut bupati, kalau bisa disimpan sebagai kenang-kenangan anak cucu tentang pensiunan yang husnul khotimah.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pemberdayaan Sumberdaya Manusia (BKPSDM) Pemkab Jember, Ir. Ruslan Abdul Ghani menyampaikan, penyerahan SK telah diproses dengan cepat supaya cepat diberikan kepada yang bersangkutan. SK pensiun yang diserahkan langsung oleh bupati sebanyak 77 pada sesi pertama dan sebanyak 53 SK pada sesi kedua.

“Kita berupaya semaksimal mungkin. Begitu ada pengajuan, kita urus dengan cepat, sehingga pengiriman SK bisa tepat waktu,” jelasnya.

Ruslan menyatakan siap melayani seluruh pegawai Pemkab Jember dan berupaya menyelesaikan tepat waktu. BKPSDM juga telah mengupayakan aplikasi percepatan SOP untuk memantau pegawai pensiun. Namun, imbuh Ruslan, BKPSDM telah melakukan pemantauan dan pemberkasan secara manual.

Saat ini, jelasnya, dalam Susunan Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) Pemerintah Kabupaten Jember tidak mencantumkan kepegawaian di setiap dinas. Semua terpusat di BKSDM.
Oleh karena itu, lanjutnya, BKPSDM akan pro akstif. “BKPSDM harus proaktif dan segera menyampaikan kepada yang mengurus berkas jika memang ada kekurangan berkas,” terangnya. (min)

Awas, CPNS Jangan Terlibat Politik Praktis

Bupati Jember dr. Hj, Faida, MMR mengimbau para CPNS untuk tidak terlibat politik praktis. Sebab, mereka sudah terikat dengan sejumlah peraturan kepegawaian.

“Jangan sampai terlibat politik praktis,” jelasnya kepada wartawan usai memberikan pengarahan kepada 719 CPNS, Senin 14 Januari 2019, di aula Pendapa Wahya Wibawa Graha.

Meski demikian, para CPNS ini bukan berarti harus golput. Mereka tetap bisa menggunakan haknya untuk memilih.

“Aktif dalam pemilihan, tetapi tidak menjadi tim sukses secara terbuka hingga memecah belah,” imbuh perempuan pertama Bupati Jember ini. “Ingat, posisi mereka sekarang CPNS.”

CPNS telah terikat dengan aturan-aturan kepegawaian. Karena itu, mereka harus bisa menjadi pemersatu dan harus bisa membawa diri.

Dalam acara pemaparan tersebut, para CPNS diajak menyanyikan lagu Saya Indonesia, Saya Pancasila. Salah seorang CPNS bersedia menjadi relawan untuk memandu menyanyikan lagu itu.

“PNS itu benteng Pancasila, jika bisa menjiwai lagu Saya Indonesia Saya Pancasila khas Jember ini sebagai suatu semangat akan melayani masyarakat dan menjaga NKRI  serta Pancasila,” tutur bupati.

Terkait formasi PNS di lingkungan Pemkab Jember yang  masih kosong, bupati menjelaskan pengisiannya melalui PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja).

Pemerintah Kabupaten Jember saat ini menunggu detail pentunjuk teknisnya.

Formasi kosong ini harus diajukan ke Kementerian PAN dan RB untuk disahkan sebagai formasi kosong, sehingga bisa diisi dengan mekanisme PPPK.

Kepada keluarga para CPNS, bupati berpesan agar memberikan dukungan untuk bekerja dengan baik sehingga tidak mencoreng nama baik keluarga.

Layanan Administrasi Kepegawaian Harus Diperbaiki

Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR. mengungkap adanya pengaduan dari penjaga sekolah yang telah pensiun 9 bulan dan gajinya terputus karena pengurusan SK pensiunnya berbelit-belit.

Permasalahan tersebut tidak boleh lagi terjadi. Karena itu, bupati menyatakan akan mengurai persoalan yang terjadi dalam proses pensiun tersebut dalam satu minggu ini.

Komitmen perbaikan birokrasi tersebut disampaikan Bupati Jember Faida ketika memberikan SK Kenaikan Pangkat Pengabdian dan Pensiun kepada sejumlah PNS Pemkab Jember di pendapa Wahya Wibawa Graha, 14 Januari 2019.

“Saya ingin ini tidak terjadi. Layanan administrasi pensiun sama seperti layanan administrasi kepegawaian yang lainnya,” tegasnya.

Mereka yang memasuki masa pensiun ini, jelas bupati, diantaranya para janda dan mereka yang memiliki anak yatim. Ini harus menjadi perhatian.

Dalam waktu satu minggu ini, bupati akan menuntaskan pesoalan tersebut. Bukan hanya mengurai siapa yang salah, tetapi mengaurai hambatan yang terjadi.

Upaya menyelesaikan problem dalam tubuh birokrasi tersebut dibantu oleh para pegawai yang pensiun. Mereka ini bersedia mengurai dari mana hambatan itu, yang tiap orang memiliki hambatan berbeda.

Bahkan, dengan informasi yang diberikan para pensiunan tersebut dapat menjadi masukan, sehingga dapat mengubah prosedur pengurusan pensiun. “Dalam seminggu ini,  SOP akan kita perbaiki dan akan kita umumkan ke publik,” ujarnya.

Masukan tersebut sekaligus juga untuk melengkapi perubuhan SOTK (Susunan Organisasi Tata Kerja) Pemerintah Kabupaten Jember. “Sekarang kepegawaian tidak lagi harus berjenjang dari dinas-dinas, tetapi terpusat di BPKDSDM,” jelasnya.

Bupati pun berharap, setelah hari ini, tidak ada lagi pengurusan pensiun PNS yang meninggal membuat ahli warisnya sampai datang ke kantor pemkab.

Layanan langsung dari pemkab harus diberikan. “Bangsa yang besar yang menghargai pahlawannya. Pemerintahan yang besar adalah menghargai para pensiunannya,” tuturnya.

Tak ketinggalan, bupati meminta bantuan para pensiunan untuk juga membantu masyarakat, menjadi perantara antara masyarakat dengan Pemkab Jember.

Bupati menyampaikan selamat kepada para pensiunan dan terimakasih karena telah menjadi bagian dari berputarnya roda pemerintahan.

0FansSuka
0PengikutMengikuti
17,400PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Recent Posts

Block title